Kas pada valuta.

Kas pada valuta.

Kas pada valuta.Kas pada valuta.

Alat likuid ini berisi uang tunai yang dipelihara oleh bank untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari.

  1. Giro pada Bank lain

Rekening giro pada bank lain bertujuan untuk melancarkan transaksi antar bank (transfer, inkaso, transaks L/C, dan lain-lain)

  1.  Item-item uang tunai yang masih dalam proses inkaso.

Alat likuid ini terdiri dari cek bank sentral atau bank koresponden yang belum secara efektif dikreditkan pada rekening bank pada bank sentral atau bank koresponden.

               Tujuan dari alat likuid yang termasuk ke dalam kategori primary reserve ( cadangan primer ) adalah:

  1. Memenuhi reserve requirement yang ditempatkan dalam bentuk Giro Wajib Minimum di Bank Indonesia.
  2. Memenuhi keperluan operasional bank sehari-hari.
  3. Penyelesaian kliring antar bank.
  4. Memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.

               Dapat di katakana likuid apabila bank syariah dapat memelihara GWB di Bank Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dapat memelihara giro di Bank Koresponden dengan besarnya berdasarkan saldo minimum, dapat memelihara sejumlak kas secukupnya untuk memenuhi pengambilan uang tunai.

 

Sumber :

https://menitpertama.id/

Pengertian Ekonomi Dalam Islam

Pengertian Ekonomi Dalam Islam

Pengertian Ekonomi Dalam IslamPengertian Ekonomi Dalam Islam

Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia dan alam semesta. Kegiatan  perekonomian manusia juga diatur dalam Islam dengan prinsip illahiyah[1]. Harta yang ada pada kita, sesungguhnya bukan milik manusia, melainkan hanya titipan dari Allah SWT agar dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan umat manusia yang pada akhirnya semua akan kembali kepada Allah SWT untuk dipertanggung jawabkan.

Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun Islam. Bekerja merupakan suatu kewajiban karena Allah SWT memerintahkannya, sebagaimana firman-Nya dalam Surat At Taubahayat 105:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan katakanlah, bekerjalah kamu, karena Allah dan Rasul-Nyaserta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan itu”.

Jual beli ialah persetujuan saling mengik atantara penjual (yakni pihak yang menawarkan / menjual barang) dan pembeli (sebagai pihak yang membayar /  membeli barang yang dijual).

  1. Hukum dan Dalil Jual Beli

Di dalam Islam terdapat dasar hukum dari Al – Qur’an dan Hadis. Al-Qur’an yang menerangkan tentang jual beli antara lain:

 

Sumber :

https://whypoll.org/

Pengertian dan Fungsi Bank

Pengertian dan Fungsi Bank

Pengertian dan Fungsi BankPengertian dan Fungsi Bank

Bank adalah lembaga keuangan yang menyediakan jasa-jasa dalam bidang keuangan. Bank berfungsi menerima deposito, menerima tabungan, memberikan pinjaman, mengedarkan uang dan menjual jasa-jasa perbankan lainnya, misalnya jual beli kertas berharga, transaksi devisa, penukaran mata uang dan sebagainya. Karena fungsi bank yang demikian itu, maka bank tidak bisa dipisahkan dari dunia usaha, atau perekonomian suatu negara. Bank memperoleh penerimaan dari jasa-jasa yang dilakukannya, antara lain

  1. Provisi dan komisi
  2. Jual beli surat berharga dan uang, karena selisih kurs, perbedaan rente dan premi.
  3. Memberikan kredit kepada pihak lain yang menghasilkan bunga provisi

Sedangkan pengeluaran bank pada umumnya adalah rekening biaya, pemeliharaan perponding, asuransi gedung kantor, penyusutan atas gedung, perabot, pembayaran pajak, biaya umum pegawai dan lain-lain. Selisih antara penerimaan berupa bunga, provit atau komisi dan deviden karena penyertaan, dan pengeluaran merupakan laba yang akan dibagi-bagikan antara lain kepada pemegang saham dan penambahan dana cadangan. Penghasilan terbesar bank datang dari pemberian kredit berbunga, kemudian provisi, lalu selisih kurs dan serba-serbi.

  1. Masalah Bunga Bank

Seperti yang telah dikemukakan pada bagian lalu bahwa penghasilan bank yang terbanyak adalah dari jasa kredit berupa bunga.Bunga diterima bank sebagai jasa pemberian kredit kepada pihak tertentu (debitur) dan bank pun memberikan jasa bunga kepada pemilik uang (deposan) dengan tingkat bunga tertentu.Yang menjadi masalah sekarang apakah bunga bank termasuk riba? Dalam menjawab masalah ini para ulama tidak memiliki satu kesepakatan Mereka berselisih paham dalam menghukumi bunga bank yaitu :

  1. Kelompok pertama, menyatakan bahwa bunga bank itu dihukumi riba, karena terjadi penambahan jumlah pinjaman dengan jumlah pembayaran dan penambahan tersebut adalah riba, karena hukumnya haram.
  2. Kelompok kedua menyatakan bahwa bunga bank dihukumi riba apabila :

(1)   Bunganya berlipat ganda

(2)   Bersifa memaksa

(3)   Memberatkan

Jika sifat bunga itu tidak memiliki sifat seperti itu, maka bunga bank tidak termasuk riba.

  1. Kelompok ketiga menyatakan bahwa bunga bank dihukum riba, tetapi karena bank yang tanpa bunga belum ada dan bank sangat diperlukan bagi pengambang ekonomi umat, maka memanfaatkan bank dengan bunganya termasuk perbuatan darurat, karena itu tidak berdosa.
  2. Prinsip Dan Konsep Bank Islam

Sehubungan dengan masalah yang dihadapi umat Islam dalam hal yang berkaitan dengan bunga bank maka didirikanlah bank Islam yang cara kerjanya disesuaikan dengan syariat Islam yang menghindarkan bunga, yaitu dengan sistem bagi hasil dari perputaran uang yang dilakukan oleh pihak bank maupun oleh pihak peminjam, tentu dengan pembagian yang telah disepakati baik oleh kreditur maupun oleh debitur. Bank Islam menyediakan pelayanan perbankan berupa :

 

Sumber :

https://veragibbons.com/

 Jenis Kelembagaan Dana Pensiun

 Jenis Kelembagaan Dana Pensiun

 Jenis Kelembagaan Dana Pensiun

           Jenis kelembagaan dana pensiun menurut Pasal 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 Bab II, dapat dibatasi dalam dua jenis, yaitu :

  1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

Lembaga ini dibentuk oleh orang atau badan yang memperkerjakan karyawan, selaku pendiri dan untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawan sebagai peserta, dan yang menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja. (Lihat Pasal 1 Butir 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 1992). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam prosedur Dana Pensiun Pemberi Kerja:

  1. PP Nomor 76 Tahun 1992 tentang Peraturan Dana Pensiun Pemberi Kerja

Peraturan ini mencakup ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

1)        Nama dan pensiun yang bersangkutan.\

2)        Nama pendiri.

3)        Karyawan yang berhak menjadi peserta dan persyaratan untuk menjadi peserta.

4)        Nama mitra pendiri.

5)        Tanggal pembentuk dana pensiun.

6)        Pembentukan kekayaan dana pensiun yang terpisah dari kekayaan pemberi kerja.

 

Pos-pos Terbaru

Pensiun ditunda (deferred retirement)

Pensiun ditunda (deferred retirement)

Pensiun ditunda (deferred retirement)

Ketentuan ini memperkenankan karyawannya yang secara mental dan fisik masih sehat untuk tetap bekerja melampaui usia pensiun normal, dengan ketentuan pembayaran pensiun dimulai pada tanggal pensiun normal meskipun yang bersangkutan tetap meneruskan bekerja dan memperoleh gaji dari perusahaan bersangkutan. Sebenarnya ketentuan ini tidak sesuai dengan konsep dasar dari manfaat pensiun (manfaat pensiun sebagai pengganti pendapatan karyawan). Dalam hal ini karyawan tersebut mendapatkan pendapatan dari dua sumber.

  1. Pensiun cacat

Apabila karyawan mengalami cacat dan dianggap tidak lagi cakap atau mampu melaksanakan pekerjaannya, berhak memperoleh manfaat pensiun. Biasanya manfaat pensiun dihitung berdasarkan formula manfaat pensiun normal dengan masa kerjanya diakui seolah-olah sampai usia pensiun normal dan penghasilan dasar pensiun ditentukan pada saat yang bersangkutan dinyatakan cacat.

Sumber :

https://bobhenneman.info/

Sumber – Sumber Permodalan

Sumber – Sumber Permodalan

Sumber – Sumber Permodalan

  1. Modal Dasar
  2. Modal pribadi

Dalam UU No. 12 Tahun 1967 Tentang pokok – pokok perkoperasian pasal 32 ayat 1 ditentukan bahwa modal koperasi itu terdiri dari dan dipupuk dari simpanan-simpanan, pinjaman-pinjaman, penyisihan-penyisihan dari hasil usahanya termasuk cadangan serta sumber-sumber lain. Kemudian dalam ayat 2 dikatakan bahwa simpanan anggota didalam koperasi terdiri dari: Simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela. Masing-masing jenis simpanan tersebut mempunyai tanggung jawab yang berbeda-beda terhadap kerugian yang mungkin terjadi atau bila mana koperasi itu kemudian dibubarkan. Jadi disini pengertian modal lebih dilihat dari segi wujud atau sebagai bukti (evidence).[11]

Masing – masing jenis simpanan tersebut dalam UU No. 12 Tahun 1967 diberikan definisi sebagai berikut :

1)   Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang diwajibkan kepada anggota untuk diserahkan kepada koperasi pada waktu seseorang masuk menjadi anggota koperasi tersebut dan besarnya sama untuk semua anggota. Simpanan pokok ini tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota. Simpanan pokok ini ikut menanggung kerugian.

2)   Simpanan wajib adalah simpanan tertentu yang diwajibkan kepada anggota untuk membayarnya kepada koperasi pada waktu – waktu tertentu, misalnya ditarik pada waktu penjualan barang – barang atau ditarik pada waktu anggota menerima kredit dari koperasi dan sebagainya. Simpanan wajib ini tidak ikut menanggung kerugian.

Undang – Undang koperasi No. 25 Tahun 1992 ini sengaja tidak menyebut – nyebut adanya simpanan sukarela dalam permodalan koperasi, karena jenis simpanan ini sudah tersirat dalam modal pinjaman, seperti yang tertera dalam pasal 41 ayat 3, yang mengatakan bahwa modal pinjaman dapat berasal dari: anggota, koperasi lain atau anggotanya, bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, sumber lain yang sah.

Tentang kemungkinan penghimpunan modal koperasi melalui penerbitan obligasi tampaknya masih sulit untuk dilaksanakan oleh koperasi melihat kondisi koperasi pada dewasa ini. Persyaratan-persyaratan yang pada dewasa ini masih sulit untuk bisa dipenuhi oleh koperasi. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya adalah:

  • Bagi emitan, harus mempunyai modal telah disetor penuh, sekurang-kurangnya 200 juta.
  • Dalam tahun buku terakhir secara berturut-turut memperoleh laba.
  • Laporan keuangan telah diperiksa oleh Akuntan Publik/ Negara untuk 2 tahun terakhir secara berturut-turut dengan pernyataan pendapat wajar tanpa syarat untuk tahun terakhir.
  • Memiliki rekomendasi dari Bank Indonesia mengenai jumlah obligasi yang dapat diterbitkan, jika perusahaan tersebut berupa bank.[12]

3)             Dana Cadangan

Dana cadangan ialah sejumlah uang yang diperoleh dari sebagian sisa hasil uasaha yang tidak dibagikan kepada anggota. Tujuannya dalah untuk memupuk modal sendiri (equity) yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila koperasi membutuhkan “dana segar” secara mendadak atau dapat digunakan untuk menutup kerugian dalam menjalankan usaha.

Sumber :

https://phpmag.net/samsung-galaxy-s8-bisa-dipakai-untuk-google-vr/

Karbohidrat (sakarida)

Karbohidrat (sakarida)

  1. Karbohidrat (sakarida)

Karbohidrat berasal dari bahasa latin karbo=karbon dan hidrat= air. Karbohidrat tersusun dari 3 jenis unsure yaitu Karbon, Oksigen dan Hidrogen dengan rumus umum Cn(H2O)n. Melihat rumus empiris tersebut, maka senyawa ini dapat diduga sebagai ”hidrat dari karbon”, sehingga disebut karbohidrat. Rumus empiris seperti itu tidak hanya dimiliki oleh karbohidrat melainkan juga oleh hidrokarbon seperti asam asetat. Oleh karena itu suatu senyawa termasuk karbohidrat tidak hanya ditinjau dari rumus empirisnya saja, tetapi yang paling penting ialah rumus strukturnya. Dari rumus struktur akan terlihat bahwa ada gugus fungsi penting yang terdapat pada molekul karbohidrat yaitu gugus fungsi karbonil (aldehid dan keton).

Gugus-gugus fungsi itulah yang menentukan sifat senyawa tersebut. Berdasarkan gugus yang ada pada molekul karbohidrat, maka senyawa tersebut didefinisikan sebagai polihidroksialdehida dan polihidroksiketon. Istilah sakarida sendiri berasal dari bahasa latin dan mengacu pada rasa manis senyawa karbohidrat sederhana.

Karbohidrat ter bagi dalam 4 kelompok besar, yaitu :

  1. Monosakarida (CnH2nOn)

Monosakarida (dari Bahasa Yunani mono: satu, sacchar: gula) adalah senyawa karbohidrat dalam bentuk gula yang paling sederhana. Monosakarida yang tidak bias dihidrolisis menjadi bagian yang lebih kecil.Monosakarida digolongkan berdasarkan jumlah atom karbon yang dikandungnya (triosa, tetrosa, pentosa, heksosa)

v  Triosa

Triosa adalah monosakarida yang mengandung 3 atom karbon. Contoh : gliseraldehida dan dihidroksiaseton

v  Tertrosa

Tertrosa adalah monosakarida yang mengandung 4 atom karbon. Contoh : Erutrulose

v  Pentosa

Mengandung 5 atom karbon . didalam sel terdapat pada Asam Nukleat  (DNA, RNA) dan beberapa koenzim. Contoh : ribosa, dan deoksiribosa

v  Heksosa

Mengandung 6 atom karbon. Contoh : glukosa, fruktosa, dan galaktosa

  1. Disakarida

Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari 2 molekul monosakarida, yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Ikatan glikosida terbentuk antara atom C 1 suatu monosakarida dengan atom O dari OH monosakarida lain. Hidrolisis 1 mol disakarida akan menghasilkan 2 mol monosakarida,

  1. Maltosa

     Maltosa adalah suatu disakarida dan merupakan hasil dari hidrolisis parsial tepung (amilum). Maltosa tersusun dari molekul α-D-glukosa dan β-D-glukosa.

Dari struktur maltosa, terlihat bahwa gugus -O- sebagai penghubung antarunit yaitu menghubungkan C 1 dari α-D-glukosa dengan C 4 dari β-D-glukosa. Konfigurasi ikatan glikosida pada maltosa selalu α karena maltosa terhidrolisis oleh α-glukosidase. Satu molekul maltosa terhidrolisis menjadi dua molekul glukosa.

 

Sumber :

https://apartemenjogja.id/android-o-diperkirakan-keluar-21-agustus/

Definisi Harga 

Definisi Harga 

Definisi Harga Definisi Harga 

            Menurut Stanton, (1984) Harga adalah Price is valueexpressed in terms of dollars and cens, or any other monetary medium of exchange. yang kurang lebih memiliki arti harga adalah nilai yang dinyatakan dalam dolar dan sen atau medium moneter lainnya sebagai alat tukar.

Menurut Basu Swastha (1986: 147) Harga diartikan sebagai Jumlah uang (kemungkinan ditambah barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.

Menurut menurut Alex S Nitisemito (1991:55) Harga diartikan sebagai nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain.

            Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa, Tjiptono (2001 : 151). Dan harga merupakan unsur satu–satunya dari unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan di banding unsur bauran pemasaran yang lainnya (produk, promosi dan distribusi).

2.      Tujuan Penetapan Harga

Dalam teori ekonomi klasik, setiap perusahaan selalu berorientasi pada seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh dari suatu produk atau jasa yang dimilikinya, sehingga tujuan penetapan harganya hanya berdasarkan pada tingkat keuntungan dan perolehan yang akan diterimanya. Namun di dalam perkembangannya, tujuan penetapan harga bukan hanya berdasarkan tingkat keuntungan dan perolehannya saja melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan non ekonomis lainnya.

Berikut adalah tujuan penetapan harga yang bersifat ekonomis dan non ekonomis;

  1. Memaksimalkan Laba

Penetapan harga ini biasanya memperhitungkan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh. Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka menjadi tinggi pula harga yang ditetapkan untuk konsumen. Dalam menetapkan harga sebaiknya turut memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntungan yang diraih dapat maksimum.

  1. Meraih Pangsa Pasar

Untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market atau target pasar maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin. Dengan harga turun, maka akan memicu peningkatan permintaan yang juga datang dari market share pesaing atau kompetitor, sehingga ketika pangsa pasar tersebut diperoleh maka harga akan disesuaikan dengan tingkat laba yang diinginkan

  1. Return On Investment (ROI) / Pengembalian Modal Usaha

Setiap usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi. ROI yang tinggi dapat dicapai dengan jalan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka penjualan.

 

Sumber :

https://pesantrenkilat.id/400-benda-peninggalan-viking-dicuri-dari-museum-norwegia/

 Perencanaan Tenaga Kerja

 Perencanaan Tenaga Kerja

Perencanaan tenaga kerja merupakan operasi dari manajemen sumber daya manusia. Dengan perencanaan tenaga kerja dimaksudkan ada upaya untuk merencanakan jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat untuk memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan guna mencapai tujuan organisasi ini. Fungsi ini mulai Analisis pekerjaan, rekrutmen, penempatan sampai pada orientasi pekerjaan.
Kegiatan rekrutmen atau penarikan sumber daya manusia bertujuan agar organisasi dapat memperoleh sumber daya manusia sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. Aplikasi kegiatan ini adalah dengan adanya seleksi yang dilakukan untuk dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja. Apabila sudah memenuhi syarat, maka tenaga kerja tersebut dapat ditempatkan sesuai dengan keahliannya masing-masing.
2. Pengembangan Tenaga Kerja
Pengembangan tenaga kerja merupakan suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan–peningkatan kualitas tenaga kerja sehingga dapat mengurangi ketergantungan organisasi untuk menarik karyawan baru. Adapun tujuan pengembangan Sumber Daya Manusia diarahkan untuk merubah Sumber Daya Manusia yang potensial tersebut menjadi tenaga kerja yang produktif, serta mampu dan terampil sehingga menjadi efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi.
Pengembangan tenaga kerja dapat dilakukan dengan mengadakan pendidikan dan latihan yang rutin, promosi dan mutasi. Pendidikan dan latihan dilakukan agar tenaga kerja dapat selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Promosi dapat digunakan untuk cara pengembangan tenaga kerja, karena promosi merupakan perpindahan karyawan ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara mutasi adalah perpindahan karyawan dari satu unit ke unit yang lain tanpa merubah jenjang yang ada. Adanya mutasi ini diharapkan karyawan mempunyai multi skill.
Adanya pengembangan tenaga kerja, baik melalui pendidikan dan latihan, promosi maupun mutasi akan dapat memotivasi karyawan untuk mempunyai kinerja yang baik sehingga dalam penilaian prestasi kerja dapat maksimal.

3. Penilaian Prestasi Kerja

Penilaian prestasi kerja merupakan salah satu aspek yang penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dengan adanya penilaian prestasi kerja, maka dapat diketahui karyawan yang mempunyai prestasi kerja yang baik maupun yang kurang. Hal ini akan berdampak pada pemberian kompensasi.

Pos-pos Terbaru

KARAKTERISTIK KAIN POLYCOTTON

KARAKTERISTIK KAIN POLYCOTTON

KARAKTERISTIK KAIN POLYCOTTON

KARAKTERISTIK KAIN POLYCOTTON

Kain polycotton biasa dibandingkan

dengan kain yang bernama voal. Meskipun kain polycotton memiliki tekstur yang halus dan lembut, akan tetapi kain voal masih lebih unggul untuk tingkat kehalusan dan kelembutannya. Akan tetapi jika bahan polycotton ini di desain untuk membuat jilbab, maka lebih bagus dibanding bahan voal. Karena tingkat kehalusan dan kelembutan kain lebih bagus dibanding bahan voal.

Bahan polycotton merupakan salah satu jenis kain yang tidak mudah kusut. Meskipun kusut akan tetapi tidak seperti bahan lainnya. Bahan ini tidak panas saat dipakai, sehingga nyaman di pakai untuk semua jenis cuaca. Selain itu, bahan polycotton sangat cocok untuk hijab muslimah yang ingin tampil lebih feminim dan sporty.

Sedangkan kalau digunakan sebagai bahan hijab segiempat, kain polycotton ini sangat cocok di pakai dengan gaya turki yang fokus pada ikatan di leher. Sehingga hijab dengan bahan polycotton terlihat sangat modis dan cocok untuk aktivitas sehari- hari. Dengan bahan yang halus, adem dan sifat kainnya yang jatuh maka hijab akan memberikan kenyamanan tersendiri.

Karena polycotton terbuat dari campuran polyester dan cotton, maka munculah banyak pertanyaan dari konsumen. Manakah yang bagus, bahan kain yang memiliki campuran polyester lebih banyak atau cotton? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu Anda tahu bahwa bahan polyester merupakan jenis kain yang relative lebih panas karena terbuat dari serat sintetis.

Oleh karena itu, semakin banyak komposisi cotton atau katun dibanding polyester maka akan lebih bagus kualitas kain polycotton tersebut dan begitupun sebaiknya, semakin banyak campuran polyester maka kualitas bahan akan semakin menurun. Tentunya bahan yang memiliki campuran serat katun yang lebih banyak, harganya pun juga semakin mahal.


Baca Juga :