Stok Bahan Makanan Halal di Kulkas Biara

Stok Bahan Makanan Halal di Kulkas Biara

Stok Bahan Makanan Halal di Kulkas Biara

Stok Bahan Makanan Halal di Kulkas Biara
Stok Bahan Makanan Halal di Kulkas Biara

Tingginya toleransi dan sistem yang memungkinkan para siswa jadi kritis. Itulah pengalaman penting

yang dipetik belasan guru Indonesia sebagaimana dituturkan kepada wartawan Jawa Pos Tatang Mahardika yang menemui mereka di Sydney pekan lalu.

DI biara itu, Khalif Rahma Riesty Fauzi tak pernah sulit menemukan makanan halal. Tiap hari selalu ada stok daging ayam, sapi, atau telur di kulkas.

Bahkan, tiap kali mau masak, mereka selalu tanya saya, mau masak apa hari ini? kata guru SMP Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo, Jawa Timur, itu.

Mereka yang dimaksud Khalif adalah para biarawati yang menghuni biara di Coburg, sebuah kota kecil

di Negara Bagian Victoria, Australia. Selama dua pekan sepanjang Maret ini, Khalif, sebagai salah seorang peserta Australia-Indonesia BRIDGE School Partnership, tinggal di sana.

Selama dua pekan itu pula perempuan berjilbab tersebut merasakan sendiri tingginya toleransi.

Tak hanya yang ditunjukkan para biarawati yang rata-rata berusia 60—70 tahun itu. Tapi juga murid serta guru di Merry College, sekolah tempat dia ikut merasakan pengalaman mengajar. Juga, warga kota pada umumnya.
Hampir tiap malam saya ngobrol dengan para biarawati. Yang mereka tanyakan paling tentang keluarga, tentang Indonesia. Tak pernah sekali pun soal keyakinan, kata Khalif.

Ada 31 guru lain yang menjadi peserta program yang dipandegani Asia Education Foundation

itu pada tahun ini. Mereka terbagi menjadi dua cohort (kelompok). Yang pada Minggu lalu (18/3) mengikuti acara perpisahan di Opera House, Sydney, merupakan cohort 1. Terdiri atas 14 peserta. Adapun cohort 2 akan berlangsung pada Juni atau Juli mendatang.

Para guru yang mengikuti program yang berjalan sejak 2008 tersebut datang dari berbagai kota. Muslim dan nonmuslim. Mulai pengajar di tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.

Mereka terpilih melalui seleksi ketat yang melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah menjalani training selama sepekan di Melbourne, mereka disebar ke berbagai kota di berbagai negara bagian Australia.

Selama dua pekan para guru itu mengobservasi sistem belajar-mengajar di Negeri Kanguru tersebut. Sekaligus berkesempatan mengajar. Serta tinggal dan berbaur dengan warga di luar jam sekolah.

Dan yang menemui mereka dalam acara perpisahan yang dihadiri Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop itu, semua sepakat dengan Khalif. Penghormatan pada keberagaman jadi salah satu pengalaman paling berharga yang dipetik. Selain bagaimana sistem pendidikan di Australia memungkinkan para siswa jadi terlatih berpikir kritis.

 

Baca Juga :

Dhimam Abror Raih Yudisium Doktor

Dhimam Abror Raih Yudisium Doktor

Dhimam Abror Raih Yudisium Doktor

Dhimam Abror Raih Yudisium Doktor
Dhimam Abror Raih Yudisium Doktor

SUMEDANG – Dhimam Abror, staf khusus Ketua MPR RI, berhasil mempertahankan disertasinya

pada sidang doktor Bidang Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, kemarin (2/4). Tak pelak, mantan Pemred Jawa Pos ini, mendapatkan nilai yudisium atau sangat memuaskan dari tim penguji.

Di hadapan para penguji, Dhimam mempresentasikan disertasinya berjudul ”Praktik konglomerasi Jawa Pos Group dan Kompas Gramedia dalam Perspektif Ekonomi-Politik Media”. Bahkan, tim penguji eksternal Dahlan Iskan sangat memuji karya pemikiran mantan anak didiknya tersebut.
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES

NILAI TESIS: Mantan menteri BUMN Dahlan Iskan saat menilai tesis milik Dhimam Abror

di Gedung Pasca Sarjana Unpad, kemarin (2/4). Dahlan tercatat menjadi penguji eksternal peneliti.

Begitu pula tim penguji lainnya, yakni Dr Dadang Rahmat Hidayat (Ketua), Dr Atwar Bajari (Sekretaris), Prof Deddy Mulyana (Ketua Tim Promotor), Dr Henry Subiakto juga Prof Mahfud (Refresentasi Guru Besar), sangat puas dengan jawaban-jawaban Dhimam saat menjawab pertanyaan dari tim penguji.

”Baru kali ini, mahasiswa doktoral mempresentasikan disertasinya dengan cara ditalar. Ini luar biasa,” puji Dr Atwar menanggapi presentasi Dhimam, kemarin (2/4).

Dalam paparan disertasinya, Dhimam menyebut, studi ini melihat bagaimana kedua organisasi

itu berkembang menjadi konglomerasi media yang mempunyai kepentingan bisnis yang luas di luar media. ”Penelitian ini memakai pendekatan konstruktivitas dengan perspektif kritis,” tuturnya.

Dengan mengacu pada teori ekonomi politik komunikasi, Vincent Mosco (1991), penelitian ini, terang Dhimam, melihat praktik konglomerasi kedua organisasi ini melalui perspektif komodifikasi (menjadikan berita sebagai komoditi sebagaimana produk lain dan mempertikarkannya kepada pelanggan dan pemasang iklan untuk memperoleh keuntungan).

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

1,4 Juta Siswa SMK Mulai Unas

1,4 Juta Siswa SMK Mulai Unas

1,4 Juta Siswa SMK Mulai Unas

1,4 Juta Siswa SMK Mulai Unas
1,4 Juta Siswa SMK Mulai Unas

JAKARTA – Rangkaian Ujian Nasional (Unas) tahun pelajaran 2017/2018 resmi digelar mulai hari ini

(2/4). Tahun ini siswa kelompok SMK mengawali unas dibandingkan jenjang lainnya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melansir ada 1,4 juta siswa SMK di 12 ribu lebih sekolah menjadi peserta unas tahun ini.

Unas SMK yang berlangsung empat hari ke depan, diawali dengan mata pelajaran bahasa Indonesia. Kemudian disusul matematika, bahasa Inggris, dan teori kejuruan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, unas kali ini digelar dalam format komputer (ujian nasional berbasis komputer/UNBK) dan konvensional (ujian nasional berbasis kertas dan pensiun/UNKP). Kemendikbud menyebutkan sebanyak 1.459.062 siswa SMK melaksanakan UNBK. Sisanya sebanyak 26.240 siswa SMK tetap menjalankan ujian menggunakan kertas.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan penyelenggaraan unas secara umum setiap tahunnya makin baik. ’’Dan sekarang harus diapresiasi,’’ katanya saat dihubungi kemarin (1/4). Di antara yang membuat Unifah mengapresiasi kegiatan unas adalah semakin banyak peserta UNBK.

Unifah menuturkan dalam penyelenggaraan UNBK sendiri setiap tahun selalu ada peningkatan.

Selain dari jumlah siswa yang menggunakan komputer, juga layanan penunjang lain. Seperti akses internet, listrik, dan perangkat komputernya sendiri. Dia mengatakan akses komputer harus terus ditingkatkan. Bahkan Unifah mengatakan ke depan seluruh siswa mengerjakan unas dengan komputer.

Kemudian dia mengatakan dari sisi guru juga semakin siap dalam pelaksanaan UNBK. Sejauh ini dia mengatakan tidak ada keluhan yang muncul dari kalangan guru terkait penyelenggaraan unas, khususnya UNBK. Bahkan guru-guru PGRI sudah membuat 10 ribu butir soal untuk dijadikan materi latihan para siswa. ’’Sebanyak 10 ribu butir soal itu wujudnya online. Bisa digunakan latihan sebelum UNBK,’’ katanya.

Menyosong hari pertama pelaksanaan UNBK hari ini, Unifah berharap siswa bisa tenang dalam mengerjakan ujian.

Tidak perlu terpengaruh kabar-kabar adanya bocoran soal ujian. Dia meyakini selama proses belajar dilakukan dengan tuntas, siswa tidak akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan unas. Apalagi nilai unas juga tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan. Sehingga siswa tidak perlu tegang berlebihan menghadapi unas. Kepada seluruh guru juga diharapkan menjadi teladan kejujuran.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan persiapan unas tahun ini sudah matang. Dimulai dengan pendistribusian kisi-kisi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Dia mengatakan untuk tahun ini tercatat ada 40 ribuan unit komputer untuk pelaksanaan UNBK. ’’Tidak bisa semua komputer. Berbagi fasilitas,’’ katanya.

Kepada seluruh peserta unas maupun ujian sekolah berstandar nasional (USBN) Muhadjir berpesan supaya kobarkan semangat belajar. Selain itu siswa juga diminta untuk jaga kesehatan dan konsentrasi. ’’Jangan lupa berdoa, percaya diri, junjung tinggi kejujuran, jauhi kecurangan,’’ jelasnya. Tahun ini Kemendikbud mengusung semangat prestasi penting, kejujuran yang utama.

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Membangun Good governance

Membangun Good governance

Membangun Good governance

Membangun Good governance
Membangun Good governance

Membangun good governance adalah mengubah cara kerja state, membuat pemerintah accountable, dan membangun pelaku-pelaku di luar negara cakap untuk ikut berperan membuat sistem baru yang bermanfaat secara umum. Dalam konteks ini, tidak ada satu tujuan pembangunan yang dapat diwujudkan dengan baik hanya dengan mengubah karakteristik dan cara kerja institusi negara dan pemerintah. Harus kita ingat, untuk mengakomodasi keragaman, good governance juga harus menjangkau berbagai tingkat wilayah politik. Karena itu, membangun good governance adalah proyek sosial yang besar. Agar realistis, usaha tersebut harus dilakukan secara bertahap. Untuk Indonesia, fleksibilitas dalam memahami konsep ini diperlukan agar dapat menangani realitas yang ada.

Baca juga ;

Batas tak pasti yang membatasi kepastian

Batas tak pasti yang membatasi kepastian

Batas tak pasti yang membatasi kepastian

Batas tak pasti yang membatasi kepastian
Batas tak pasti yang membatasi kepastian

Jasad ini adalah penjara, karena didalam jasad tempat ruh berada ini saya berada dalam keterbatasan. Salah satunya, tidak bisa terus-menerus beraktifitas karena memiliki banyak sekali kelemahan. Baik itu lemah karena merasa kelelahan ataupun merasa bosan atau hal lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu karena saking banyaknya. Namun sungguh, saya sepatutnya bersyukur, karena terlahir sebagai makhluk beruntung yang dapat merasakan juga segala keindahan yang telah Tuhan berikan untuk menjadi manusia lemah yang dalam batas-batas tertentu dapat pula melampaui batas.

Planet Bumi yang indah ini, yang betapapun sungguh luar biasa karena menjadi tempat kediaman kita semua sebagai makhluk hidup, ternyata adalah sebuah penjara bagi kita. Ya, bumi ini ibarat sebuah penjara. Penjara yang mengurung keseluruhan makhluk hidup didalamnya.

Betapapun canggihnya peradaban manusia, dan betapapun luar biasanya kekuatan yang dimiliki makhluk hidup terkuat di Planet Bumi ini, ternyata tak ada satupun yang mampu untuk hidup diluar angkasa. Sampai saat ini, kita masih belum dapat menemukan walau hanya sebuah tempat tinggal di luar angkasa yang mampu menyuplai kehidupan. Kita terkurung di sebuah planet didalam tata surya yang sungguh kecil. Sangat kecil, bahkan tidak lebih besar dari setitik debu apabila dibandingkan dengan jagad raya yang belum bisa diketahui sejauh mana batas ujungnya. Dan kita ternyata memang tidak ditakdirkan untuk mengetahui apalagi menapaki batas ujung jagad raya ini. Hukum alam telah membatasi kita semua, alam semesta ini mengembang dan segala sesuatu didalamnya semakin menjauh satu sama lainnya.

Saya hidup dengan segala sesuatu yang terbatas, dan batas utama yang membatasi itu adalah sesuatu yang memiliki dua sifat yang saling bertolak belakang, yakni sifat pasti dan tak pasti. Batas utama itu adalah kematian. Kematian itu pasti akan terjadi, namun tak pasti kapan akan terjadi.

Celakanya, hidup ini adalah penjara yang memenjarakan. Saya terpenjara didalam tempat yang luar bisa indah dan sungguhpun terbatas, akhirnya ternyata segala kenikmatan didalamnya telah mampu memenjarakan pikiran ini, melupakan kenyataan bahwa ternyata hidup ini hanya sebatas penjara yang terbatas.

Tak pernahkah kita sadari ?, bahwa ternyata hidup ini berada dalam batas-batas yang tak dapat diprediksi. Tuhan telah menggengam kita, betapa bagaimanapun hebatnya kita, rupawannya kita, cerdasnya kita, kuatnya kita dan lain sebaginya. Kita sama sekali tak berdaya. Sungguh tak berdaya.

Maka hanya satu pegangan kita yang pasti, yakni sang pencipta sendiri, Tuhan yang telah menciptakan kita. Tak perduli apabila kita telah berpegang kepada suatu kepastian Tuhan, maka segala kemungkinan yang tak pasti akan menjadi sesuatu yang pasti. Dan saya yakin, segala macam kepastian Tuhan adalah suatu kepastian yang indah. Sangat indah, karena disitulah letak keindahan yang dapat dirasakan oleh sifat ilahiah kita sebagai makhluk. Sungguh

Sumber : https://filehippo.co.id/

1.228 Orang Tak Lolos Verifikasi

1.228 Orang Tak Lolos Verifikasi

1.228 Orang Tak Lolos Verifikasi

1.228 Orang Tak Lolos Verifikasi
1.228 Orang Tak Lolos Verifikasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan solusi untuk guru dan tenaga Adminis­trasi

Sekolah (TAS) non Pe­gawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak lolos verifikasi penerima honorarium peningkatan mutu. Pemkot Bandung akan mengupayakan mereka tetap mendapatkan bantuan.

Dari data terbaru Dinas Pen­didikan (Disdik) Kota Bandung, jumlah guru dan TAS non PNS yang telah terverifikasi seba­nyak 10.058 orang. Semen­tara yang tidak memenui kualifikasi sebanyak 1.228 orang.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menyatakan, akan berupaya agar 1.228 orang guru dan TAS non PNS tetap mendapatkan bantuan. Pemkot Bandung akan men­galokasikannya lewat apre­siasi Pendidik Tenaga Ke­pendidikan (PTK) pada Anggaran Pendapatan Be­lanja Daerah (APBD) Peru­bahan tahun 2019.

“Saya sudah menyampaikan kepada Pak Kadis agar prinsip keadilan dan juga taat aturan

. Ada sisanya 1.228 orang yang memang secara kualifikasi mereka belum memenuhi syarat. Tetapi kita akan tetap berupaya memberi apresiasi,” kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Rabu (15/5/2019).

Oded menyatakan, apre­siasi tersebut bisa dimanfaat­kan para guru dan TAS non PNS untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi­nya. Sehingga nantinya para guru dan TAS non PNS bisa terdata di Data Pokok Pen­didikan (Dapodik) karena telah memenuhi kualifikasi sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudaya­an Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2018 tentang Stan­dar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan.

“Bentuknya sama dengan honor. Tapi kita arahkan itu untuk meningkatkan mutu mereka

. Agar tahun depan mereka bisa memenuhi,” kata Oded.

Sementara itu, Kepala Dis­dik Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan, apre­siasi PTK hampir serupa dengan honorarium. Perbe­daannya, hanya terletak dari alokasi anggaran dan besaran bantuan yang dihitung dari berbagai kriteria. Di antaranya dari jam mengajar.

“Hanya namanya saja yang berbeda. Intinya honorarium juga. Insya Allah di APBD Perubahan,” ucap Hikmat.

Bagi guru dan TAS non PNS yang telah terverifikasi, kata Hikmat, Disdik Kota Bandung akan berupaya agar honora­riummnya bisa segera cair dalam waktu dekat ini.

“Kepwalnya (Keputusan Wali Kota) akan kita coba selesaikan hari ini. Untuk 10.058 orang yang telah ter­verifikasi disediakan dana sekitar Rp 121 miliar,” kata­nya. (mg3/drx)

 

Baca Juga :

SD Muhammadiyah 7 Antapani Gelar Pesan-Trend Ramadan

SD Muhammadiyah 7 Antapani Gelar Pesan-Trend Ramadan

SD Muhammadiyah 7 Antapani Gelar Pesan-Trend Ramadan

SD Muhammadiyah 7 Antapani Gelar Pesan-Trend Ramadan
SD Muhammadiyah 7 Antapani Gelar Pesan-Trend Ramadan

SD Muhammadiyah 7 Antapani Gelar Pesan-Trend Ramadan

BANDUNG – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 7 An­tapani Bandung

selenggara­kan kegiatan yang diberinama Pesan-Trend Ramadan. Ke­giatan yang dilaksanakan selama empat hari atau dari 21-24 Mei 2019 ini atas ker­jasama para guru dan orang tua siswa sekolah tersebut.

Ketua pelaksana Pesan-Trend Ramadan, Asep S. Azhar men­gatakan, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun di bu­lan Ramadan. Dimana kegia­tan ini adalah sejenis pesantren kilat untuk para peserta didik level satu hingga lima. Semen­tara pengumpulan infak dan sembako, wakaf Alquran, Wisuda Tahfidz juz 29 dan 30 dengan peserta didik level emapt dan lima, dan buka bersama anak panti asuhan.

”Alhamdulillah, kegiatan ini sukses. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada anak-anak

para peserta didik dan guru-guru SD Muhammadiyah 7 Anatapani yang telah ikut serta mensukseskan bersama acara ini, serta saya juga ba­nyak terima kasih kepada orang tua peserta didik yang telah mengamanahkan sebagian rizkinya untuk bisa kami sam­paikan kepada yang membu­tuhkan,” kata Asep.

Selain itu, pada hari penutu­pan acara Pesan-Trend Ra­madan hari Jumat (24/5) pada pukul 08.00 – 11.00 WIB dilaksanakan pertunjukan seni dari level satu hingga tiga, sedangkan setelah salat Jumat, kegiatan dilangsungkan dengan Wisuda Tahfidz, pem­berian santunan dan buka bersama anak panti asuhan.

”Dan Alhamdulillah, juga pada bulan ramdan kali ini level empat dan lima telah

meluluskan 117 peserta didik yang telah di wisuda tahfidz juz 29 dan 30, sebuah kebang­gaan bagi kami para guru dan orang tua atas prestasi anak-anak,” pungkasnya

 

Sumber :

https://poptype.co/tuponur/niat-sholat-tahajud

Disdik Akan Sosialisasikan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru

Disdik Akan Sosialisasikan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru

Disdik Akan Sosialisasikan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru

Disdik Akan Sosialisasikan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru
Disdik Akan Sosialisasikan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru

Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah menengah pertama (SMP)

di Kabupaten Bandung akan dimulai pada 24 Juni 2019 mendatang. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung belum melaksanakan sosialisasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang SMP Disdik Kabupaten Bandung Maman Sudrajat mengatakan, tahun ini pihaknya akan berpegang penuh pada ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

”Proses PPDB tahun ini dilakukan dengan tiga kategori yaitu jalur prestasi, jalur zonasi dan jalur perpindahan orang tua,” Kata Maman saat dihubungi, Selasa (11/6).

Menurutnya, Jalur zonasi, ditetapkan minimal 90 persen dari total kuota penerimaan. Sedangkan 5 persen untuk jalur prestasi dan 5 persen untuk jalur perpindahan orang tua. kategori tersebut, masih tak berbeda jauh dari PPDB tahun sebelumnya.

”Tahun lalu sebenarnya jalur zonasi juga 90 persen, tetapi kami masih memadukannya

dengan nilai siswa. tahun ini kami tekankan untuk sepenuhnya menggunakan kuota jalur zonasi untuk menerima siswa berdasarkan tempat tinggal, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018. Perbedaan lain adalah 5 persen tahun lalu untuk jalur afirmasi, sekarang untuk jalur perpindahan orang tua,” Kata Maman.

Oleh karena itu, Maman mengimbau para orang tua untuk menyekolahkan anak mereka ke sekolah terdekat dengan tempat tinggal. Tak perlu memandang sekolah itu negeri atau swasta. Ia mengakui bahwa sekolah swasta memang masih diperbolehkan memungut iuran dari orang tua siswa, tak seperti negeri yang dilarang memungut.

”Namun swasta juga sudah kami imbau untuk membebaskan biaya bagi siswa kategori miskin, karena mereka juga sudah kami bantu dengan dana bantuan operasional sekolah (BOS),”akunya. ujarnya.

Maman menjelaskan, sekolah negeri tak bisa menampung semua calon siswa yang mendaftar.

Soalnya mereka memang mengalami keterbatasan sarana dan prasarana, termasuk jumlah ruang kelas. Pihaknya melansir setiap sekolah negeri diberikan kuota maksimal menerima siswa untuk 11 rombongan belajar (rombel). Setiap rombel tersebut, dibatasi maksimal diisi oleh 36 siswa.

Meskipun demikian, Disdik Kabupaten Bandung juga terus melakukan penambahan sekolah dan ruang kelas baru setiap tahun.

”Contohnya tahun ini kami sedang membangun SMPN 2 Kutawaringin. Rencana kedepan akan membangun sekolah baru di Kecamatan Katapang dan Kecamatan Cimaung, walau belum ada bangunan proses PPDB sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu,” pungkasnya. (rus)

 

Sumber :

https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/jsk/comment/view/827/0/227588

Contoh RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Contoh RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Contoh RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Contoh RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

RPP merupakan syarat bagi seorang guru untuk melaksanakan pembelajaran di kelas, dimana dengan menggunakan RPP diharapkan pelaksanaan KBM dikelas dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan oleh guru, dan pada akhirnya siswa dapat menyerap pelajaran dengan baik.

Kompetensi Inti

  • Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
  • Menghayati dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, rotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
  • Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedurial) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
  • Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, menguraikan, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstarak ( menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar (KD)

Menunjukkan semangat dan komitmen kebangsaan seperti yang ditunjukkan oleh para pendiri  dalam perumusan Pancasila sebagai dasar Negara. Indikator

  • Siswa mampu mendeskripsikan Pancasila sebagai dasar negara
  • Siswa mampu memahami sejarah dan peristiwa perumusan Pancasila
  • Siswa mampu mengetahuii tokoh – tokoh pendiri Negara dan perumus Pancasila sebagai dasar Negara.
  • Siswa mampu menjelaskan bentuk perjuangan tokoh – tokoh pahlawan pendiri bangsa.
  • Siswa mampu mengimplementasikan bentuk sikap semangat dan komitmen kebangsaan.

Tujuan Pembelajaran

  • Setelah mempelajari Pancasila siswa mampu memahami bahwa Pancasila merupakan dasar Negara yang menjadi ideologi bangsa Indonesia.
  • Setelah melakukan diskusi kelompok siswa paham dan hafal sejarah perjuangan tokoh-tokoh pahlawan perumus Pancasila.
  • Setelah membuat tugas portofolio dan bermain peran siswa mampu mengimplementasikan bentuk sikap semangat dan komitmen kebangsaan sesuai dengan dasar Negara Pancasila.

Materi Ajar (Materi Pokok)

  • UUD 1945.
  • Buku Sejarah materi “ perang dunia 2, BPUPKI dan PPKI”.
  • Buku Paket PPKn SMP Kelas VII Kurikulum 2013.
  • Buku Pendidikan Nilai.
  • Video Pancasila Manual Bangsa.

Metode Pembelajaran

Metode yang digunakan Guru dalam melakukan pembelajaran KD tersebut adalah dengan Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi Kelompok, portofolio dan Role Playing. Model Pembelajaran Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Pendekatan Berpusat pada siswa (Student Centered Approach).

Baca juga artikel: