Bagian-Bagian Sawah Untuk Mina Padi

Bagian-Bagian Sawah Untuk Mina Padi

 

Bagian-Bagian Sawah Untuk Mina Padi
Bagian-Bagian Sawah Untuk Mina Padi

Tak cukup dengan memilih varietas padi dan lokasi budi daya yang cocok, kita juga perlu memperhatikan bagian-bagian sawah dalam usaha mina padi ini. Bagian-bagian sawah dalam sawah mina padi sejatinya tidak jauh berbeda dengan bagian-bagian sawah pada sawah padi umumnya. Hanya saja sawah mina padi terdapat kemalir atau aren.

Berikut adalah bagian-bagian sawah yang perlu Anda buat jika Anda ingin mengembangkan sawah Anda menjadi sawah mina padi :

Pematang

Pematang atau tanggul sawah merupakan gundukan tanah yang dibuat untuk membatasi satu petak sawah dengan petak sawah lainnya. Berbeda dengan pematang kolam, pematang sawah cenderung lebih rendah dan lebih sempit.

Pematang sawah dibuat dengan ukuran demikian mengingat fungsinya yang hanya untuk menahan volume air yang lebih kecil daripada volume air kolam. Namun demikian, konstruksi pematang sawah tetap harus kokoh.

Fungsi utama pematang adalah untuk menampung massa air yang ada di petakan sawah. Pematang yang kokoh akan memberikan jaminan keamanan ikan yang dipelihara dari kemungkinan kabur atau meloloskan diri dari bagian pematang yang merekah. Untuk itu, bagian dasar pematang ada baiknya dibuat dengan lebar antar 40-50 cm, dan 30-40 cm untuk bagian atasnya dengan tinggi antara 30-40 cm.

Selain itu, pematang iga harus bebas dari gulma atau tanaman liar supaya tidak menjadi sarang hama padi atau hama ikan. Akan lebih baik jika pematang rutin dibersihkan dari gulma.

Untuk pengolahan dasar tanah, pematang harus dilapisi kembali dengan lumpur. Setelah kering lumpur akan menutupi seluruh permukaan pematang dan menegras sehingga gulma tidak mudah tumbuh. Pelapisan ini juga berfungsi untuk menutup bagian pematang yang mulai merekah.

Kemalir atau Caren

Kemalir atau aren adalah saluran yang dibuat di bagian paling dalam pada petakan sawah. Namun, kemalir ada juga yang dibuat membelah bagian tengah sawah tak lurus sejajarsisi lebar pematang.

Pada sawah yang dijadikan tempat pemeliharaan ikan kemalir sangat dibutuhkan sekali. Fungsi utama kemalir dalam pemeliharaan ikan bersama padi adalah sebagai berikut :
Melindungi ikan dari kekeringan. Dengan adanya kemalir, sekalipun bagian dengan sawah sudah kering, ikan akan bisa bertahan hidup dengan berenang di sisa air yang berada di kemalir.
Melindungi ikan air hama. Kemalir yang memiliki kedalaman memadai Kam menjadi tempat berlindung yang aman bagi ikan dari serangan hama, seperti sero atau linsang dan ular.
Memudahkan proses pemanenan. Saat panen, sawah disurutkan sampai tinggal sedikit sehingga ikan akan berkumpul di kemalir yang masih menyisakan air. Ikan yang berkumpul di kemalir akan memudahkan proses pemanenan.
Memudahkan pemberian pakan pada ikan. Kemalir menjaid tempat memberi makan ikan yang baik karena terletak di bagian pinggiran sawah, sehingga pemberian pakan akan efektif.
Memudahkan mobilitas ikan. Kemalir merupakan tempat ikan bergerak secara leluasa dengan mudah bisa berpindah ke seluruh petakana sawah.
Kemalir umumnya dibuat dengan lebar 40-45 cm, tinggi 25-30 cm dan penjangnya tergantuung panjang atau lebar sawah. Berdasarkan hasil penelitian, luas kemalir yang optimum adalah 2-4% dari luas petakan sawah.

Terdapat beberapa jenis kemalir yang dapat Anda coba untuk sawah Anda, diantaranya sebagai berikut :
Kemalir keliling pinggir. Kemalir keliling pinggir dibuat di sisi pematang mengelilingi petakan sawah. Luas dan penajng kemalir jenis ini disesuaikan dengan luas dan panjang petakan sawah.
Kemalir silang. Kemalir ini dibuat menyilang dari sudut sawah ke sudut yang lain. Umumnya dibuat dari sudut pintu pemasukan ke sudut pintu pengeluaran air. Selain itu terdapat juga kemalir silang yang dibuat memalang di tengah-tengah sawah.
Kemalir kombinasi. Kemalir kombinasi adalah kemalir yang dibatu dengan mengombinasikan kemalir silang dan kemalir keliling.
Pembuatan kemalir disesuaikan dengan waktu pengolahan tanah dasar sawah. Kemalir tengah dibuat sebelum meratakan tanah terakhir. Kemalir keliling dibuat saat pembuatan atau perbaikan pematang sawah.

Pembuatan kemalir di pinggir dekat tebing harus dihindari karena jika terjadi kebocoran akan terjadi kekeringan total yang bisa membahayakan ikan. Kemalir digunakan untuk sawah dengan kondisi lahan datar atau berteras.

Pintu air

Pintu air, baik pintu pemasukan maupun pintu pengeluaran berfungsi untuk mengeluarkan air agar tidak meluap di petakan sawah. Pintu pemasukan dan pengeluaran bisa dibuat dari pipa paralon atau bambu.
Pintu pengeluaran air dipasang kira-kira 25 cm dari permukaan tanah supaya ketinggian air di petakan sawah bisa mencapai 25-30 cm. Pada pintu air pemasukan dan pengeluaran air harus dipasang saringan untuk menghindari ikan kabur lewat pintu air.

Saringan yang baik berupa kawat kasa dengan lubang mata kawat disesuaikan dengan ukuran ikan yang dipleihara. Ukuran lubang kawat harus lebih kecil daripada ukuran ikan yang dipelihara.

Sumber: https://berkebun.co.id/