RS Kamar Medika Evakuasi Puluhan Pasien di Tengah Kobaran Api

RS Kamar Medika Evakuasi Puluhan Pasien di Tengah Kobaran Api

RS Kamar Medika Evakuasi Puluhan Pasien di Tengah Kobaran Api

RS Kamar Medika Evakuasi Puluhan Pasien di Tengah Kobaran Api
RS Kamar Medika Evakuasi Puluhan Pasien di Tengah Kobaran Api

Kepulan asap terlihat keluar dari jendela dan pintu kamar Ruang Anggrek, Rumah Sakit (RS)

Kamar Medika di Jalan Empu Nala, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Api yang terus membesar melalap sejumlah ruangan di lantai satu rumah sakit.

Kepanikan pun terjadi. Petugas medis yang melihat titik api, segera mengaktifkan fire alarm dan menghubungi nomor darurat. Dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tim keamanan dengan sigap mencoba memadamkan api.

Namun, api terus membesar dan menjalar ke semua ruangan di lantai satu. Para petugas medis dibantu tim keamanan mulai menjalankan prosedur evakuasi untuk menyelamatkan seluruh pasien. Sejumlah tim siaga bencana RS Kamar Medika pun bergerak cepat.

Dengan menggunakan tandu dan kursi roda, petugas mencoba menyelamatkan pasien ke titik evakuasi

di luar rumah sakit. Sementara tim lainnya menghubungi pemadam kebakaran Kota Mojokerto, kepolisian, PLN, Koramil dan Satpol PP untuk membantu memadamkan api.

Tak selang beberapa lama, petugas PMK berhasil menaklukan si jago merah yang sempat menghanguskan puluhan kamar pasien. Di sisi lain, petugas medis yang berhasil mengevakuasi pasien dan para keluarganya langsung mendapatkan penanganan.

Sejumlah pasien mengalami luka serius dan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Peristiwa tersebut merupakan simulasi penanggulangan bencana kebakaran, yang dilakukan seluruh tenaga kesehatan di RS Kamar Medika.

 

Baca Juga :

Larangan Berkendara Sambil Merokok di Gresik Belum Diberlakukan

Larangan Berkendara Sambil Merokok di Gresik Belum Diberlakukan

Larangan Berkendara Sambil Merokok di Gresik Belum Diberlakukan

Larangan Berkendara Sambil Merokok di Gresik Belum Diberlakukan
Larangan Berkendara Sambil Merokok di Gresik Belum Diberlakukan

Larangan berkendara sambil merokok di wilayah hukum Kabupaten Gresik

sampai saat ini belum diberlakukan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 12 tahun 2019. Aturan tersebut belum berlaku. Imbasnya, masih banyak pengemudi motor sambil merokok dijumpai di Jalan Raya Kabupaten Gresik.

Kasatlantas Polres Gresik, AKP Wikha Ardilestanto menuturkan, hingga saat ini pihaknya fokus pada penanganan pemilu yang akan digelar kurang dari dua minggu.

“Sesuai petunjuk Polda Jatim sekarang fokus pengamanan Pilpres dan Pileg 2019 dulu,”

tuturnya, Jumat (5/04/2019).

Menurut Wikha, penerapan Permenhub nomor 12 tahun 2019 masih memerlukan persiapan yang matang bersama stakeholder terkait.

“Kalau di Gresik butuh sosialisasi lagi,” ungkapnya.
Baca Juga:

Bea Cukai Madura Komitmen Tekan Angka Rokok Ilegal
Pabrik Rokok Kecil Minta Pemerintah Segera Terbitkan Regulasi Cukai
Sentuhan Arek-arek Malang, Dibalik Kualitas Ekspor Pabrik DIET Bentoel
Kemenag Jatim Bantah Kecolongan Pengiriman Rokok ke Medinah Oleh CJH

Sesuai dengan petunjuk Wadirlantas Polda Jatim, penerapan larangan pengemudi sambil merokok di Jawa Timur

akan dibahas setelah Pemilu serentak 17 April 2019.

Dalam aturannya setelah diberlakukan, jika diketahui ada pengendara yang merokok sambil mengemudi bisa dipidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu

 

Sumber :

https://write.as/mbxkqf3kxszduekk.md

Unej, Universitas Pertama Pelanggan Premium Silver PLN

Unej, Universitas Pertama Pelanggan Premium Silver PLN

Unej, Universitas Pertama Pelanggan Premium Silver PLN

Unej, Universitas Pertama Pelanggan Premium Silver PLN
Unej, Universitas Pertama Pelanggan Premium Silver PLN

General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur Bob Sahril mengatakan

, Universitas Jember di Kabupaten Jember adalah perguruan tinggi pertama yang memanfaatkan layanan Premium Silver.

Menurut Sahril, layanan Premium Silver ini tidak banyak digunakan oleh instansi ataupun lembaga

. “Tentunya dengan layanan ini Universitas Jember tidak perlu lagi kawatir akan terjadi kerusakan alat ataupun kehilangan data penting lainnya karena adanya pemadaman listrik,” katanya, sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler Unej.
Baca Juga:

Crane Proyek Gedung Baru Unej Ambruk Timpa Rumah Warga
Siapa Calon Rektor Universitas Jember yang Jadi Putra Mahkota?
Kecil, Kemungkinan Politisasi Identitas dalam Pilkada
KPK Sedang Mendalami Dugaan Korupsi Pemilihan Rektor

PLN dan Unej menandatangani nota kesepahaman peningkatan layanan listrik di Universitas Jember

menjadi layanan Premium Silver serta kerjasama bidang pengabdian masyarakat. Dengan adanya layanan Premium Silver ini keandalan pasokan listrik lebih terjamin.

PLN ingin berkolaborasi dengan Universitas Jember. “Sebenarnya PLN dan Universitas Jember memiliki misi yang sama yaitu ingin turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan tugas dan fungsi kami,” kata Sahril

 

Sumber :

https://telegra.ph/How-To-Low-Budget-Marriage-Invitations-11-14

Viral HP Dihancurkan Pakai Palu, Ini Jawaban Pihak Sekolah

Viral HP Dihancurkan Pakai Palu, Ini Jawaban Pihak Sekolah

Viral HP Dihancurkan Pakai Palu, Ini Jawaban Pihak Sekolah

Viral HP Dihancurkan Pakai Palu, Ini Jawaban Pihak Sekolah
Viral HP Dihancurkan Pakai Palu, Ini Jawaban Pihak Sekolah

Sebuah video berisi tentang penghancuran smartphone di MAN 3 Jombang beredar luas melalui media sosial.

Penghancuran itu disaksikan para guru dan seluruh murid di halaman sekolah.

Pihak sekolah membenarkan bahwa peristiwa itu di MAN 3 Jombang yang notabene berada di PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas Jombang. Alasannya, hal tersebut sudah menjadi peraturan di pondok pesantren. Seluruh anak didik diharamkan memakai HP selama menempuh pendidikan.

Dalam video tersebut nampak sejumlah pria berpeci hitam memegang palu

. Di hadapannya terdapat meja yang penuh dengan smartphone. Sejurus kemudian salawat burdah berkumandang. Seiring dengan itu, pria berpeci itu mengayunkan martil berkali-kali ke arah deretan smartphone yang ditata sedemikian rupa.
Baca Juga:

Pengemudi Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Mojokerto Ditetapkan Tersangka
KBS: Video Penganiayaan Orang Utan di Medsos itu Hoax
Viral, Artis Ratna Antika Terperosok di Jembatan Ambruk saat Diajak Selfi Warga
Polisi Masih Buru Penyebar Video Seks Garut

Waka Kesiswaan MAN 3 Jombang Syifak Malik membenarkan bahwa kejadian di video tersebut berada di lembaga. Itu dilakukan saat masa orientasi siswa beberapa waktu lalu. Smartphone yang dihancurkan menggunakan palu adalah hasil rampasan dari siswa.

Pemusanahan itu, lanjut Syifak, merupakan bentuk transparansi atas barang-barang yang disita sekolah.

“Sekaligus untuk menghindari fitnah. Makanya, penghancuran HP ini disaksikan seluruh guru dan murid,” kata Syifak ketika dikonfirmasi, Sabtu (6/7/2019).

Syifak yang juga Sekretaris Yayasan Bahrul Ulum ini menjelaskan, peraturan tentang larangan membawa HP selama menempuh pendidikan di pesantren sudah lama diterapkan. Bahkan, wali santri juga menyepakati aturan tersebut.

“Makanya kami tidak mempermasalahkan jika ada pihak luar yang mengkritik kebijakan ini. Karena hal tersebut merupakan kearifan lokal yang dibangun oleh Yayasan. Proses belajar santri akan terganggu jika masih memakai HP,” pungkas Syifak.

 

Baca Juga :

Cegah KLB Hepatitis A, Pemkab Kediri Adakan Gerakan Wirausaha Sanitasi

Cegah KLB Hepatitis A, Pemkab Kediri Adakan Gerakan Wirausaha Sanitasi

Cegah KLB Hepatitis A, Pemkab Kediri Adakan Gerakan Wirausaha Sanitasi

Cegah KLB Hepatitis A, Pemkab Kediri Adakan Gerakan Wirausaha Sanitasi
Cegah KLB Hepatitis A, Pemkab Kediri Adakan Gerakan Wirausaha Sanitasi

Dalam rangka peningkatan akses sanitasi yang layak di Kabupaten Kediri, Pemkab Kediri

melalui Dinas Kesehatan menggelar Gerakan Pemberdayaan Masyarakat melalui Wirausaha Sanitasi.

Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Puhjajar Kecamatan Papar.

Wirusaha sanitasi (Wusan) merupakan bagian dari Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM), sebagai supply sanitasi di setiap desa. Dengan supply sanitasi yang tercukupi, diharapkan dapat menurunkan resiko penyakit akibat lingkungan dan perilaku yang tidak sehat di masyarakat. Selain itu juga dapat mencegah peningkatan angka stunting dan kewaspadan dini terhadap Kejadian Luar Biasa Hepatitis A.

“Untuk gerakan Wusan dibutuhkan peran PKK sebagai penggerak ibu-ibu dan anak-anaknya

untuk memicu perubahan perilaku. Melalui kesempatan ini, mari kita dukung program STBM khususnya dalam hal Stop Buang Air Besar Sembarangan, sehingga Kabupaten Kediri menjadi kabupaten Bebas Buang Air Sembarangan atau ODF,” kata Ketua TP PKK Kab. Kediri, Rosyida Masykuri.

Baca Juga:

Diduga Dukung Salah Satu Cakades, Rumah Anggota DPRD Kabupaten Kediri Digeruduk Warga
Bupati Kediri Hadiri Buka Puasa Bersama Forkopimda di Kantor Kejaksaan Negeri
Hadapi Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 869.358 Ton Pupuk Subsidi
Lepas Kontingen Menuju Porprov Jatim VI, Bupati Kediri Janjikan Bonus Peraih Medali

Hadir pada acara ini Plt. Camat Papar, Kades Pujajar, Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes

, dan para Ketua TP PKK Kecamatan. Seluruh tamu undangan kemudian membubuhkan tanda tangan sebagai wujud dukungan gerakan Wusan dan komitmen bersama mewujudkan Kabupaten Kediri bebas buang air sembarangan.

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?MerekTerbaik

BPJS Kesehatan Jangan Sampai Rakyat Menjadi Sadikin

BPJS Kesehatan: Jangan Sampai Rakyat Menjadi Sadikin

BPJS Kesehatan: Jangan Sampai Rakyat Menjadi Sadikin

BPJS Kesehatan Jangan Sampai Rakyat Menjadi Sadikin
BPJS Kesehatan Jangan Sampai Rakyat Menjadi Sadikin

Dalam rangka memperingati HUT BPJS Kesehatan yang ke-51, jajaran Direksi dan senior leaders BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan wilayah Jawa Timur menyambangi Desa Kedungdowo, Kecamatan Ploso, Jombang, Kamis (11/7/2019).

Hal itu dilakukan untuk memantau langsung implementasi program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat) di kawasan tersebut. Selain itu juga untuk menjaring aspirasi masyarakat setempat demi menyempurnakan jalannya program jaminan kesehatan sosial.

“Alhamdulillah respon masyarakat cukup bagus. Banyak warga yang hadir. Bahkan di desa ini 95 persen warga sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Mereka juga sudah mengerti aturan yang ada di program tersebut,” kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur Handaryo, usai memberikan sosialisasi di balai desa setempat.
Baca Juga:

Menolak Sistem Rujukan Berjenjang, KPCDI Surati Kementerian Kesehatan
Pemkot Surabaya Biayai BPJS 550.386 Jiwa
Warga Miskin Bojonegoro Dibiayai Jadi Peserta BPJS

Selain warga, hadir pula perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Puskesmas,

Dinas Sosial (Dinsos), Camat Ploso Suwignyo, serta Kepala Desa Kadungdowo Wito. Di hadapan hadirin, Handaryo menjelaskan secara panjang lebar tentang pentingnya BPJS bagi masyarakat dan program JKN.

Handaryo mengatakan, JKN merupakan amanah Undang-undang Dasar 1945. Yakni, pemerintah harus hadir untuk kesejahteraan rakyatnya. BPJS Kesehatan, lanjutnya, juga sangat cocok dengan karakter bangsa Indonesia yang suka gotong royong.

“Karena menjadi peserta BPJS itu bukan untuk diri sendiri. Tapi juga bisa membantu orang lain.

Karena digotong oleh orang banyak, maka pembiayaan ketika peserta sakit ringan. Itulah yang dimaksud gotong-royong dalam BPJS. Jadi ini sangat cocok dengan karakter rakyat Indonesia,” ujarnya.

Handaryo menegaskan, BPJS Kesehatan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menyejahterakan rakyatnya. Menurutnya, masyarakat tidak boleh menjadi miskin hanya karena sakit.

“Jangan sampai rakyat menjadi Sadikin atau sakit menjadi miskin. Untuk melindungi itu, ada BPJS Kesehatan

, karena pembiayaan menjadi ringan. Beban dipikul semua peserta, sehingga masyarakt bisa terlindungi,” tambah Handaryo.

Walhasil, program tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Betapa tidak, untuk di Jatim, lanjut Handaryo peserta JKN-KIS sudah 28,7 juta orang, dari sekitar 40 juta jiwa warga Jatim. “Sementara di Jombang sudah 68 persen warga yang mengikuti BPJS Kesehatan,” katanya merinci.

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?blku

Pemkot Kediri Syukuran HUT Kemerdekaan

Pemkot Kediri Syukuran HUT Kemerdekaan

Pemkot Kediri Syukuran HUT Kemerdekaan

Pemkot Kediri Syukuran HUT Kemerdekaan
Pemkot Kediri Syukuran HUT Kemerdekaan

Pemerintah Kota Kediri mengadakan malam tasyakuran di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri

dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tasyakuran ini mengambil tema “Dengan Semangat Kemerdekaan Mari Wujudkan SDM yang Unggul Menuju Indonesia Maju”. Suasana hangat dan raut muka bahagia tampak pada anggota Paskibraka, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Forkopimda Kota Kediri yang larut dalam tasyakuran ini.

Mengawali sambutannya, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar memberikan apresiasi kepada Forkopimda, LVRI, dan Paskibraka Kota Kediri tahun 2019.

“Pertama saya ingin menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada Forkopimda

Kota Kediri yang telah mensupport dan mengikuti rangkaian HUT RI di Kota Kediri. Lalu pada LVRI yang sudah sangat senior tetapi terus bisa mengawal kemerdekaan mulai dari upacara sampai malam. Serta terima kasih juga yang tidak terhingga kepada adik-adik Paskibraka yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Saya bangga pada kalian semua ada sesuatu yang baru yakni formasi HUT RI 74 serta sangsaka merah putih tadi dikibarkan dan diturunkan dengan sempurna,” ujar pria yang akrab disapa Mas Abu ini.
Baca Juga:

Wali Kota Kediri Terima Penghargaan Sebagai Sahabat Senapati Nusantara
Kota Kediri Gelar Seminar Panji Nusantara di Museum Airlangga
Aksi Duel Penjaga Rumah Makan Saat Lumpuhkan Jambret HP
Parade Mobil Hias Meriahkan Peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1140

Walikota muda ini berpesan kepada generasi penerus untuk menjaga Negara Indonesia.

Karena kemerdekaan Indonesia ini diperjuangkan mati-matian oleh para pejuang. Negara Indonesia ini juga dinilai seksi oleh negara lain karena populasinya yang begitu besar dan ekonominya pun berkembang. Sehingga Negara Indonesia dijadikan market oleh negara lain. Untuk itu, Mas Abu mengajak generasi penerus untuk menjaga keutuhan Indonesia dan mengisinya.

“Makanya adik-adik ini harus bermental baja dan harus meningkatkan competitiveness kalian. Karena yang bisa membuat maju Indonesia adalah Bangsa Indonesia sendiri dan yang bisa membuat kalian maju adalah cara belajar kalian. Saya tahu kalian mempunyai ciri-ciri orang yang sukses. Kalian bisa memanfaatkan waktu dan disiplin apalagi ditambah supel serta ditambah doa dari orang tua pasti jadi,” pesannya.

Dalam kesempatan ini Mas Abu juga mengungkapkan bahwa perekonomian di Kota Kediri berkembang dan tumbuh dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi Kota kediri yang mencapai 5,14%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tanpa industri rokok berhasil mencapai angka 7,02%. “Di Kota Kediri ini yang banyak tidak hanya toko-toko tetapi lebih banyak yang memanfaatkan marketplace .

 

Baca Juga :

Bayar Iuran JKN-KIS Makin Praktis dengan Autodebit

Bayar Iuran JKN-KIS Makin Praktis dengan Autodebit

Bayar Iuran JKN-KIS Makin Praktis dengan Autodebit

Bayar Iuran JKN-KIS Makin Praktis dengan Autodebit
Bayar Iuran JKN-KIS Makin Praktis dengan Autodebit

Peserta Program JKN-KIS kini dapat memanfaatkan layanan autodebit

untuk membayar iuran bulanannya. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Herman Dinata Mihardja menerangkan, layanan autodebit ini menawarkan sejumlah keunggulan dan kemudahan yang tak dimiliki alternatif pembayaran lainnya.

“Pertama, karena otomatis terpotong dari nomor rekening atau melalui akun financial technology

(fintech), maka peserta tidak perlu lagi khawatir lupa membayar iuran setiap bulan. Karena bayarnya selalu tepat waktu, peserta pun terhindar dari risiko denda layanan yang bisa muncul jika terlambat membayar iuran. Kemudian peserta juga tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu ada gangguan sistem yang mengakibatkan tidak bisa membayar iuran, padahal ada kecenderungan peserta suka membayar iuran mendekati batas jatuh tempo. Kondisi-kondisi semacam ini bisa teratasi dengan autodebit,” ujar Herman, Senin (19/8/2019).
BPJS Kesehatan program pembayaran autodebet

Di samping itu, layanan autodebit juga terbilang efektif dari segi waktu.

Saat ini, fasilitas autodebit ini tidak hanya disediakan oleh sejumlah bank yang telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA, melainkan juga ada pilihan lainnya. Per Juli 2019, autodebit juga dapat dilakukan melalui fintech yang tersedia pada Mobile JKN. Yang paling mutakhir adalah bagi peserta yang tidak memiliki smartphone dan tidak memiliki rekening bank saat ini, peserta tetap dapat melakukan pendaftaran autodebit melalui telepon genggam (2G) dengan mengakses *141*999#. Selanjutnya, peserta dapat mengisi saldonya di seluruh Kantor Pos Indonesia maupun outlet Alfamart dengan menunjukkan nomor peserta JKN-KIS dan menyebutkan nomor telepon genggamnya.

“Diberlakukannya autodebit untuk semua kelas per 1 Januari 2019 sesuai dengan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 6 Tahun 2018. Kalau dulu hanya khusus untuk pendaftaran peserta PBPU kelas 1 dan 2, meskipun ada juga peserta kelas 3 yang memanfaatkannya. Kalau sekarang seluruh peserta dari kelas manapun bisa memanfaatkan layanan tersebut,” terang Iqbal.

 

Sumber :

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/no-headline/002518289542394003803

Siapkan Generasi Emas, Unesa Undang Emil Dardak Motivasi Mahasiswa Baru

Siapkan Generasi Emas, Unesa Undang Emil Dardak Motivasi Mahasiswa Baru

Siapkan Generasi Emas, Unesa Undang Emil Dardak Motivasi Mahasiswa Baru

Siapkan Generasi Emas, Unesa Undang Emil Dardak Motivasi Mahasiswa Baru
Siapkan Generasi Emas, Unesa Undang Emil Dardak Motivasi Mahasiswa Baru

Selain meresmikan Gedung Teknik Informatika, Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak diundang

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk memberi motivasi pada Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Teknik (FT).

“Kita undang tokoh muda (Emil) dalam rangka menyiapkan generasi emas, serta untuk memeriahkan kegiatan PKKMB Fakultas Teknik Unesa,” kata Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dedy Rahman Prehanto, Jumat (16/8/2019).

Kehadiran Emil, lanjut Dedy, diharapkan bisa memberi motivasi dan dorongan agar mahasiswa Unesa dapat selalu berprestasi dan berpikir positif dalam semua tindakan.

“Pak Emil kan tokoh muda. Nah, semangat dan motivasinya itu yang ingin kita tularkan ke mahasiswa baru

,” tandas Dedy yang kerap turun memompa semangat mahasiswa saat berkompetisi robot, termasuk beberapa waktu saat ‘robot jaipong’ meraih juara dua di NTB.

Sementara Emil dalam orasinya, memompa semangat para mahasiswa untuk menjadi agent of change (agen perubahan) di tengah masyarakat. Sebab, para mahasiswa adalah orang-orang pilihan yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa kemajuan bangsa.

Emil lantas mencontohkan Mark Zuckerberg, pemilik dan pendiri Facebook

(FB). Menurutnya, jika Mark lahir di keluarga tidak mampu, mungkin waktunya akan habis untuk bekerja mencari nafkah. Bukan membuat program atau programming dan menemukan FB.

Namun karena dia memiliki waktu, dirinya bisa melakukan programming dan akhirnya membuat FB. “Artinya tidak ada dari kita yang hebat sendiri, kita ditolong oleh keadaan kita masing-masing. Jadi jangan pernah lupa bersyukur,” ucapnya.

“Kita di sini karena ada orang tua kita yang mendukung. Kita punya kesehatan, kesempatan, kemampuan, maka sudah menjadi tugas kita untuk give back kepada masyarakat,” sambungnya.

Cara paling sederhana mahasiswa memberikan give back kepada masyarakat, lanjut Emil, yakni dalam bentuk belajar yang benar. Bagaimana mereka menyelesaikan pendidikan dengan baik.

 

Sumber :

https://www.quibblo.com/story/DbAY-Ptn/Meaning-of-Explanation-Text

Makna Sebuah Titipan ( WS.Rendra )

Makna Sebuah Titipan ( WS.Rendra )

Makna Sebuah Titipan ( WS.Rendra )

 

Makna Sebuah Titipan ( WS.Rendra )
Makna Sebuah Titipan ( WS.Rendra )

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa :
sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Baca Juga :