Hak dan Kewajiban Konsumen dan Pelaku Usaha

Hak dan Kewajiban Konsumen dan Pelaku Usaha

  1. Hak dan Kewajiban Konsumen dan Pelaku Usaha

  1.              Hak konsumen sebagaimana dikemukakan pada pasal 4 Undang-Undang Perlidungan Konsumen antara lain:

    1. a)Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa.
    2. b)Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.
    3. c) Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa.
    4. d)Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan.
    5. e) Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut.
    6. f)Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen.
    7. g) Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
    8. h)Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau  jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.
    9. i)Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. [8]

           Kewajiban konsumen antara lain:

    1. a)membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan.
    2. b)beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa.
    3. c)membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati.
    4. d)mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen.[9]
    1. Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha

       Hak Pelaku bisnis sebagaimana dikemukakan pada pasal 6 Undang-Undang Perlindungan Konsumen antara lain:

    1. a)hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai tukar barang atau jasa yang diperdagangkan.
    2. b)Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang beritikad tidak baik.
    3. c)Hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukun sengketa konsumen.
    4. d)Hak untuk rehabilitas nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian konsumen tidak diakibatkan oleh barang atau jasa yang diperdagangkan.
    5. e)Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

                         Kewajiban Pelaku Bianis antara lain sebagai berikut :

    1. bertikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya.
    2. Melakukan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaika, dan pemeliharaan.
    3. Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif ; pelaku usaha dilarang membeda-bedakan konsumen dalam memberikan pelayanan; pelaku usaha dilarang membeda-bedakan mutu pelayanan kepada konsumen.
    4. Menjamin mutu barang atau jasa yang diproduksi atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang atau jasa yang berlaku.
    5. Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji atau mencoba barang atau jasa tertentu serta memberi jaminan dan garansi .
    6. Memberi kompensasi , ganti rugi atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian, dan manfaat barang atau jasa yang diperdagangkan.
    7. Memberi kompensasi ganti rugi atau penggantian apabila berang atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.[10]
    1. Hak dan Kewajiban Konsumen

 

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/

Demokrasi

Demokrasi

Demokrasi

Demokrasi berasal dari bahasa yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan. Jadi, demokrasi merupakan kekuasaan yang berada di tangan rakyat. Dalam pelaksanaannya demokrasi memiliki slogan kuat yaitu oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat. Landasan pemikiran dari paham demokrasi ini adalah kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat dengan memiliki dewan perwakilan rakyat yang pada kenyataannya menjadi lembaga pemerintahan eksekutif, yudikatif dan legislative.

Dalam pemerintahan demokrasi pemimpin dipilih oleh rakyat secara langsung melalui proses pemilihan umum. Kemudian rakyat juga memilih wakil-wakilnya sebagai sarana penyalur lidah rakyat kepada pemerintahan yang berkuasa. Ada beberapa negara yang menganut ideologi ini yaitu inggris, Denmark, norwegia, swedia, amerika, Israel, Venezuela, belgia, Australia, selandia baru dan lainnya.

2.1.5        Pancasila sebagai Ideologi Negara

Ideologi berkaitan dengan tertib sosial, dan tertib politik yang ada, berupaya untuk secara sadar sistematis mengubah, mempertahankan tertib masyarakat. Suatu pemikiran mendalam, menyeluruh menjadi ideologi apabila pemikiran, gagasan-gagasan tersebut secara praktis difungsikan kedalam lembaga-lembaga politik suatu masyarakat, suatu bangsa, suatu negara.

Ideologi bangsa dan ideologi negara dapatlah dikatakan sebagai pemikiran mendalam, diyakini kebenarannya oleh suatu negara pendukungnya dalam mempersatukan gerak langkah kelompok-kelompok, golongan-golongan, partai-partai untuk menyatukan diri, menyerasikan diri secara berdaya guna dalam kehidupan politik suatu negara dalam upaya mewujudkan tujuan nasional berdasarkan kepentingan nasional suatu bangsa.

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/

Kurikulum Inti

Kurikulum Inti

Kurikulum Inti

Dalam studi kurikulum akan kita temukan berbagai pengertian tentang apa yang dimaksud dengan istilaha kurikulum inti (core curriculum atau core program) ini. Spears mengatakan bahwa

the provision of a common body of growth experiences, usually spoken of as the core curriculum”

“Penyediaan tubuh umum dari pengalaman pertumbuhan, biasanya disebut sebagai kurikulum inti”

Sedangkan Leonard mengatakan bahwa;

“….that part of the curriculum, which takes as its major job, is the development of personal social responsibility and competency needed by all youth to serve the needs of democratic society”

“……..bagian dari kurikulum, yang mengambil sebagai pekerjaan utama, adalah pengembangan tanggung jawab sosial pribadi dan kompetensi yang dibutuhkan oleh semua pemuda untuk melayani kebutuhan masyarakat demokratis “

Di lain pihak, Alberty mengatakan bahwa:

“ the core may be regard as that aspect of the total curriculum which is basic for all student, and which conist of learning activities that are oeganised without reference to conventional subjcts or lines”

“Inti mungkin menganggap sebagai aspek dari total kurikulum yang dasar untuk semua siswa, dan yang conist kegiatan pembelajaran yang oeganised tanpa mengacu subjcts konvensional atau garis”

Jadi, memang cukup banyak perumusan tentang apa yang dimaksud dengan kurikulum inti ini. Banyak dari berbagai pengertian tersebut  yang dapat membingungkan kita. Atas dasar itu, Romine mencoba menyusun perumusan yang lebih komprehensif. Ia menyatakan bahwa:

“ the core curriculum, core program, or core course may be defined as the part of the total curriculum objectivies, which is scheduled for proportionally longer blocks of time”

“Kurikulum inti, program inti, atau inti saja dapat didefinisikan sebagai bagian dari total tujuan kurikulum, yang dijadwalkan untuk blok proporsional lebih lama”

Perumusan Romine ini terlihat lebih lengkap dan tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut. Meskipun demikian, jika kita rinci perumusan tersebut mengandung sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu:

  1. Kurikulum inti merupakan bagian dari keseluruhan kurikuum yang diperuntukkan bagi semua siswa.
  2. Kurikulum inti bermaksud mencapai tujuan pendidikan umum.
  3. Kurikulum inti disusun dari garis-garis pelajaran namun tidak secara ketat ( bersifat luwes).
  4. Kurikulum inti disusun untuk jangka waktu yang lebih lama.

Pada umumnya, kurikulum inti memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ciri-ciri pokok (essential characteristic)
  2. Core pelajaran meliputi pengalaman-pengalaman yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan semua siswa.
  3. Core program berkenaan dengan pendidikan umum (general education) untuk memperoleh bermacam-macam hasil (tujuan pendidikan).
  4. Berbagai kegiatan dan pengalaman core disusun dan diajarkan dalam bentuk kesatuan, tidak dibatasi oleh garis-garis pelajaran yang terpisah.
  5. Core program diselenggarakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
  6. Ciri-ciri umum
  7. Perencanaan oleh guru-guru secara kooperatif.
  8. Pengalaman-pengalaman belajar disusun dalam unit-unit yang luas dan komprehensif berdasarkan tantangan, minat, kebutuhan, dan masalah dari kalangan siswa dan masyarakat sekitar.
  9. Core pelajaran menggunakan proses demokratis.
  10. Banyak dari core program yang dikaitkan dengan bimbingan dan pengajaran. Dalam hal ini, guru mempunyai tanggung jawab bimbingan terhadap the core class.
  11. Core program secara lebih luas menggunakan sumber pengajaran yang luas dan prosedur pengajaran yang lebih fleksibel dan variatif.
  12. Penggunaan tekhnik problem solving dalam core program.
  13. Guru dan murid saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik, sehingga memudahkan pemberian pelayanan terhadap perbedaan individual.
  14. Penilaian dilakukan dengan bemacam bentuk serta dikejarkan secara kontinu dan menyeluruh.
  15. Pengalaman-pengalaman belajar bersifat fungsional serta melibatkan banyak kegiatan dan tanggung jawab terhadap para siswa.
  16. Core progrm didomminasi oleh usaha yang bertujuan untuk mempebaiki pengajaran.

sumber

https://sanghachiro.com/cinderella-apk/