Faktor Khilafiyah Dalam Pernikahan Tanpa Wali

Faktor Khilafiyah Dalam Pernikahan Tanpa Wali

Agama

Faktor Khilafiyah Dalam Pernikahan Tanpa Wali   Dalil Utama Tidak diketemukannya dua sumber dalil primer Al-Qur’an dan Hadits yang dalam tampilan teksnya menampakkan (dzohir) ketentuan hadirnya wali dalam prosesi akad nikah, lebih-lebih tampilan yang menjelaskan secara transparan (nash). Bahkan sumber-sumber dalil yang bisa digunakan refernsi oleh pendukung semuanya dalam kapasitas tak pasti (muhtamil) sebaliknya landasan

Nikah Tanpa Wali Kajian Psikologis

Nikah Tanpa Wali Kajian Psikologis

Agama

Nikah Tanpa Wali Kajian Psikologis NIKAH TANPA WALI Imam Syafi’I, Maliki dan Hambali berpendapat jika wanita baligh dan berakal sehat itu masih gadis, maka hak mengawinkan dirinya ada pada wali. Akantetapi jika ia janda maka hak itu ada pada keduanya. Wali tidak boleh mengawinkan wanita janda itu tanpa persetujuannya. Sebaliknya wanita itupun tidak boleh mengawinkan

Penjelasan Tentang Menikah dan Wali Nikah

Penjelasan Tentang Menikah dan Wali Nikah

Agama

Penjelasan Tentang Menikah dan Wali Nikah Penjelasan Fiqh dirumuskan sebagai karya intelektual tentang hukum dengan basis teks-teks keagamaan terutama Al-Qur’an dan Hadits. Rumusan sistematis ini dan epistimologis tertentu terhadap gugus persoalan manusia baik dalam urusan personal maupun sosial. Dalam prosesi pernikahan, aturan normatif yang mendasari konsep metode dan pelaksanaannya sersah dalam institusi hukum syariat menelurkan

Hukum, Hikmah dan Kadar zakat fitrah

Hukum, Hikmah dan Kadar zakat fitrah

Agama

Hukum, Hikmah dan Kadar zakat fitrah Hukum Zakat Fitrah Untuk menjelaskan hukum zakat fitrah ini, anda bisa melihat dalil dalil dibawah ini: Dalil yang pertama yaitu Al-quran surat Al-A’la ayat 14-15 yang artinya: “Sungguh berbahagialah orang yang mengeluarkan zakat (fitrahnya), menyebut nama Tuhannya (mengucap takbir, membesarkan Alloh) lalu ia mengerjakan sholat (iedul fitri)”. Hadits Menurut

Hukum Mengeluarkan Zakat

Hukum Mengeluarkan Zakat

Agama

Hukum Mengeluarkan Zakat Hukum Zakat Mengeluarkan zakat hukumnya wajib dan zakat termasuk rukun islam melengkapi syahadat, sholat, shaum dan haji. Hal ini jelas sekali diterangkan pada ayat-ayat dan hadits berikut ini: Al-Qur’an “Dirikanlah oleh kalian sholat dan keluarkanlah zakat dan ruku lah bersama orang-orang yang ruku”. (Q.S. Al-Baqoroh: 43) (Q.S. Al-Anbiya: 73) “Dan kami jadikan

HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT DENGAN NILAI (UANG)

HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT DENGAN NILAI (UANG)

Agama

HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT DENGAN NILAI (UANG) Hukum Zakat Hukum asal zakat adalah mengeluarkan zakat sesuai dengan yang telah ditentukan oleh syariat, akan tetapi diperbolehkan jika dia tidak bisa mendapatkan batasan zakat yang dikeluarkan atau memang ada kondisi yang mendesak maka diperbolehkan mengeluarkan zakat senilai kadar zakat yang harus dikeluarkan. Hal ini berdasarkan dalil nash, atsar

ZAKAT PROFESI DAN KETENTUANNYA

ZAKAT PROFESI DAN KETENTUANNYA

Agama

ZAKAT PROFESI DAN KETENTUANNYA Dasar Hukum Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya: “dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz Dzariyat:19) Orang miskin yang tidak mendapat bagian Maksudnya ialah orang miskin yang tidak meminta-minta. Terjemahnya: “…dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah

ZAKAT SAHAM DAN SURAT BERHARGA

ZAKAT SAHAM DAN SURAT BERHARGA

Agama

ZAKAT SAHAM DAN SURAT BERHARGA A. Zakat Saham 1. Hukum Saham ada dua, yakni: a. Saham yang dikeluarkan oleh perusahaan atau lembaga yang diharamkan atau bergerak di usaha yang haram, atau termasuk ke dalam tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran, maka ini diharamkan. Hal ini berdasarkan Firman Allah Ta’ala: Terjemahnya: “…jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa