Jajaki Kerja Sama dengan Casio Jepang, Kemendikbud Sepakati Perlunya Dukungan Pengembangan SDM

Jajaki Kerja Sama dengan Casio Jepang, Kemendikbud Sepakati Perlunya Dukungan Pengembangan SDM

Jajaki Kerja Sama dengan Casio Jepang, Kemendikbud Sepakati Perlunya Dukungan Pengembangan SDM

Jajaki Kerja Sama dengan Casio Jepang, Kemendikbud Sepakati Perlunya Dukungan Pengembangan SDM
Jajaki Kerja Sama dengan Casio Jepang, Kemendikbud Sepakati Perlunya Dukungan Pengembangan SDM

Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Koordinasi

Penanaman Modal (BKPM) bersama dengan perusahaan Casio mengadakan pertemuan membahas rencana investasi Casio di Indonesia, Senin pagi (26-02-2018).

Selain rencana investasi, dalam pertemuan tersebut juga dibahas dukungan Casio terhadap pendidikan di Indonesia melalui program pemagangan bagi siswa SMK di pabrik Casio. Pertemuan dihadiri oleh Mendikbud, Muhadjir Effendy, Kepala BKPM, Thomas Lembong, dan Executive Vice President Casio Jepang, Hiroshi Nakamura.

Mengenai rencana investasi di Indonesia, Mendikbud menyampaikan bahwa pemerintah

Indonesia menyambut baik rencana tersebut. Indonesia sangat terbuka untuk investasi termasuk dijadikan sebagai pangkalan produksi, kaitannya dengan penyerapan tenaga kerja dan pemenuhan pasar dalam negeri. “Sangat mungkin Casio membangun pabrik di Indonesia, paling tidak untuk memenuhi pasar di Indonesia, sehingga tidak perlu impor,” ujar Mendikbud.

Dalam hal pendidikan, Mendikbud mendorong agar Casio mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pengembangan sistem pembelajaran yang dapat diikuti secara daring. Hal senada disampaikan oleh Kepala BKPM, Thomas Lembong. Menurutnya pelatihan secara daring adalah salah satu solusi untuk mencari sumber daya manusia yang tepat dengan kondisi Indonesia saat ini.

Sebagai langkah awal kerja sama, perusahaan Casio akan membuka peluang bagi siswa-siswi SMK

untuk magang di pabrik Casio yang terletak di Thailand. Pengalaman yang diberikan adalah pekerjaan perakitan dan akan dimulai pada bulan Agustus 2018.

Siswa-siswi yang terpilih mengikuti magang nantinya akan dibiayai penuh oleh Casio selama berada di Thailand. Setelah selesai, siswa akan dibekali dengan sertifikat. Tidak hanya tahun ini, program magang juga akan diselenggarakan tahun 2019. (Prani Pramudita)

 

Baca Juga :

 

 

Lokakarya Perfilman Tingkat Dasar Kembali Digelar

Lokakarya Perfilman Tingkat Dasar Kembali Digelar

Lokakarya Perfilman Tingkat Dasar Kembali Digelar

Lokakarya Perfilman Tingkat Dasar Kembali Digelar
Lokakarya Perfilman Tingkat Dasar Kembali Digelar

Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) kembali menggelar lokakarya (workshop) perfilman tingkat dasar. Lokakarya ini akan dilaksanakan tanggal 4 hingga 6 Maret 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kemendikbud di Depok Jawa Barat. Pengumuman tentang seleksi lokakarya perfilman ini dapat dilihat melalui pranala https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/02/seleksi-calon-peserta-workshop-perfilman-tingkat-dasar.

Lokakarya selama tiga hari ini dibagi menjadi empat bidang keahlian, yaitu tata artistik,

tata kamera, tata suara, dan editing. Peserta lokakarya akan dibimbing oleh praktisi perfilman yang sudah berpengalaman seperti Hans Revo untuk tata artistik, Dana Risa di bidang animasi, Dewi Alibasja untuk editing, dan Wahyudi Dono di bidang tata suara.

Masyarakat yang berminat mengikuti lokakarya ini wajib mengirimkan persyaratan melalui pos elektronik bidangatp.pusbangfilm@kemdikbud.go.id. Pendaftar diminta mengirimkan salinan identitas diri, daftar riwayat hidup, dan membuat tulisan singkat 300 sampai 500 kata melalui pos elektronik. Batas waktu pendaftaran adalah tanggal 3 Maret 2018 pukul 17.00 WIB.

Kepala Bidang Apresiasi dan Tenaga Perfilman Pusbangfilm Sanggupri

mengatakan lokakarya ini merupakan bagian dari program Peningkatan kompetensi tenaga perfilman. “Ini ditujukan untuk membentuk bibit-bibit unggul tenaga perfilman. Total sasaran peningkatan kompetensi untuk tahun 2018 ini adalah 1.100 orang,” kata Sanggupri, di kantor Pusbangfilm Kemendikbud Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Untuk meningkatkan manfaat dari lokakarya, tambah Sanggupri, maka kegiatan tahun ini akan diarahkan kepada sertifikasi tenaga perfilman. “Tahun lalu Pusbangfilm sudah melakukan peta okupasi untuk 159 jenis profesi bidang perfilman. Targetnya, di dalam perayaan Hari Film Nasional tahun ini sudah ada sekitar 30 orang yang sudah lulus sertifikasi,” tambah Sanggupri. (Nur Widiyanto)

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d2e2d6f018e0d73cd7336bf/

Wapres Sumbangkan Buku Lewat Program Donasi Buku Kemendikbud

Wapres Sumbangkan Buku Lewat Program Donasi Buku Kemendikbud

Wapres Sumbangkan Buku Lewat Program Donasi Buku Kemendikbud

Wapres Sumbangkan Buku Lewat Program Donasi Buku Kemendikbud
Wapres Sumbangkan Buku Lewat Program Donasi Buku Kemendikbud

Kemendikbud – Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla menyerahkan buku-buku secara simbolis

kepada PT Pos Indonesia melalui program Donasi Buku. Penyerahan buku dilakukan di stan PT Pos Indonesia dalam pameran Gelaran Unjuk Kinerja pada pelaksanaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018, Rabu (7/2/2018). Buku-buku tersebut akan dikirim ke taman bacaan masyarakat (TBM) di pelosok nusantara.

Program Donasi Buku merupakan kerja sama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud) dengan PT Pos Indonesia dalam rangka menyukseskan Program Gerakan Literasi Nasional.

Pengiriman buku gratis tersebut dilakukan setiap tanggal 17 setiap bulannya.

Pengiriman buku ini dapat dilakukan di seluruh kantor pos seluruh Indonesia. Tidak hanya kantor pos besar, tetapi juga dapat disalurkan melalui kantor pos kecil dengan biaya nol rupiah.

TBM yang menerima buku melalui kiriman dari PT Pos Indonesia adalah taman bacaan yang telah terdaftar pada laman donasibuku.kemdikbud.go.id. “Jika ada taman bacaan yang belum terdaftar tetap akan kami edukasi untuk mendaftarkan taman bacaannya,” ujar Rini, petugas PT Pos Indonesia yang sedang bertugas saat itu.

Ia menambahkan, masyarakat yang akan mendonasikan buku dapat juga datang langsung ke kantor pos di daerahnya

. Setiap kantor pos disediakan loket buku. “Pengirim donasi buku yang merupakan pegiat literasi atau masyarakat umum dapat menyumbangkan buku untuk taman bacaan masyarakat ke seluruh Indonesia dengan berat kiriman hingga 10 kg untuk sekali pengiriman,” katanya lagi.

Kebijakan pembebasan biaya pengiriman donasi buku ke seluruh Indonesia ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 2 Mei 2017 sebagai solusi atas keluhan para aktivis literasi terhadap tingginya biaya pengiriman terutama ke wilayah pelosok dan daerah terluar Indonesia. Program pengiriman donasi buku dengan tanpa biaya ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap buku serta turut mendukung pemerataan pendidikan melalui budaya literasi sampai ke pelosok nusantara. (Ryka Hapsari Putri/Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

http://ejournal.upi.edu/index.php/WapFi/comment/view/15816/0/115984

Pancasila Dalam Paradigma Kehidupan Kampus

Pancasila Dalam Paradigma Kehidupan Kampus

Pancasila Dalam Paradigma Kehidupan Kampus

Pancasila Dalam Paradigma Kehidupan Kampus
Pancasila Dalam Paradigma

Pembahasan ini membahas mengenai Pancasila danan paradigma kehidupan kampus. Kehidupan dikampus terdiri dari dua elemen yaitu mahasiswa dan dosen. Kedua elemen tersebut yang mengisi kehidupan paradigma yang ada didalam kampus tersebut. pancasila sebagai landasan yang utama tidak hanya berlaku dalam satu unsur saja, namun terdapat dalam berbagai unsur, dalam arti yaitu Pancasila bisa diterapkan dan dijalankan dalam unsur-unsur tersebut sesuai dengna nilai-nilai yang terdapat pada Pancasila tersebut.

Kehidupan kampus memiliki jumlah kapasitas manusia yang besar. saking besarnya banyak dari mahasiswa dan dosen memiliki keyakinan agama yang berbeda-beda (Islam, Protestan, Khatolik, Hindu, Budha). Dalam kehidupan dikampus, tidak melakukan tindakan diskriminatif dari kaum mayoritas terhadap kaum minoritas, sehingga tidak menimbulkan pelanggaran melainkan masing-masing agama dapat memberikan contoh yang baik untuk sesama manusia.

Mahasiswa juga berhak mendapatkan penghargaan jika memiliki prestasi

Mahasiswa juga berkah mendapatkan nilai yang baik apabila telah menjalankan kewajibannya. Selain itu dalam kehidupan kampus sering terdengar yang disebut dengan ”senioritas” yang dimana mahasiswa senior sering bertindak tidak berperikemanusiaan terhadap mahasiswa yunior. Mahasiswa yang terdapat dalam kampus, juga mempunyai berbagia keanekaragaman, seperti suku, ras, dan budaya. Keanekaragaman tersebut dijadikan sebagai paradigma untuk menjadi landasan bahwa semua orang meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu. Kampus sebagai wadah untuk pembelajaran tentunya tidak dapat berdiri sendiri, maka selalu ada orang-orang yang berperan dalam pembangunannya.

Paradigmanya

Paradigmanya adalah agar tercapainya suatu tujuan yaitu pendidikan yang bermutu dan berkualitas baik, mempunyai makna bahwa pendidikan dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa seperti yang tertuang dalam pancasila sila ke-4 sebagai nilai kerakyatan.Paradigma dalam sila kelima yaitu dalam hal ini dosen sebagai pengajar dan mahasiswa sebagai pelajar. Artinya dosen harus membagi ilmunya dan menuangkan pengetahuannya kepada mahasiswa dengan adil, mensejahterakannya sehingga terciptanya suatu mahasiswa yang cerdas dan berkualitas nantinya.

Artikel terkait :

Gerakan reformasi dan Ideologi Pancasila

Gerakan reformasi dan Ideologi Pancasila

Gerakan reformasi dan Ideologi Pancasila

Gerakan reformasi dan Ideologi Pancasila

Gerakan reformasi dan Ideologi Pancasila

Bangsa Indonesia telah salah mengartikan makna dari sebuah kata Reformasi, yang saat ini menimbulkan gerakan yang mengatasnamakan Reformasi, padahal gerakan tersebut tidak sesuai dengan pengertian dari Reformasi. Contohnya, saat masyarakat hanya bisa menuntut dan melakukan aksi-aksi anarkis yang pada akhirnya terjadilah pengerusakan fasilitas umum, sehingga menimbulkan korban yang tak bersalah. Oleh karena itu dalam melakukan gerakan reformasi, masyarakat harus tahu dan paham akan pengertian dari reformasi itu sendiri, agar proses menjalankan reformasi sesuai dengan tujuan reformasi tersebut. Secara harfiah reformasi memiliki arti suatu gerakan untuk memformat ulang, menata ulang, atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang di cita-citakan rakyat (Riswanda dalam Kaelan, 2004).

Pancasila Sebagai Dasar Cita-cita Reformasi

Pancasila sebagai dasar negara, pada catatan sejarah sepertinya tidak diletakkan sebagaimana mestinya. Banyak penyelewengan yang dilakukan oleh para pelaksana pemerintahan. Pada masa orde lama misalnya, Manipol Usdek dan Nasakom yang bertentangan dengan pancasila, Presiden seumur hidup serta praktek kediktatoran oleh para penguasa. Adapun pada masa orde baru pancasila dijadikan sebagai alat legitimasi politik oleh para penguasa, sehingga kedudukan pancasila sebagai sumber nilai dikaburkan dengan praktek kebijaksanaan pelaksana penguasa negara. Misalnya, setiap kebijakan para penguasa senantiasa berlindung dibalik ideologi pancasila, sehingga setiap tindakan penguasa negara senantiasa di legitimasi oleh ideologi pancasila. Dan sebagai konsekuensinya, setiap warga negara yang tidak menyetujui kebijaksanaan tersebut dianggap bertentangan dengan pancasila.

Reformasi dalam perspektif pancasila harus berlandaskan pada nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia, Berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Reformasi dengan paradigma pancasila

Setiap sila mempunyai nilai dalam paradigma reformasi, yaitu:

a. Reformasi yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.

Artinya, gerakan reformasi berdasarkan pada moralitas ketuhanan dan harus mengarah pada kehidupan yang baik sebgai manusia makhluk tuhan.

b. Reformasi yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab.

Artinya, gerakan reformasi berlandaskan pada moral kemanusiaan sebagai upaya penataan kehidupan yang penuh penghargaan atas harkat dan martabat manusia

c. Reformasi yang berdasarkan nilai persatuan.

Artinya, gerakan reformasi harus menjamin tetap tegaknya negara dan bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan.

d. Reformasi yang berakar pada asas kerakyatan.

Artinya, seluruh penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara harus dapat menempatkan rakyat sebagai subjek dan pemegang kedaulatan.

e. Reformasi yang bertujuan pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Artinya, gerakan reformasi harus memiliki visi yang jelas, yaitu demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Pengertian Paradigma dan Reformasi

Pengertian Paradigma dan Reformasi

Pengertian Paradigma dan Reformasi

Pengertian Paradigma dan Reformasi

Pengertian Paradigma

Pengertian Paradigma pada mulanya dikemukakan oleh Thomas S. Khun dalam bukunya The Structure Of Scientific Revolution, yakni asumsi-asumsi dasar dan asumsi- asumsi teoritis yang bersifat umum (sumber nilai), sehingga sebagai sumber hukum, metode yang dalam penerapan ilmu pengetahuan akan menentukan sifat, ciri dari ilmu tersebut. Ilmu pengetahuan sifatnya dinamis, karena banyaknya hasil-hasil penelitian manusia, sehingga kemungkinan dapat ditemukan kelemahan dan kesalahan pada teori yang telah ada. Ilmuwan/peneliti akan kembali pada asumsi-asumsi dasar dan teoritis, shingga ilmu pengetahaun harus mengkaji kembali pada dasar ontologis dari ilmu itu sendiri.

Misal penelitian ilmu-ilmu sosial yang menggunakan metode kuantitatif, karena tidak sesuai dengan objek penenelitian, sehingga ditemukan banyak kelemahan, maka perlu menggunakan metode baru/lain yang sesuai dengan objek penelitian, yaitu beralih dengan menggunakan metode kualitatif. Istilah ilmiah tersebut kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia, diantaranya: politik, hukum, ekonomi, budaya.. Istilah paradigma berkembang menjadi terminologi yang mengadung konotasi pengertian: sumber nilai, kerangka pikir, orientasi dasar, sumber asas, serta arah dan tujuan.

Reformasi

Reformasi secara etimologis berasal dari kata reformation dari akar kata reform, sedangkan secara harafiah reformasi mempunyai pengertian suatu gerakan yang memformat ulang, menata ulang, menata kembali hal-hal yang menyimpang, untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita- citakan rakyat. Reformasi juga diartikan pembaharuan dari paradigma, pola lama ke paradigma, pola baru untuk menuju ke kondisi yang lebih baik sesuai dengan harapan.

Pengertian Reformasi

Reformasi secara umum bararti perubahan terhadap suatu system yang telah ada pada suatu masa. Di Indonesia, kata Reformasi umumnya merujuk pada gerakan mahasiswa pada tahun1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharta atau era setelah Orde baru. Kendati demikan, Kata Reformasi sendiri pertama-tama muncul dari gerakan pembaruan di kalangan Gereja Kristen di Eropa Barat pada abad ke-16,yang dipimpin oleh Marti luther, Ulrich Zwingli, Yohanes Calvin, dll.

Reformasi adalah mengembalikan tatanan kenegaraan kearah sumber nilai yang merupakan platform kehidupan bersama bangsa Indonesia, yang selama ini diselewengakan demi kekuasaan sekelompok orang, baik pada masa orde lama maupun orde baru. Proses reformasi harus memiliki platform dan sumber nilai yang jelas dan merupakan arah, tujuan, serta cita-cita yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagaimana tujuan awal ideal para pendiri bangsa terdahulu.

Grakan reformasi memiliki kondisi syarat-syarat:

  • Suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpangan- penyimpangan. Masa pemerintahan Orba banyak terjadi suatu penyimpangan misalnya asas kekeluargaan menjadi “nepotisme”, kolusi dan korupsi yang tidak sesuai dengan makna dan semangat UUD 1945.
  • Suatu gerakan reformasi dilakukan dengan berdasar pada suatu kerangka struktural tertentu, dalam hal ini Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia. Jadi reformasi pada prinsipnya suatu gerakan untuk mengembalikan kepada dasar nilai- nilai sebagaimana yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia.
  • Gerakan reformasi akan mengembalikan pada dasar serta sistem Negara demokrasi, bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat, sebagaimana terkandung dalam pasal 1 ayat (2). Reformasi harus melakukan perubahan kea rah sistem Negara hukum dalam penjelasan UUD 1945, yaitu harus adanya perlindungan hak-hak asasi manusia, peradilan yang bebas dari penguasa, serta legalitas dalam arti hukum. Oleh karena itu reformasi sendiri harus berdasarkan pada kerangka dan kepastian hukum yang jelas.
  • Reformasi dilakukan kearah suatu perubahan kearah kondisi serta keadaan yang lebih baik, perubahan yang dilakukan dalam reformasi harus mengarah pada suatu kondisi kehidupan rakyat yang lebih baik dalam segala aspek, antara lain bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, serta kehidupan keagamaan.
  • Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etika sebagai manusia yang Berketuhanan Yang Maha Esa, serta terjaminnya persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/

Syarat Rukun Puasa

Syarat Rukun Puasa

Syarat Rukun Puasa

Syarat Rukun Puasa
Syarat Rukun Puasa

Sebelum menjalankan ibadah puasa seseorang tentunya harus memiliki hal-hal yang terpenuhi yang disebut dengan syarat wajib puasa. Syarat wajib puasadimaksud yaitu: Islam, baligh, berakal, mampu berpuasa.
Selain syarat wajib ada juga yang disebut dengan syarat sah puasa , syarat sahnya puasa juga ada empat, yaitu : Islam, tamyiz, bersih dari haidl atau nifas, pada waktu yang diperbolehkan. (Tanwir al-Qulub, hal. 217)

Selain itu, setiap muslim dan muslimah wajib menjalankan puasa Ramadhan apabila :

Pertama:

Bulan Sya’ban telah genap 30 hari, atau telah melihat hilal, atau telah ada ketetapan hakim berdasarkan kesaksian orang adil yang telah melihat hilal, atau menyangka telah masuk bulan Ramadhan berdasar ijtihad yang dilakukan. (Nihayah al-Zain, hal.184)

Kedua:

Setelah syarat wajib dan syarat sah puasa terpenuhi, barulah seseorang bisa menjalankan sesuatu yang wajib dilakukan ketika menjalankan puasa itu, dan rukun puasa itu hanya ada 2 perkara, yaitu niat dan imsak, yaitu menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa.

1. Niat Puasa

Yaitu menyengaja didalam hati untuk melakukan puasa. Jika puasa yang akan dilakukan merupakan puasa wajib, maka pada saat niat harus menentukan jenis kefardhuan tersebut, misalnya puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa kafarot dll., dan niat wajib dilakukan setiap malam. Imam Daruquthni meriwayatkan:

“Barang siapa tidak menginapkan niat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasa baginya”.

Sedangkan mengucapkan lafadznya niat hukumnya sunnah, yaitu : “Aku niat puasa besok hari menunaikan fardlu bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala”.

Atau cukup dengan:”Aku niat puasa Ramadhan”

Dan menurut sebagian ulama syafi’iyyah, boleh meniatkan puasa Ramadhan satu bulan sekaligus.

2. Menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa yang dimaksud adalah :

Memasukkan benda ke dalam lubang tubuh.
Berhubungan badan (jima’ atau wathi).
Mengeluarkan sperma.
Muntah.

Empat perkara tersebut dapat membatalkan puasa jika dilakukan dengan sengaja, tidak karena terpaksa dan sudah mengetahui bahwa hal tersebut dilarang. Oleh sebab itu, jika saat puasa makan, minum, keluar sperma, muntah, atau bersenggama, akan tetapi hal tersebut dilakukan karena lupa, atau karena dipaksa, atau karena belum tahu bahwa hal tersebut dilarang, maka puasanya tetap sah (tidak batal).

Selain itu, yang dapat membatalkan puasa adalah :

Membatalkan Puasa

Keluar darah haidl atau nifas.
Melahirkan.
Gila atau hilang akal, walaupun hanya sebentar.
Epilepsi atau ayan, jika menghabiskan seluruh waktu siang.
Mabuk, jika menghabiskan seluruh waktu siang.
Murtad atau keluar dari Islam. (Tanwir al-Qulub218)

Demikian uraian yang dapat kami sampakan terkait dengan syarat dan rukun puasasemoga bermanfaat dan barokah.Amiin.

Baca Juga: 

Sunnah Sunnah Puasa

Sunnah Sunnah Puasa

Sunnah Sunnah Puasa

Sunnah Sunnah Puasa
Sunnah Sunnah Puasa

Ketika seseorang menjalankan ibadah puasa, ada hal-hal yang bersifat wajib dengan ketentuan apabila tidak dilakukan menyebabkan tidah sahnnya puasa, ada yang bersifat anjuran atau kesunnahan dengan mengikuti sunnah sunnah rasulullah SAW, dan ada juga yang bersifat kemakhruhan, hingga sampai pada yang bersifat ancaman yang apabila dilanggar mengakibatkan batalnya puasa bahkan mendapat dosa dan hukuman. Berikut kesunnahan kesunnahan puasa yang apabila kita mampu melaksanakannya akan mempertebal pahala di sisi Allah SWT. :

1.Ta’jil (menyegerakan berbuka)

Ketika yakin matahari telah benar-benar tenggelam, maka disunnahkan untuk segera berbuka. Dan jika belum yakin maka tidak boleh segera berbuka.

2.Berbuka dengan kurma

Artinya, saat berbuka sunnah mendahulukan makan kurma basah atau kurma kering dan dalam jumlah ganjil (tiga biji atau lebih). Dan jika tidak ada maka sunnah mendahulukan air atau manisan.

3.Berdo’a

Sebelum berbuka (menurut sebagian ulama setelah berbuka) puasa disunnahkan membaca do’a:

Syaikh Al-Wana’i meriwayatkan, barang siapa saat berbuka puasa membaca do’a berikut ini, maka dosa- dosanya akan diampuni oleh Allah SWT, yaitu :

4. Memberi makanan berbuka orang lain

Dalam Hadits Rosululloh SAW bersabda, “Barang siapa memberi makan berbuka terhadap orang yang berpuasa, maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu”.

5. Sahur

Sesungguhnya Allah SWT memberikan rahmat kepada orang-orang yang menjalankan sahur, dan Malaikat mendo’akan terhadap orang yang sahur. Dalam riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim Rosululloh SAW bersabda: “Sahurlah kalian semua, (karena) sesungguhnya didalam sahur ada kebaikan”.

Waktu sahur adalah setelah pertengahan malam, dan lebih utama lagi jika dilakukan diahir malam (lebih mendekati fajar). Pahala sahur sudah dapat dihasilkan meskipun hanya minum seteguk air.

6. Mengakhirkan sahur

Rosulullah SAW telah bersabda: “Orang-orang senantiasa dalam kebaikan selagi mensegerakan puasa dan mengakhirkan sahur”. (HR. Bukhori & Muslim)

7. Mandi dari hadats besar sebelum fajar

Hal tersebut dimaksudkan, agar saat menjalankan ibadah puasa sudah dalam kondisi bersih. Selain itu, jika mandi besar dilakukan setelah fajar (siang) dikhawatirkan air masuk kedalam lubang tubuh. Namun hal tersebut bukan berarti tidak boleh melakukan mandi besar pada siang hari bulan Ramadlan. Selama mandi tersebut termasuk mandi wajib atau mandi sunnah, dan dilakukan dengan hati- hati serta tidak menyelam atau membenamkan kepala ke dalam air maka tetap diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/

Tanda Tanda Puasa Yang Diterima Allah SWT

Tanda Tanda Puasa Yang Diterima Allah SWT

Tanda Tanda Puasa Yang Diterima Allah SWT

Tanda Tanda Puasa Yang Diterima Allah SWT
Tanda Tanda Puasa Yang Diterima Allah SWT

Seperti halnya kepompong, saat masih sebagai ulat ia menakutkan dan menjijikkan itu ibarat diri kita yang penuh dengan kotoran penyakit hati, saat menjadi kepompong hanya bisa diam menunggu waktu yang telah ditentukan, dan ketika sudah menjadi kupu-kupu yang cantik, itu ibarat diri kita yang sudah bersih hatinya dari segala kotoran, semua orang menyukainya. Ibadah puasa ,baik itu puasa wajib seperti puasa ramadhan ataupun puasa nadzar, dan puasa sunnah seperti puasa rajab , puasa senin kamis , dan puasa sunnah lainnya, merupakan sebuah proses untuk kembali kepada fitrah kita sebagai manusia. Bertingkah laku sebagai manusia yang berbudaya tinggi. Bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk seluruh alam karena kita adalah kholifah Allah di muka bumi. Itulah orang yang bertaqwa. Oleh karenanya tanda-tanda yang bisa dijadikan parameter untuk mengukur keberhasilan puasa kita adalah :

1. Badan lebih sehat

Puasa yang baik adalah puasa yang mampu mengubah pola makan seseorang secara lebih sehat. Dan orang yang bertaqwa adalah orang yang mampu mengendalikan diri dalam hal makan, minum dan gaya hidupnya. Dan kebiasaan itu terus dibawa walaupun di hari-hari selain bulan puasa.

2. Emosi lebih rendah

Puasa yang benar itu tidak hanya menahan rasa lapar dan haus, tapi melatih emosi agar selalu dalam kendali akal. Emosi adalah manifestasi dari ego seseorang . Emosi biasanya terkait dengan kepentingan pribadi yang tidak kesampaian. Misalnya marah, dendam, iri, dengki dan sebagainya. Puasa yang baik adalah yang dapat mengendalikan itu semua.

3. Pikiran lebih jernih

Pikiran yang jernih disebabkan oleh dua hal. Pertama, makan yang tidak terlalu banyak, sehingga menyebabkan kerja otak terganggu oleh rasa kantuk. Dan yang kedua, emosi yang rendah. Oleh karenanya orang yang tidak terlalu kenyang dibarengi dengan emosi yang rendah, pikirannya jadi jernih dalam menghadapi berbagai macam persoalan. Dan pikiran yang jernih menyebabkan akal kita berjalan secara profesional. Orientasinya mengarah kepada kemanfaatan dan kemaslahatan bersama.

4. Sikap lebih bijaksana

Dari pikiran yang jernih itulah menimbulkan sikap bijaksana. Orang yang tidak bisa berfikir jernih, bisa dipastikan tidak bijaksana. Yang ada dibenaknya adalah kepentingan-kepentingan sempit. Misalnya hanya berpihak pada diri sendiri atau golongannya saja, atau berpikir jangka pendek saja.

5. Hati lebih lembut dan peka

Hati lembut dan peka sebenarnya dua hal yang terkait. Jika hatinya lembut, pasti juga peka. Hati ini adalah hati yang mudah tersentuh, punya kepedulian tinggi dan kepekaan terhadap penderitaan orang-orang di sekitarnya. Seperti hati para Nabi dan Rasul.

6. Ibadahnya lebih bermakna

Seseorang yang bisa mengontrol dirinya dengan baik, dia bahkan bisa meresapi makna ibadahnya. Karena makna ibadah adalah penyerahan sepenuhnya kepada Allah, merasa dirinya diperhatikan oleh Allah, dan bahkan merasa dekat dan dapat berdialog dengan Allah. Itulah makna ibadah.

7. Lebih tenang dan tawadhu’

Berpuasa adalah tingkat keikhlasan yang tinggi, karena ibadah ini tidak ada yang tahu kecuali Allah dan dirinya. Ketika seseorang mencapai tingkat keikhlasan yang tinggi, hatinya tidak bakal pernah gelisah dan khawatir. Ia telah dapat merasakan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini adalah kehendak-Nya belaka. Karena itu dia bisa mengikhlaskannya.

Demikian tentang tanda tanda seseorang yang menjalankan puasa dengan baik. Semoga bisa menjadi tolok ukur bagi ibadah kita. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/

Mau Lanjut S-2 dan S-3 di Turki Coba Dulu Beasiswa Ini!

Mau Lanjut S-2 dan S-3 di Turki? Coba Dulu Beasiswa Ini!

Mau Lanjut S-2 dan S-3 di Turki? Coba Dulu Beasiswa Ini!

Mau Lanjut S-2 dan S-3 di Turki Coba Dulu Beasiswa Ini!
Mau Lanjut S-2 dan S-3 di Turki Coba Dulu Beasiswa Ini!

Apakah kamu ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi di luar negeri?

Jika iya, mungkin kamu perlu mencoba beasiswa ke Turki. Pasalnya, Eastern Mediterranean University sedang membuka beasiswa bagi mahasiswa Turki dan internasional.

Beasiswa ini ditawarkan para mahasiswa internasional termasuk Indonesia yang berminat untuk melanjutkan studi kuliah strata dua (S-2) dan strata tiga (S-3) di Eastern Mediterranean University, Cyprus Utara, Turki.

Beasiswa ini akan memberikan Anda tanggungan biaya kuliah.

Bagi mahasiswa internasional, Anda bisa mendapatkan tanggungan kuliah sebesar 50 persen hingga 100 persen tergantung dari program yang diambil. Beasiswa ini juga tidak membatasi program studi yang dilamar asalkan tersedia di kampus tersebut.

Jika kamu berminat dan hendak mendaftar, sebaiknya perhatikan persyaratan yang diajukan oleh pihak pemberi beasiswa. Apa saja syaratnya?

Syarat-syaratnya antara lain telah menyelesaikan studi strata satu (S-1),

memiliki nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 dan merupakan mahasiswa baru di Turki atau mahasiswa internasional.

Batas akhir pengiriman beasiswa ini yakni pada 20 September 2017. Untuk informasi lebih lengkap seperti persyaratan lanjutan, cara mendaftar, dan dokumen apa saja yang perlu dilampirkan, kamu bisa mengunjungi laman resmi Eastern Mediterranean University (EMU).

Selamat mencoba!

 

Baca Juga :