Presentation

Presentation

Presentation

Presentation
Presentation

Kata presentasi sangat akrab di telinga kita, terutama pada saat mencari beasiswa ataupun mengemukakan tentang kemajuan sebuah aktivitas maupun proyek. Akan tetapi sangatlah susah untuk menampilkan sebuah presentasi yang baik.Berikut ini contoh kesalahan yang sering dilakukan pada saat presentasi:
1. Ruang rapat yang gelap.
2. Slide dengan poin berjejer-jejer.
3. Huruf-huruf yang terlalu kecil, atau terlalu gelap, atau yang berlatar belakang terlalu terang.
4. Teks dan gambar yang berputar-putar.
5. Musik yang mengganggu, atau bahkan mencuci otak.
Pada hakekatnya presentasi menjadi peperangan antara penyaji yang tidak kompeten melawan hadirin yang ingin kabur. Untuk menyajikan presentasi yang baik diperlukkan beberapa langkah antara lain:
Point 1 : Untuk meyakinkan pendengar, jangan memilih cara inkonvensional (tidak lazim), tapi sampaikan presentasi yang “berisi” agar bisa difahami oleh pendengar.
Point 2 : Faktor penting dalam presentasi adalah keseluruhan ide yang disampaikan harus dapat difahami oleh pendengar
Point 3 : Pada akhir presentasi, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali point-point penting yang dipresentasikan
Point 4 : Pemakaian demonstrasi eksperimen merupakan hal yang menarik. Siapkan beberapa alternatif yang akan didemonstrasikan pada pendengar.
Point 5: Perhatikan pengaturan waktu/scheduling dalam menyampaikan presentasi. Jika presentasi terasa berjalan lambat, anda perlu untuk meringkas materi yang disajikan.
Point 6: Perlunya berlatih presentasi di depan teman/kolega
Point 7 : Cek lah projector sebelum melakukan presentasi.

Baca :

Teruslah untuk bermimpi

Teruslah untuk bermimpi

Teruslah untuk bermimpi

Teruslah untuk bermimpi
Teruslah untuk bermimpi

Andai aku menjadi seorang ahli elektro dan Kimia
Andai aku menjadi seorang yang ahli dalam bidang elektronik, saya mempunyai cita-cita untuk membuat sebuah alat pendekteksi penyakit HIV/AIDS. Dimana saat ini biaya yang dibutuhkan sangat mahal untuk mengetes seseorang terjangkit virus HIV/AIDS. Alat ini akan saya beri nama AIDS Strike Utility. Alat ini berfungsi alat tester penyakit AIDS serta hasilnya dapat langsung diketahui dan merupakan alat sekali pakai seperti alat pengecek kehamilan. AIDS Strike Utility memiliki bentuk seperti pena dimana memiliki ukuran 15cm*d.3cm dan memiliki dua bagian utama. Bagian pertama berisi larutan kimia berfungsi untuk mendekteksi ada tidaknya virus HIV/AIDS yang terkandung dalam darah. Bagian kedua terdiri dari rangkaian elektro yang berfungsi sebagai database dan pengambil keputusan serta menampilkan hasilnya pada LCD. Alat ini hanya berfungsi sekali pakai khususnya bagian pertama.
a. Penggalian Gagasan (Latar Belakang)
Ide munculnya AIDS Strike Utility berasal dari semakin bertambahnya jumlah penderita AIDS. Serta mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengetahui kondisi dari pasien apakah terjangkit AIDS atau tidak serta lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasil dari tes.
Berdasarkan alasan di atas saya mencoba membuat alat dimana alat tersebut dapat mengetahui hasil secara akut dan dengan watu yang singkat. Serta alat ini dapat dipakai berulangkali hanya dengan mengganti bagian kimia nya dan mereset bagian elektronya.

b. Tujuan Pembuatan
1. AIDS Strike Utility ini bertujuan untuk membantu pencegahan tersebarnya penyakit AIDS dengan cara mengetahui kondisi dari diri sendiri maupun orang lain.
2. Berkurangnya biaya yang harus dikeluarkan dalam melakukan tes.
3. Membantu peningkatan mutu dari peralatan kesehatan.

c. Spesifikasi:
Kelemahan
1. Alat ini membutuhkan baterai dalam mengoperasikannya.
2. Alat ini mudah pecah khususnya bagian kimianya.
3. Bagian Elektro mudah rusak jika terkena benda-benda tajam khususnya bagian LCD
4. Harga untuk pembelian pertama mahal.

Kelebihan
1. Pasien dapat segera mengetahui hasil tes AIDS secara cepat dan akurat.
2. Alat ini dapat digunakan semua orang secara simple.
3. Alat ini dapat dipakai berulang kali hanya dengan mengganti komponen kimianya.
4. Alat ini dapat dipakai dalam kondisi apapun dan dimanapun.
5. Harga untuk bagian kimia sangat murah.

Dan yang terpenting saat ini peralatan ini hanya lah sebuah imajinasi saja yang bertujuan untuk menyelamatkan banyak orang. Akan tetapi suatu saat alat ini pastilah terwujud. Selama kita masih bermimpi bahwa alat ini akan ada maka alat ini akan segera terwujud. Jadi tetaplah utuk bermimpi.

Ambil Sampel yuk

Ambil Sampel yuk

Ambil Sampel yuk

Ambil Sampel yuk
Ambil Sampel yuk

Populasi dan sampel

Hakekat dari sampling adalah mengukur karakter asli (true character) dari populasi melalui anggota (elemen, kasus atau unit) populasi yang diambil dari populasi tersebut berdasarkan suatu teknik pengambilan sampel tertentu. Adapun populasi adalah keseluruhan kasus atau elemen yang memenuhi kriteria tertentu, dan dapat berupa orang, tindakan sosial, kejadian, tempat, waktu atau sesuatu.

Contoh populasi, antara lain adalah: penduduk suatu kabupaten dalam periode waktu tertentu, mahasiswa yang mengikuti kelas metodologi penelitian sosial, penduduk dengan rentang umur tertentu, artikel tentang administrasi negara dalam periode waktu tertentu. Dari contoh populasi tersebut, kita selanjutnya dapat mengenali elemen dari masing-masing populasi, yaitu: setiap anggota penduduk dari kabupaten dalam periode waktu tertentu, setiap mahasiswa yang mengikuti kelas metodologi penelitian social, setiap penduduk dengan rentang umur tertentu, dan setiap artikel tentang administrasi negara dalam periode waktu tertentu.
Pada suatu lembaga yang beranggotakan 100 orang akan diminta informasi mengenai pengaruh dari penurunan harga Bahan Baku Minyak (BBM). Jika 100 orang tersebut diambil semua datanya sebagai kuesioner maka penelitian tersebut termasuk cara sensus. Jika data yang diambil hanya 20 orang saja maka disebut sebagai teknik sampling

Teknik –Teknik yang Digunakan:
1. Teknik Pengambilan Sampling
Simple random sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acak (random) sehingga setiap kasus atau elemen dalam populasi memiliki kesempatan yang sama besar untuk dipilih sebagai sampel penelitian. Pada contoh pemilihan 20 orang sampel dari populasi yang beranggotakan 100 orang, dengan teknik simple random sampling maka setiap orang pada populasi tersebut memilki peluang yang sama untuk menjadi satu dari 20 sampel yang dipilih.

2. Teknik Pengambilan Sample Cluster
Strategi pengambilan sample dilakukan dengan cara memilih unit sampling dengan menggunakan formulir tertentu sampling acak. Unit akhir ialah kelompok tertentu, pemilihan kelompok tersebut dilakukan secara random dan dihitung masing-masing kelompok.
Keuntungan menggunakan teknik ini ialah jika kluster didasarkan pada perbedaan geografis maka biaya penelitiannya menjadi lebih murah.
Karakteristik kluster dan populasi dapat diestimasi. Kelemahannya ialah membutuhkan kemampuan untuk membedakan masing-masing anggota populasi secara unik terhadap kluster, yang akan menyebabkan kemungkinan adanya duplikasi atau penghilangan individu-individu tertentu.

3. Teknik Bola Salju (Snowball)
Memilih unit-unit yang mempunyai karakterisitik langka dan unit-unit tambahan yang ditunjukkan oleh responden sebelumnya. Keuntungannya ialah hanya digunakan dalam situasi-situasi tertentu. Kelemahannya ialah keterwakilan dari karakteristik langka dapat tidak terlihat di sample yang sudah dipilih.

Sumber : https://sam-worthington.net/

Belajar Demokrasi, Pengurus Terpilih Harus Jadi Teladan

Belajar Demokrasi, Pengurus Terpilih Harus Jadi Teladan

Belajar Demokrasi, Pengurus Terpilih Harus Jadi Teladan

Belajar Demokrasi, Pengurus Terpilih Harus Jadi Teladan
Belajar Demokrasi, Pengurus Terpilih Harus Jadi Teladan

Para calon kandidat berlaga layaknya para calon pemimpin bangsa. Mereka diminta

untuk ber­kampanye, menyampaikan visi dan misi, hingga pemilihan ketua dan perhitungan suara. Dari hasil per­hitungan suara yang dilakukan Senin (8/10), terpilihlah M Bahi sebagai ketua menggantikan Ketua OSIS sebelumnya M Ilham Sutama. Sementara untuk pengurus inti lainnya adalah Maura Pangestia, M Danu, Nur Muhammad, M Rafly, Najla dan Calisa.

Ada keunikan tersendiri dari pe­milihan ketua OSIS MTsN 1 Bogor kali ini. Mereka

diwajibkan mem­promosikan diri sendiri dari kelas ke kelas dan kampanye umum. Mereka sebelumnya menuliskan visi misi di atas selembar karton yang dilengkapi dengan foto diri, lalu ditempelkan ke dinding.

Pengurus OSIS yang terpilih se­lanjutnya akan dilantik setelah mengikuti Latihan

Dasar Kepemim­pinan Siswa (LDKS). Dalam ama­nahnya, Kepala Sekolah MTsN 1 Bogor Eti Munyati mengatakan, sebagai pemimpin dan pengurus OSIS serta pengurus ekstrakuriku­ler, mereka harus menjadi teladan. ”Pemimpin harus menyontohkan keteladanan dan kebaikan. Sehing­ga bisa menjadi inspirasi bagi ang­gotanya,” ucapnya.

 

Baca Juga :

Siswa Wajib Bawa Bekal Dan Botol Minum

Siswa Wajib Bawa Bekal Dan Botol Minum

Siswa Wajib Bawa Bekal Dan Botol Minum

Siswa Wajib Bawa Bekal Dan Botol Minum
Siswa Wajib Bawa Bekal Dan Botol Minum

Melalui surat edaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Kepala Dinas Pendi­dikan

(Kadisdik) Kota Bogor, H Fahrudin, menginstruksikan seluruh warga sekolah di lingkungan Dis­dik Kota Bogor mewujudkan seko­lah aman, bersih dan sehat. Selain itu, kadisdik juga mewajibkan siswa membawa bekal dan botol minum sendiri serta melarang siswa membawa gawai atau gadget selama di sekolah.

Dengan disebarnya surat edaran tersebut, lanjut dia, para kepala se­kolah, guru

dan tenaga kependidikan wajib mem-follow up untuk men­dampingi peserta didik melaksana­kan edaran tersebut.

“Lalu, disdik akan memonitor dan mengevaluasi kegiatan tersebut dengan melibatkan

pengawas seko­lah masing-masing serta terus ber­kesinambungan menyempurnakan kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Fahmi juga berharap program ter­sebut efektif, sehingga siswa bisa mengonsumsi makanan sehat dengan membawa bekal dari rumah dan botol minum agar siswa tidak jajan sembarangan

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

Ketua PGRI Kota Bogor Lantik 4 Kepala Sekolah

Ketua PGRI Kota Bogor Lantik 4 Kepala Sekolah

Ketua PGRI Kota Bogor Lantik 4 Kepala Sekolah

Ketua PGRI Kota Bogor Lantik 4 Kepala Sekolah
Ketua PGRI Kota Bogor Lantik 4 Kepala Sekolah

Ketua Persa­tuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bogor, Basuki, melan­tik

empat kepala sekolah di ling­kungan YPLP Dasmen PGRI Kota Bogor, yakni kepala SMP PGRI 8, kepala SMP PGRI 9, kepala SMP PGRI 14 dan kepala SMA PGRI 4. Pelantikan ini disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fah­rudin serta Ketua PGRI Jawa Barat Edi Permadi.

”Alhamdulillah, pelantikan ber­jalan lancar dan kepala sekolah yang dilantik ini

punya reputasi sangat baik. Keprihatinannya cukup tinggi terhadap dunia pendidikan dan kami hanya menitipkan tolong jaga nama baik PGRI,” ungkap Ba­suki.

Sementara itu, Fahrudin mengu­capkan selamat menjalankan tugas baru serta mengimbau

semua ke­pala sekolah menciptakan sekolah yang bersih dari berbagai masalah demi kemajuan anak didiknya.

Lalu, Edi Permadi mengimbau agar mutu pendidikan lebih dit­ingkatkan. Sebab, tugas sebagai pendidik ke depan akan sangat berat seiring perkembangan zaman yang mau tidak mau harus diikuti.

 

Sumber :

https://voi.co.id/

Siswa SMKN 3 Urus 500 Paket Daging Kurban

Siswa SMKN 3 Urus 500 Paket Daging Kurban

Siswa SMKN 3 Urus 500 Paket Daging Kurban

Siswa SMKN 3 Urus 500 Paket Daging Kurban
Siswa SMKN 3 Urus 500 Paket Daging Kurban

Tak cuma Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor yang membagikan daging kurban

. Sejumlah sekolah di Kota Bogor juga melakukan hal serupa. Termasuk SMKN 3 Bogor yang ikut menyembelih empat sapi dan tiga kambing. Menari­knya, pelaksanaan ini dikelola para siswa.

Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kesiswaan, Dede, mengatakan, pembagian hewan kurban ini sebagai bentuk kepedulian se­kolah terhadap warga sekitar. “Tujuannya untuk menjalin ke­dekatan melalui kegiatan hari besar Islam agar hubungan ma­syarakat dengan pihak sekolah lebih baik,” katanya.

Panitia Pemotongan Hewan Kurban yang juga pembina Ro­his SMKN 3 Bogor,

Damanhuri, mengatakan, kegiatan ini men­jadi pembelajaran bagi siswa agar bila terjun ke masyarakat sudah memahami cara berkur­ban dan bagaimana sistem pen­distribusian kepada masyarakat secara adil dan benar.

“Jumlah daging yang disalurkan sebanyak 500 paket. Kami ber­harap

pemotongan hewan kur­ban ini bisa dirasakan manfaat­nya,” ungkapnya.

 

Baca Juga :

SDN Merdeka Peragakan Ragam Pakaian Adat

SDN Merdeka Peragakan Ragam Pakaian Adat

SDN Merdeka Peragakan Ragam Pakaian Adat

SDN Merdeka Peragakan Ragam Pakaian Adat
SDN Merdeka Peragakan Ragam Pakaian Adat

SDN Merdeka Kota Bogor menggelar kegiatan kar­naval dalam memeriahkan HUT ke-73 RI,

kemarin. Kegiatan tersebut diikuti seluruh peserta didik dengan mema­kai pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala SDN Merdeka, Suwarti, mengatakan, karnaval ini merupakan acara tahunan

yang selalu dilaks­anakan pihak sekolah. Kegiatan ini selalu disambut baik orang tua mu­rid yang secara kompak mendan­dani anaknya dengan pakaian adat. ”Kami bangga dengan antusias orang tua murid yang mendukung anaknya, sehingga acara karnaval ini berjalan lancar,” katanya.

Sebelumnya, pihak sekolah juga menggelar jalan sehat yang rutenya tidak terlalu jauh.

Ini dilakukan agar para murid tak terlalu kelelahan. ”Saya berharap tahun berikutnya kegiatan ini akan semakin semarak dengan adanya berbagai lomba,” harapnya

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SNTBHND

 

Mendikbud Guru Harus Mau Dipindah ke Pelosok

Mendikbud: Guru Harus Mau Dipindah ke Pelosok

Mendikbud: Guru Harus Mau Dipindah ke Pelosok

Mendikbud Guru Harus Mau Dipindah ke Pelosok
Mendikbud Guru Harus Mau Dipindah ke Pelosok

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy

, mengatakan bahwa sistem zonasi tak hanya berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), tetapi juga terkait soal penataan pendidikan. ”Jangan salah dipahami terkait sistem zonasi ini, karena tak hanya berkaitan dengan PPDB, tapi juga seluruh masalah pendidikan akan diselesaikan dengan PPDB,” ujarnya.

Menurut dia, sistem zonasi digunakan untuk pemerataan guru di zona masing-masing. Setelah PPDB usai, kemendikbud akan meminta daerah menerapkan program redistribusi guru agar penempatan guru-guru merata. ”Jangan sampai ada sekolah tertentu yang diisi guru-guru PNS dan di sekolah lain diisi guru honorer,” tambahnya.

Status guru-guru yang disebar, sambung dia, mulai dari PNS dan bersertifikat,

PNS belum bersertifikat dan honorer tidak tetap belum bersertifikat. Mendikbud ingin seluruh jenjang dan daerah merasakan program pemerataan guru, sehingga sistem pendidikan berkualitas segera terealisasi. Mendikbud juga meminta pemerintah daerah memiliki kemauan meredistribusi guru. Hal itu dikarenakan di sejumlah daerah masih ada tingkat kesenjangan yang tinggi. ”Guru harus mau dipindah. Kalaupun pindah hanya dalam zona itu,” ujarnya.

Saat ini, terang dia, pihaknya membuat aturan tersebut dan rencananya dinaikkan menjadi

peraturan presiden. Setelah redistribusi guru, sistem zonasi tersebut digunakan untuk intervensi peningkatan sarana-prasarana sekolah, kurikulum dan penataan dilakukan menyeluruh berbasis pada zonasi di daerah itu. Salah satu persoalan pokok pendidikan adalah tidak meratanya guru. Guruguru lebih banyak berada di perkotaan dibandingkan di daerah terpencil. Akibatnya, sejumlah sekolah di daerah terpencil kekurangan guru.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SNJD2NS

Pendidikan Ibadah Dalam Islam

Pendidikan Ibadah Dalam Islam

Pendidikan Ibadah Dalam Islam

Pendidikan Ibadah Dalam Islam
Pendidikan Ibadah Dalam Islam

Selain materi aqidah, juga diberikan materi ibadah. “Ibadah adalah perbuatan untuk manyatakan bakti kepada Allah SWT, atau untuk menunaikan segala kewajiban yang diperintahkan Allah SWT dengan sungguh-sungguh”. Materi ini menerangkan cara-cara beribadah. Terkadang menggunakan metode demonstrasi dalam mempraktekkan cara-cara melaksanakan ibadah, seperti wudhu’, cara shalat dan lain sebagainya. Dengan materi ini diharapkan anak akan menjadi orang yang taat beribadah serta mematuhi yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang agama.

Mendidik anak pada hakikatnya merupakan usaha nyata dari orang tua dalam rangka mensyukuri karunia dan mengemban amanat Allah SWT. Oleh karena itu pendidikan agama yang diterima merupakan hak anak. Dengan menyadari hakikat anak, orang tua diharapkan akan menyadari kewajiban dan tanggung jawabnya.

M. Fauzil Adhim

mengklasifikasikan pendidikan ibadah bagi anak sesuai umur dan perkembangan jiwa anak sebagai berikut:

1. Sejak dalam kandungan selama kurang lebih 9 bulan. Kebutuhan yang paling penting dalam masa ini adalah kerahiman (kasih sayang tulus) dari ibunya.

2. Selanjutnya adalah masa lahir sampai usia dua tahun, masa ini umum disebut masa bayi. Pada masa ini, anak memerlukan kasih sayang dan perhatian yang melibatkan langsung dirinya untuk menuju kehidupan berikutnya. Ibu diharapkan membimbingnya untuk mengenalkan lingkungan sosialnya.

3. Berikutnya adalah masa thufulah atau masa kanak-kanak, yang berlangsung antara usia dua sampai tujuh tahun. Pada masa ini, anak butuh dikembangkan potensinya seoptimal mungkin, karena sedang aktif-aktifnya, cerdas-cerdasnya, peka-pekanya, gemes-gemesnya bahkan cerewet-cerewetnya. Inilah masa yang tepat untuk memberikan dasar-dasar tauhid anak melalui sentuhan dzauq (rasa), sehingga nantinya akan lebih merangsang anak untuk memiliki tauhid yang aktif, kedalaman tauhid yang nantinya akan mendorongnya untuk bergerak melakukan sesuatu yang baik.

4. Kemudian usia tujuh tahun, dimana anak memasuki tahap perkembangan tamyiz atau kemampuan awal membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta benar dan salah melalui penalarannya. Pada tahap ini anak perlu mendapatkan pendidikan pokok syariat (ibadah) yang sifatnya mahdhah maupun ghairu mahdhah, disamping tentunya pendidikan tauhid, pendidikan akhlak dan lain sebagainya secara simultan yang berlangsung hingga usia 12 tahun.

Dari periodisasi dan klasifikasi diatas, maka orang yang paling bertanggung jawab dalam menyiapkan anak menuju taklif adalah orang tua. Sebagai realisasi tanggung jawab orang tua sebagai pendidik dan menyampaikan materi-materi pokok pendidikan bagi anak, ada beberapa aspek yang menjadi urutan prioritas utama.

Prof. Dr. Nashih Ulwan

menjelaskan bahwa dengan adanya pendidikan agama (ibadah) yang diberikan oleh orang tua sesuai dengan masa pertumbuhannya tersebut, maka ketika anak telah tumbuh dewasa akan terbiasa melakukan dan terdidik untuk mentaati Allah, melaksanakan hak-Nya, bersyukur kepada-Nya, kembali kepada-Nya dan berserah diri kepada-Nya.

Berkaitan dengan hal ini, Zakiah Daradjat memberikan argumen, bahwa apabila anak tidak terbiasa melaksanakan ajaran agama terutama ibadah dan tidak pula dilatih atau dibiasakan melaksanakan hal-hal yang disuruh Tuhan dalam kehidupan sehari-hari seperti shalat, puasa, berdo’a dan lain-lain maka, pada waktu dewasanya nanti ia akan cenderung kepada acuh tak acuh, anti agama, atau sekurang-kurangnya ia tidak akan merasakan pentingnya agama bagi dirinya. Sebaliknya, bila anak mendapat latihan dan pembiasaan agama, pada waktu dewasanya nanti akan semakin merasakan kebutuhan akan agama.[17]
Sebagai wujud dari tanggung jawab orang tua dalam mendidik dan menananmkan nilai-nilai ibadah kepada anak-anaknya, ada beberapa aspek yang sangat penting untuk diperhatikan orang tua. Sebagaimana diungkapkan Chabib Toha berdasarkan Al-Quran surah Lukman ayat 17: يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
“hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan-perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”.

Pendidikan Sholat

Pendidikan shalat dalam ayat diatas tidak hanya terbatas tentang kaifiyat shalat saja. Mereka harus mampu tampil sebagai pelopor amar ma’ruf nahi mungkar serta jiwanya teruji menjadi orang yang sabar. Berkenaan dengan penanaman nilai-nilai dibalik pendidikan ibadah bagi anak. Harun Nasution menjelaskan, bahwa manusia dalam Islam, tersusun dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan rohani.[18] Tubuh manusia berasal dari materi dan mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya material. Sedangkan rohani manusia bersifat immateri dan mempunyai kebutuhan spiritual. Pendidikan jasmani maupun rohani harus mendapatkan porsi seimbang. Oleh karena itu, sangatlah penting supaya rohani yang ada dalam diri manusia dilatih secara baik seperti halnya badan manusia yang dilatih dengan olahraga sehingga terwujud jasmani dan rohani yang sehat.

Dalam islam ibadahlah yang memberikan latihan rohani yang diperlukan manusia itu.[19] Semua ibadah yang ada dalam Islam seperti shalat, puasa, zakat, haji dan sebagainya bertujuan membuat rohani manusia senantiasa tidak lupa pada Tuhan, bahkan senantiasa dekat kepada-Nya. Keadaan senantiasa dekat kepada Tuhan sebagai Zat yang maha suci dapat mempertajam rasa kesucian seseorang. Rasa kesucian yang kuat dapat menjadi rem bagi hawa nafsu untuk melanggar nilai-nilai moral, peraturan dan hukum yang berlaku dalam memenuhi keinginannya.

Sementara itu mengenai materi pendidikan ibadah secara menyeluruh oleh para ulama telah dikemas dalam sebuah disiplin ilmu yang dinamakan ilmu fiqh atau fiqh Islam.[20] Fiqh Islam itu tidak hanya membicarakan hukum dan tata cara ibadah shalat, melainkan meliputi pembahasan tentang puasa, zakat, haji, tata ekonomi Islam (muamalat), hukum waris (faraid), tata pernikahan (munakahat), tata hukum pidana (jinayat dan hudud), tata peperangan (jihad), makanan sampai dengan tata negara (khilafah). Pendek kata, seluruh tata pelaksanaan mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya terbahas secara lengkap didalamnya.

Oleh karena itu cara peribadatan menyeluruh sebagaimana termaktub dalam fiqh Islam itu hendaklah diperkenalkan sejak dini dan sedikit demi sedikit dibiasakan dalam diri anak, agar kelak mereka menjadi insan yang benar-benar taqwa, yakni insan yang taat menjalankan segala perintah agama dan taat pula dalam menjauhi larangannya.

Pengalaman anak terhadap fiqh Islam hendaklah diawali dengan pengenalan ilmunya. Ia perlu mendapatkan bimbingan orang tua yang benar-benar tahu, sehingga kelak peribadatan yang diamalkan benar-benar berdasar pada syariat Islam, bukan berdasar perkiraan semata. Ibadah sebagai realisasi dari aqidah Islamiah harus tetap terpancar dan teramalkan dengan baik oleh setiap anak. Beribadah adalah kewajiban kepada Allah SWT seperti menganjurkan kebaikan, mencegah kemungkaran, berbudi pekerti baik, menolong yang teraniaya, melawan nafsu amarah dan berbagai perbuatan baik lainnya.

Sebelum usia baliqh, seorang anak harus sudah memiliki kesiapan yang cukup untuk melaksanakan taklif (tugas dan kewajiban) agama. Karena itu, pada usia tersebut, ia harus diajarkan bagaimana cara melaksanakan kewajiban agama, seperti shalat, puasa, dan ibadah lainnya. Selain itu, ia juga harus diberi penjelasan tentang segenap nilai-nilai penting yang berkaitan dengan peribadahan.

Baca Juga: