Perbaikan Pipa Bocor Bojong Koneng Dibatalkan

Perbaikan Pipa Bocor Bojong Koneng Dibatalkan

Perbaikan Pipa Bocor Bojong Koneng Dibatalkan

Perbaikan Pipa Bocor Bojong Koneng Dibatalkan

PDAM Siapkan Rencana Relokasi

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor membatalkan pelaksanaan perbaikan pipa AC diameter 18 inch di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Kamis (05/10/2017) pagi.Area perbaikan yang tergerus longsor pada Rabu (04/10) malam tak memungkinkan pengerjaan, karena khawatir terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan petugas.

PDAM Kota Bogor pada Rabu malam

Informasi longsor di daerah Bojongkoneng diterima PDAM Kota Bogor pada Rabu malam. Tim dari Sub Bagian Penanggulangan Kebocoran serta Pengaliran dan Jaringan langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP), karena lokasi longsor berada di jalur pipa milik PDAM.

“Setelah kami cek, ternyata lokasi longsor berada di jalur pipa kita yang kebetulan baru akan kita perbaiki Kamis (05/10) pagi ini. Akhirnya diputuskan aliran air kami tutup untuk menghindari kemungkinan longsor susulan,” kata Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Ade Syaban Maulana, Kamis (05/10/2017).

PDAM kemudian memutuskan perbaikan

PDAM kemudian memutuskan perbaikan pipa transmisi jalur sumber mata air Tangkil tersebut dibatalkan, dan menyiapkan rencana relokasi. Diperkirakan, relokasi membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu mengingat ada beberapa langkah teknis dan administrasi yang harus dikerjakan.

“Selama proses persiapan relokasi, kemungkinan pasokan air kami hentikan. Karena khawatir akan berpengaruh pada kondisi sambungan pipa yang bocor. Sehingga pasokan air bersih ke wilayah zona 1 akan terhenti,” kata Dirtek. (humas)

Sumber : https://pakdosen.co.id/

Usulkan Tiga Rekomendasi Muatan Lokal

Usulkan Tiga Rekomendasi Muatan Lokal

Usulkan Tiga Rekomendasi Muatan Lokal

Usulkan Tiga Rekomendasi Muatan Lokal

Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran

Rencana Kerja (Raker) Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bogor digelar Kamis (05/10/2017) di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Jalan Ir. H.Djuanda, Kota Bogor. Berbagai program kerja 2017-2018 dibahas dalam Raker tersebut. Termasuk di dalamnya beberapa rekomendasi muatan lokal dari Ketua LPTQ Kota Bogor Usmar Hariman.

Usmar mengatakan

Tiga rekomendasi tersebut yakni mendorong agar Al-Quran dan buku Hadist tersedia di seluruh Masjid Jami di Kota Bogor. Ia mengaku masih mendapati beberapa Masjid Jami terutama yang di pelosok belum memiliki Al-Quran dan Hadist. Padahal Al-Quran dan Hadist merupakan pedoman bagi umat Islam untuk menjalani hidup dengan baik.

Kalau di setiap Masjid ada Al-Quran

“Kalau di setiap Masjid ada Al-Quran dan Hadist masyarakat jadi bisa belajar dan menambah ilmu agama. Nanti akan dirumuskan berapa anggarannya untuk pengadaan Al-Quran dan Hadist,” ujarnya.

Ia menuturkan, rekomendasi kedua yang ia ajukan yakni  mungkinkannya setiap tahun pada satu keluarga dapat mengkhatamkan Al-Quran. Minimal salah satu dari anggota keluarganya atau lebih bagus jika semua keluarga bisa khatam Al-Quran. Selanjutnya, ia ingin dari setiap rekomendasi program kerja mengerucut pada target mencetak para generasi yang Cinta Al-Quran. “Tujuan besar kami sesuai dengan visi misi bogor menjadikan Bogor kota yang beriman,” terangnya.

Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan LPTQ Kota Bogor Ade Sarmili

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan LPTQ Kota Bogor Ade Sarmili mengatakan, mulai bulan ini hingga Desember mendatang, LPTQ akan melakukan empat kegiatan yang di danai dari dana hibah. Sebut saja, pelatihan baca tulis Al-Quran, orientasi dan sertifikasi dewan hakim MTQ, membuat lokarkaarya terkait blue print baca tulis Al-Quran untuk dijadikan sebagai pedoman dan upgrading kepengurusan LPTQ. “Upgrading ini untuk memupuk rasa tanggung jawab semua pengurus LPTQ sebagai lembaga yang bertugas membumikan baca tulis Al-Quran di masyarakat,” ujarnya.

LPTQ Kota Bogor

Ade melanjutkan, di mulai tahun ini LPTQ Kota Bogor akan menggarap program baca tulis Al- Quran kepada anak jalanan dan disabilitas yang selama ini belum menjadi sasaran dari LPTQ. Program ini akan bekerja sama dengan Dinas Sosial dan terlebih dahulu di konsepkan sehingga terarah, teratur dan terstruktur.

“Kota Bogor kan sudah ada Perda Diniyah tahun 2013 tentang mengajarkan baca tulis Quran dari sejak dini. Jadi sekarang idealnya di semua sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar untuk terlebih dahulu mengaji Al -Quran,” pungkasnya.

 

Sumber  : https://solopellico3p.com/

Legenda Gunung Batu Bangkai

Legenda Gunung Batu Bangkai

Legenda Gunung Batu Bangkai

Legenda Gunung Batu Bangkai
Legenda Gunung Batu Bangkai

Zaman dahulu

di suatu tempat di Kalimantan Selatan, hiduplah seorang janda tua bersama seorang anak lakinya yang bernama Andung Kuswara. Selain mencari kayu, Andung juga pandai mengobati penyakit.  Mereka hidup rukun dan saling menyayangi. Setiap hari mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Setiap hari Andung mencari kayu bakar atau bambu untuk dijual, sedangkan ibunya mencari buah-buahan atau daun-daun untuk dimasak.

Suatu pagi Andung pergi ke hutan untuk mencari kayu. Tak terasa waktu sudah senja, Ia pun bergegas pulang. Pada saat dalam perjalanan pulang, Andung mendengar jeritan seseorang minta tolong.  Ternyata di dapatinya seorang kakek yang kakinya terjepit pohon.  Andung segera menolong si kakek dan mengobati lukanya. Orang tua itu berterima kasih dan memberikan sebuah benda sebagai tanda terima kasih.  Benda tersebut adalah sebuah kalung.

Sesampai di rumah Andung

bercerita kepada ibunya. Selesai bercerita, Ia menyerahkan kalung pemberian Kakek tua tadi. Ia ingin ibunya yang menyimpannya baik-baik. Sang ibu merasakan ada sesuatu yang beda dari kalung ini, dia begitu indah. Sang ibu kemudian menyimpan kalung itu di bawah tempat tidurnya.

Hari berganti hari, Andung mulai merasakan tidak puas dengan yang didapatnya sekarang. Andung termenung dan bertanya pada Tuhan, “Tuhan, apakah kehidupanku akan seperti ini selamanya? Aku ingin hari depanku lebih baik dari hari ini. Tapi bagaimana caranya?”. Selintas dibenaknya Ia berpikir, “Kenapa tidak aku merantau?! Dengan bekal ilmu pengobatan yang aku punya dari Ayah, pasti aku bisa berhasil!”.

Karena terdorong ingin merubah nasibnya tersebut Andung membulatkan tekadnya ingin merantau.  Dengan berat hati ibunya mengijinkan Andung, anak semata wayangnya, pergi merantau.  Sebelum pergi, Ia mendapat pesan dari Umanya, “Andung, ingatlah Uma! Ingat kampung halaman dan tanah leluhur kita. Jangan pernah melupakan Tuhan yang Mahakuasa. Walau berat, Uma tak bisa melarangmu pergi. Jika takdir menghendaki, kita tentu akan berkumpul kembali”. Tidak lupa ibunya memberikan kalung yang diberikan oleh bapak tua.

Andung meneteskan air mata

Ia memeluk ibunya dan mencium tangannya. Andung berjanji Ia akan segera kembali jika sudah berhasil. Berbulan-bulan sudah Andung meninggalkan kampung halamannya. Ia banyak sekali melewati kampung dan negeri-negeri. Berbagai pengalaman pun telah Ia raih, dan ilmu pengobatan yang dimilikinya benar-benar bermanfaat bagi orang banyak.

Pada suatu hari, Andung bertemu dengan seorang petani yang penuh dengan bisul.  Karena kasihan, Andung berusaha untuk mengobati petani tersebut.  Dan, ternyata Andung berhasil.  Bapakk tua ini bercerita bahwa bukan Ia saja yang memiliki penyakit tersebut, namun hampir semua orang di Negeri Basiang sedang tertimpa malapetaka berupa penyakit kulit. Karena merasa hutang budi, maka Andung diajak bermalam dirumahnya. Petani tua itu pun menceritakan kepada orang-orang di desanya, kalau bisul-bisulnya sudah dapat disembuhkan oleh Andung. Semua penduduk kemudian menjumpai Andung, mohon untuk dapat disembuhkan juga. Andung melayani mereka dengan senang dan mereka semua telah diobati dan menjadi sembuh. Kemampuannya pun telah menyebar keseluruh negeri. Kabar tentang kemampuan Andung dalam mengobati menyebar ke seluruh negeri.

Sementara itu di kerajaan Basiang, sang raja sedang bermuram durja.  Sudah dua minggu putrinya tergolek tak berdaya.  Wajahnya pucat pasi dan tergolek tak berdaya.  Berita kepandaian Andung terdengar hingga ke kerajaan Basiang.  Andung diberi kesempatan untuk mengobati sang putri.  Beragam upaya dilakukan tapi tidak berhasil. Hati Andung tergerak untuk menggunakan hadiah kalung yang pernah di berikan oleh bapak tua di hutan.  Andung pun bersedia untuk mencoba, dan meminta maaf sebelumnya, jika Ia tidak berhasil menyembuhkan sang Puteri.

Puteri tergolek lemah tak berdaya. Mukanya pucat sekali dan bibirnya tertutup rapat, tapi wajahnya tetap memancarkan kecantikan. Andung melihat dan terpesona oleh kecantikannya. Ia pun mulai mengerahkan kemampuannya untuk membangunkan sang Puteri. Namun sayang Puteri tetap tidak bergerak. Hal itu membuatnya hampir putus asa. Seketika itu juga Ia teringat kalung pemberian sang Kakek dulu. Andung segera merendam kalung tersebut, dan air rendamannya diambil dan dibacakan doa, lalu dipercikkan ke mulut sang Puteri. Sesaat setelah itu Puteri pun terbangun. Matanya perlahan-lahan terbuka dan wajahnya segar kembali. Akhirnya Puteri bangkit dan duduk di pembaringan.

Semua penghuni istana sangat bergembira dan mereka merayakan kesembuhan sang Puteri. Paduka Raja sangat berterimakasih padanya. Atas jasanya, Paduka Raja memberikan Puterinya kepada Andung untuk dinikahi. Alangkah senangnya Andung! Pesta perkawinan digelar tujuh hari tujuh malam. Mereka pun larut dalam romantisme cinta mereka dan hidup bahagia, di kerajaan Basiang.

Beberapa bulan kemudian, Istri Andung pun mengandung. Ketika sang putri hamil, ia ingin makan buah kasturi yang hanya tumbuh di Pulau Kalimantan. Karena cintanya, Andung pun berlayarlah Ia beserta para hulubalang dan berburu buah kasturi hingga ke Pulau Kalimantan.

Tak disangka Pohon Kasturi yang telah ditemukannya berada tepat di depan rumahnya dahulu, di kawasan Loksado. Ibunya yang berada di dalam rumah mendengar ada keributan kecil di halaman. Ibu Andung kemudian berjalan dengan tertatih-tatih menengok keluar. Alangkah terkejutnya Andung, karena yang Ia lihat adalah Ibu kandungnya. Betapa malu Andung melihat ibunya yang sudah tua dan miskin.  Ia tidak mau mengakui ibunya.

Seraya berjalan, ibunya memanggil, “Andung… anakku.. Andung !!” suara serak ini terus memanggil dan mengejar rombongan Andung. Andung menoleh ke arah ibunya dan berkata dengan kasarnya, “Hai nenek tua, aku adalah Raja keturunan Bangsawan, aku tidak mengenalmu. Bagaimana mungkin engkau nenek renta dan dekil mengaku sebagai Ibuku!”. Ia kemudian memalingkan muka dan pergi.

Sedihlah hati ibu Andung. Nenek tua itupun berdoa, “Ya Tuhan, tunjukkanlah kekuasaan dan keadilan-Mu”. Dengan menangis dan dengan bibir yang bergetar, sang ibu berdoa mohon kekuatan, tiba tiba petir dan halilintar mulai menyambar membelah bumi, bagaikan alam sedang menampakkan kemarahan yang begitu dahsyat. Langit mendadak gelap gulita, badai bertiup kencang, hujan lebat pun merajalela.

Andung tersadar, dan dia berteriak, “Maafkan aku Ibuuuu ..!”. Namun semuanya sudah terlambat. Seketika itu Andung berubah menjadi batu berbentuk bangkai manusia.

Karena kemiripan tersebut, maka penduduk sekitar gunung itu menamainya dengan sebutan Gunung Batu Bangkai. Gunung Batu Bangkai dapat di jumpai di Kecamatan Loksadu, hulu sungai selatan Kalimantan Selatan.

 

Baca Artikel Lainnya:

Mengenal Tentang Rumah Adat Suku Asmat

Mengenal Tentang Rumah Adat Suku Asmat

Mengenal Tentang Rumah Adat Suku Asmat

Mengenal Tentang Rumah Adat Suku Asmat
Mengenal Tentang Rumah Adat Suku Asmat

Suku Asmat

memiliki rumah adat suku Asmat bernama Jew (Rumah Bujang). Rumah Jew memang memiliki posisi yang istimewa dalam struktur suku Asmat.  Di rumah bujang ini, dibicarakan segala urusan yang menyangkut kehidupan warga, mulai dari perencanaan perang, hingga keputusan menyangkut desa mereka. Jew adalah tempat yang dianggap sakral bagi suku Asmat. Ada sejumlah aturan adat di dalamnya yang harus dipelajari dan dipahami oleh orang Asmat sendiri, termasuk syarat membangun Jew.

Di dalam rumah adat suku Asmat

ini juga tersimpan persenjataan suku Asmat seperti, tombak, panah untuk berburu, dan Noken. Noken adalah serat tumbuhan yang dianyam  menjadi sebuah tas. Tidak sembarang orang boleh menyentuh noken yang disimpan di dalam rumah adat suku Asmat ini.  Noken ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Ada syarat dan terapi-terapi tertentu yang harus dipatuhi pasien dan dipastikan sembuh.

Seorang suku asmat di rumah bujang tersebut menceritakan bahwa pasien yang berobat secara adat, asal mematuhi aturan-aturan tersebut, kelak akan sembuh dalam waktu singkat.

Berikut beberapa hal menyangkut rumah adat suku Asmat (Jew) :

  • Rumah adat suku Asmat yang dibuat dari kayu ini selalu didirikan menghadap ke arah sungai.
  • Panjang rumah adat suku Asmat ini bisa berpuluh-puluh meter. Bahkan ada Jew yang panjangnya bisa sampai lima puluh meter dengan lebar belasan meter.
  • Sebagai tiang penyangga utama rumah adat suku Asmat, mereka menggunakan kayu besi yang kemudian diukir dengan seni ukir suku Asmat
  • Mereka tidak menggunakan paku atau bahan-bahan non alami lainnya, tapi orang Asmat menggunakan bahan-bahan dari alam seperti tali dari rotan dan akar pohon.
  • Atap rumah adat suku Asmat ini terbuat dari daun sagu atau daun nipah yang telah dianyam. Biasanya warga duduk beramai-ramai menganyamnya sampai selesai.
  • Jumlah pintu jew sama dengan jumlah tungku api dan patung bis. Patung Bis mencerminkan gambaran leluhur dari masing-masing rumpun suku Asmat. Mereka percaya patung- patung ini akan menjaga rumah mereka dari pengaruh jahat.Jumlah pintu ini juga dianggap mencerminkan jumlah rumpun suku Asmat yang berdiam di sekitar rumah adat suku asmat.

Setelah rumah Jew berdiri

para lelaki biasanya pergi berburu menggunakan perahu Chi untuk memenggal kepala musuh. Suku Asmat memiliki keunikan dalam mendayung perahu Chi yang bentuknya menyerupai lesung, yang terbuat dari pohon ketapang rawa, panjang sebuah chi bisa mencapai dua belas meter. Untuk membuatnya diperlukan waktu satu sampai dua minggu. Dayungnya terbuat dari kayu pala hutan dan bentuknya menyerupai tombak panjang. Sebagian perahu Chi diberi ukiran ular di tepinya serta ukiran khas Asmat di bagian kepalanya.

Ular merupakan simbol hubungan antara suku asmat dengan alam. Perahu menjadi alat yang penting bagi mereka untuk mencari ikan sepanjang hari. Mengambil sagu, berburu buaya, berdagang, bahkan berperang. Dengan perahu ini, mereka bisa melintasi sungai hingga puluhan kilometer. Kedekatan suku Asmat dengan perahu kini menjadi atraksi menarik.

Atraksi ini menggambarkan bagaimana suku Asmat berperang. Namun semenjak misionaris datang sekitar tahun lima puluhan, perang antar suku sudah tidak ada.
Saat kembali, tetua adat akan menyambut mereka, menanyakan jumlah musuh yang berhasil dibunuh. Pesta pengukuhan rumah Jew dilakukan sepanjang malam. Mereka menari dan bernyanyi diiringi pukulan alat musik tradisonal Papua, Tifa. Dengan melakukan atraksi ini, orang suku Asmat percaya, roh para leluhur mereka akan datang dan akan menjaga rumah mereka.

Jew adalah salah satu bagian dari nilai-nilai suku asmat yang melihat rumah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Suku Asmat, selain itu pandai membuat ukiran dan memahat yang sarat simbol leluhur mereka.

 

(Sumber: https://weareglory.com/)

Mengenal Klasifikasi Jenis-Jenis Tanah Pada Tingkat

Mengenal Klasifikasi Jenis-Jenis Tanah Pada Tingkat

Mengenal Klasifikasi Jenis-Jenis Tanah Pada Tingkat

Mengenal Klasifikasi Jenis-Jenis Tanah Pada Tingkat
Mengenal Klasifikasi Jenis-Jenis Tanah Pada Tingkat

Tanah Organosol atau Tanah Gambut

Tanah jenis ini berasal dari bahan induk organik dari hutan rawa,
mempunyai ciri warna cokelat hingga kehitaman, tekstur debulempung,
tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat sampai dengan agak lekat, dan kandungan unsur hara rendah. Tanah ini terbentuk karena adanya proses pembusukan dari sisa-sisa tumbuhan rawa. Banyak terdapat di rawa Sumatra, Kalimantan, dan Papua, kurang baik untuk pertanian maupun perkebunan karena derajat keasaman tinggi.

Tanah Aluvial

Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan. Bahannya berasal dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu, tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar sepanjang aliran sungai

Tanah Regosol

Tanah ini merupakan endapan abu vulkanik baru yang memiliki butir kasar. Penyebaran terutama pada daerah lereng gunung api. Tanah ini banyak terdapat di daerah Sumatra bagian timur dan barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Tanah Litosol

Tanah litosol merupakan jenis tanah berbatu-batu dengan lapisan tanah yang tidak begitu tebal. Bahannya berasal dari jenis batuan beku yang belum mengalami proses pelapukan secara sempurna. Jenis tanah ini banyak ditemukan di lereng gunung dan pegunungan di seluruh Indonesia.

Tanah Latosol

Latosol tersebar di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 mm/tahun, dan ketinggian tempat berkisar 300–1.000 meter. Tanah ini terbentuk dari batuan gunung api kemudian mengalami proses pelapukan lanjut.

Tanah Grumusol

Jenis ini berasal dari batu kapur, batuan lempung, tersebar di daerah iklim subhumid atau subarid, dan curah hujan kurang dari 2.500 mm/tahun.

Tanah Podsolik

Tanah ini berasal dari batuan pasir kuarsa, tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering, curah hujan lebih 2.500 mm/ tahun. Tekstur lempung hingga berpasir, kesuburan rendah hingga sedang, warna merah, dan kering.

Tanah Podsol

Jenis tanah ini berasal dari batuan induk pasir. Penyebaran di daerah beriklim basah, topografi pegunungan, misalnya di daerah Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Papua Barat. Kesuburan tanah rendah

Tanah Andosol

Tanah jenis ini berasal dari bahan induk abu vulkan. Penyebaran di daerah beriklim sedang dengan curah hujan di atas 2.500 mm/ tahun tanpa bulan kering. Umumnya dijumpai di daerah lereng atas kerucut vulkan pada ketinggian di atas 800 meter. Warna tanah jenis ini umumnya cokelat, abu-abu hingga hitam.

Tanah Mediteran Merah Kuning

Tanah jenis ini berasal dari batuan kapur keras (limestone). Penyebaran di daerah beriklim subhumid, topografi karst dan lereng vulkan dengan ketinggian di bawah 400 m. Warna tanah cokelat hingga merah. Khusus tanah mediteran merah kuning di daerah topografi karst disebut ”Terra Rossa”.

 

(Sumber: https://balad.org/)

Akibat Salah Transfusi Darah, Rizky Cuci Darah Setiap Pekan

Akibat Salah Transfusi Darah, Rizky Cuci Darah Setiap Pekan

Akibat Salah Transfusi Darah, Rizky Cuci Darah Setiap Pekan

Akibat Salah Transfusi Darah, Rizky Cuci Darah Setiap Pekan
Akibat Salah Transfusi Darah, Rizky Cuci Darah Setiap Pekan

 

Akibat golongan darah yang ditransfusi salah

selama hampir 10 bulan seorang remaja di Lahat Muhammad Rizky (16) cuci darah dua kali tiap pekan. Pihak Rumah Sakit Umumum Daerah (RSUD) Lahat, Sumatera Selatan, tempat Rizky salah ditransfusi darah, meskipun sudah dilaporkan ke polisi belum memberikan pertanggungjawabannya.

Demikian dikatakan  Muhammad Fadli dari Kantor Bantuan Hukum Sumatera, di Jalan Kapten A Rivai, Palembang, selaku kuasa hukum Rizky dan kedua orangtuanya, kepada detikcom, Selasa (189/04/2011).

 

Diceritakan Fadli, pada 26 Mei 2010

Rizky diantar orangtuanya ke RSUD Lahat. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium RSUD Lahat, HB milik korban hanya 5,9 g/dl. Hasil laboratorium itu kemudian ditindaklanjuti Dr Rahadian untuk ditransfusi darah karena didiagnosa Rizky terkena anemia.

Lalu kedua orangtua Rizky mendatangi PMI Cabang  Lahat. Secara jelas disebutkan bahwa darah yang dibutuhkan korban adalah darah AB. Mereka mendapatkan dua kantong darah golongan AB.

 

Kemudian dilakukan transfusi darah kepada Rizky

namun baru setengah kantong darah yang ditransfusi Rizky mengigil dan susah bernapas. Orang tua korban meminta menghentikan transfusi yang sedang berjalan kepada tenaga medis yang sedang melakukan transfusi tersebut.

Pada 27 Mei 2010 pihak RSUD Lahat akan melakukan transfusi darah kembali, namun orang tua Rizky menolak karena korban dalam kondisinya dalam keadaan lemah dan masih sulit bernapas.

Pada 3 Juni 2010 korban kembali ditransfusi darah, namun baru seperempat kantong darah yang ditransfusi Rizky kembali mengigil dan susah bernapas, kemudian orang tua Rizky meminta tim medis menghentikannya.

Bahwa karena kondisi korban yang lemah dan terkadang sulit bernapas, korban dirawat di RSUD Lahat hingga 6 Juni 2010. Setelah  keluar dari RSUD Lahat, dua kali Rizky mengalami pingsan.

 

Rizky kemudian dibawa berobat di RSUP Dr. Muhammad Hoesin Palembang

pada bulan Juli 2010. Setelah dilakukan pemeriksaan golongan darah di Unit Transfusi Darah Cabang PMI Kota Palembang golongan darah korban adalah B+, bukan AB seperti hasil pemeriksaaan di laboratorium RSUD Lahat.

“Nah, hasil pemeriksaan dokter di di rumah sakit Muhammad Hoesin, Rizky diharuskan cuci darah. Awalnya tiga kali seminggu, setelah itu 2 kali seminggu hingga saat ini,” kata Fadli.

Orangtua korban mencoba meminta pertanggungjawaban dari RSUD Lahat. Berdasarkan beberapa kali pertemuan, bukanlah penyelesaian yang diterima. Bahkan salah satu dokter yang menjelaskan kepada orangtua Rizky peristiwa ini tidak akan berdampak apa-apa bagi si korban.

“Klien kami kemudian melaporkan persoalan tersebut Polres Lahat. Tapi hingga saat ini prosesnya belum berjalan. Menurut kepolisian, pihaknya kekurangan saksi,” kata Fadli.

Berdasarkan kondisi ini, Fadli mengharapkan kepolisian segera memproses cepat kasus tersebut, “Dan kami juga berharap pihak instansi yang berwenang untuk turut serta dalam menyikapi kejadian ini, khususnya bagi pemerintah daerah Lahat dan DPRD Lahat,” ujarnya.

“Kini Rizky sudah tidak sekolah lagi,” kata Fadli yang didampingi rekannya Agus Mirantawan.

Baca Juga : 

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi
Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

Pengertian Segmentasi Pasar

Berdasarkan pengertian yang sudah dijelaskan diatas segmentasi memiliki peran penting, dimana perusahaan dapat membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang terbedakan dengan kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran terpisah. Mengingat luasnya pasar, maka kegiatan

Segmentasi pasar harus dilakukan dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:

a. Pasar lebih mudah dibedakan

b. Pelayanan kepada pembeli menjadi lebih baik

c.Produk lebih responsif terhadap kebutuhan pasar

d. Dapat Menganalisa pasar lebih mudah

e. Menemukan peluang setelah menganalisis pasar

f. Mengetahui pergeseran-pergeseran yang terjadi di dalam segmennya

g. Dapat menentukan strategi komunikasi yang efektif dan efisien

 

Pendekatan-Pendekatan Segmentasi

1. Pendekatan Karakteristik Konsumen

Pendekatan-pendekatan segmentasi ada beberapa macam diantaranya adalah geografi,demografi,psikografi, dan behavioral. Masing-masing pendekatan ini memiliki ciri-ciri yang berbeda. Yang akan dipaparkan sebagai berikut dibawah ini :

a.Segmentasi Geografi

Pada segmentasi geografi pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti berdasarkan negara, wilayah,kota,desa.

b. Segmentasi Demografi

Pada segmentasi demografi mengelompokkan dilakukan berdasarkan variable usia,jenis kelamin, dan pekerjaan

c. Segmentasi Psikografi

Pada segmentasi psikografi konsumen dapat dibagi menurut demografi tetapi seringkali ini tidaklah cukup. Perusahaan ingin tahu lebih jauh apa sebenarnya yang membuat orang-orang yang memiliki usia. Penghasilan, pendapatan dan pendidikan yang sama berbeda dalam hal merespon terhadap produk. Dalam segmentasi psikografis, perilaku konsumen diobservasi melalui gaya hidup,nilai-nilai kehidupan yang dianut , kepribadian individu tersebut baik dari segi persepsi, motivasi maupun sikap

d. Segmentasi Behavioral(kebiasaan)

Pada segmentasi kebiasaan yaitu dilihat dari pada pengetahuan,sikap,reaksi mereka terhadap suatu produk. Seperti kebiasaan membeli,mengkonsumsi,dsb

Berdasarkan Respon konsumen

Segmentasi manfaat yaitu pengelompokan yang didasarkan kepada manfaat yang diharapkan dari suatu produk atau jasa, use occasion(saaat pemakaian) dan Brand atau merek. Dengan ini konsumen akan dikelompokkan berdasarkan respon mereka terhadap produk atau jasa,seperti ada konsumen yang mementingkan kualitas maupun ada juga konsumen yang mementingkan harga yang murah ketimbang kualitas.

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/

Berikut bentuk wajah seseorang menurut ilmu fisiognomi

Berikut bentuk wajah seseorang menurut ilmu fisiognomi

Berikut bentuk wajah seseorang  menurut ilmu fisiognomi

Berikut bentuk wajah seseorang menurut ilmu fisiognomi
Berikut bentuk wajah seseorang menurut ilmu fisiognomi

1. Bentuk wajah bulat

Bentuk wajah ini umumnya memiliki struktur tulang yang sangat kuat. Itu menunjukkan watak, aktivitas mental yang sangat kuat,  tahan terhadap penyakit dan rasa percaya diri yang tinggi. Pemilik wajah ini  pada umumnya cerdas dan dapat beradaptasi dengan situasi macam apapun. Mereka dikaruniai otak jempolan. Meski cenderung  sedikit malas, tapi orang dengan bentuk wajah bulat umumnya panjang umur. Orang Timur mengatakan mereka seakan tidak terburu -buru untuk mati. Wajah bulat dengan leher panjang memiliki daya tahan terhadap penyakit. Dalam bercinta mereka jujur meski  terkadang keinginan erotik menjebloskan mereka dalam ketidaksetiaan.

2. Bentuk wajah Berlian

Wajah berlian memiliki dahi yang sempit, tulang pipi yang menonjol dan berdagu lancip. Itu artinya mereka hangat dan  diberkahi kemauan kuat serta keberuntungan dalam karir. Sayangnya orang tipe ini cenderung egois dan kurang peduli pada  moral. Wajah berlian banyak dimiliki banyak artis panggung wanita terkenal dan prajurit pemberani.

Orang Cina merasa sangat beruntung jika meninggalkan rumah untuk keperluan bisnis, bertemu dengan wanita atau pria yang  memiliki wajah berlian. Jika wanita, mereka ditafsirkan bisnis akan sukses tapi nanti, dan pria, ditafsirkan bisnis akan  sukses tapi segera. Orang dengan bentuk wajah seperti ini umumnya juga beruntung dalam cinta. Dikenal mempunyai daya tahan  tubuh yang menakjubkan terhadap penyakit. Mereka juga ambisius tapi juga memiliki rasa humor yang baik.

Menurut penelitian, banyak pemilik wajah berlian tidak puas dengan masa kanak-kanak dan remajanya, dan hanya menemukan  kebahagiaan pada paruh kedua usia mereka. Sampai akhir hayat, mereka selalu ingat kesulitan-kesulitan yang pernah dihadapi  dan diatasi.

3, Bentuk wajah persegi panjang

Wajah ini menunjukkan kreativitas, kepandaian dan penguasaan diri, tapi juga menunjukkan ketidaksetiaan. Orang Cina menyebut  bentuk wajah ini seperti pohon, karena mirip dengan batang pohon. Pemiliknya umumnya orang yang suka pada introspeksi diri  yang menakjubkan dan dapat mengendalikan perasaan untuk mengatasi hal atau masalah. Mereka juga kreatif dan beruntung dalam  hidup. Menurut imajinasi Cina, hal ini secara simbolik diwakili oleh pohon yang pada musim semi berdaun kembali. Banyak orang dari kalangan ini mencapai sukses namun sangat terikat pada pekerjaan yang dianggap nomor satu dalam hidup,  sehingga terkadang menjadi masalah di dalam kehidupan rumah tangga mereka.

4. Bentuk wajah persegi

Pemilik wajah ini umumnya punya karakter stabil, jujur dan seimbang. Mereka adalah orang-orang yang biasa membuat kepuasan.  Bisa menikah lebih dari sekali dan pecinta yang berapi-api. Wajah persegi menandakan pribadi yang peka pada persoalan umum, rasa implusif dan terkadang keras kepala. Kalau pria, biasanya kukuh pada pendirian, mereka juga dikenal sebagai orang yang bergairah, hanya repotnya tidak setia dalam bercinta  karena mudah dirayu. Murah hati juga ciri yang paling nyata. Mereka selalu menjadi teman yang baik dan setia. Mereka selalu  menempatkan teman-temannya nomor satu dalam hidup, imbalannya meminta dari mereka kejujuran dan kepatuhan.

5. Bentuk wajah rahang sempi berdagi lebar

Orang Cina menghubungkan wajah ini dengan unsur bumi, karena bentuknya yang bagus dan hanya berubah sedikit oleh usia. Mereka  cenderung agresif dan keras kepala. Kalau memutuskan mereka harus melihat hasilnya secepat mungkin. Mereka pun siap bertempur  sampai titik darah penghabisan demi tercapainya kehendak, terutama untuk kehidupan emosional mereka.  Kalau pria, sulit menjadi ayah yang sempurna karena tidak mampu bergaul dengan anak-anaknya dan cenderung  tidak mengikuti pertumbuhan anaknya.

6. Bentuk wajah segitiga

Wajah ini mengungkapkan semangat yang tak kenal lelah, ditambah meluap, otak cerdas dan sensual. Mereka biasanya ambisius dan  cenderung menonjolkan diri. Banyak penggoda hebat dalam sejarah seperti Mary Tudor dan Elizabeth dari Austria termasuk  golongan ini, juga artis Merlene Dietrich, Pier Angeli dan Elizabeth Taylor. Umumnya tipe ini sering tidak bahagia dalam  kehidupan cinta.

Mereka cenderung meninggalkan keluarga untuk menuruti dorongan hati. Dalam beberapa kasus, konflik jiwa kerap mempengaruhi  perilaku mereka. Saat tertarik pada pengalaman baru dan terpesona oleh hubungan mesra pada lawan jenis, mereka dapat  menentang keputusan mereka untuk melakukan perjalanan, pindah kerja atau lari dari rutinitas keseharian yang dianggap sebagai pengganggu.

7. Bentuk wajah dahi lebar dengan dagu persegi

Mereka umumnya memiliki daya hidup yang kuat, gigih, tapi sulit berpikir positif. Suka mencari perhatian dan meraih  keuntungan dari setiap kesempatan yang diberikan oleh hidup. Hidup mereka dipenuhi kegiatan dan penantian. Ramah, tapi sulit  dijadikan teman. Selalu tegang dan kurang spontanitas. Sangat hebat dalam bercinta, tapi mau enak sendiri. Karena itu mereka  tidak ragu-ragu memutuskan hubungan, jika dianggap mengganggu karir atau posisi sosial.

Punya perhatian besar pada prestasi fisik. Banyak penerjun dan pembalap punya wajah tipe ini. Karena tidak suka buang waktu  untuk tujuan sepele, akibatnya mereka sering tampak tidak tertarik pada sesuatu.

Mereka umumnya dikaruniai umur panjang, seakan-akan mereka menjaga energi untuk tujuan-tujuan penting. Mereka pandai  berbicara, tenang namun bisa berubah keras kepala.

8. Bentuk wajah dengan tonjolan tulang pipi

Mutu utama pemilik wajah dengan tulang pipi menonjol adalah watak yang kuat, tekun, energi mental serta kemampuan bangkit dari kejatuhan. Kesalahan mereka biasanya berasal dari diri sendiri. Orang dengan tipe wajah ini sering menjadi pemimpin,  namun kerap juga muncul di kalangan petualang-petualang yang kurang baik atau seperti penjahat dan mata-mata.

Mereka dikenal tidak stabil dan gelisah. Jika pria punya bentuk wajah seperti ini biasanya tidak mampu menjadi suami yang  setia dan dipercaya. Wanita pun begitu, tidak stabil dalam kehidupan cintanya, cenderung menguasai pasangan dan sangat senang  dirayu. Untuk hidup bahagia dengan mereka diperlukan kemampuan untuk mendukung kecenderungan mereka dan memberikan  pertimbangan.

Sumber : https://pendidikan.co.id/