PENGANTAR KEAMANAN KOMPUTER

PENGANTAR KEAMANAN KOMPUTER

PENGANTAR KEAMANAN KOMPUTER

PENGANTAR KEAMANAN KOMPUTER

Kata aman dapat didefinisikan sebagai terhindar dari serangan atau kegagalan atau ancaman (threat).

Suatu sistem baru dapat dikatakan aman apabila dalam segala keadaan, sumber daya yang digunakan dan yang diakses adalah sesuai dengan kehendak pengguna. Sayangnya, tak ada satu sistem komputer pun yang memiliki sistem keamanan yang sempurna.Oleh sebab itu setidaknya kita harus mempunyai suatu mekanisme tertentu yang dapat mencegah terjadinya pelanggaran pada sistem komputer kita.

Berdasarkan hasil riset dan survei serta berbagai laporan tentang kejahatan komputer yang terjadi dewasa ini, telah diketahui bahwa saat ini tak ada satu pun jaringan komputer yang dapat diasumsikan 100 persen aman dari serangan virus, spam, e-mail bomb, atau pun diterobos langsung oleh para hacker. Banyak hacker berpengalaman yang dapat dengan mudah melakukan hacking, memasuki jaringan komputer yang menjadi targetnya. Mereka sama sekali tidak terhalang mesikpun jaringan yang mereka tuju sudah mempunyai sistem keamanan yang diangggap baik oleh pemiliknya. Bahkan kini banyak sekali website internet yang menyebarkan informasi tentang bagaimana menembus jaringan komputer (penetrated), dan mengelabui sistem pengamanannya (security compromised). Informasi-informasi tersebut tersedia dalam bentuk kumpulan program, dokumentasi, naskah, dan utilities.

Banyak pertanyaan yang mungkin timbul di dalam pikiran kita. Mengapa kita membutuhkan keamanan, seberapa aman, atau apa yang hendak kita lindungi, seberapa penting data kita sehingga kita perlu memusingkan diri dengan masalah keamanan?

Di dalamm dunia global dengan komunikasi data yang berkembang pesat dari waktu ke waktu, dengan koneksi internet yang semakin murah, masalah keamanan ternyata masih sering luput dari perhatian para pemakai komputer meskipun sebenarnya masalah itu sudah menjadi isu yang sangat serius.

Bagi banyak pihak, keamanan data telah menjadi kebutuhan dasar mengingat semakin rentannya pengguna jringan global itu. Sebagai contoh, memindahkan data dari titik A ke titik B di internet, data harus melalui beberapa titik lain selama dalam perjalanan, yang membuka kesempatan bagi orang lain untuk mengubah taupun memotong data itu. Bahkan pengguna lain pada sistem dapat mengubah data Anda menjadi suatu yang tidak Anda inginkan. Akses ke sistem Anda, meskipun tidak Anda ijinkan, mungkin dapat dilakukan oleh penyusup, yang juga dikenal sebagai cracker, yang kemudian menggunakan keahliannya untuk berpura-pura menjadi Anda, mencuri informasi dari komputer Anda, atau bahkan menolak akses Anda ke sumber daya Anda sendiri.

Apa yang dapat kita lakukan untuk mengamankan sistem komputer kita?

Kembali kepada konsep awal bahwa tak ada satu sistem komputer pun yang aman secara sempurna, maka  hal  yang perlu kita lakukan dalam rangka mengamankan sistem komputer kita adalah dengan meminimalisasi celah keamanan yang ada pada komputer kita.

Namun, sebelum Anda berusaha mengamankan sistem komputer Anda dengan meminimalisasi celah yang ada, Anda harus terlebih dulu memikirkan beberapa hal. Yang perlu Anda pikirkan adalah tingkat ancaman yang akan Anda hadapi, seberapa kebal sistem yang tangguh sistem proteksi yang Anda punyai saat ini. Anda harus menganalisa sistem Anda untuk mengetahui apa yang akan anda lindungi, kenapa Anda melindunginya, seberapa besar nilai data yang Anda lindungi, dan siapa yang bertangggungjawab terhadap data dan aset lain dalam sistem Anda.

Baca Juga

Tahapan Menulis Karya Tulis Imliah

Tahapan Menulis Karya Tulis Imliah

Tahapan Menulis Karya Tulis Imliah

 Tahapan Menulis Karya Tulis Imliah
Tahapan Menulis Karya Tulis Imliah

Sebelum menulis suatu karya tulis ilmiah atau KTI, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Penulis harus melakukan beberapa kegiatan sebelum membuat suatu tulisan ilmiah, diantaranya menentukan tema yang akan dijadikan patokan dalam menulis sekaligus melakukan penggalian data awal.
  2. Mencoba menganalisis data awal yang diperoleh pada kegiatan sebelum menulis sehingga dapat dijadikan suatu latar belakang yang baik bagi pembuatan karya tulis ilmiah tersebut.
  3. Merumuskan masalah berdasarkan latar belakang tersebut.
  4. Menentukan tujuan, manfaat maupun ruang lingkup tulisan, dan pada akhirnya merumuskan atau menentukan judul tulisan yang mewakili permasalahan yang akan dibahas.

Tahapan-tahapan penulisan KTI :

1.Pemilihan Topik

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topik adalah:
a.Area Topik
Area topik memuat cakupan masalah yang akan diangkat dalam penulisan karya tulis ilmiah. Topik lebih luas daripada judul, karena topik mencakup isi pokok dan area yang akan dibahas dan ditulis.
b.Keterbatasan
Keterbatasan yang sering ditemui dalam pemilihan topik, seringkali adalah keterbatasan yang disesuaikan dengan: 1)minat, 2)kemampuan dilaksanakan, 3) kemudahan dilaksanakan, 4) kemudahan dibuat menjadi masalah yang lebih luas, dan 5) manfaat.

2.Pengumpulan Informasi

Prinsip-prinsip dasar yang harus diperhatikan sehubungan dengan pengumpulan informasi adalah:
a.Evaluasi instrumen, untuk mendapatkan data yang lebuh akurat dan konsisten. Evaluasi instrumen dilakukan dengan uji coba pengumpulan data dengan instrumen yang telah dibuat. Hasil uji coba akan diketahui melalui pengujian validitas dan reliabilitas.
b.Evaluasi terhadap sumber, untuk mempertanggungjawabkan data.
Penulis harus menentukan apakah data yang diperlukan dalam menulis karya tulis ilmiah berupa data primer, sekunder atau gabungan dari keduanya.
c.Pembuatan catatan, untuk memudahkan pencatatan dan pencarian kembali informasi yang telah dicatat. Catatan dapat dibuat dengan penggunaan kartu informasi, pembuatan sistem penulisan untuk menghubungan kartu informasi dengan daftar pustaka, serta pemilihan bentuk kutipan.

3. Survei Lapangan

Melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian

4. Membangun Bibliografi

Bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.

Penyusunan Bibliografi
a. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b. Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.
5. Menyusun Hipotesis
Menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian
6. Menyusun Rancangan Penelitian
Menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah-langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.
7. Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan
Merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan obyek penelitian.
8. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap obyek percobaan yang dilakukan tersebut.
9. Menganalsis dan menginterpretasikan data
Menganalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.
10. Merumuskan kesimpulan dan atau teori
Merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap obyek penelitian

11. Penulisan Naskah
Langkah-langkah penulisan karya tulis ilmiah terdiri atas:
a)persiapan naskah pertama,
b)revisi naskah,
c)persiapan format,
d)editing akhir, dan
e) koreksi akhir (proof reading).

Sumber : https://jalantikus.app/

Kuesioner merupakan

Kuesioner merupakan

Kuesioner merupakan

Kuesioner merupakan
Kuesioner merupakan

Kuisioner

  • Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang akan digunakan oleh periset untuk memperoleh data dari sumbernya secara langsung melalui proses komunikasi atau dengan mengajukan pertanyaan.
  • Macam-macam bentuk kuisioner :
    • Kuisioner Terstruktur Terbuka
      • Tingkat struktur dalam kuesioner adalah tingkat standarisasi yang diterapkan pada suatu kuesioner. Pada kuesioner terstruktur yang terbuka dimana pertanyaanpertanyaan diajukan dengan susunan kata-kata dan urutan yang sama kepada semua responden ketika mengumpulkan data.
    • Kuisioner Tak Terstruktur Terbuka
      • Kuesioner tak terstruktur yang terbuka dimana tujuan studi adalah jelas tetapi respon atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka.
    • Kuisioner Tak Terstruktur Tersamar
      • Kuesioner tidak terstruktur yang tersamar berlandaskan pada riset motivasi. Para periset telah mencoba untuk mengatasi keengganan responden untuk membahas perasaan mereka dengan cara mengembangkan teknik-teknik yang terlepas dari masalah kepedulian dan keinginan untuk membuka diri. Teknik tersebut dikenal dengan metode proyektif. Kekuatan utama dari metode proyektif adalah untuk menutupi tujuan utama riset dengan menggunakan stimulus yang disamarkan.
      • Metode proyektif merupakan cara yang digunakan untuk menggambarkan kuesioner yang mengandung stimulus yang memaksa para subjek untuk menggunakan emosi, kebutuhan, motivasi, sikap, dan nilai-nilai yang dimilikinya sendiri dalam memberikan suatu jawaban atau respon.
      • Stimulus yang paling sering digunakan adalah asosiasi kata, kelengkapan kalimat, dan bercerita atau penuturan cerita.
    • Kuisioner Terstruktur Tersamar
      • Kuesioner terstruktur yang tersamar merupakan teknik yang paling jarang digunakan dalam riset pemasaran. Kuesioner ini dikembangkan sebagai cara untuk menggabungkan keunggulan dari penyamaran dalam mengungkapkan motif dan sikap dibawah sadar dengan keunggulan struktur pengkodean serta tabulasi jawaban.
  • Langkah-langkah merancang sebuah kuisioner :

1. Tetapkan informasi yang ingin diketahui.
2. Tentukan jenis kusioner dan metode administrasinya.
3. Tentukan isi dari masing-masing pertanyaan.
4. Tentukan banyak respon atas setiap pertanyaan.
5. Tentukan kata-kata yang digunakan untuk setiap pertanyaan.
6. Tentukan urutan pertanyaan.
7. Tentukan karakteristik fisik kuisioner.
8. Uji kembali langkah 1 sampai 7 dan lakukan perubahan jika perlu.
9. Lakukan uji awal atas kuisioner dan lakukan perubahan jika perlu.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Sosialisasi Masif, PPDB SMKN 1 Ciamis Kondusif

Sosialisasi Masif, PPDB SMKN 1 Ciamis Kondusif

Sosialisasi Masif, PPDB SMKN 1 Ciamis Kondusif

Sosialisasi Masif, PPDB SMKN 1 Ciamis Kondusif
Sosialisasi Masif, PPDB SMKN 1 Ciamis Kondusif

Kepala SMKN 1 Kabupaten Ciamis, Hj. Ika Karniati Sardi mengaku proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK di Jawa Barat tahun 2018/2019 lebih nyaman. Khususnya dari sisi proses pelaksanaan, sehingga prosesnya berjalan kondusif.

“Alhamdulilaah sistem PPDB tahun ini lebih kondusif

. Menurut kami keberhasilan ini selain dari sistem yang sudah semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya juga karena sosialisasi yang masif,” kata Ika saat ditemui di kantornya, Jalan Jendral Sudirman Ciamis, Jumat 6 Juli 2018.

Dikatakan sosialisasi PPDB di sekolahnya sudah dilakukan  jauh-jauh hari. Setelah seluruh guru diberi pemahaman tentang aturan dan proses PPDB, pihaknya langsung menyosialisasikan ke sejumlah pihak terkait, seperti ke SMP.

“Di kami semua guru harus paham aturan PPDB. Sehingga

kalau masyarakat menanyakan PPDB SMKN 1 bisa langsung menjelaskan. Tidak melemlarkan ke panitia PPDB. Ini bentuk pelayanan kita kepada masyarakat,\” katanya.
Blusukan
Sementara itu, Ketua PPDB SMKN 1 Ciamis, Rusdiharto menambahkan pihaknya blusukan ke SMP-SMP untuk melakukan sosialisasi. Ada sekitar 100 lebih SMP/MTs dan sederajat yang ia dan tim datangi.

“Kami ingin PPDB ini berlangsung kondusif. Semua masyarakat pahami akan PPDB ini,

untuk meminimalisasi kesalahan dan penyimpangan. Makanya kami juga mendatangi SMP untuk sosialisasi,” ujarnya.

Alhasil, kata Rusdi PPDB di sekolahnya aman dna kondusif. Selain itu, proses PPDB di sekolahnya juga dibuat seefektif mungkin.

“Sebelum mendaftar kami melakukan dl sosialisasi dan penjelasan kepada siswa dan orangtuanya. Setelah itu, baru proses pendaftaran,” ujar Rusdi yang menerjunkan tim PPDB sebanyak 36 orang.

 

Baca Juga :

Peninjauan PPDB Hari Ke-3

Peninjauan PPDB Hari Ke-3

Peninjauan PPDB Hari Ke-3

Peninjauan PPDB Hari Ke-3
Peninjauan PPDB Hari Ke-3

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan sekaligus Wakil Ketua II PPDB Jawa Barat

, Dodin Rusmin Nuryadin, hari ini memantau berlangsungnya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 di SMK Negeri 1 Bandung, SMK Negeri 2 Bandung, dan SMK Negeri 5 Bandung, Rabu, 6 Mei 2018.

Dodin menyampaikan bahwa alur pendaftaran dan pelayanan PPDB kali ini sudah menunjukan pelayanan yang terbaik. Sampai hari ini tidak ada kasus-kasus yang menonjol, apalagi yang berkaitan dengan sistem aplikasi.

“Ada tiga hari lagi, perkiraan saya sehari itu sekitar 50.000 pendaftar,

sedangkan ini baru jalur non-nhun. Di sisanya ada jalur lain seperti MA dan sekolah-sekolah swasta. Berharap semuanya bisa masuk ke sekolah menengah.”

Selain itu, Dodin menyampaikan bahwa jalur-jalur yang ada masih berproses. Rata-rata yang paling banyak diminati adalah jalur KETM dan jalur WPS. Hal ini merupakan, salah satu keberpihakkan terhadap sistem zonasi. Dengan adanya sistem ini, ia berharap akan disertai dengan peningkatan mutu sekolah.

Sistem laporan PPDB dilakukan secara berjenjang, diselesaikan terlebih dahulu

di satuan pendidikan. Hal ini didukung dengan adanya regulasi pada kewenangan sekolah, petunjuk teknis yang jelas, dan pelaporan berjenjang.

“Dengan jargon kita ayo semua bersekolah. Saya berharap semua masyarakat antusias mendaftarkan anaknya,” himbau Dodin.***

 

Sumber :

https://fascinasiansblog.com/doa-sebelum-berangkat-kerja/

Gubernur Jawa Barat Tidak Ada Pendidikan Maju Tanpa Guru Handal

Gubernur Jawa Barat: Tidak Ada Pendidikan Maju Tanpa Guru Handal

Gubernur Jawa Barat: Tidak Ada Pendidikan Maju Tanpa Guru Handal

Gubernur Jawa Barat Tidak Ada Pendidikan Maju Tanpa Guru Handal
Gubernur Jawa Barat Tidak Ada Pendidikan Maju Tanpa Guru Handal

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memberikan tausiah dalam acara Resepsi Hari Pendidikan

Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat. Acara yang diadakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Barat ini dilaksanakan di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung, Jalan Peta No.241, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 29 Mei 2018.

Dalam sambutannya Heryawan mengatakan guru adalah profesi yang berpengaruh terhadap suatu negara. Pendidikan merupakan hal penting yang dapat memajukan suatau negara. Tidak ada negara yang maju tanpa pendidikan. Dan pendidikan yang maju didukung oleh guru yang handal.

“Tidak mungkin ada pendidikan yang unggul tanpa guru yang handal.

Semua kemajuan ada di tangan guru. Kalau ada kemajuan kemajuan yang pesat, tetap unsur utama kemajuan adalah kemajuan pendidikan oleh guru,” jelas Heryawan.

Selain itu, Heryawan mengatakan, selama kepemimpinannya, pendidikan mendapat perhatian lebih. Hal ini terlihat dari naiknya Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah Jawa Barat, sejak tahun 2008 hingga 2018, naik menjadi 81,2 persen dari 45 persen.

“Apalagi setelah alih kelola SMA dan SMK oleh provinsi.

APK menjadi lebih meningkat, Selain itu ada kenaikan tunjangan guru, kepala sekolah, pengawas, gaji guru honorer, pembangunan belasan ribu ruang kelas baru, dan lainnya. Saya sudah berpesan ke Pak Hadadi Kadisdik Jabar, untuk melanjutkan amanat PGRI serta guru,” jelas Heryawan.

Sebelum menutup sambutannya, Heryawan berharap, PGRI akan berperan dalam mengawal peningkatan kesejahteraan guru di tingkat TK, SD dan SMP.

“Mudah-mudahan kekuatan PGRI bisa digerakan, dengan adanya petisi serentak. Untuk memperthatikan guru honorer dan kemajuan pendidikan di 27 kabupaten/kota,” ujar Heryawan.

Selain tausiah dari Heryawan, turut hadir Ketua PGRI Jawa Barat, Edi Permadi, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, Ketua Dewan Pendidikan Jawa Barat, dan tamu undangan lainnya. Setelah tausiah dan sambutan, acara ditutup dengan buka bersama.***

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/sejarah-olahraga-lompat-jauh/

Alur Pendaftaran PPDB SMAN 4 Dibentuk Sederhana

Alur Pendaftaran PPDB SMAN 4 Dibentuk Sederhana

Alur Pendaftaran PPDB SMAN 4 Dibentuk Sederhana

Alur Pendaftaran PPDB SMAN 4 Dibentuk Sederhana
Alur Pendaftaran PPDB SMAN 4 Dibentuk Sederhana

Alur pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 dibentuk sangat

sederhana guna memudahkan calon pendaftar. Pusat informasi dan pengaduan pun wajib disediakan untuk memudahkan setiap proses yang dilalui para pendaftar. Hal tersebut diimplementasikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Bandung.

Ketua Pelaksana PPDB 2019 sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 4 Bandung, Rd. Rina Patriani menyatakan, tim panita di sekolahnya bahkan menyediakan dua kali antrean. Pertama, saat mulai memasuki area informasi, para pendaftar diberikan nomor antrean dan nomor antrean kedua akan diberikan apabila berkas-berkas calon pendaftar sudah siap.

“Ini kami lakukan untuk mencegah penumpukan calon pendaftar di luar atau area sekolah

. Kami juga menyediakan ruang tunggu serta memberikan pengarahan untuk menenangkan orang tua,” ujarnya saat diwawancarai di SMAN 4, Jln. Gardujati No. 20, Kota Bandung, Senin (17/6/2019).

Selain itu, lanjutnya, pihak sekolah juga dituntut ramah dan memberikan penjelasan sebaik-baiknya kepada masyarakat saat mereka bertanya atau kebingungan. Antusias dan animo masyarakat yang tinggi, membuat sekolah harus siap serta mampu mengatasi apabila terdapat berbagai keluhan.

“Sebenarnya orang tua sudah menyiapkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk

saat mendaftar dan pilihan sekolah yang akan didaftarkan. Tetapi, saat di lapangan mungkin harus bersaing dengan yang lain. Di sinilah kita wajib meredamkan,” ucapnya.

Rina mengatakan, apabila pelayanan sudah diberikan maksimal maka berbagai keluhan yang berasal dari masyarakat dapat diatasi. Terlebih, pihak sekolah sudah memberikan pemahaman melalui sosialisasi dan simulasi sebelum pelaksanaan PPDB.***

 

Baca Juga :

Wagub Jabar Tinjau Pendaftaran PPDB Hari ini

Wagub Jabar Tinjau Pendaftaran PPDB Hari ini

Wagub Jabar Tinjau Pendaftaran PPDB Hari ini

Wagub Jabar Tinjau Pendaftaran PPDB Hari ini
Wagub Jabar Tinjau Pendaftaran PPDB Hari ini

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum didampingi Kepala Dinas Pendidikan

(Kadisdik) Jabar, Dewi Sartika meninjau pelaksanaan hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 di SMAN 8 Bandung dan SMKN 3 Bandung, Senin (17/6/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub melihat langsung proses pendaftaran dengan mengunjungi ruang pelayanan PPDB di tiap sekolah, mulai dari ruang informasi, ruang pendaftaran hingga ruang verifikasi data. Di sana, Wagub berinteraksi langsung dengan calon peserta didik dan orang tua yang sedang mendaftar.

Wagub pun mengimbau calon peserta didik dan orang tua siswa yang memiliki permasalahan

atau kendala saat PPDB, agar langsung menghubungi layanan pengaduan yang ada di sekolah. “Kita telah menyiapkan pelayanan informasi terkait pertanyaan-pertanyaan. Tim pengaduan juga sudah disiapkan,” tuturnya.

Wagub berharap, pelaksanaan PPDB tahun ini berjalan lancar dan sesuai prinsip pelaksanaan, yakni berkeadilan dan adanya pemerataan.

Wagub pun memberi pesan kepada seluruh calon peserta didik dan orang tua agar tetap tenang saat mengikuti proses seleksi PPDB. “Saya berharap kepada Bapak dan Ibu agar tenang dan tidak pesimis. Meskipun kuota masuk ke sekolah itu jumlahnya terbatas, namun pemerintah akan menjamin semua anak di Jabar bisa sekolah,” jelasnya.

Salah satu opsi yang bisa ditempuh calon peserta didik yang tidak diterima di sekolah negeri

yang diinginkan, lanjut Wagub, yaitu mengalihkan pilihan ke sekolah swasta atau pesantren.

“Pemikiran tentang sekolah swasta itu membutuhkan biaya mahal sebaiknya mulai diubah. Karena, kita pun telah memberikan stimulan kepada sekolah tersebut untuk menerima siswa, termasuk siswa dari ekonomi tidak mampu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 8 Bandung, Suryana menuturkan, pendaftaran PPDB sampai saat ini berjalan lancar. Antara lain, tidak ada kendala sistem serta pelayanan yang diberikan pun sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.

Pada hari pertama pendaftaran ini, Suryana menilai wajar jumlah pendaftar yang membeludak. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya langsung mengarahkan calon peserta didik dan orang tua yang antre mendaftar untuk masuk ke ruang tunggu dan duduk di kursi yang telah disediakan. “Kita langsung arahkan daripada mereka berdiri dan mengantre lama,” ucapnya.

Ia menyatakan bahwa pengambilan nomor antrean hari ini telah ditutup. “Calon peserta didik yang yang akan mendaftar bisa mengambil nomor antrean besok. Untuk pendaftar yang telah mengambil nomor antrean tapi belum terlayani, akan dilayani esok hari,” jelasnya.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Puan Maharani Dampingi Jokowi Bagikan KIP

Siswa Al Ma’soem Buat Alat Pendeteksi Kondisi Pasien

Siswa Al Ma’soem Buat Alat Pendeteksi Kondisi Pasien

Siswa Al Ma'soem Buat Alat Pendeteksi Kondisi Pasien
Siswa Al Ma’soem Buat Alat Pendeteksi Kondisi Pasien

Siswa Jawa Barat (Jabar) kembali berinovasi. Kali ini, dua siswa SMA Al Ma’soem

, Jibril dan Alif berhasil membuat alat pendeteksi kondisi pasien agar memudahkan proses perawatan pasien di rumah sakit.

“Awalnya, ada keluarga teman Jibril yang meninggal dunia di rumah sakit. Katanya, kondisi pasien kurang terawasi sehingga tindakan yang diambil perawat dan dokter terlambat,” kata Jibril, seperti diwartakan harian Pikiran Rakyat, Rabu (12/6/2019).

Berkaca dari kondisi tersebut, Alif dan Jibril pun merancang alat pendeteksi kondisi pasien

yang telah diikutsertakaan dalam lomba robotika se-Indonesia yang diadakan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Al Ma’soem, belum lama ini.

“Meski hanya masuk 10 besar, kami berharap alat ini bermanfaat dalam memantau kondisi pasien, baik oleh para perawat maupun dokter,” harapnya.

Alif menjelaskan, prinsip kerja alat pemantau kondisi pasien ini memanfaatkan jaringan

komunikasi. Sehingga, kondisi pasien bisa dikirimkan melalui komputer maupun telepon pintar perawat dan dokter. “Kami menempatkan tiga sensor di ketiak untuk mengetahui kondisi suhu tubuh pasien, sensor detak nadi pasien, dan sensor ruangan suhu,” tuturnya.

Dengan dipasangnya sensor kondisi suhu tubuh dan detak nadi di tubuh pasien, lanjut Alif, maka perawat tak perlu mendatangi satu per satu kamar pasien. “Selama ini kan perawat harus datang ke tempat perawatan pasien hanya untuk mengetahui suhu tubuh dan detak nadinya. Perlu waktu cukup lama sehingga tidak jarang ada pasien yang kondisinya kurang terpantau,” ujarnya.

Ia berharap, alat pendeteksi kondisi pasien buatannya dapat terus dikembangkan sehingga bisa digunakan secara massal. “Kami bersama para guru robotika berusaha menyempurnakan alat ini. Dari beberapa kali uji coba, alat ini bekerja baik dengan mengirimkan data-data dari sensor yang terpasang,” pungkasnya.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google
Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :