Di Pameran LKPJ, Bu Netty Antusias Pada Batu Akik

Di Pameran LKPJ, Bu Netty Antusias Pada Batu Akik

Di Pameran LKPJ, Bu Netty Antusias Pada Batu Akik

Di Pameran LKPJ, Bu Netty Antusias Pada Batu Akik
Di Pameran LKPJ, Bu Netty Antusias Pada Batu Akik

BANDUNG-Ibu Netty Prasetiyani Heryawan nampak antusias melihat

dan dialog dengan penjaga stand batu akik di Pameran LKPJ Jabar 2015, yang digelar di halaman Gedung Sate (5/3).

Didampingi beberapa staf, Netty Heryawan tampak memilih dan melihat-lihat beberapa batu akik yang dipajang seperti jenis bacan, giok aceh, garut dan lain-lain.

“Enggak, Saya hanya tertarik saja melihat-lihat. Sedang buming kan?

Jadi sedikit penasaran aja” jawabnya, ketika ditanya salah seorang oengunjung apakah mau berminat membelinya.

“Kalaupun Saya beli, bukan untuk cincin juga kalung atau anting. Saya kan gak pake kalung, gak pake anting, jadi paling buat hiasan di bros saja” katanya sambil terus melihat-lihat pajangan batu akik.

Netty lalu meminta sang pemilik batu akik menuliskan alamat rumah

produksinya yang kemudian diketahui di daerah Cimindi. (Pun)

 

Sumber :

http://forum.detik.com/apa-itu-daya-energi-t2062119.html

Harta suami dan istri tetap terjaga dalam islam

Harta suami dan istri tetap terjaga dalam islam

Harta suami dan istri tetap terjaga dalam islam

Harta suami dan istri tetap terjaga dalam islam
Harta suami dan istri tetap terjaga dalam islam

ditemani seorang Anshar

Dengan ditemani seorang Anshar, Zainab mendatangi Rasullullah untuk menanyakan sesuatu, Ketika berada didepan rumah beliau, mereka bertemu dengan sahabat Bilal ra.

“hai zainab, mau kemana kalian?” tanya bilal.

“katakan kepada Rasullullah, bahwa ada dua orang wanita yang punya kepentingan sama dan ingin menghadap beliau,” jawab zainab.

“Kalian mau menanyakan perihal apa?”

“Apakah cukup jika harta kami diberikan kepada suami-suami kami dan anak yatim dirumah-rumah kami?”

“baiklah.” sahut bilal.

pesan zainab

“tetapi, tolong jangan kau katakan kepada Rasullullah siapa kami ini,”pesan zainab.

bilal kemudian masuk dan menghadap Rasullullah meneruskan pertanyaan kedua wanita itu.

“siapa kedua wanita itu?” tanya Rasullullah setelah mendengar laporan bilal.

“Zainab dan seorang wanita anshar,” jawab bilal.

“Zainab? Zainab yang mana?”

“Zainab istri Abdullah bin Mas’ud,” jawab bilal.

Zainab adalah seorang wanita kaya

dari jawaban itu Rasullullah mulai memahami. Zainab adalah seorang wanita kaya. Dia menikah dengan Abdullah bin Mas’ud yang tergolong fakir. Zainab yang kaya ingin menyedekahkan harta kekayaannya kepada suaminya, sebab dalam hukum islam tak mengenal harta gono-gini seperti dalam hukum waris jawa.

Hasil usaha sang istri adalah menjadi hak sang istri, dan bukang langsung menjadi hak bersama alias gono-gini. Soal kemudian istri rela dan memberikan harta itu kepada suami, itu persoalan lain, yang hukumnya temasuk sedekah.

“mereka berdua (Zainab dan wanita anshar) akan mendapat dua pahala. Yang satu pahala ibadah, satulnya lagi pahala sedekah, “sabda Rasullullah, seperti diriwatkan dalam Hadist Bukhari dan Muslim.

Baca Juga:

Sakit Karena Takut

Sakit Karena Takut

Sakit Karena Takut

Sakit Karena Takut
Sakit Karena Takut

Karena Takut

Seorang imam yang zuhud, Yak’kub al-kisai, mengkisahkan: ketika hasim bin walid tergolek di atas ranjang, keluarganya segera memanggil seorang tabib untuk mengobatinya.

“ia tidak menderita sakit apa – apa,” kata sang tabbib setelah memeriksa tubuh hasim. ” coba kalian tanyakan kepadanya apa yang dikeluhkannya mengenai sakitnya itu. Sebab seseorang itu lebih tahu tentang keadaan dirinya sendiri.”

kemudian keluarganya bertanya kepada hasim.

“Aku memang tak sedang menderita sakit,” jawab hasim.

rasa takut kepada ALLAH

“sakitku adalah rasa takut kepada ALLAH Yang Maha Mulia dan Maha Memberi. Takut membanggakan amal. Takut perhitungan masalah amal. Takut kehilangan iman dari sanubariku. Takut aku akan menjadi golongan yang menerima adzab. Alangkah beruntungnya orang yang wafat dengan membawa iman. dan melangkah menuju pintu surga.

Semoga kisah ini menambah keimanan kita dan menjadikan kita pribadi yang lebih taat lagi kepada Rabb kita.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/tata-cara-sholat-tahajud-niat-doa-dan-keutamaan-lengkap/

Menghindari Fitnah

Menghindari Fitnah

Menghindari Fitnah

Menghindari Fitnah
Menghindari Fitnah

Khalifah Ustman bin Affan

Ketika khalifah Ustman bin Affan mengutus seorang kurir ke negara tetangga untuk menjalin hubungan diplomatik, umi kaltsum , istri khalifah titip bingkisan minyak wangi untuk istri raja itu.

pulangnya, si kurir ganti membawa bingkisan balan dari istri raja berupa mutiara dan permata.

melihat kiriman itu, khalifah Ustsman bin Affan langsung menyita hadiah itu dan dianggap menjadi milik negara.

“kalau kau bukan istri khalifah, takmungkin kau akan menerima bingkisan ini,” kata khalifah kepada istrinya, umi kaltsum.

“yang kuterima itu hadiah balasan pribadi dari istri raja,” jawab umi kaltsum.

“benar, tetapi untuk urusan kirim – mengirim ini telah menggunakan fasilitas negara lewat kurir ke khalifahan,” ujur khalifah.

saling tak mau mengalah

karena saling tak mau mengalah, suami istri itu kemudian sepakat untuk menyelesaikan urusan itu lewat jalur hukum, maka diserahkan bingkisan hadiah itu kepada hakim.

setelah melewati persidangan yang panjang, akhirnya hakim memutuskan bingkisan hadiah itu sah menjadi milik pribadi Umi Kaltsum.

“sudah kuduga sebelum aku akan kalah dalam persidangan perkara ini,” kata khalifah Ustman .

“lalu mengapa Khalifah tetap mengajak ke pengadilan,” jawab Umi Kaltsum, istrinya.

jika tidak diselesaikan

“jika tidak diselesaikan lewat jalur hukum, aku khawatir perkara ini menjadi fitnah,” ujar khalifah.

“fitnah bagaimana?”

“orang akan berkata : lihatlah itu, istri khalifah menggunakan kesempatan dan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Alasan lain, aku khawatir caramu itu akan ditiru oleh istri-istri penjabat yang lain,” jawab khalifah.

Meskipun hal itu tidak apa – apa, tetapi bisa menimbulkan hal – hal yang tak diinginkan atau kesan negatif. Oleh sebab itu  harus dihindari oleh seorang muslim.

Setelah direnungkan dalam – dalam oleh Umi Kaltsum, kekhawatiran suaminya itu cukup beralasan. Maka, atas kesadarannya sendiri, malam itu juga ia menyerahkan bingkisan hadiah itu ke baitul maal, menjadi milik negara.

“Seseorang tidak akan sampai pada tingkatan taqwa yang tinggi sehingga rela meninggalkan hal – hal yang sepertinya tidak apa – apa, tetapi bisa menimbulkan apa – apa,”

Demikian sabda Rasullullah dalam hadistnya.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-tawasul-ringkas-dan-lengkap-hadhorot/

1,8 Milyar Anak-Anak Hidup Dalam Kemiskinan

1,8 Milyar Anak-Anak Hidup Dalam Kemiskinan

1,8 Milyar Anak-Anak Hidup Dalam Kemiskinan

1,8 Milyar Anak-Anak Hidup Dalam Kemiskinan
1,8 Milyar Anak-Anak Hidup Dalam Kemiskinan

BANDUNG- Project Manager Save The Children, Eko Kriswanto

mengungkapkan, saat ini kurang lebih 1,8 milyar anak-anak di dunia ini, hidup dalam kemiskinan yang cukup ekstrim. Save The Children memiliki cita-cita besar, sama dengan pemerintah dan semua pihak di dunia ini, bahwa pada tahun 2030, tidak ada lagi anak-anak yang hidup dalam kemiskinan.

“Salah satu strategi kami adalah bagaimana anak-anak yang berada dalam situasi miskin ini, bisa punya pekerjaan yang layak. Kalau keluarganya bisa mendapatkan penghidupan yang layak, tentunya anaknya juga tidak hidup dalam kemiskinan,” kata Eko pada kegiatan Workshop Pengembangan Manual Tata Kelola BKK SMK di Provinsi Jawa Barat, di Hotel Tebu, Jalan Riau Nomor 62, Kota Bandung, Selasa (29/9).

Seorang anak yang kini berusia 15 tahun atau 18 tahun,

jelas Eko, tentunya dalam 15 tahun ke depan atau tahun 2030 sudah berkeluarga dan mungkin sudah punya anak usia 4 tahun atau 5 tahun.

“Kalau anak yang kini berusia 15 tahun atau 18 tahun, tidak kita bantu, mungkin dalam tahun 2030, kondisinya akan sama seperti sekarang ini. Secara global gagasan besar kami tentunya sama dengan pemerintah dengan semua pihak di dunia ini bahwa kami punya keinginan di tahun 2030, kita bisa memutuskan rantai kemiskinan pada anak-anak. Kami punya cita-cita pada tahun 2030 jangan sampai ada anak-anak miskin,” katanya.

Eko menjelaskan, Save The Children adalah organisasi

independen global terkemuka bagi anak. Save The Children berupaya menyelamatkan kehidupan anak-anak, berjuang untuk hak anak dan membantu anak memenuhi potensinya.

“Save The Children terdiri atas Save The Children Internasional dan 30 organisasi anggota yang bekerjasama untuk membawa perubahan bagi anak-anak di 120 negara,” katanya.

 

Baca Juga :

PT Pos Tingkatkan Pelayanan Pos Ekspres dan Kilas Khusus

PT Pos Tingkatkan Pelayanan Pos Ekspres dan Kilas Khusus

PT Pos Tingkatkan Pelayanan Pos Ekspres dan Kilas Khusus

PT Pos Tingkatkan Pelayanan Pos Ekspres dan Kilas Khusus
PT Pos Tingkatkan Pelayanan Pos Ekspres dan Kilas Khusus

BANDUNG- Perkembangan zaman yang di ikuti oleh

kemajuan teknologi, tidak bisa dipungkiri dan harus di ikuti oleh siapapun khususnya instansi yang bergerak dalam sektor jasa, seperti halnya PT Pos Indonesia.

Dengan terus berkembangnya teknologi, kini pos tidak bisa mengandalkan lagi produk pengiriman dengan cara sebelumnya yang masih suka lama sampai ke tempat tujuan.

Oleh karenanaya menurut Vice President  Komunikation Korporate P

T Pos Indonesia, Bambang Dwi Purwanto, untuk meningkatkan pelayanan pihaknya saat ini terus mengembangkan Pos Ekspres atau Pos Kilat Khusus.

“Produk unggulan kita semuanya dikampanyekan, tapi karena saat ini perkembangan e-commerce, maka kita menyasar kiriman khususnya pos ekspres atau pos kilat khusus,” ucapnya

Karena produk ini menurutnya,  banyak digunakan masyarakat

untuk mengirim  hasil perdagangan online yang saat ini mulai menjamur, terbukti dari terus meningkatnya produk ini hingga 30 persen.

“Dibeberapa daerah produk ini sangat dominan, dan pertumbuhannya sudah mencapai 30%,” kata Bambang, dalam sebuah acara di Bandung beberapa waktu lalu.

 

Sumber :

https://www.diigo.com/item/note/4x55f/hr3b?k=4e16c06ab16b7199b84536f3c0029686

Menjernihkan Citarum Sebuah Proyek Gila

Menjernihkan Citarum Sebuah Proyek “Gila”

Menjernihkan Citarum Sebuah Proyek “Gila”

Menjernihkan Citarum Sebuah Proyek Gila
Menjernihkan Citarum Sebuah Proyek Gila

KAB.BANDUNG–Upaya menjernihkan kembali Citrum

adalah sebuah proyek ambisius bahkan “gila”. Hal itu diungkapkan Plh. Gubernur Jabar Deddy Mizwar dalam acara Geprak Citarum di Baleendah, Kamis (1/10) lalu.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen sejak tahun lalu membersihkan kembali Citarum dengan proyek multi pihak.

“Menurut Saya ini adalah proyek ambisius bahkan cenderung gila

. Kalau hanya dilakukan oleh Pemerintah saja, sia-sia. Olehkarena itu Pemerintah bersama semua pemegang kebijakan termasuk masyarakat, berupaya keras untuk mengembalikan Citarum menjadi bersih” ujarnya.

Menurut Wagub, tanpa keterlibatan masyarakat, proyek

ambisius Citarum akan menjadi proyek yang buang-buang dana saja.

“Intinya adalah keterlibatan dan kesadaran masyarakat. Percuma saja dana milyaran rupiah untuk normalisasi Citarum kalau tanpa keterlibatan dan kesadaran penuh dari masyarakat untuk membuat Citarum kembali jernih” tegasnya.

Deddy menjelaskan, Citarum yang menjadi kotor dalam 30 tahun terakhir, harus kembali bersih kurang dari 30 tahun dengan kerja keras bersama. (Pun)

 

Sumber :

https://www.diigo.com/annotated/eedcbd8597483c0f4186d7ae2a83aaf6