1,8 Milyar Anak-Anak Hidup Dalam Kemiskinan

1,8 Milyar Anak-Anak Hidup Dalam Kemiskinan

1,8 Milyar Anak-Anak Hidup Dalam Kemiskinan

1,8 Milyar Anak-Anak Hidup Dalam Kemiskinan
1,8 Milyar Anak-Anak Hidup Dalam Kemiskinan

BANDUNG- Project Manager Save The Children, Eko Kriswanto

mengungkapkan, saat ini kurang lebih 1,8 milyar anak-anak di dunia ini, hidup dalam kemiskinan yang cukup ekstrim. Save The Children memiliki cita-cita besar, sama dengan pemerintah dan semua pihak di dunia ini, bahwa pada tahun 2030, tidak ada lagi anak-anak yang hidup dalam kemiskinan.

“Salah satu strategi kami adalah bagaimana anak-anak yang berada dalam situasi miskin ini, bisa punya pekerjaan yang layak. Kalau keluarganya bisa mendapatkan penghidupan yang layak, tentunya anaknya juga tidak hidup dalam kemiskinan,” kata Eko pada kegiatan Workshop Pengembangan Manual Tata Kelola BKK SMK di Provinsi Jawa Barat, di Hotel Tebu, Jalan Riau Nomor 62, Kota Bandung, Selasa (29/9).

Seorang anak yang kini berusia 15 tahun atau 18 tahun,

jelas Eko, tentunya dalam 15 tahun ke depan atau tahun 2030 sudah berkeluarga dan mungkin sudah punya anak usia 4 tahun atau 5 tahun.

“Kalau anak yang kini berusia 15 tahun atau 18 tahun, tidak kita bantu, mungkin dalam tahun 2030, kondisinya akan sama seperti sekarang ini. Secara global gagasan besar kami tentunya sama dengan pemerintah dengan semua pihak di dunia ini bahwa kami punya keinginan di tahun 2030, kita bisa memutuskan rantai kemiskinan pada anak-anak. Kami punya cita-cita pada tahun 2030 jangan sampai ada anak-anak miskin,” katanya.

Eko menjelaskan, Save The Children adalah organisasi

independen global terkemuka bagi anak. Save The Children berupaya menyelamatkan kehidupan anak-anak, berjuang untuk hak anak dan membantu anak memenuhi potensinya.

“Save The Children terdiri atas Save The Children Internasional dan 30 organisasi anggota yang bekerjasama untuk membawa perubahan bagi anak-anak di 120 negara,” katanya.

 

Baca Juga :