Benda Sebagai Objek Hukum

Benda Sebagai Objek Hukum

Benda Sebagai Objek HukumBenda Sebagai Objek Hukum

Objek hukum dapat berupa benda, baik benda yang bergerak, (misalnya mobil dan hewan) maupun benda tidak bergerak (misalnya tanah dan bangunan). Di samping itu, objek hukum dapat berupa benda berwujud (misalnya tanah, bangunan, dan mobil) maupun benda tidak berwujud (misalnya hak cipta, hak merek, dan hak paten).

Kemudian berdasarkan

pasal 503-504 KUH Perdata disebutkan bahwa benda dapat dibagi menjadi 2, yakni benda yang bersifat kebendaan (Materiekegoderen), dan benda yang bersifat tidak kebendaan (Immateriekegoderan). Benda yang bersifat kebendaan (Materiekegoderen)

Benda yang bersifat kebendaan (Materiekegoderen) adalah suatu benda yang sifatnya dapat dilihat, diraba, dirasakan dengan panca indera, terdiri dari benda berubah / berwujud, meliputi :

  1. Benda bergerak / tidak tetap, berupa benda yang dapat dihabiskan dan benda yang tidak dapat dihabiskan. Dibedakan menjadi sebagai berikut :
  • Benda bergerak karena sifatnya, menurut pasal 509 KUH Perdata adalah benda yang dapat dipindahkan, misalnya meja, kursi, dan yang dapat berpindah sendiri contohnya ternak.
  • Benda bergerak karena ketentuan undang-undang, menurut pasal 511 KUH Perdata adalah hak-hak atas benda bergerak, misalnya hak memungut hasil (Uruchtgebruik) atas benda-benda bergerak, hak pakai (Gebruik) atas benda bergerak, dan saham-saham perseroan terbatas.

 

Pos-pos Terbaru

Pengertian Objek Hukum

Pengertian Objek Hukum

Pengertian Objek HukumPengertian Objek Hukum

Objek hukum adalah segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum  dan yang dapat menjadi objek suatu hubungan hukum karena hal itu dapat dikuasai oleh subjek hukum.

Dalam bahasa hukum,

objek hukum dapat juga disebut hak atau benda yang dapat dikuasai dan/atau dimiliki subyek hukum. Misalnya, Andi meminjamkan buku kepada Budi. Di sini, yang menjadi objek hukum dalam hubungan hukum antara Andi dan Budi adalah buku. Buku menjadi objek hukum dari hak yang dimiliki Andi.

Yang dimaksud dengan objek hukum atau Mahkum Bih ialah sesuatu yang dikehendaki oleh pembuat hukum untuk dilakukan atau ditinggalkan oleh manusia; atau dibiarkan oleh pembuat hukum untuk dilakukan atau tidak. Dalam istilah ulama ushul fiqh, yang disebut Mahkum Bih atau objek hukum”. Yaitu sesuatu yang berlaku padanya hukum syara’. Objek hukum adalah “perbuatan” itu sendiri. Hukum itu berlaku pada perbuatan dan bukan pada zat. Umpamanya “daging babi”. Pada daging babi itu tidak berlaku hukum, baik suruhan atau larangan. Berlakunya hukum larangan adalah pada “memakan daging babi”; yaitu sesuatu perbuatan memakan, bukan pada zat daging babi itu.

Hukum syara’ terdiri atas dua macam, yaitu hukum taklifi dan hukum wadh’i. Hukum taklifi jelas menyangkut perbuatan mukalaf; sedangkan sebagian hukum wadh’i adalah yang tidak berhubungan dengan perbuatan mukalaf seperti tergelincirnya matahari untuk masuknya kewajiban shalat Zuhur.

Sumber :

https://kabarna.id/

Penafsiran a contrario (menurut peringkaran)

Penafsiran a contrario (menurut peringkaran)

Penafsiran a contrario (menurut peringkaran)Penafsiran a contrario (menurut peringkaran)

          Ialah suatu cara menafsirkan undang-undang yang didasarkan pada perlawanan pengertian antara soal yang dihadapi dan soal yang di atur dalam suatu pasal undang-undang. Dengan berdasarkan perlawanan pengertian (peringkaran) itu ditarik kesimpulan, bahwa soal yang dihadapi itu tidak diliputi oleh pasal yang termaksud atau dengan kata lain berada diluar pasal tersebut.

         Contoh: pasal 34 KUHS menetukan bahwa seorang perempuan tidak diperkenankan menikah lagi sebelum lewat 300 hari setelah perkawinannya terdahulu diputuskan. Timbullah kini pertanyaan, bagaimanakah halnya dengan seorang laki-laki? Apakah seorang laki-laki juga harus menunggu lampaunya waktu 300 hari?

          Jawaban atas pertanyaan ini ialah “tidak” karena pasal 34 KUHS tidak menyebutkan apa-apa tentang laki-laki dan khusus ditujukan bagi perempuan.

        Maksud “waktu menunggu” dalam pasal 34 KUHS ialah untuk mencegah adanya keragu-raguan mengenai kedudukan sang anak, berhubung dengan kemungkinan bahwa seorang perempuan sedang mengandung setelah perkawinannya diputuskan. Jika dilahirkan anak setelah perkawinan yang berikutnya, maka menurut undang-undang anak itu adalah anak suaminya yang terdahulu (jika anak itu lahir sebelum lewat 300 hari setelah putusnya perkawinan terdahulu). Ditetapkan waktu 300 hari karena waktu itu di anggap sebagai waktu kandunag yang paling lama.

Sumber :

https://kaosfullprint.co.id/

Perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan

Perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan

Perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan

Perlindungan anak adalah suatu usaha yang mengadakan situasi dan kondisi yang memungkinkan pelaksanaan hak dan kewajiban anak secara manusiawi positif. Ini berarti dilindunginya anak untuk memperoleh dan mempertahankan haknya untuk hidup, mempunyai kelangsungan hidup, bertumbuh kembang dan perlindungan dalam pelaksanaan hak dan kewajibannya sendiri atau bersama para pelindungnya. (Arief Gosita, 1996:14).

Menurut pasal 1 nomor 2 , Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak disebutkan bahwa:

“Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat  hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.

Pada umumnya, upaya  perlindungan anak dapat dibagi menjadi perlindungan langsung dan tidak langsung, dan  perlindungan yuridis dan non-yuridis. Upaya-upaya perlindungan secara langsung di antaranya meliputi: pengadaan sesuatu agar anak terlindungi dan diselamatkan dari  sesuatu yang membahayakannya, pencegahan dari segala sesuatu yang dapat merugikan atau mengorbankan anak, pengawasan, penjagaan terhadap gangguan dari dalam dirinya atau dari luar dirinya, pembinaan (mental, fisik, sosial), pemasyarakatan pendidikan formal dan informal, pengasuhan (asah, asih, asuh), pengganjaran (reward), pengaturan dalam peraturan perundang-undangan.(Arief Gosita, 1996:6)

Sedangkan, upaya perlindungan tidak langsung antara lain meliputi: pencegahan orang lain merugikan, mengorbankan kepentingan anak melalui suatu peraturan perundang-undangan, peningkatan pengertian yang tepat mengenai manusia anak serta hak dan kewajiban, penyuluhan mengenai pembinaan anak dan keluarga, pengadaaan sesuatu yang menguntungkan anak, pembinaan (mental, fisik dan sosial) para partisipan selain anak yang bersangkutan dalam pelaksanaan perlindungan anak, penindakan mereka yang menghalangi usaha perlindungan anak.(Arief Gosita, 1996:7)

Sumber :

https://kabarna.id/

Pinjaman dari anggota

Pinjaman dari anggota

Pinjaman dari anggota

Pinjaman yang bersal dari anggota koperasi dapat disamakan dengan simpanan sukarela anggota kalau dalam simpanan sukarela, maka besar kecil darui nilai yang disimpan tergantung dari kerelaan masing-masing anggota. Sebaliknya dalam pinjaman koperasi meminjam senilai uang atau yang dapat dinilai dari uang yang berasal dari anggota; sedangkan besar kecil pinjaman tergantung dari kesanggupan anggota dan kebutuhan modal yang diperlukan oleh koperasi. Pinjaman yang diperoleh dari anggota ini bukan merupakan modal sendiri dan wajib dikembalikan kepada anggota bersangkutan sebagaimana layaknya pinjaman atau utang.

  • Pinjaman dari koperasi lain

Pada dasarnya diawali dengan adanya kerjasama yang dibuat oleh sesame bandan usaha koperasi untuk saling membantu dalam bidang kebutuhan modal. Bentuk dan lingkup kerjasama yang dibuat bisa dalam lingkup yang luas atau dalam lingkup yang sempit, tergantung dari kebutuham modal yang diperlukan.

  • Pinjaman dari Lembaga Keuangan

Untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan (baik lembaga bank maupun non bank), ada persyaratan-persyaratan komersial bisnis perbankan yang harus dipenuhi oleh koperasi namun di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, pinjaman komersial dari lembaga keuangan utuk badan usaha koperasi mendapat prioritas dalam persyaratan.

  • Obligasi dan Surat Utang

Untuk menambah modal, koperasi dapat menjual obligasi atau surat utang kepada masyarakat investor, maksudnya untuk mencari dana segar dari masyarakat umum diluar anggota koperasi. Mengenai persyaratan-persyaratan untuk menjual obligasi dan surat utang diatur dalam ketentuan otoritas pasar modal yang ada.

  • Sumber keuangan lain

Semua sumber keuangan, kecuali sumber keuangan yang berasal dari dana yang tidak sah, dapat dijadikan tempat untuk meminjam modal. Sumber-sumber yang mempunyai dana tersebut misalnya lembaga-lembaga yang dibentuk untuk memupuk dana diluar lembaga keuangan; asuransi, dana pensiun, dan lain-lain.

Pos-pos Terbaru

Definisi Harga 

Definisi Harga 

Definisi Harga Definisi Harga 

            Menurut Stanton, (1984) Harga adalah Price is valueexpressed in terms of dollars and cens, or any other monetary medium of exchange. yang kurang lebih memiliki arti harga adalah nilai yang dinyatakan dalam dolar dan sen atau medium moneter lainnya sebagai alat tukar.

Menurut Basu Swastha (1986: 147) Harga diartikan sebagai Jumlah uang (kemungkinan ditambah barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.

Menurut menurut Alex S Nitisemito (1991:55) Harga diartikan sebagai nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain.

            Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa, Tjiptono (2001 : 151). Dan harga merupakan unsur satu–satunya dari unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan di banding unsur bauran pemasaran yang lainnya (produk, promosi dan distribusi).

2.      Tujuan Penetapan Harga

Dalam teori ekonomi klasik, setiap perusahaan selalu berorientasi pada seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh dari suatu produk atau jasa yang dimilikinya, sehingga tujuan penetapan harganya hanya berdasarkan pada tingkat keuntungan dan perolehan yang akan diterimanya. Namun di dalam perkembangannya, tujuan penetapan harga bukan hanya berdasarkan tingkat keuntungan dan perolehannya saja melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan non ekonomis lainnya.

Berikut adalah tujuan penetapan harga yang bersifat ekonomis dan non ekonomis;

  1. Memaksimalkan Laba

Penetapan harga ini biasanya memperhitungkan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh. Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka menjadi tinggi pula harga yang ditetapkan untuk konsumen. Dalam menetapkan harga sebaiknya turut memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntungan yang diraih dapat maksimum.

  1. Meraih Pangsa Pasar

Untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market atau target pasar maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin. Dengan harga turun, maka akan memicu peningkatan permintaan yang juga datang dari market share pesaing atau kompetitor, sehingga ketika pangsa pasar tersebut diperoleh maka harga akan disesuaikan dengan tingkat laba yang diinginkan

  1. Return On Investment (ROI) / Pengembalian Modal Usaha

Setiap usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi. ROI yang tinggi dapat dicapai dengan jalan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka penjualan.

 

Sumber :

https://pesantrenkilat.id/400-benda-peninggalan-viking-dicuri-dari-museum-norwegia/

Sejarah Senam di Dunia

Sejarah Senam di Dunia

Sejarah Senam di Dunia

Sejarah perkembangan senam dimulai sejak zaman kuno, sebelum Masehi, baik di dunia barat, di dunia timur atau di timur tengah. Materinya dibagi dalamempat bagian yang masing-masing merupakan satu era dengan cirinya masing-masing : yaitu zaman kuno, zaman Abad pertengahan dan permulaan zaman

modern, zaman modern di eropa dan bagian akhir adalah senam di abad keDuapuluh.Pengetahuan tentang sejarah terkadang membosankan bila kita hanyamelihat dongengnya saja. Tapi apabila anda perhatikan dengan seksama, maka didalamnya penuh dengan buah pikiran, kejadian, situasi, sifat, tingkah laku, yangindah, yang jahat, yang bermanfaat dan sebagainya, yang semuanya akanmenambah wawasan pribadi anda yang tentu akan sangat berguna bagi andasebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.Dengan memahami sejarah senam sejak zaman kuno sampai sekarang,anda akan menghargai karya dan buah pikiran orang lain sebelum anda dan banyak di antaranya yang dapat anda jadikan contoh suri teladan dalammenjalankan tugas anda sehari-hari baik sebagai pendidik ataupun sebagai siswa.

C.Sejarah Senam di Indonesia

 Senam di Negara Indonesia sudah dikenal sejak zaman penjajahanBelanda. Pada waktu itu namanya ³Gymnastiek´, zaman jepang dinamakan³Taiso´. Pemakaian istilah ³senam´ sendiri kemungkinkan bersamaan dengan pemakaian kata olahraga sebagai pengganti kata sport. Lahirnya senam artistik diIndonesia yaitu pada saat menjelang pesta olahraga Ganefo I di Jakarta pada tahun1963, yang mana setiap artistik merupakan salah satu cabang olahraga yangdipertandingkan, untuk ini perlu dibentuk suatu organisasi yang berfungsimenyiapkan para pesenamnya. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia), atas prakarsa dari tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian padacabang olahraga senam. Promotornya dapat diketengahkan tokoh-tokoh daridaerah seperti : Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara.Wadah inilah kemudian telah membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yangdapat ditampilkan dalam Ganefo I dan untuk pertama kalinya pula pesenam- pesenam Indonesia menghadapi pertandingan Internasional.

Kegiatan selanjutnyaadalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka

Konferensi Asia Afrika I dandalam Ganefo Asia, dimana untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia ini dipanggil pelatih-pelatih senam dari RRC, maka dengan demikian Indonesiamengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam. Tetapi sangat disayangkan bahwa harapan yang mulai tumbuh harus berhenti sementara oleh karena suasana politik yaitu saat meletusnya G 30 S/P

KI, sehingga pelatih-pelatih dari RRC harusdikembalikan ke negaranya.Usaha untuk mengejar ketinggalan ini maka pada tahun 1967 dikirimseorang pelatih Indonesia yaitu : Sdr. T. J. Purba ke Jerman Timur untuk sekolahkhusus pelatih senam artistik selama 26 bulan.

Kemudian sebagai titik tolak yangkedua adalah dimasukkannya cabang olahraga senam artistik yang pertamakalinya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya, dankemudian untuk seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON.

D.Seluk Beluk Senam

 Senam ada berbagai macam, diantaranya senam lantai, senamhamil, senam aerobik, senam pramuka, Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), dll.Biasanya di sekolah dasar, guru-guru mengajarkan senam-senam yang mudahdicerna oleh murid, seperti S

KJ dan senam pramuka. Namun ketika beranjak remaja, banyak orang melakukan senam aerobik, ataupun senam lain termasuk meditasi untuk menenangkan diri.Olahraga senam sendiri ada bermacam-macam, seperti : senam kuno,senam sekolah, senam alat, senam korektif, senam irama, turnen, senam artistik.Secara umum senam memang demikian adanya, dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaan dan semakin berkembang. Yang dulunya tidak untuk dipertandingkan, namun sejak akhir abad 19 mulai

sumber :

https://radiomarconi.com/

Cara Budidaya Ubi Jalar Secara Organik

Cara Budidaya Ubi Jalar Secara Organik

Cara Budidaya Ubi Jalar Secara Organik

Cara Budidaya Ubi Jalar Secara Organik

Cara Budidaya Ubi Jalar, Tidak sulit menemukan tumbuhan ini di wilayah Indonesia khusunya di sepanjang pulau jawa,bahkan di daerah tertentu sudah menjadi sentral budidaya, misalnya di Batang dan Wonosobo Jawa Tengah.Petani senang budidaya ubi jalar karena harganya yang relatif stabil,tahan dengan beberapa penyakit, menjanjikan keuntungan yang tinggi selain itu juga membudidayakannya sangat mudah.Ubi jalar merupakan tanaman pangan yang diambil umbinya. Di beberapa tempat, daun ubi jalar dimanfaatkan sebagai sayuran. Tanaman ini tumbuh menjalar dan sangat cocok dibudidayakan di daerah tropis. Untuk jenis tertentu ada yang bagusnya tumbuh di ketinggian 600m dpl sampai 1000 mdpl.Oleh karena itu tidaklah berlebihan bila ubi jalar disebut Tanaman Mudah dibudidayakan Yang Mendatangkan Keuntungan Tinggi.

Ada tiga jenis ubi jalar (Ipomoea batatas L.) yang populer dibudidayakan di Indonesia, yaitu ubi jalar berwarna putih kecoklatan, merah dan ungu. Ketiga jenis ubi jalar tersebut memiliki varietas unggul dengan produktivitas tinggi. Beberapa varietas ubi jalar yang populer antara lain cilembu, ibaraki, lampeneng, georgia, borobudur, prambanan, mendut, dan kalasan.Sekarang yang lagi ngetrend dipasaran Ubi Jalar Jenis Ungu sebagai Herbal Penurun Tligiserid dan Kolestrol.
Cara Menanam Ubi Jalar

Budidaya ubi jalar cocok dilakukan di daerah tropis yang panas dan lembab. Suhu ideal bagi tanaman ini adalah 20-26oC dengan dengan curah hujan 750-1500 mm per tahun. Budidaya ubi jalar memerlukan penyinaran matahari sekitar 11-12 jam sehari.Selain itu juga dibutuhkan tanah yang gembur dan banyak mengandung unsur hara.

Di Indonesia, budidaya ubi jalar mencapai produktivitasnya yang paling optimal bila ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter dari permukaan laut. Namun, tanaman ini masih bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian di atas 1000 meter, hanya saja jangka waktu tanam hingga panen menjadi lebih panjang.Tanaman ini sangat baik ditanam saat berakhirnya musim penghujan hingga memasuki musim kemarau.

 

 

Penyediaan bibit

Penyiapan bibit pada budidaya ubi jalar bisa dilakukan dengan dua cara, yakni cara generatif dan vegetatif. Pertama adalah perbanyakan melalui umbi. Caranya pilih umbi berkualitas baik dan sehat, kemudian dibiarkan di tempat lembab dan teduh hingga keluar tunasnya.

Tunas yang keluar dari umbi dipotong dan siap untuk dibesarkan. Cara generatif jarang dilakukan dalam budidaya ubi jalar skala luas. Cara ini dipakai untuk memperbanyak bibit unggul dalam skala terbatas. Atau untuk mengembalikan sifat-sifat unggul sang induk.

Cara kedua adalah perbanyakan vegetatif dengan distek. Calon indukan diambil dari tanaman yang berumur di atas dua bulan dengan ruas yang pendek-pendek. Caranya, potong batang tanaman kira-kira sepanjang 15-25 cm. Pada setiap potongan minimal terdapat dua ruas batang. Pangkas sebagian daun-daunnya untuk mengurangi penguapan. Ikat batang yang telah distek tersebut dan biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh. Bila sudah mulai tumbuh akar pada batang bibit siap ditanam. Seleksi dengan cara buang batang yang busuk.

Perbanyakan dengan cara stek batang secara terus menerus akan menurunkan kualitas tanaman. Oleh karena itu, perbanyakan dengan stek hanya dianjurkan untuk 3-5 generasi penanaman.

 

Pengolahan tanah untuk budidaya ubi jalar

Kondisi tanah yang cocok untuk budidaya ubi jalar adalah tanah lempung berpasir, gembur, banyak mengandung hara dan memiliki drainase yang baik. Budidaya ubi jalar pada tanah kering dan retak-retak, akan menurunkan imunitas tanaman. Tanaman mudah terserang hama dan penyakit. Sebaliknya bila ditanam ditempat becek atau basah, umbinya akan kerdil, kadar serat tinggi, umbi mudah busuk dan bentuknya benjol.Bila ditanam pada daerah dengan curah hujan tinggi usahakan ditanam pada akhir musim penghujan.

Derajat keasaman tanah yang ideal untuk budidaya ubi jalar sekitar 5,5-7,5 pH. Tanaman ini tumbuh baik pada lahan tegalan atau bekas sawah. Pada lahan tegalan, budidaya ubi jalar cocok dilakukan diakhir musim hujan. Sedangkan untuk lahan sawah lebih cocok pada musim kemarau.

Budidaya ubi jalar relatif tidak membutuhkan pupuk yang banyak. Apalagi bila ditanam di lahan bekas sawah. Sebelum menanam ubi jalar, hendaknya tanah dibajak atau dicangkul supaya gembur. Kemudian bentuk bedengan setinggi 30-40 cm. Buat lebar bedangan 60-100 cm dengan jarak antar bedengan 40-60 cm. Panjang bedengan mengikuti bentuk lahan.

Untuk budidaya ubi jalar secara organik, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk kandang yang bagus adalah campuran kotoran ayam dan sapi atau kambing yang telah matang. Campurkan pupuk pada saat pembuatan bedengan dengan dosis 20 ton per hektar.{baca Cara Membuat Pupuk Bokashi}

 

 

Penanaman ubi jalar

Ubi jalar ditanam dengan cara membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan jarak antar baris 40 cm. Dibutuhkan sekitar 36 ribu batang untuk lahan seluas satu hektar.

Di awal pertumbuhan usahakan jaga kelembaban tanah. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari pada stek yang baru ditanam. Penyiraman bisa dihentikan setelah tanaman terlihat tumbuh, yang dicirikan dengan keluarnya daun baru.

 

 

Pemeliharaan Tanaman

Tanaman ubi adalah tanaman yang tahan kekeringan. Intensitas hujan dua minggu sekali sudah cukup memberikan asupan air. Sehingga relatif tidak memerlukan penyiraman secara terus menerus.

Setelah 2-3 minggu penanaman, periksa keseluruhan tanaman. Apabila terdapat tanaman yang gagal tumbuh segera sulam dengan tanaman baru. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati dan menggantinya dengan stek batang yang baru.

Pada umur 4 minggu setelah tanam, lakukan pembongkaran tanah di kiri dan kanan tanaman, radius10 dari tanaman. Hal ini dimaksudkan supaya akar tanaman tidak menjalar kemana-mana sehingga umbi terkonsentrasi pada jalur penanaman. Aktivitas ini dilakukan sekaligus dengan menyiangi gulma.

Pada umur 6-8 minggu setelah tanam, tanah yang dibongkar tadi kemudian ditutup kembali sambil merapikan akar-akar yang menjalar keluar dari jalur penanaman. Kegiatan perapihan akar ini penting karena jika menjalar kemana-mana, umbi yang dihasilkan tidak akan terlalu besar. Jika akar tidak ditertibkan, bisa jadi umbinya banyak namun ukurannya kecil-kecil.

 

 

Cara Memanen

Pemanenan ubi jalar bisa dilakukan pada umur 3,5-4 bulan. Perhatikan cuaca saat menjelang panen, atau umur tanaman di atas 3 bulan. Umbi siap panen yang tiba-tiba tertimpa hujan deras biasanya akan membusuk. Hal ini terjadi pada budidaya ubi jalar yang dilakukan di musim kemarau. Apabila terjadi hal tersebut segera lakukan pemanenan, maksimal 7 hari setelah hujan.

Panen dikatakan berhasil jika tiap satu bibit yang ditanam minimal menghasilkan 1 kg umbi. Secara umum tanaman ubi jalar yang baik dan tidak terserang hama akan menghasilkan umbi lebih dari 25 ton per hektar. Bahkan pada ubi jalar varietas tertentu seperti kalasan bisa menghasilkan hingga 30-40 ton per hektar.

Setelah dipanen, ubi jalar dicuci dan disortir kemudian masukkan dalam karung dan simpan ditempat kering sebelum dijual ke pasar. Demikian info bisnis rumahan, untuk ubi jalar jenis ungu sekarang banyak sekali permintaan pasar, karena Bisa Menjadi Herbal Penyembuh Penyakit Jantung Koroner Menurunkan Kolestrol Jahat.

 

 

Sumber : https://anekabudidaya.com/

Pengawasan dalam Pandangan Islam

Pengawasan dalam Pandangan Islam

Pengawasan dalam Pandangan Islam

Pengawasan dalam pandangan Islam dilakukan untuk meluruskan yang tidak lurus, mengoreksi yang salah, dan membenarkan yang hak. Pengawasan (control) dalam ajaran Islam (hukum syariah), terbagi menjadi dua hal berikut.

Pertama, control yang bersal dari diri sendiri, yang bersumber dari tauhid dan keimanan kepada Allah swt. Seseorang yakin bahwa Allah pasti mengawasi hambaNya, ia akan bertindak hati-hati.

Ini adalah control yang paling efektif yag berasal dari diri sendiri. Ada sebuah hadis yang menyatakan, “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada…”

Taqwa tidak mengenal tempat. Taqwa bukan sekedar di masjid, bukan sekedar  di atas sajadah, melainkan uga ketika beraktifitas di kantor, meja perundingan, dan sebagainya. Taqwa semacam inilah yang mampu menjadi konntrol yang paling efektif. Taqwa seperti ini hanya mungkin tercapai jika para manajer bersama-sama dengan para karuyawan, melakukan kegiatan-kegiatan ibadah secara intensif. Intinya adalah mengahadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, pengawaasan akan lebih efektif jika system pengawasan tersebut juga dilakukan dari luar diri sendiri. System pengawasan itu dapat terdiri atas mekanisme pengawasan dari pemimpin yang berkaitan dengan penyelsaian tugas yang telah didelegasikan, kesesuaian antara pennyelsaian tugas dan perencanaan tugas, dan lain-lain.


  1. Pengawasan yang Baik

Pengawasan yang baik adalah pengawasan yang telah built in ketika menyusun sebuah program. Dalam menyusun program harus ada unsur control di dalamnya. Tujuanna adalah seseorang yang melakukan sebuah pekerjaan merasa bahwa pekerjaannya itu diperhatikan oleh atasan, bukan pekerjaan yang tidak diacuhkan atau dianggap enteng, oleh karena itu, pengawasan terbaik adalah pengawasan yang dibangun dari dalam diri orang yang diawasi dan dari system pengawasan yang baik.

System pengawasan yang baik tidak dapat dilepaskan dari pemberian hukuman (punishment) dan imbalan (reward). Seorang karyawan yang melakukan pekerjaanya dengan baik sebaiknya diberi reward. Bentuk rewad tidak mesti materi, tetapi dapat pula dalam bentuk pujian, penghargaan yang diutarakan di depan karyawan lain, atau bahkan promosi, baik promosi belajar maupun promosi naik pangkat atau jabatan.

Demikian pula, karyawan yang melakukan pekerjaan dengan berbagai kesalahan, bahkan hingga yang merugikan perusahaan harus diberi punishment. Bentuk punishment pun tidak selalu identic dengan kekerasan fisik, melainkan berbentuk teguran, peringatan, skors, bahkan hingga pemecatan. Reward dan punishment itu merupakan pengawasan yang sangat penting.

sumber :

 

Manusia dalam Konsep Psikologi Humanistik

Manusia dalam Konsep Psikologi Humanistik

Manusia dalam Konsep Psikologi Humanistik

Psikologi Humanistik dianggap sebagai revolusi ketiga dalam psikologi revolusi pertama dan kedua adalah psikologi analsisis (manusia dipengaruhi oleh primitifnya) dan behaviorisme (manusia hanyalah mesin yang di bentuk lingkungan), dalam pandangan behafiorisme  manusia menjadi robot tanpa jiwa dan nilai, dalam psikoanalisis, seperti kata freud sendiri “we see a man as a savage beast” (1930:86) keduanya tidak menghormati manusia sebagai manusia, keduanya tidak dapat menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif dan menentukan, seperti cinta, kreatifitas, nilai, makna, dan pertumbuhan pribadi.

Psikologi humanistik lebih banyak mengambil dari fenomenologi dan eksistensiaisme, fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan” yang di persepsi dan diinterprestasi secara subyektif yaitu setiap orang mengalami dunia dengan caranya sendiri, fenomenologi banyak mempengaruhi tulisan-tulisan Carl Rogers (Bapak Psikologi Humanistik), Abraham maslow menyebutkan “growth needs” eksistensialisme menekankan pentingnya kewajiban individu pada sesame manusia. Yang paling penting bukan apa yang di dapat dari kehidupan, tapi apa yang dapat kita berikan untuk kehidupan. Jadi hidup kita baru bermakna hanya apabila melibatkan nilai-nilai dan pilihan yang konstruktif secara sosial.

Manusia bukan saja pelakon dalam panggung masyarakat, bukan saja pencari identitas, tetapi juga pencari makna. Freud pernah mengirim surat pada princess Bonaparte dan menulis bahwa pada saat manusia bertanya apa makna dan nilai kehidupan, pada saat itu ia sakit.  Hal itu dai salahkan oleh Victor E. Frankl, manusia justru menjadi manusia ketika mempertanyakan apakah hidupnya bermakna. Frankl menyimpulkan asumsi-asumsi Psikologi Humanistik adalah keunikan manusia, pentingnya nilai dan makna, serta kemampuan manusia untuk mengembangkan dirinya. Adapun beberapa asumsi-asumsi pandangan humanistik yang di garisbesarkan oleh Carl Rogers yaitu:

sumber :