Strukturalisme E.B. Titchener

Strukturalisme: E.B. Titchener

Pendidikan

Strukturalisme: E.B. Titchener E.B. Titchener adalah salah satu murid Wundt yang dianggap paling mendukung pandangan Wundt, meskipun sebenarnya banyak pandangan Wundt yang ditentangnya, dan akhirnya dia mengembangkan alirannya sendiri, structural psychology. Titchener berkebangsaan Inggris. Ia belajar di Oxford dalam bidang filsafat sebelumnya beralih ke fisiologi. Berdasarkan pengalamannya menterjemahkan buku Wundt ke dalam bahasa Inggris, Titchener

Riwayat dan pemikiran Wundt

Riwayat dan pemikiran Wundt

Pendidikan

Riwayat dan pemikiran Wundt Wilhelm Wundt (1832-1920) dilahirkan di Neckarau, Baden, Jerman, dari keluarga intelektual. Ia menamatkan studi kesarjanaannya dan memperoleh gelar doktor di bidang kedokteran dan tertarik pada riset-riset fisiologis. Ia melakukan penelitian di bidang psikofisik bersama-sama dengan Johannes Mueller an Hermann von Helmholtz. Karya utamanya pada masa-masa ini adalah Grundzuege der Physiologischen Psychologie (Principles

Perkembangan dalam dunia psikiatri

Perkembangan dalam dunia psikiatri

Pendidikan

Perkembangan dalam dunia psikiatri Sumbangan dari dunia psikiatri terutama pada eksplorasi gejala-gejala patologis kejiwaan dan pengayaan dalam bidang metodologi. Bidang ini terutama terkait dengan psikologi klinis. Tokoh : Kraepelin : penggolongan psikosis, determinan fisiologis dari kelainan jiwa, penyusunan tes psikologis untuk penderita kelainan jiwa. Kretschmer: hubungan bentuk tubuh dan kelainan kejiwaan, dan tipologi bawaan Konteks

Peran Nilai dan Norma Sosial dalam Sosialisasi

Peran Nilai dan Norma Sosial dalam Sosialisasi

Pendidikan

Peran Nilai dan Norma Sosial dalam Sosialisasi Diri seseorang merupakan produk sosial dari hasil interaksinya dengan orang lain. Dalam interaksi tersebut, ia mengalami proses sosialisasi. Sejak ia lahir, ia telah mengalami proses sosialisasi. Artinya, sejak lahir seseorang melakukan proses belajar tentang bagaimana bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai dan norma-norma sosial yang berlaku di dalam

Proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian

Proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian

Pendidikan

Proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian Kita telah membahas bahwa dalam pergaulan hidup, manusia tidak pernah lepas dari penilaian orang lain. Sering kita mendengar pendapat orang mengenai perilaku atau perangai si A yang baik dan perangai si B yang buruk. Orang mengartikan sikap atau perangai dan tingkah laku tersebut sebagai kepribadian (personality) seseorang. Namun, sebenarnya sikap

Sifat dan Macam Perilaku Menyimpang

Sifat dan Macam Perilaku Menyimpang

Pendidikan

Sifat dan Macam Perilaku Menyimpang Secara umum, terdapat dua sifat penyimpangan, yaitu penyimpangan yang bersifat positif dan penyimpangan yang bersifat negatif. 1. Penyimpangan yang bersifat positif Penyimpangan yang bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya alternatif. Penyimpangan demikian umumnya dapat diterima masyarakat karena sesuai

Pengertian Kasih Sayang

Pengertian Kasih Sayang

Pendidikan

Pengertian Kasih Sayang Kata kasih dan sayang itu mengandung pengertian yang sangat luas. Dan yang pasti setiap insan manusia perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari. Seseorang akan terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih maupun sayang. Apapun yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin cintai

manusia dan cinta kasih

manusia dan cinta kasih

Pendidikan

manusia dan cinta kasih Pengertian Cinta Kasih Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata

Teori objektif dan subjektif

Teori objektif dan subjektif

Pendidikan

Teori objektif dan subjektif Teori objektif mengatakan bahwa keindahan atau cirri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Teori subjektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda ini tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.

Langkah-langkah Relaksasi

Langkah-langkah Relaksasi (Otot)

Pendidikan

Langkah-langkah Relaksasi (Otot) Cormier & Cormier 1985, mengemukakan tujuh langkah relaksasi, sebagai berikut ini: Rasional Dalam tahap ini konselor mengemukakan tujuan dan prosedur singkat pelaksanaan relaksasi, serta konfirmasi tentang kesediaan/kesungguhan konseli menggunakan strategi ini. Intsruksi tentang pakaian Sebelum sesi latihan sebenarnya, konseli hendaknya diberi petunjuk baju yang layak untuk relaksasi. Konseli hendaknya menggunakan baju yang