Al-Fana dan Al-Baqa

Al-Fana dan Al-Baqa

Secara harfiah fana berarti meninggal dan musnah, dalam kaitan dengan sufi, maka sebutan tersebut biasanya digunakan dengan proposi: fana’an yang artinya kosong dari segala sesuatu, melupakan atau tidak menyadari sesuatu.

Sedangkan dari segi bahasa kata fana’ berasal dari kata bahasa Arab yakni faniya-yafina yang berarti musnah, lenyap, hilang atau hancur. Dalam istilah tasawuf, fana adakalanya diartikan sebagai keadaan moral yang luhur.

Dengan demikian fana’ bagi seorang sufi ialah mengharapkan kematian itera, maksudnya adalah mematikan diri dari pengaruh dunia. Sehingga yang tersisa hidup di dalam dirinya hanyalah Tuhan semesta. Jadi seorng sufi dapat bersatu dengan Tuhan, bila terlebih dahulu ia harus menghancurkan dirinya, selama ia masi sadar akan dirinya, ia tidak akn bersatu dengan tuhan. Penghancuran diri tersebut senantiasa diiringi dengan baqa yang berarti to live and service (hidup dan terus hidup).[11]

Baqa berasal dari kata baqiya artinya dari segi bahasa ialah tetap, sedangkan berdasarkan ilmu tasawuf berarti mendirikan sifat-sifat terpuji kepada Allah. Dalam kaitannya dengan sufi, maka sebutan baq’ biasanya digunakan dengan proposi: baqa bi, yang berarti diisi dengan sesuatu, hidup atau bersama sesuatu.

2)      Al- Ittihad

Ittihad secara bahasa berasal dari kata ittahada-yuttahidu artinya (dua benda) menjadi satu, yang dalam istilah para sufi merasa dirinya bersatu dengan tuhan. Yang mana tahapan ini adalah tahapan selanjutnya yang diambil sorang sufi setelah ia melalui tahapan baqa dan fana. Dalam tahapan ittihad, bersatu tuhan. Antara yang mencintai dan yang dicintai menyatu, baik subtansi maupun perbuatannya.

  1. Al-Hallaj

Nama lengkap Abu Al-Mughist Al-Husein bin Mansur bin Muhammad Al-Baidawi. Beliau dilahirkan pada tahun 244 H/858. Dan beliau dibesarkan di Wasit dan Tustar yang dikenal sebagai tempat perkebunan kapas dan tempat tinggal para penyortir kapas. Ayahnya adalah seorang penyortir wool (al-hallaj), oleh karena itu beliau diberi gelar Al-Hallaj

sumber :

Pos-pos Terbaru