MEDIA PEMBELAJARAN

MEDIA PEMBELAJARAN

MEDIA PEMBELAJARAN

MEDIA PEMBELAJARAN
MEDIA PEMBELAJARAN

Media hasil teknologi cetak

Media Pembelajaran yang menggunakan teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi melalui buku dan materi visual statis terutama melalui proses percetakan mekanis atau photografis, contohnya: teks, grafik, foto atau representasi fotografik. Karakteristik media pembelajaran hasil cetak antara lain:

  • Teks dibaca secara linear
  • Menampilkan komunikasi secara satu arah dan reseptif
  • Ditampilkan secara statis atau diam
  • Pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip pembahasan
  • Berorientasi atau berpusat pada siswa. Pendekatan yang berorientasi pada siswa adalah pendekatan dalam belajar yang ditekankan pada ciri-ciri dan kebutuhan siswa secara individual. Sedangkan lembaga pendidikan dan para guru hanya berfungsi dan berperan sebagai fasilitator saja. Sistem pendekatan yang berorientasi pada siswa ini didesain sedemikian rupa. Sehingga siswa dapat belajar dengan sistem yang fleksibel yang diarahkan agar siswa dapat membentuk gaya belajarnya masing masing. Dalam hal ini guru dan lembaga berperan sebagai penunjang, fasilitator dan penyemangat siswa yang sedang belajar.
  • Informasi dapat diatur atau ditata ulang oleh pemakai

Media hasil teknologi audio-visual

Media Pembelajaran menggunakan Teknologi audio-visual adalah suatu cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio-visual, penyajian pengajaran secara audio-visual bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti mesin proyektor film, tape recorder, proyektor visual yang lebar. Karakteristik media ini adalah :

  • Bersifat linear.
  • Menyajikan visual yang dinamis.
  • Digunakan dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya oleh perancang.
  • Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau abstrak.
  • Dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kognitif.
  • Berorientasi pada guru, pendekatan yang berorientasi pada guru atau lembaga adalah sistem pendidikan yang konvensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan penuh oleh para guru dan staf lembaga penndidikan. Dalam sistem ini guru mengkomunikasikan pengetahuannya kepada siswa dalam bentuk pokok bahasan dalam beberapa macam bentuk silabus. Biasanya pembalajaran berlangsung dan selesai dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan metode mengajar yang dipakai tidak beragam bentuknya, biasanya menggunakan metode ceramah dengan pertemuan tatap muka (face to face).

Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer

Teknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis micro-prosesor. Berbagai aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran umumnya dikenal sebagai computer assisted instruction. Aplikasi tersebut apabila dilihat dari cara penyajian dan tujuan yang ingin dicapai meliputi tutorial, penyajian materi secara bertahap, drills end practice latihan untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya, permainan dan simulasi (latihan untuk mengaplikaskan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari dari basis data (dari berbagai sumber). Karakteristik media hasil teknologi yang berdasarkan komputer:

  • Dapat digunakan secara acak, non-sekuensial atau secara linear.
  • Dapat digunakan sesuai keinginan siswa atau perancang.
  • Gagasan disajikan dalam gaya abstrak dengan simbol dan grafik.
  • Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini.
  • Beroriatasi pada siswa dan melibatkan interaktifitas siswa yang tinggi.
  • Media hasil gabungan tenologi cetak dan teknologi Komputer.

Media Hasil Teknologi Gabungan

Teknologi gabungan adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer. Komputer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memori yang besar, hardisk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan pararel (alat-alat tambahan), seperti: video disk player, perangkat keras untuk bergabung dalam suatu jaringan dan sistem audio.

  • Dapat digunkan secara acak, sekuensial, linear.
  • Dapat digunakan sesuai keinginan siswa, bukan saja dengan direncanakan dan diinginkan oleh perancangnya.
  • Gagasan disajikan secara realistik sesuai dengan pengalaman siswa, menurut apa yang relevan dengan siswa dan dibawah pengendalian siswa.
  • Prinsip ilmu kognitif dan konstruktivisme ditetapkan dalam pengembangan dan penggunaan pelajaran.
  • Pembelajaran ditata dan terpusat pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikuasai jika pengetahuan itu digunakan.
  • Bahan-bahan pelajaran melibatkan interaktif siswa.
  • Bahan-bahan pelajaran memadukan kata dan visual dari berbagai sumber.
  • Selain pembagian itu ada lagi pembagian media pembelajaran menurut jenis, daya liput, dan bahannya.

Sumber: https://fungsi.co.id/

4 Tips Merawat Ikan Arwana

4 Tips Merawat Ikan Arwana

4 Tips Merawat Ikan Arwana

4 Tips Merawat Ikan Arwana
4 Tips Merawat Ikan Arwana

Anda resah dalam merawat ikan arwana kesayangan? Ini ia salah satu ikan hias air tawar yang mempunyai nilai ekonomis paling tinggi. Siapa lagi jikalau bukan si ikan arwana. Keindahan yang dimiliki oleh ikan arwana terpancarkan dari paduan antara badan yang mengkilap ketika tertimpa cahaya serta gerak-geriknya yang gemulai. Selain itu, ikan arwana juga dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan kepada para pemiliknya. Tak ayal, meskipun harganya tergolong amat mahal, penggemar ikan arwana pun begitu banyak.

Ikan arwana pada umumnya dipelihara di akuarium. Semakin besar ukuran tangki yang dipakai akan semakin bagus karena memungkinkan ikan arwana di dalamnya dapat berenang dengan leluasa. Untuk menunjang keindahan ikan di dalamnya, akuarium tersebut biasanya dilengkapi dengan lampu yang bercahaya terang. Sinar yang berasal dari lampu kemudian akan memantul pada sisik ikan sehingga menghasilkan keindahan alami yang luar biasa.

Namun bukan berarti memelihara ikan arwana itu mudah dilakukan. Ada cukup banyak faktor-faktor pendukung yang perlu diperhatikan guna memastikan ikan-ikan arwana kesayangan Anda dapat tumbuh dengan sempurna. Apa sajakah itu?

    Menyediakan Akuarium yang Memadai

ikan guppy – Kesehatan ikan arwana sangat dipengaruhi oleh kondisi air yang ada di dalam akuarium. Anda juga perlu memasang beberapa alat tambahan akuarium ibarat aerator, heater, termometer, dan filter guna mendukung kelayakan air tersebut. Tidak ada salahnya juga untuk memasang lampu TL dengan daya yang sesuai ukuran akuarium supaya tercipta panorama yang indah. Wajib hukumnya bagi Anda untuk menjaga kebersihan akuarium tersebut lewat mencucinya secara berkala.

    Mengontrol Kondisi Air

Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, inti dari perawatan ikan arwana sebetulnya terletak pada kontrol terhadap air. Sebisa mungkin, kualitas air di dalam akuarium tersebut harus dijaga dengan baik. Jagalah supaya suhu air tetap berada di kisaran 25-27 derajat celsius dan tingkat keasamannya sekitar 6-7. Direkomendasikan untuk mengganti volume air di akuarium sebanyak 20-30 persen setiap 3-5 hari supaya kandungan mikroorganisme di dalamnya tertap terkontrol.

    Memberikan Makanan yang Disukai

Ikan arwana yaitu binatang karnivora. Makara Anda mampu memberinya makanan yang berjenis daging-dagingan. Beberapa pakan yang bagus untuk ikan arwana yaitu udang, jangkrik, dan kodok. Sebisa mungkin hindari memberinya pakan berupa kecoa dan cecak karena dikhawatirkan dapat menularkan penyakit. Beberapa penghobi percaya jikalau kelabang dan lipan mampu meningkatkan kecerahan warna sisik ikan arwana.

    Menambah Hiasan Pendukung

Sebagai penggemar ikan hias, tentunya Anda ingin mempunyai akuarium yang terlihat indah. Makara usahakan hindari hanya memasukkan ikan-ikan hias saja ke dalam akuarium tersebut. Anda mampu menambah ornamen-ornamen untuk mendukung akuarium ibarat pasir, bebatuan, karang-karangan, dan tumbuhan air. Selain kondisi akuarium bakal terlihat semakin indah, dijamin deh ikan arwana kesayangan Anda juga akan merasa lebih nyaman.

Paduan Suara Unibraw Borong Penghargaan di Festival Internasional

Paduan Suara Unibraw Borong Penghargaan di Festival Internasional

Paduan Suara Unibraw Borong Penghargaan di Festival Internasional

Paduan Suara Unibraw Borong Penghargaan di Festival Internasional
Paduan Suara Unibraw Borong Penghargaan di Festival Internasional

Paduan suara mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB),

Administratio Choir kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Mereka berhasil memborong berbagai macam penghargaan pada event International Soegijapranata Choral Festival 2018 di Semarang.

Pada event yang digelar sejak tanggal 6-9 September itu, Administratio Choir berhasil memborong berbagai prestasi. Antara lain Gold Medal dan juara dua kategori Folklore, Gold Medal kategori Mixed Choir, dan Finalis Grand Prix.

Koordinator Administratio Choir, Farah Dina Fauziah mengatakan,

kemenangan ini diraih dari buah
kerja keras tim yang beranggotakan 40 mahasiswa FIA UB. Dirinya pun merasa lega karena perjuangannya bersama tim membuahkan hasil.

“Lega juga karena perjuangan kami selama beberapa bulan latihan, membuahkan hasil dan sekaligus sebagai penyemangat untuk kompetisi-kompetisi berikutnya,” ujar mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis itu.

Dia menyampaikan, dalam kategori Mixed Choir, Administratio Choirmenampilkan lagu

berjudul Auf Dem See, Alleluia, dan Exultate Deo. Sedangkan pada kategori Folklore, mereka menampilkan Paris Barantai, dan Yamko Rambe Yamko.

Sebelumnya, Administratio Choir juga telah menggelar konser bertajuk Sukma Indonesia dalam Prakompetisi menuju International Warsaw Choir Festival ‘Varsovia Cantat’ di Polandia dan Soegijapranata Choral Festival di Semarang pada Minggu (1/9) lalu.

 

Baca Juga :

258 Guru SD di Tanah Sareal Ikuti Pelatihan Kurtilas

258 Guru SD di Tanah Sareal Ikuti Pelatihan Kurtilas

258 Guru SD di Tanah Sareal Ikuti Pelatihan Kurtilas

258 Guru SD di Tanah Sareal Ikuti Pelatihan Kurtilas
258 Guru SD di Tanah Sareal Ikuti Pelatihan Kurtilas

Sebanyak 258 peserta yang terdiri guru kelas, guru agama dan guru pendidikan jasmani,

olahraga dan kesehatan (PJOK) Se-Kecamatan Tanah Sareal mengikuti pelatihan kurikulum 2013 (kurtilas) tingkat SD, dengan mengusung tema “Melalui pelatihan 2013 kita tingkatkan kompetensi guru profesional yang berkarakter”.

Acara tersebut digelar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tanah Sareal di aula SDN Pondok Rumput, Kamis (06/09/2018).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor Fahrudin didampingi Kabid SD

Maman Suherman dan beberapa pengawas SD membuka acara sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta.

Kadisdik dalam arahannya menyampaikan agar tenaga pendidikan senantiasa meningkatkan kompetensinya. Guru “zaman now” haruslah profesional dan berkarakter sehingga dapat mencetak generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Dalam kesempatan tersebut Kadisdik juga mengkampanyekan agar sekolah di seluruh wilayah

Tanah Sareal wajib membawa ompreng makan dan botol minum dari rumah untuk mengurangi volume sampah di sekolah-sekolah.

Ketua K3S Kecamatan Tanah Sareal Basor mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan bagi para tenaga pendidik khususnya di wilayah Kecamatan Tanah Sareal yang belum mengikuti pelatihan kurtilas.

“Diharapkan semua tenaga pendidik telah dibekali pelatihan Kurtilas dalam mengupgrade kompetensinya sehingga dapat mengikuti perkembangan pendidikan di zaman milenial ini,” katanya

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

UT Masuki Usia Ke-34, Ini Misi Besar Menristekdikti

UT Masuki Usia Ke-34, Ini Misi Besar Menristekdikti

UT Masuki Usia Ke-34, Ini Misi Besar Menristekdikti

UT Masuki Usia Ke-34, Ini Misi Besar Menristekdikti
UT Masuki Usia Ke-34, Ini Misi Besar Menristekdikti

Universitas Terbuka (UT) sebagai pelopor perkuliahan jarak jauh, Selasa (4/9) menggelar Dies Natalis memasuki usia yang ke-34 tahun. Peringatan ini dipusatkan di auditorium dan diikuti sejumlah mahasiswa, dosen, serta para mantan rektor UT sebelumnya. Diantaranya adalah mantan rektor UT Tian Belawati.

Rektor UT Prof Ojat Darojat mengatakan salah satu langkah kongkrit UT adalah ikut andil dalam meningkatkan APK pendidikan tinggi. Dia menjelaskan saat ini telah bekerjasama dengan 28 kampus negeri dan 12 kampus swasta terkait kuliah jarak jauh.

Dalam kerjasama tersebut, UT ikut menyiapkan konten dan teknologi perkuliahan jarak jauh. Dia menyebutkan semakin banyak kampus yang menjalankan kuliah jarak jauh layaknya UT, maka bisa mengatrol APK pendidikan tinggi.

“Kami di UT akan terus mendukung pembelajaran online supaya semakin diperluas,” kata dia.

 

Sementara itu Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan kualitas sebuah kampus bukan dilihat dari usianya. Jadi meskipun usia UT baru 34 tahun, bukan berarti kualitas UT tidak bagus.

Meskipun begitu Nasir mengingatkan supaya UT terus meningkatkan kualitas pembelajarannya.

Selain itu dia menyampaikan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi. Dia menjelaskan saat ini APK tercatat di angka 32,5 persen. Itu artinya hanya 32,5 persen anak Indonesia yang usia kuliah bisa mengakses kuliah.

“Target 2019 APK bisa naik menjadi 39 persen. Ini tidak susah,

” katanya.

Menurut Nasir upaya meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi itu bisa didorong oleh kampus penyelenggara pendidikan jarak jauh (PJJ). Salah satu kampus yang menjadi pioneer dalam menyelenggarakan PJJ adalah UT.

Nasir menerima laporan awalnya UT hanya menerima 20 ribuan mahasiswa baru. Tetapi dengan perkembangan layanan PJJ saat ini UT bisa sampai menerima 65 ribu lebih mahasiswa baru.

“Bisa dilakukan untuk mengejar APK supaya lebih tinggi lagi. Ini baru di UT, apalagi kalau kampus lain ikut menjalankan PJJ seperti UT,” jelasnya.

Nasir mengatakan data Kemenristekdikti menyebutkan saat ini ada 26 unit program

studi (prodi) yang menjalankan PJJ. Semuanya tersebar di kampus negeri maupun swasta. Salah satunya ada di Binus Jakarta, UGM, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Nasir menjelaskan Kemenristekdikti sudah menyiapkan regulasi pelaksanaan PJJ. Tetapi dalam perkembangannya regulasi tersebut direvisi. Sebab Nasir kurang cocok dengan skema PJJ yang masih mengharuskan kuliah tatap muka (face to face).

“Seharusnya ada kebebasan. Bisa 100 persen online learning seperti UT ini. Jadi masih ada revisi peraturan,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Nirlaba Profesional Vs Komersialisasi Pendidikan

Nirlaba Profesional Vs Komersialisasi Pendidikan

 Nirlaba Profesional Vs Komersialisasi Pendidikan

 Nirlaba Profesional Vs Komersialisasi Pendidikan
Nirlaba Profesional Vs Komersialisasi Pendidikan

Ada poin mendasar yang perlu dipahami dari muatan UU BHP ini dalam rangka reformasi penyelenggaraan pendidikan, yakni BHP badan Nirlaba yang profesional. Dikatakan nirlaba, karena dalam UU BHP terdapat ketentuan-ketentuan sebagai berikut:[12] pertama, BHP tidak boleh mengambil keuntungan (laba) dari penyelenggaraan pendidikan ( pasal 4). Seandainya BHP mendapatkan keuntungan dari hasil kegiatannya, maka keuntungan dan seluruh sisa hasil usaha dari kegiatan BHP, harus ditanamkan kembali ke dalam badan hukum pendidikan untuk meningkatkan kapasitas dan/atau mutu pelayanan (pasal 37 ayat 6, pasal 38 ayat 3, pasal 42 ayat 6).

Kedua, BHP menjamin dan membantu kalangan tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan Perguruan Tinggi ( pasal 40 ayat 3). Bahkan, BHP menanggung seluruh biaya pendidikan dasar tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang diselenggarakan oleh pemerintah (pasal 42 ayat 1). Sedangkan untuk pendidikan menengah dan perguruan tinggi, BHP menyediakan paling sedikit 20 persen peserta didik mendapatkan pendidikan gratis bagi yang tidak mampu secara ekonomi ( pasal 46 ayat 2).

Ketiga, dalam UU BHP ada ketentuan bahwa BHP wajib menjaring dan menerima Warga Negara Indonesia yang memiliki potensi akademik tinggi dan kurang mampu secara ekonomi paling sedikit 20 % dari jumlah keseluruhan peserta didik yang baru. BHP wajib mengalokasikan beasiswa atau bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik yang memiliki potensi akademik tinggi paling sedikit 20 & dari jumlah seluruh peserta didik (pasal 46 ayat 1 dan 2).

Keempat, BHP pendidikan menengah dan pendidikan tinggi tidak boleh memungut dana berlebihan dari masyarakat, maksimal 1/3 ( satu pertiga) biaya operasional ( pasal 41 ayat 8 dan 9). Selain peserta didik yang memperoleh beasiswa, peserta didik lainnya hanya membayar sesuai dengan kemampuan pembiayaan ( pasal 41 ayat 7). Kelima, bagi BHP yang mengambil pungutan dari masyarakat lebih dari yang dibatasi, ada sanksi administratif berupa teguran lisan, teguran tertulis, penghentian pelayanan dari pemerintah atau pemerintah daerah, penghentian hibah, pencabutan izin. Sementara, bagi BHP yang menyalahgunakan kekayaan dan pendapatannya seperti mengambil keuntungan dari kegiatan pendidikan, maka ia akan dikenakan sanksi dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan dapat ditambah dengan denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 ( lima ratus juta rupiah), Pasal 63.

Pemerintah beranggapan, ketentuan pasal-pasal UU BHP tersebut menggambarkan bahwa BHP sangat menghindari terjadinya komersialisasi dan kapitalisasi pendidikan. Hal ini tidak senada dengan yang ditulis oleh aktivis pendidikan, Darmaningtyas :[13] ”Masalah pendanaan, pendidikan hendaknya tidak dijadikan salah satu obyek komersil atau mencari keuntungan. UU BHP memang UU tentang korporasi pendidikan karena yang diatur hanya mengenai masalah tata kelola, kekayaan, pemisahan kekayaan, ketenagaan, pendanaan, tata cara investasi serta mekanisme pembubaran dan pailit dari badan hukum pendidikan.

Menurutnya, istilah-istilah yang digunakan dalam bab dan pasal dalam UU BHP ini adalah istilah yang biasa digunakan dalam korporasi, bukan di dalam dunia pendidikan. Maka wajar bila UU ini lebih cocok mengatur tentang sebuah korporasi, bukan mengatur pendidikan yang visinya mencerdaskan bagsa dan misi sosial. Sebab, UU BHP justru secara resmi mengatur aktivitas bisnis bagi BHP (Pasal 43). Ini bertentangan dengan pasal yang menyatakan BHP sifatnya nirlaba.[14]

Mengenai komersialisasi atau liberalisasi pendidikan yang dimunculkan UU BHP akhirnya potensial lebih banyak menghasilkan hal negatif, sebagaimana yang diungkapkan oleh Bustami Rahman.[15] Bahwa petunjuk ke arah itu dapat dilihat di dalam UU BHP Bab VI tentang Pendanaan Pasal 41 ayat 4 dan 9. Pada ayat 4 intinya menyebutkan kewajiban pemerintah bersama dengan BHPP untuk menanggung paling sedikit setengah (1/2) biaya operasional. Sedangkan pada ayat 9 intinya menyebut tentang tanggungan peserta didik sebesar-besarnya sepertiga (1/3) biaya operasional.

Berdasarkan ayat 4, jika pemerintah dan BHPP mencukupi sampai 2/3 dan peserta didik membayar 1/3 dari biaya operasional, logikanya Perguruan Tinggi yang bersangkutan akan mampu beroperasi dalam standar nasional pendidikan. Namun, perlu dicermati, meskipun dikatakan bahwa paling sedikit setengah (1/2) menjadi tanggungan pemerintah, embel-embelnya tanggungan itu disebutkan bersama-sama dengan BHPP atau PT yang bersangkutan.

Apa artinya ini ? artinya bahwa PT yang bersangkutan otomatis harus mencari dana tambahan untuk kegiatan operasional mereka. Seandainya pimpinan PT bersangkutan ” gelap pikir”, tidak kreatif dan inovatif untuk menutupi margin kekurangan dana tersebut, maka secara naif ( dan ini yang dikhawatirkan oleh beberapa kalangan yang terkait dengan dunia pendidikan). PT akan ambil jalan mudah untuk meningkatkan sumbangan mahasiswa. Didalam perjalanan beberapa PT yang diujicoba beberapa tahun yang lalu, terlihat oleh mahasiswa praktik demikian ini. Akan tetapi, tidak dipungkiri, justru kehadiran UU BHP melindungi kenaikan sumbangan mahasiswa itu untuk tidak secara semena-mena.

Baca Juga :

Politik Hukum Nasional

Politik Hukum Nasional

Politik Hukum Nasional

Politik Hukum Nasional
Politik Hukum Nasional

Awal penyusunan RUU BHP sampai disahkan menjadi UU BHP tanggal 17 Desember 2008 selalu diwarnai aksi penolakan oleh berbagai kalangan. Keresahan masyarakat luas akan adanya dampak negatif dalam dunia pendidikan, khususnya liberalisasi pendidikan harus menjadi perhatian utama bagi pemerintah.

Mahkamah Konstitusi menyatakan Pemerintah perlu memerhatikan empat aspek agar penyusunan RUU yang diperintahkan Pasal 53 ayat (1) UU Sisdiknas sesuai dengan UUD 1945.[8] Pertama, aspek fungsi negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, kewajiban negara dan Pemerintah dalam bidang pendidikan serta hak dan kewajiban warga negara dalam bidang pendidikan.

Kedua, aspek filosofis, yakni cita-cita untuk membangun sistem pendidikan nasional yang berkualitas dan bermakna bagi kehidupan bangsa. Ketiga, aspek pengaturan mengenai badan hukum pendidikan dalam undang-undang yang dimaksud haruslah merupakan implementasi tanggung jawab negara. Keempat, aspek aspirasi masyarakat harus mendapat perhatian dalam pembentukan UU BHP agar tidak menimbulkan kekacauan dan permasalahan baru dunia pendidikan.

Timbul pertanyaan, apakah pemerintah telah memerhatikan empat aspek yang dikemukakan oleh Mahkamah Konstitusi dalam penyusunan RUU BHP hingga disahkan menjadi UU BHP. Faktanya, apa yang ditakutkan oleh MK mengenai penolakan terhadap UU BHP terjadi, bahkan menimbulkan kisruh yang berkepanjangan.

Masyarakat beranggapan bahwa arah politik hukum dalam dunia pendidikan yang diwujudkan dalam UU BHP tidak sesuai dengan keempat aspek tersebut, khususnya aspek aspirasi masyarakat. Pemerintah tidak melihat kondisi riil masyarakat yang kesulitan ekonomi. Dalam hal ini, Arief Sidharta menyatakan suatu tatanan hukum nasional Indonesia harus mengandung ciri:[9]

1. Berwawasan kebangsaan dan berwawasan nusantara

2. Mampu mengakomodasi kesadaran hukum kelompok etnis kedaerahan dan keyakinan keagamaan

3. Sejauh mungkin berbentuk tertulis dan terunifikasi

4. Bersifat rasional yang mencakup rasionalitas efisiensi, rasionalitas kewajaran ( redelijkheid), rasionalitas kaidah dan rasionalitas nilai

5. Aturan prosedural yang menjamin transparansi, yang memungkinkan kajian rasional terhadap pengambilan putusan oleh pemerintah

6. Responsif terhadap perkembangan aspirasi dan ekspektasi masyarakat.

Senada dengan hal di atas adalah hasil seminar tentang hukum nasional di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia yang setelah dibukukan berjudul Identitas Hukum Nasional merekomendasikan bahwa hukum nasional yang sedang dibangun haruslah:[10]

1. Berlandaskan Pancasila ( filosofis) dan UUD 1945 ( konstitusional)

2. Berfungsi mengayomi, menciptakan ketertiban sosial, mendukung pelaksanaan pembangunan dan mengamankan hasil-hasil dari pembangunan

Dua kutipan diatas merupakan bagaimana sebenarnya sosok” sistem hukum nasional yang dikehendaki” itu. Dalam rangka mewujudkan cita hukum ideal itu tentu tidak mudah. Diperlukan yang jelas dari politik hukum nasional dan kinerja yang sistemik dari komponen-komponen sistem hukum yang ada.

Politik hukum nasional adalah kebijakan dasar penyelenggara negara ( Republik Indonesia) dalam bidang hukum yang akan, sedang dan telah berlaku di masyarakat untuk mencapai tujuan negara ( Republik Indonesia) yang dicita-citakakan, sebagaimana disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945 :

1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

2. Memajukan kesejahteraan umum

3. Mencerdaskan kehidupan bangsa

4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial

Merujuk pada pengertian politik hukum nasional, jelas bahwa politik hukum nasional dibentuk dalam rangka mewujudkan tujuan cita-cita ideal Negara Republik Indonesia. Tujuan itu meliputi dua aspek yang saling berkaitan:[11]

a. Sebagai suatu alat (tool) atau sarana dan langkah yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk menciptakan suatu sistem hukum nasional yang dikehendaki

b. Dengan sistem hukum nasional itu akan diwujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang lebih besar.

Jika kita melihat kembali kepada tujuan awal politik hukum nasional pembentukan UU BHP, maka tidak bisa disangkal, sebagian besar rumusan dalam UU BHP menetapkan substansi-substansi berupa langkah maju dalam menata kehidupan dan perkembangan pendidikan formal di Indonesia. Namun, selain sebagian besar langkah maju yang telah dirumuskan dalam UU BHP tersebut, masih perlu diketengahkan beberapa catatan tentang ketidaksempurnaan UU BHP tersebut.

Ketidaksempurnaan suatu produk hukum merupakan hal yang wajar, maka tidak heran munculnya pro dan kontra terhadap produk hukum tersebut. Sebagaimana yang dialami oleh UU BHP, mulai dari penyusunan sampai pengesahannya selalu menimbulkan kontroversial.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas

Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas

Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas

Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas
Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas

Berkait dengan sistem pemerintahan, Mohammad Noor Syam menyatakan, bahwa: “sistem pemerintahan negara ini mencerminkan tatanan negara hukum dan tatanan Demokrasi Pancasila, dan dilaksanakan oleh kelembagaan negara”: Sedangkan dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 setelah perubahan, disebutkan bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum.

Selanjutnya, dengan negara hukum ini, Mohammad Noor Syam[30] menyatakan bahwa negara sebagai rumah tangga bangsa, lebih-lebih dengan predikat negara hukum, mengemban kewajiban untuk menegakkan hukum demi keadilan bagi setiap manusia warganegara dan penduduk; bahkan juga demi kemerdekaan manusia. Prinsip keadilan dan kemerdekaan ini diajarkan para pemikir filsafat hukum, yang antara lain menyatakan: “The ideal of moral good is represented by an ideal human being; The ideal of justice is represented by an ideal social order”. Pada bagian lain dikemukakan: “Universally valid elements of the idea of the law area justice and legal certainty”[31]

Keadilan sebagai cita hukum hanya dapat ditegakkan oleh dan di dalam negara; karena negara mempunyai kewenangan atas nama seluruh rakyat, warga negara. Negara yang dapat menegakkan hukum hanyalah negara hukum (Rechtsstaat), demikian dikemukakan Friedmann[32] “The law must realize justice and the state must be a rechstsstaat”.

Pada hakikatnya tegaknya hukum dan keadilan ini ialah wujud kesejahteraan manusia (warga masyarakat) lahir dan batin, sosial dan moral. Kesejahteraan rakyat lahir batin, terutama terjaminnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat; yaitu sandang, pangan, papan, rasakeamanan dan keadilan, serta kebebasan beragama/kepercayaan. Cita-cita keadilan sosial ini dilaksanakan (diupayakan) berdasarkan UUD dan hukum perundangan yang berlaku dan ditegakkan secara melembaga berdasarkan UUD 1945.

Negara RI sebagai negara hukum, mengakui bahwa kewajiban untuk menjamin dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat bukanlah tanggungjawab lembaga hukum semata-mata, melainkan tanggungjawab kelembagaan dan kepemimpinan atas nama kedaulatan rakyat. Hal itu merupakan tanggung jawab semua warga negara; artinya oleh dan untuk rakyat Indonesia sebagai manusia Indonesia, sebagaimana ditetapkan oleh filsafat negara Pancasila dan UUD 1945. Wujud tanggung jawab rakyat warga negara menegakkan keadilan itu ialah kualitas kesadaran hukum masyarakat yang nampak dalam tertib sosial atau disiplin nasional.

Adapun menurut Hadjon[33], elemen-elemen penting negara hukum Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah sebagai berikut :

1. keserasian hubungan antara pemerintah dan rakyat

berdasarkan kerukunan;

2. hubungan fungsional yang proporsional antara kekuasaan-kekuasaan negara;

3. prinsip penyelesaian sengketa secara musyawarah dan peradilan merupakan sarana terakhir jika musyawarah gagal; dan

4. keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Berdasarkan elemen-elemen tersebut, hendaknya upaya perlindungan hukum bagi masyarakat diarahkan pada:

1. upaya mencegah terjadinya sengketa atau mengurangi terjadinya sengketa sehingga sarana perlindungan hukum yang preventif perlu lebih diutamakan dari pada perlindungan hukum yang represif,

2. upaya menyelesaikan sengketa antara pemerintah dan rakyat secara musyawarah dan penuh kekeluargaan, dan

3. penyelesaian sengketa melalui peradilan merupakan jalan terakhir dan bukan forum konfrontasi sehingga dalam peradilan tercermin suasana damai dan tenteram melalui hukum acaranya.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Cara Beternak Ulat Hongkong Untuk Pakan Burung

Cara Beternak Ulat Hongkong Untuk Pakan Burung

Latar Belakang Ulat Hongkong

Mendengar nama ulat sebagian kita terutama kaum wanita akan merasa takut,jijik dan asosiasi yang negatif lainnya. Tetapi ternyata membudidayakan ulat hongkong bisa mendatangkan penghasilan tambahan yang lumayan besar. Ulat hongkong atau dalam bahasa lain dikenal dengan Meal Worm atau Yellow Meal Worm dapat ditemukan pada toko-toko pakan burung, reptil dan ikan, karena memang ulat hongkong biasa dipergunakan sebagai suplemen pakan hewan-hewan tersebut. Selain itu ulat hongkong bisa dipergunakan sebagai bahan makanan hewan dalam bentuk pelet.

Bentuk Ulat Hongkong

Bisnis budidaya ulat hongkong sebenarnya cukup mudah dan tidak memerlukan tenaga dan modal yang besar, selain itu budidaya ulat hongkong bisa dilakukan sebagai usaha sampingan. Usaha budidaya ulat Hongkong ini telah ditekuni oleh beberapa warga Dusun, Gesikan, Ngluwar, Magelang. Dengan memanfaatkan sebagian ruangan dalam rumah, mereka menekuni usaha sampingan budidaya ulat hongkong.
Hasil usaha sampingan budidaya ulat hongkong ini cukup lumayan, saat ini hampir tiap hari pasaran pasar Muntilan Magelang yaitu Pon Dan Kliwon mereka memanen dan memasok ulat hongkong ke pedagang burung di Pasar Muntilan. Harga ulat hongkong cukup lumayan antara 20 ribu sampai 30 ribu per kilogram. Harga ulat hongkong sempat anjlok beberapa tahun yang lalu seharga 12 ribu per kilogram, hal itu disebabkan over produksi karena banyaknya peternak ulat hongkong. Namun beberapa tahun terakhir harga stabil di kisaran 20-30 ribu per kilogram.

Fase Ulat Hongkong

Ulat hongkong sebenarnya adalah fase larva dari serangga bernama latin Tenebrio Molitor. Serangga berwarna hitam ini merupakan serangga pemakan biji-bijian. Dalam Fase hidupnya serangga T.Molitor ini terdiri dari 4 siklus hidup , yaitu telur –> larva(ulat Hongkong) –> kepompong –> ulat dewasa/Serangga. Siklus seperti ini bisa berlangsung dalam waktu 3 sampai 4 bulan. Larva atau ulat hongkong ini akanmengalami pergantian kulit sebanyak 15 kali sebelum akhirnya berubah menjadi kepompong. Pada saat berganti kulit inilah saat yang tepat untuk diberikan kepada ikan hias, karena zat kitin yang terkandung pada kulit ulat hongkong tidak bisa dicerna oleh ikan.

Cara Budidaya Ulat Hongkong

Jika anda tertarik menekuni usaha sampingan budidaya ulat hongkong langkahnya cukup mudah yang diperlukan hanyalah ketelatenan dan bisa dilakukan di rumah. Langkah-langkah budidaya ulat Hongkong:
– Siapkan kandang pemeliharaan berupa papan triplek, atau bisa dengan nampan plastik. Ukuran sesuaikan dengan kebutuhan. Jika memakai triplek atau papan sudut-sudut diberi lakban agar ulat tidak kabur.
– Siapkan media pemeliharaan berupa campuran dedak halus(Polard) dan ampas tahu kering, bisa dibeli di toko pakan ternak.
– Telur ulat hongkong yang dibeli dari peternak, atau jika kesulitan bisa membeli ulat hongkong kemudian dibudidayakan hingga menjadi serangga dan kemudian bertelur.
– Makanan ulat hongkong bisa diberikan limbah sayuran, timun, pepaya,jipang dan bahan makanan lainnya yang mengandung banyak air.
Kunci dari budidaya ulat hongkong ini adalah ketelatenan dalam melakukan pemeliharaan. Jika tidak teliti terkadang ada hama sejenis ulat hongkong yang berukuran lebih kecil numpang hidup pada media, namun ulat kecil ini bersifat kanibal dan memakan ulat-ulat hongkong yang lain sehingga produksi menurun. Biasanya ulat jenis ini datang dari media dedak halus dan dari lingkungan sekitar. Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Louhan Anda ingin memiliki usaha sampingan? Mungkin budidaya Ulat hongkong bisa menjadi pilihan. Selamat menekuni bisnis budidaya ulat Hongkong.
Cara Berternak Ulat Sutra

Cara Berternak Ulat Sutra

Cara Berternak Ulat Sutra

 

Cara Berternak Ulat Sutra

Pemeliharaan Ulat Sutera Kecil

Sifat dari ulat sutera kecil berbeda dengan sifat ulat sutera besar. Ulat kecil mempunyai daya tahan yang lemah terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga pada waktu pemeliharaan dapat menjaga kesehatan dan kebersihan tempat. Pertumbuhan ulat sutera kecil, terutama instar pertama sangat cepat, tetapi tidak tahan terhadap kekuranagan makanan. Kondisi lingkungan juga berbeda, untuk pertumbuhannya ulat sutera kecil membutuhkan temperatur 260 C– 280 C dengan kelembaban antara 80% – 90%.
Dalam pelaksanaannya ada langkah-langkah penting yang harus diperhatikan antara lain:

Persiapan Pemeliharaan

Sesuai dengan sifat ulat sutera kecil yang rawan terhadap serangan hama dan penyakit, agar pemeliharaan dapat berhasil maka pemeliharaan ulat sutera kecil hendaknya dilakukan di ruangan khusus. Dimana tempertatur, kelembaban, cahaya dan aliran udara dapat diatur.Karena pemeliharaan ulat sutera kecil tidak memerlukan ruangan yang terlalu luas, maka sebaiknya pemeliharaan dilakukan secara bersama atau kelompok agar pengelolaannya lebih efisien.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan bangunan pemeliharaan ulat sutera kecil antara lain :

  • Bangunan sedapat mungkin dekat dengan kebun murbei. Hal ini untuk memudahkan pengangkutan dan menghindari kelayuan daun akibat lamanya dipengangkutan.
  • Lingkungan di sekitar bangunan bersih, supaya tidak mudah penularan hama dan penyakit pada ulat.
  • Ruangan tempat pemeliharaan ulat bersih dan kering serta terdapat jendela untuk pentilasi udara.
  • Sediakan tempat pembuangan kotoran ulat yang jauh dari bangunan.
  • Jumlah bibit ulat sutera yang akan dipelihara juga harus disesuaikan dengan kapasitas ruangan dan peralatan yang ada. Jangan sampai ulat dipelihara terlalu padat, karena akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan akhirnya akan menurunkan produksi dan kualitas kokon. Demikian pula persiapan daun murbei untuk makan ulat kecil yang masih lemah, diperlukan daun yang lunak dan bergizi tinggi. Untuk keperluan itu, maka pohon murbei harus dipangkas 1 bulan sebelum pemeliharaan.
  • Desinfeksi

    Salah satu pekerjaan yang penting sebelum pemeliharaan ulat sutera dilakukan adalah desinfeksi. Pekerjaan ini bertujuan untuk mencegah timbulnya bibit-bibit penyakit yang dapat menyerang ulat sutera. Pada lingkungan yang kotor ulat sutera mudah terjangkit penyakit, karena bibit penyakit tersebar di luar dan di dalam ruang pemeliharaan, baik pada peralatan, sisa makanan ulat, kotoran ulat dan pada ulat yang mati.
    Tindakan pencegahan timbulnya penyakit yang harus dilakukan adalah pembersihan dan desinfeksi lingkungan, peralatan dan ruangan pemeliharaan. Desinfeksi dapat dilakukan dengan penyemprotan atau mencelupkan peralatan dalam larutan 2% formalin atau kaporit. Keperluan larutan formalin untuk desinfeksi adalah 1 liter per m2, sehingga basahnya cukup merata dan mampu membasahi ruangan selama 6 jam. Semua pintu dan jendela ditutup rapat sekurang-kurangnya selama 24 jam.

    Desinfeksi peralatan

    Untuk desinfeksi peralatan seperti sasag, keranjang, tempat daun dan lain sebagainya dapat dilakukan dengan cara dicelupkan pada bak yang berisi larutan desinfeksi. Peralatan tersebut dibiarkan terendam larutan formalin selama 30 menit, sesudah itu alat-alat perlu dikeringkan dengan panas matahari.
    Inkubasi telur adalah penyimpanan telur untuk penetasan di dalam ruangan yang temperatur, kelembaban dan cahayanya dapat diatur agar telur ulat sutera dapat menetas dengan baik dan merata pada waktu yang direncanakan. Kebutuhan temperatur selama inkubasi adalah 250 C dan kelembaban 75% – 80%, dengan pengaturan cahaya 18 jam terang dan 6 jam gelap setiap harinya. Hal ini dilakukan sampai 2 hari menjelang waktu menetas. Adapun cara melakukan inkubasi adalah sebagai berkut :
      • Telur ulat disebar merata pada kotak penetasan dan ditutup dengan kertas parafin.
      • Simpan di tempat yang sejuk yang terhindar dari sinar matahari langsung.
      • Atur temperatur dan kelembaban sebagai berikut : temperatur 250 C dan kelembaban 75% – 80%, dengan pengaturan cahaya 18 jam terang dan 6 jam gelap setiap harinya sampai 2 – 3 hari menjelang waktu menetas.
      • Kurang lebih 2 – 3 hari lagi sebelum telur menetas, dengan ditandai bintik-bintik biru pada 80% telur-telur tersebut, ruangan harus dibuat gelap total, dengan menutup tirai dan lampu ruangan dipadamkan dengan harapan telur dapat menetas secara serempak.
      • Periksa penetasan pada pukul 05.00 pagi pada hari perkiraan telur akan menetas. Apabila telur baru menetas sekitar 20% maka segera tutup kembali ruang penetasan dan biarkan sampai besok pagi lagi supaya telur menetas secara seragam. Kalau sudah banyak yang menetas maka tutup dibuka dan diberi penerangan yang cukup supaya telur yang belum menetas terangsang untuk cepat menetas

    Penanganan ulat yang baru menetas

    Langkah pertama dalam pemeliharaan ulat yang baru menetas adalah persiapan peralatan dan bahan-bahan. Pemeliharaan ulat kecil yang baru menetas meliputi pekerjaan sebagai berikut :

    • Kotak penetasan yang berisi ulat yang baru menetas diletakkan di atas sasag yang telah diberi alas kertas parafin.
    • Sebelum ulat kecil diberi makan, dilakukan terlebih dahulu desinfeksi dengan cara menaburkan campuran kapur dengan kaporit 5% ke tubuh ulat sutera.
    • Langkah berikutnya pemberian makan dengan daun murbei muda yang dirajang halus dan diberikan secara merata.
    • Selanjutnya kotak penetasan ditutup kertas parafin atau kertas minyak dan letakkan pada rak pemeliharaan dengan teratur.

    4 jam kemudian tutup dibuka, ulat yang menempel pada daun murbei di dalam kotak penetasan dipindahkan ke sasag.

    Pengambilan dan Penyimpanan daun murbei

    Daun untuk ulat kecil adalah daun yang diambil dari kebun murbei yang telah dipangkas 1 bulan sebelumnya. Pengambilan daun sebaiknya dilakukan pagi hari atau sore hari untuk menghindari kelayuan dan diambil sesuai dengan kebutuhan saja. Untuk masing-masing instar diperlukan daun yang berbeda-beda. Untuk instar I diperlukan daun ke 4 – 5 dihitung dari pucuk terpanjang, instar II daun ke 5 – 6 sedangkan untuk instar III diambil dari daun ke 7 – 8. pengambilan daun dari kebun dilakukan dengan cara memetik atau mewiwil sesuai dengan instar ulat kecil.

    Daun murbei yang diambil dari kebun, sebelum diberikan pada ulat kecil harus disimpan di tempat yang bersih dan terlindung. Penyimpanan dapat menggunakan keranjang atau di lantai. Susun daun pada posisi tegak dan tidak terlalu rapat kemudian tutup dengan kain supaya daun tidak cepat layu. Untuk menjaga supaya daun tetap segar, maka jaga kelembaban tetap tinggi dengan menciprati lantai dengan air dan jangan membasahi daun dengan menyiram.

    Pemberian makan

    Daun murbei , sebelum diberikan sebagai pakan terlebih dahulu harus dirajang untuk memudahkan ulat makan. Ukuran rajangan berbeda untuk maing-masing instar. Ukuran rajangan untuk instar I adalah 0,5 cm – 1 cm, instar II berukuran 1 – 2 cm, sedangkan untuk instar III ukuran rajangan 2 – 3 cm.

    Berikan rajangan daun murbei secara merata dalam jumlah yang cukup. Untuk menghindari daun murbei cepat kering, maka sasag tepat ulat ditutup kertas setelah pemberian makan. Berikan pakan 3 – 4 kali sehari yaitu pagi, siang, sore dan malam hari.
    Petunjuk pemeliharaan 1 box ulat sutera kecil (25000 ekor)
    Pemberian makan terakhir pada tiap instar harus dilakukan setelah 90% dari ulat itu istirahat.

    Desinfeksi tubuh ulat sutera

    Pada waktu ulat tidur dan ganti kulit, ditaburkan di atasnya campuran kapur dan formalin 0,5%, dan biarkan tidak ditutup agar kondisi sekitar ulat kering. Hindari dari goncangan, tiupan angin dan suara yang keras. Selesai ganti kulit pada instar berikutnya lakukan desinfeksi seperti pada waktu ulat tidur.
    Pembersihan dan perluasan tempat
Daun-daun yang tidak dimakan ulat kalau dibiarkan akan terus menumpuk, akibatnya akan mengganggu pada pertumbuhan ulat sutera. Agar kotoran ulat dan sisa daun tidak menjadi sumber penyakit maka perlu dibersihkan. Pada instar I, tempat ulat dibersihkan satu kali pada saat ulat bangun tidur, sedangkan instar II dan instar III dibersihkan sebelum ulat tidur.
Pembersihan dilakukan dengan cara memasang jaring pada sasag tempat pemeliharaan ulat. Selanjutnya di atas jaring diberi daun murbei yang baru. Setelah semua ulat naik ke atas jaraing untuk makan, jaring diangkat dan dipindahkan ke tempat lain. Kotoran ulat dan sisa daun yang tertinggal dibersihkan lalu dibuang ke tempat yang jauh.
Sesuai dengan perkembangan ulat, tempat ulatpun harus selalu diperluas. Perluasan harus dilakukan dengan hati-hati dan pada waktu yang tepat. Perluasan ulat jangan dilakukan sekaligus untuk menghindari banyaknya ulat yang hilang. Apabila ulat tidak dapat diperluas pada satu tempat, maka pindahkan ulat pada tempat yang lain.

Pemeliharaan Ulat Besar

Pemeliharaan ulat besar dilaksanakan pada instar IV dan instar V. Kedua instar ini secara fisiologi sangat berbeda satu sama lainnya. Instar IV lebih dekat pada ulat sutera kecil, maka pemeliharaan dititik beratkan pada menjaga lingkungan yang bebas penyakit, suhu dan kelembaban yang sesuai, pemberian pakan yang cukup dan bergizi.
Pada instar V merupakan fase terpenting pemeliharaan ulat sutera, karena pada fase ini pertumbuhan kelenjar sutera berjalan cepat. Keperluan daun murbei untuk pakan hampir 90% dihabiskan pada instar V, sehingga daun murbei harus dimanfaatkan seefisien mungkin.

Ruang pemeliharaan ulat sutera

Pemeliharaan ulat sutera besar dapat dilakukan di bangunan khusus, yang tata letak ruangannya diatur sedemikian rupa. Bangunan pemeliharaan pada dasarnya harus mempunyai 3 ruangan yang masing-masing berbeda kegunaannya. Ruang tersebut adalah ruang pemeliharaan, ruang penyimpanan daun murbei, dan ruang penyimpanan peralatan pengokonan. Dimana ruang penyimpanan daun harus terlindung dari angin dan panas matahari serta terpisah dari ruang penyimpanan peralatan pengokonan.
Sifat ulat sutera besar berbeda dengan ulat kecil, ulat besar menghendaki suhu dan kelembaban yang lebih rendah. Sehingga suhu perlu diatur pada 230 C – 240 C dan kelembaban 75%.

Pembersihan dan desinfeksi ruang dan peralatan

Sebelum pemeliharaan ulat besar, seperti halnya pada pemeliharaan ulat kecil perlu dilakukan pembersihan dan desinfeksi ruang dan peralatan yang akan dipakai. Cara pelaksanaan pembersihan dan desinfeksi sama seperti pada pemeliharaan ulat kecil. Desinfeksi dilakukan paling lambat 2 hari sebelum pemeliharaan ulat besar dimulai. Di samping itu juga harus selalu tersedia larutan desinfeksi untuk kaki dan tangan. Cara disinfeksi sama seperti pada desinfeksi ulat kecil.

Peralatan dan bahan

Peralatan dan bahan-bahan yang penting dalam pemeliharaan ulat besar adalah rak pemeliharaan, gunting stek, golok, sasag, lembaran plastik, ember, jolang, kain blacu, jaring, alat pengokonan, kapur, kaporit dan formalin.

Tanaman murbei untuk ulat besar

Daun murbei untuk pakan ulat besar dibutuhkan yang kandungan airnya rendah dan gizinya tinggi. Untuk mendapatkan daun tersebut tanaman murbei harus dipangkas 3 – 4 bulan sebelum pemeliharaan ulat dan melakukan pemupukan yang cukup. Baca Juga: Cara Ternak Burung Lovebird Di samping itu juga harus dilakukan pengendalian hama dan penyakit, cara panen yang benar dan penyimpanan daun murbei yang telah dipanen dengan baik. Kegiatan tersebut dilakukan, selain untuk meningkatkan produksi daun murbei juga untuk mempertahankan supaya daun tetap bergizi tinggi