Ruang Lingkup Pendidikan Anak Menurut Islam

Ruang Lingkup Pendidikan Anak Menurut Islam

Ruang Lingkup Pendidikan Anak Menurut Islam

Ruang Lingkup Pendidikan Anak Menurut Islam

Adapun Ruang lingkup pendidikan anak menurut secara garis besar dibagi menjadi 5, yaitu:

3.3.1      Pendidikan Keimanan

Tujuan pendidikan dalam Islam yang paling hakiki adalah mengenalkan peserta didik kepada Allah SWT. Mengenalkan dalam arti memberikan pembelajaran tentang keesaan Allah, kewajiban manusia terhadap Allah dan aspek-aspek aqidah lainnya. Dalam hal ini dapat dikaji dari nasehat Luqman kepada anaknya yang digambarkan Allah dalam firmannya:

“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya:”hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesengguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang nyata.” (Q.S 31:13)

Kemudian bagaimana cara mengenalkan Allah SWT dalam kehidupan peserta didik melalui proses pendidikan, antara lain:

  1. a)     Menciptakan hubungan yang hangat dan harmonis
  2. b)      Jalin hubungan komunikasi yang baik dengan anak, bertutur kata lembut, bertingkah laku positif. Hadits Rasulullah : “cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka…:” (H.R Bukhari) serta “Barang siapa mempunyai anak kecil, hendaklah ia turut berlaku kekanak-kanakkan kepadanya.”    (H.R Ibnu Babawaih dan Ibnu Asakir)
  3. c)      Menghadirkan sosok Allah melalui aktivitas rutin
  4. d)     Seperti ketika kita bersin katakan alhamdulillah. Ketika kita memberikan uang jajan katakan bahwa uang itu titipan Allah jadi harus dibelanjakan dengan baik seperti beli roti.
  5. e)      Memanfaatkan momen religius
  6. f)       Seperti Sholat bersama, tarawih bersama di bulan ramadhan, tadarus, buka shaum bersama.
  7. g)      Memberi kesan positif tentang Allah
  8. h)      Kenalkan sifat-sifat baik AllahJangan mengatakan “ nanti Allah marah kalau kamu berbohong” tapi katakanlah “ anak yang jujur disayang Allah”.
  9. i)        Beri teladan
  10. j)        Anak akan bersikap baik jika orang tuanya bersikap baik karena anak menjadikan orang tua model atau contoh bagi kehidupannya.
    “hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”.(Q.S 61:2-3)
  11. k)      Kreatif dan terus belajar
  12. l)       Sejalan dengan perkembangan anak. Anak akan terus banyak memberikan pertanyaan. Sebagai orang tua tidak boleh merasa bosan dengan pertanyaan anak malah kita harus dengan bijaksana menjawab segala pertanyaannya dengan mengikuti perkembangan anak.

sumber :

Pool Slide Story 1.0.9 Apk for android

Cara Menanam Bunga Dahlia di Polybag

Cara Menanam Bunga Dahlia di Polybag

Cara Menanam Bunga Dahlia di Polybag

Cara Menanam Bunga Dahlia di Polybag

Berikut adalah Cara Menanam Bunga Dahlia di Polybag, langsung saja ya

Media tanam berupa sekam & pupuk kandang (6:1) dicampur merata.
Masukkan media ke dlm polybag 30 x 20 cm sampai mengisi 90 prosen volume.
Buatlah lubang tanam ditengah media, tambahkan 1 gram pupuk NPK.
Masukkan bibit dr polybag kecil dan padatkan media di sekitar batang. Siram sampai lembab.
Selanjutnya tanaman diberi pupuk NPK sebanyak 1 gram setiap dua minggu. Penyemprotan dengan pestisida Antracol dan Basudin dilakukan jika terlihat gejala serangan penyakit.

Pemangkasan daun

Pemangkasan daun perlu dilakukan agar bunga yang dihasilkan berkualitas baik. penjarangan bunga bertujuan untuk mendapatkan bunga dengan ukuran maksimal. Kriteria penjarangan bunga adalah: Di setiap pucuk lateral hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku ke tiga untuk tanaman Dahlia mini, di setiap pucuk utama dan pucuk lateral hanya terdiri atas 3 kuntum bunga untuk tanaman Dahlia yang besar.

Pembentukan Bedengan

Bedengan dibuat dengan lebar 70 cm, tinggi 15 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm. Setelah bedengan terbentuk, tanah diolah sedalam 45 cm beberapa kali dengan cangkul. Tambahkan pupuk kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha) dan campur dengan 45 cm tanah bedengan. Haluskan tanah bedengan sampai kedalaman 15 cm. Rapikan kembali bedengan.

Demikian artikel tentang Cara Menanam Bunga Dahlia di Polybag, Semoga bermanfaat

Sumber: https://www.kebun.co.id/

Cara Budidaya Ikan Gabus

Cara Budidaya Ikan Gabus

Cara Budidaya Ikan Gabus

 

Cara Budidaya Ikan Gabus
Cara Budidaya Ikan Gabus

1. Memilih Indukan Jantan dan Betina

Anda dapat dengan mudah membedakan Jantan dan Betina. Bagaimana tampilan fisik gabus. Kelamin jantan ditandai dengan bentuk kepala oval dengan warna tubuh yang cukup gelap, lubang di genital yang memerah dan jika Anda urut akan mengeluarkan cairan benih. Sedangkan ciri-ciri fisik betina yang memiliki kepala agak bulat dengan warna tubuh yang cukup terang, bentuk perut agak besar dan cenderung agak lembek jika disentuh, jika Anda urut akan mengeluarkan telur. Kami merekomendasikan untuk berkembang biak laki-laki harus berat sampai 1 kg.

2. Proses Pemijahan Ikan Gabus

Anda perlu mempersiapkan dalam melakukan pemijahan ikan gabus adalah fiberglass atau bak beton. Ukuran bak beton adalah 7x4x2 meter PxLxT kemudian kering selama 3-4 hari. Lalu isi bak beton dengan volume air hingga 50 cm dan biarkan air mengalir pada saat pemijahan terjadi. Anda dapat menutupi kolam dengan tanaman eceng gondok untuk membantu eksitasi pemijahan. Masukkan jantan 30 indukan dan 30 betina ke dalam bak dan membiarkan proses pemijahan terjadi. Setelah betelur, segera dibawa menggunakan sekupnet halus. Telur siap untuk menetas.

Selama proses pemijahan, selalu mengontrol kolan setiap hari, Betina induk dapat menghasilkan telur mencapai 10.000-11.000 butir telur.

3. Proses Penetasan Telur

Proses penetasan dilakukan di akuarium untuk membuatnya lebih mudah untuk mengontrol kondisi telur. Siapkan akuarium ukuran 65x45x45 cm PxLxT, biarkan kondisi kering selama 2 hari, kemudian mengisi air dengan ketinggian sekitar 40 cm. Dalam pasang 2 poin aerasi akuarium, proses penetasan telur, pasang juga pemanas sampai air mencapai suhu 28 °C Masukkan kepadatan telur ikan ± 4-6 butir per cm² dan biarkan itu menetas. Secara umum, telur sampai menetas membutuhkan waktu 24 jam. Selama 2 hari setelah larva ikan gabus menetas, Anda tidak perlu memberikan makanan karena mereka memiliki cadangan makanan.

4. Pemeliharaan Larva Ikan Gabus

Ikan gabus periode pemeliharaan larva mulai dari 2 hari setelah menetas sampai usia 15 hari, Anda bisa menggunakan akuarium yang digunakan dalam proses penetasan telur dengan kepadatan 5 larva per 1 liter air. Ikan gabus larva berumur 2 hari harus diberikan makanan seperti nauplii Artemia, yang dapat diberikan 3 kali sehari. Untuk larva ikan 5 hari gabus tua diberi makanan tambahan daphnia 3x sehari. Dalam menjaga kualitas air dilakukan pergantian air yang dapat menghilangkan kotoran dan sisa-sisa pakan dan kemudian diganti dengan hanya menggunakan sekitar 50% air.
Proses Budidaya Pembesaran Ikan Gabus

5. PERSIAPAN KOLAM DAN AIR

Siapkan kolam dinding beton lantai tanah biasanya ukuran antara 2 M – 5 M, keringkan selama 1 minggu, ratakan tanah dasarnya, tebarkan tanah yang berasal dari kotoran hewan setebal kurang lebih 30 cm, setelah itu teburkan pupuk kapur dolomid rata permukaan kolam yang sudah di kasih kompos, biarkan selama 3 hari agar pupuk kapur tersebut larut dalam tanah karena itu berfungsi ketika nanti kolam di isi air akan tumbuh makanan ikan alami seperti plankton, kutu air dan lumut, isi air setinggi 50 cm – 100 cm dan rendam selama 1 minggu air tidak dialirkan,

6. TEBAR BENIH

Penebaran Bibit Ikan Gabus dilakukan setelah berumur 2 minggu di kolam yang diisi air. Sebelum bibit dimasukan air kolam dibiarkan selama 1 minggu air tidak dialirkan. Kemudian setelah itu tebarkan bibit pada pagi hari, dan jangan diberi pakan dulu. 2 hari baru diberi 2 kg tepung pellet.

7. PAKAN

Beri pakan pelet dengan kandungan protein 15 %, lemak 15 % dan karbohidrat 10 % dan berikan makanan tambahan seperti ikan teri, anakan rayap, sisa daging ampas dapur. juga bisa di buatkan pelet buatan dengan cara ikan teri 20 %, dedek 50 %, ampas tahu 10 %, dan 10 % jagung. rebus bahan terlebih dahulu kemudian giling jadi satu bahan-bahan tersebut dan kemudian di jemur hingga kering hingga pakan siap di berikan kepada iakn.

8. PANEN

Panen ikan gabus bisa dilakukan sesui dengan kebutuhan pasar dan juga bisa dilakukan pemanenan secara bertahap dalam satu kolam. tidak seperti pada ikan jenis lain yang penenya harus di lakukan secara serempak seperti ikan emas, patin dan ikan-ikan jenis lain. apabila tidak di panen secara serentak maka akan terjadi stres pada ikan yang berujung pada kematian. lain halnya dengan ikan jenis ikan gabus karena ikan ini memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa di banding ikan yang lainya.

Baca Juga: 

Bagian-Bagian Sawah Untuk Mina Padi

Bagian-Bagian Sawah Untuk Mina Padi

Bagian-Bagian Sawah Untuk Mina Padi

 

Bagian-Bagian Sawah Untuk Mina Padi
Bagian-Bagian Sawah Untuk Mina Padi

Tak cukup dengan memilih varietas padi dan lokasi budi daya yang cocok, kita juga perlu memperhatikan bagian-bagian sawah dalam usaha mina padi ini. Bagian-bagian sawah dalam sawah mina padi sejatinya tidak jauh berbeda dengan bagian-bagian sawah pada sawah padi umumnya. Hanya saja sawah mina padi terdapat kemalir atau aren.

Berikut adalah bagian-bagian sawah yang perlu Anda buat jika Anda ingin mengembangkan sawah Anda menjadi sawah mina padi :

Pematang

Pematang atau tanggul sawah merupakan gundukan tanah yang dibuat untuk membatasi satu petak sawah dengan petak sawah lainnya. Berbeda dengan pematang kolam, pematang sawah cenderung lebih rendah dan lebih sempit.

Pematang sawah dibuat dengan ukuran demikian mengingat fungsinya yang hanya untuk menahan volume air yang lebih kecil daripada volume air kolam. Namun demikian, konstruksi pematang sawah tetap harus kokoh.

Fungsi utama pematang adalah untuk menampung massa air yang ada di petakan sawah. Pematang yang kokoh akan memberikan jaminan keamanan ikan yang dipelihara dari kemungkinan kabur atau meloloskan diri dari bagian pematang yang merekah. Untuk itu, bagian dasar pematang ada baiknya dibuat dengan lebar antar 40-50 cm, dan 30-40 cm untuk bagian atasnya dengan tinggi antara 30-40 cm.

Selain itu, pematang iga harus bebas dari gulma atau tanaman liar supaya tidak menjadi sarang hama padi atau hama ikan. Akan lebih baik jika pematang rutin dibersihkan dari gulma.

Untuk pengolahan dasar tanah, pematang harus dilapisi kembali dengan lumpur. Setelah kering lumpur akan menutupi seluruh permukaan pematang dan menegras sehingga gulma tidak mudah tumbuh. Pelapisan ini juga berfungsi untuk menutup bagian pematang yang mulai merekah.

Kemalir atau Caren

Kemalir atau aren adalah saluran yang dibuat di bagian paling dalam pada petakan sawah. Namun, kemalir ada juga yang dibuat membelah bagian tengah sawah tak lurus sejajarsisi lebar pematang.

Pada sawah yang dijadikan tempat pemeliharaan ikan kemalir sangat dibutuhkan sekali. Fungsi utama kemalir dalam pemeliharaan ikan bersama padi adalah sebagai berikut :
Melindungi ikan dari kekeringan. Dengan adanya kemalir, sekalipun bagian dengan sawah sudah kering, ikan akan bisa bertahan hidup dengan berenang di sisa air yang berada di kemalir.
Melindungi ikan air hama. Kemalir yang memiliki kedalaman memadai Kam menjadi tempat berlindung yang aman bagi ikan dari serangan hama, seperti sero atau linsang dan ular.
Memudahkan proses pemanenan. Saat panen, sawah disurutkan sampai tinggal sedikit sehingga ikan akan berkumpul di kemalir yang masih menyisakan air. Ikan yang berkumpul di kemalir akan memudahkan proses pemanenan.
Memudahkan pemberian pakan pada ikan. Kemalir menjaid tempat memberi makan ikan yang baik karena terletak di bagian pinggiran sawah, sehingga pemberian pakan akan efektif.
Memudahkan mobilitas ikan. Kemalir merupakan tempat ikan bergerak secara leluasa dengan mudah bisa berpindah ke seluruh petakana sawah.
Kemalir umumnya dibuat dengan lebar 40-45 cm, tinggi 25-30 cm dan penjangnya tergantuung panjang atau lebar sawah. Berdasarkan hasil penelitian, luas kemalir yang optimum adalah 2-4% dari luas petakan sawah.

Terdapat beberapa jenis kemalir yang dapat Anda coba untuk sawah Anda, diantaranya sebagai berikut :
Kemalir keliling pinggir. Kemalir keliling pinggir dibuat di sisi pematang mengelilingi petakan sawah. Luas dan penajng kemalir jenis ini disesuaikan dengan luas dan panjang petakan sawah.
Kemalir silang. Kemalir ini dibuat menyilang dari sudut sawah ke sudut yang lain. Umumnya dibuat dari sudut pintu pemasukan ke sudut pintu pengeluaran air. Selain itu terdapat juga kemalir silang yang dibuat memalang di tengah-tengah sawah.
Kemalir kombinasi. Kemalir kombinasi adalah kemalir yang dibatu dengan mengombinasikan kemalir silang dan kemalir keliling.
Pembuatan kemalir disesuaikan dengan waktu pengolahan tanah dasar sawah. Kemalir tengah dibuat sebelum meratakan tanah terakhir. Kemalir keliling dibuat saat pembuatan atau perbaikan pematang sawah.

Pembuatan kemalir di pinggir dekat tebing harus dihindari karena jika terjadi kebocoran akan terjadi kekeringan total yang bisa membahayakan ikan. Kemalir digunakan untuk sawah dengan kondisi lahan datar atau berteras.

Pintu air

Pintu air, baik pintu pemasukan maupun pintu pengeluaran berfungsi untuk mengeluarkan air agar tidak meluap di petakan sawah. Pintu pemasukan dan pengeluaran bisa dibuat dari pipa paralon atau bambu.
Pintu pengeluaran air dipasang kira-kira 25 cm dari permukaan tanah supaya ketinggian air di petakan sawah bisa mencapai 25-30 cm. Pada pintu air pemasukan dan pengeluaran air harus dipasang saringan untuk menghindari ikan kabur lewat pintu air.

Saringan yang baik berupa kawat kasa dengan lubang mata kawat disesuaikan dengan ukuran ikan yang dipleihara. Ukuran lubang kawat harus lebih kecil daripada ukuran ikan yang dipelihara.

Sumber: https://berkebun.co.id/

Temulawak dan Manfaatnya

Temulawak dan Manfaatnya

Temulawak dan Manfaatnya

Temulawak dan Manfaatnya
Temulawak dan Manfaatnya

 

Temu lawak (Curcuma xanthorhiza L.) adalah

tanaman obat-obatan yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Tanaman ini berasal dari Indonesia.

Tanaman temu lawak dapat tumbuh hingga setinggi 2 m

memiliki bunga berwarna kuning. Rimpang temu lawak digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional dan minuman penyegar.
Tumbuhan ini dapat berbunga terus-menerus sepanjang tahun secara bergantian yang keluar dari rimpangnya. Rimpang induk dapat memiliki 3-4 buah rimpang. Warna kulit rimpang cokelat kemerahan atau kuning tua, sedangkan warna daging rimpang oranye tua atau kuning. Rimpang temulawak terbentuk di dalam tanah pada kedalaman sekitar 16 cm. Tiap rumpun umumnya memiliki 6 buah rimpang tua dan 5 buah rimpang muda.

Temulawak berkhasiat untuk mencegah dan mengatasi beraneka macam penyakit.

Berbagai khasiat dari temulawak, antara lain, gangguan lever, mencegah hepatitis, meningkatkan produksi cairan empedu, membantu pencernaan, mengatasi radang kandung empedu, radang lambung dan gangguan ginjal.
Selain itu, temulawak juga bisa menurunkan kadar kolesterol tinggi, anemia/kurang darah, melancarkan peredaran darah, gumpalan darah, malaria, demam, campak, pegal linu, rematik, sakit pinggang, peluruh haid, keputihan, sembelit, ambeien, menambah nafsu makan, batuk, asma, radang tenggorokan, radang saluran nafas, radang kulit, eksim, jerawat, meningkatkan stamina,

radang kandung empedu dan batu empedu.

  1. Untuk gangguan lever, gunakan 25 gr temulawak dan 30 gr daun serut/mirten direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, saring dan airnya diminum selagi hangat.
  2. Pada radang sendi, rematik, pegal linu, ambil 25 gr temulawak berikut 20 gr jahe merah direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.
  3. Untuk peluruh haid, gunakan 25 gr temulawak diblender dengan air secukupnya, saring lalu tambahkan madu secukupnya dan diminum.
  4. Bila sakit radang kandung empedu, gunakan 30 gr temulawak diiris-iris lalu direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.
  5. Untuk mengatasi batu empedu, gunakan 25 gr temulawak, 30 gr meniran dan gula aren secukupnya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.
  6. Menurunkan kadar kolesterol tinggi, gunakan 20 gr temulawak kering ditumbuk halus lalu diseduh dengan air panas secukupnya dan diminum hangat-hangat.
  7. Mengatasi masalah radang lambung, gunakan 30 gr temulawak dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.
  8. Mengobati batuk dan radang saluran nafas, gunakan 25 gr temulawak diparut, tambahkan air matang secukupnya, saring lalu tambahkan madu secukupnya dan air perasan 1 buah jeruk nipis, kemudian diminum.
  9. Untuk meningkatkan nafsu makan, ambil 25 gr temulawak, 10 gr asam jawa dan gula merah secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, saring dan diminum.
Lakukan resep ini dua kali sehari secara teratur. Sedangkan, untuk penyakit berat/serius disarankan untuk berkonsultasi ke dokter.

Sumber : https://merekbagus.co.id/

Khasiat Kunir Putih (Curcuma Zedoaria)

Khasiat Kunir Putih (Curcuma Zedoaria)

Khasiat Kunir Putih (Curcuma Zedoaria)

Khasiat Kunir Putih (Curcuma Zedoaria)
Khasiat Kunir Putih (Curcuma Zedoaria)

 

Saat ini jumlah penderita kanker semakin meningkat dan sebagai penyebab kematian ,kanker juga berada pada kuantitas yang tinggi. Umumnya penyakit kanker baru diketahui pada stadium lanjut, sehingga pengobatannya menjadi lebih sulit. Pengobatan dengan cara modern masih dirasa banyak memberikan efek samping, sedangkan prosentase keberhasilannya belum cukup maksimal, sehingga perlu ditunjang dengan pengobatan alternatif atau pengobatan tradisional dengan menggunakan keberagaman hayati herbal nusantara.
hal ini di pengaruhi juga dengan gaya hidup yang tidak sehat, diantaranya karena makanan yang banyak mengandung bahan pengawet,makanan instan,dan masih banyak lagi.di jaman sekarang juga di pengaruhi faktor cuaca yang tidak menentu,cuaca sulit ditebak.
Salah satu pengobatan alternatif tersebut adalah dengan menggunakan kunir putih, belum banyak orang mengatahui khasiat Kunir Putih (Curcuma zedoaria) yang ternyata banyak bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bagian yang paling berkhasiat adalah rimpangnya.

Kandungan Zat Aktif Kunir Putih

Kurkuminoid, minyak atsiri, polisakarida, zedoarin, kurdiona, kurkumol. Kurkuminoid yang telah diketahui, meliputi kurkumin, desmektosikurkumin, bisdemetoksikurkumin, 1,7-bis (4-hidroksifenil)-1,4,6-heptatrien-3-on.

Mekanisme Kerja

Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel – sel jaringan tubuh yang baru (neoplasma), tidak normal (hasil mutasi genetis sel), cepat, dan tidak terkendali. Oleh karena itu, kanker bukanlah penyakit infeksi akibat serangan kuman. Kanker tumbuh dari sel – sel organ yang mengalami mutasi genetis. Mutasi genetis meerupakan sel yang tumbuh tidak normal dan bersifat destruktif (tidak mengikuti hukum pertumbuhan sel dan cenderung merusak).
Zedoarin, kurdiona dan kurkumol. Zat-zat tersebut ternyata bersifat anti neoplastik merusak pembentukan ribosoma pada sel-sel kanker dan jaringan liar dengan cara meningkatkan pembentukan jaringan fibroblast di sekeliling jaringan kanker, lalu membentuk lapisan limfosit dalam sel-sel jaringan kanker dan membungkusnya, sehingga sel-sel jaringan kanker tersebut tidak dapat berkembang, akhirnya sel-sel kanker akan mati, dan tidak menimbulkan bahaya lagi.

Secara umum khasiat dan kegunaan kunir putih sebagai berikut:

1. mengurangi gejala sakit maag dan nyeri lambung
2. menambah nafsu makan
3. membantu menghambat pertumbuhan sel kanker (anti neoplastik)
4. menghentikan pendarahan

Tidak Semua Kunir Putih sebagai Anti Kanker

Tetapi tidak semua jenis Kunir Putih mempunyau khasiat sebagai anti kanker. Di masyarakat yang banyak beredar adalah Kunir Putih jenis gombyok atau jenis curcuma longa, jenis ini tidak mempunyai khasiat sebagai anti kanker. Jenis ini mempunyai ciri:
Umbinya berwarna putih, berbentuk bintil-bintil, air ekstraknya lengket dan pekat dan bila dijadikan bubuk akan berwarna putih. Kunir Putih jenis ini hanya berkhasiat sebagai anti Diare dan Disentri dan tidak dapat mengobati kanker.
Kunir Putih atau curcuma zedoaria berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kembung dan anti oksidan atau obat kanker. Khasiat anti oksidan didapat dari imunomodulator, zat ini mampu memperbanyak jumlah limfosit,meningkatkan toksisitas sel pembunuh kanker dan sintesis antibodi spesifik. Penggunaan kunir putih dengan diparut lalu hasil parutan diperas dan airnya diminum.
Sebagai catatan penting! salah satu dampak negatif dari kunir putih adalah mengurangi kemampuan sel darah putih, juga kunir putih tidak baik untuk ibu hamil dan menyusui.

Sumber : https://how.co.id

Cara Budidaya Tanaman Semangka

Cara Budidaya Tanaman Semangka

Cara Budidaya Tanaman Semangka

Cara Budidaya Tanaman Semangka
Cara Budidaya Tanaman Semangka

1.     Pembibitan

>         Persyaratan Benih

Pemilihan jenis benih semangka yang disemaikan adalah: Hibrida import, terutama benih jenis Triploid (non biji) yang mempunyai kulit biji yang sangat keras dan jenis Haploid (berbiji).

>         Penyiapan Benih

Jenis benih Hibrida impor, terutama jenis bibit triploid setelah dipilih disiapkan alat bantu untuk menyayat/merenggangkan sedikit karena tanpa direnggangkan biji tersebut sulit untuk berkecambah, alat bantu tersebut berbentuk gunting kuku yang mempunyai bentuk segitiga panjang berukuran kecil dan disediakan tempat kecil yang mempunyai permukaan lebar. Jenis Haploid dengan mudah disemai karena bijinya tidak keras sehingga mudah membelah pada waktu berkecambah.

>         Teknik Penyemaian Benih

Teknik penyemaian benih semangka dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :

  1. Perenggangan bibit biji semangka terlebih dahulu supaya untuk mempermudah dalam proses pertumbuhannya
  2. Perendaman biji dalam suatu satuan obat yang diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C; 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik); 1 sendok peres fungisida (obat anti jamur). Setelah direndam 10-30 menit, diangkat dan ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi dan bibit siap dikecambahkan.

>         Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

Kantong-kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan serupa rumah kaca mini dan untuk salah satu ujungnya terbuka dengan pinggiran yang terbuka. Pemupukan dilakukan lewat daun untuk memacu perkembangan bibit dicampur dengan obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali. Pada usia 14 hari, benih-benih dipindahkan ke lapangan yang telah matang dan siap ditanami benih tersebut.

>         Pemindahan Bibit

Setelah pengecambahan dilakukan penyemaian bibit menggunakan kantongkantong plastik berukuran : 12 cm x (0,2 – 0,3 )mm. Satu kantong ditanam satu benih (sudut kantong dipotong secukupnya untuk pengurangan sisa air) dan diisi campuran tanah dengan pupuk organik komposisi: 1 bagian tanah kebun, 1 bagian kompos/humus, 1 bagian pupuk kandang yang sudah matang. Setelah bibit berumur 12-14 hari dan telah berdaun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman yang telah diolah.

2.      Pengolahan Media Tanam

>         Persiapan

Bila areal bekas kebun, perlu dibersihkan dari tanaman terdahulu yang masih tumbuh. Bila bekas persawahan, dikeringkan dulu beberapa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya.

>         Pembukaan Lahan

Lahan yang ditanami dilakukan pembalikan tanah untuk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan-bongkahan yang merata. Tunggul bekas batang/jaringan perakaran tanaman terdahulu dibuang keluar dari areal, dan juga segala jenis batuan yang ada dibuang, sehingga tidak mempengaruhi perkembangan tanaman semangka yang akan ditanam di areal tersebut.

>         Pembentukan Bedengan

Tanaman semangka membutuhkan bedengan supaya air yang terkandung di dalam tanah mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yang dibuat. Jumlah bedengan tergantung jumlah baris tanam yang dikehendaki oleh si penanam (bentuk bedengan baris tanaman ganda, bedengan melintang pada areal penanaman). Lebar bedengan 7-8 meter, tergantung tebal tipis dan tinggi bedengan (tinggi bedengan minimum 20 cm).

>         Pengapuran

Dilakukan dengan pemberian jenis kapur pertanian yang me-ngandung unsure Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang bersifat menetralkan keasaman tanah dan menetralkan racun dari ion logam yang terdapat didalam tanah. Dengan kapur Karbonat/kapur dolomit. Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomite dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.

>         Pemupukan

Pupuk yang dipakai adalah pupuk organik dan pupuk buatan. Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang berasal dari hewan sapi/kerbau dan dipilih pupuk kandang yang sudah matang. Pupuk kandang berguna untuk membantu memulihkan kondisi tanah yang kurang subur, dengan dosis 2 kg/ bedengan. Caranya, ditaburkan disekeliling baris bedengan secara merata.

3.      Teknik Penanaman

>         Penentuan Pola Tanaman

Tanaman semangka merupakan tanaman semusim dengan pola tanam monokultur.

>         Pembuatan Lubang Tanaman

Penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setelah persemaian berumur 14 hari dan telah tumbuh daun 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar dilakukan pelubangan pada lahan dengan kedalaman 8-10 cm. Persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke darat. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/tergantung tebal tipisnya bedengan. Lahan tertutup dengan plastic mulsa, maka diperlukan alat bantu dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg yang diberi lubang-lubang disesuaikan dengan kondisi tanah bedengan yang diberi lobang.

>         Cara Penanaman

Setelah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap menerima penanaman bibit sampai menggenangi areal sekitar tinggi bedengan, dan dibiarkan sampai air meresap. Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastic yang ada.

4.      Pemeliharaan Tanaman

>         Penjarangan dan Penyulaman

Tanaman semangka yang berumur 3-5 hari perlu diperhatikan, apabila tumbuh terlalu lebat/tanaman mati dilakukan penyulaman/diganti dengan bibit baru yang telah disiapkan dari bibit cadangan. Dilakukan penjarangan bila tanaman terlalu lebat dengan memangkas daun dan batang yang tidak diperlukan, karena menghalangi sinar matahari yang membantu perkembangan tanaman.

>         Penyiangan

Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah ditebang karena mengganggu pertumbuhan buah. Pengaturan cabang utama dan cabang primer agar semua daun pada tiap cabang tidak saling menutupi, sehingga pembagian sinar merata, yang mempengaruhi pertumbuhan baik pohon/buahnya.

>         Pembubunan

Lahan penanaman semangka dilakukan pembubunan tanah agar akar menyerap makanan secara maksimal dan dila>kukan setelah beberapa hari penanaman.

>       Perempalan

Dilakukan melalui penyortiran dan pengambilan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang. Perempelan dilakukan untuk mengurangi tanaman yang terlalu lebat akibat banyak tunas-tunas muda yang kurang bermanfaat.

>         Pemupukan

Pemberian pupuk organik pada saat sebelum tanam tidak akan semuanya terserap, maka dilakukan pemupukan susulan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetative diperlukan pupuk daun (Topsil D), pada fase pembentukan buah dan pemasakan diperlukan pemupukan Topsis B untuk memperbaiki kualitas buah yang dihasilkan. Pemberian pupuk daun dicampur dengan insekstisida dan fungisida yang disemprotkan bersamaan secara rutin.

>         Pengairan dan Penyiraman

Sistim irigasi yang digunakan sistem Farrow Irrigation: air dialirkan melalui saluran diantara bedengan, frekuensi pemberian air pada musim kemarau 4-6 hari dengan volume pengairan tidak berlebihan. Bila dengan pompa air sumur (diesel air) penyiraman dilakukan dengan bantuan slang plastik yang cukup besar sehingga lebih cepat. Tanaman semangka memerlukan air secara terus menerus dan tidak kekurangan air.

>         Waktu Penyemprotan Pestisida

Selain pupuk daun, insktisida dan fungisida, ada obat lain yaitu ZPZ (zat perangsang tumbuhan); bahan perata dan perekat pupuk makro (Pm) berbentuk cairan. Dosis ZPT: 7,5 cc, Agristik: 7,5 cc dan Metalik (Pm): 10 cc untuk setiap  17 liter pelarut. Penyemprotan campuran obat dilakukan setelah tanaman berusia >20 hari di lahan. Selanjutnya dilakukan tiap 5 hari sekali hingga umur 70 hari. Penyemprotan dilakukan dengan sprayer untuk areal yang tidak terlalu luas dan menggunakan mesin bertenaga diesel bila luas lahan ribuan hektar. Penyemprotan dilakukan pagi dan sore hari tergantung kebutuhan dan kondisi cuaca.

>         Pemeliharaan Lain

Seleksi calon buah merupakan pekerjaan yang penting untuk memperoleh kualitas yang baik (berat buah cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman), calon buah yang dekat dengan perakaran berukuran kecil karena umur tanaman relatif muda (ukuran sebesar telur ayam dalam bentuk yang baik dan tidak cacat). Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Setiap calon buah 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidak-merataan terkena sinar matahari, sehingga warna kurang menarik dan menurunkan harga jual buah itu sendiri.

5.      Panen

>         Ciri dan Umur Panen

Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman. Ciri-cirinya: setelah terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bias dipetik (dipanen). Masa panen dipengaruhi cuaca, dan jenis bibit (tipe hibrida/jenis triploid, maupun jenis buah berbiji).

>         Cara Panen

Dalam pemetikan buah yang akan dipanen sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah dan tidak berawan sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.

>         Periode Panen

Panen dilakukan dalam beberapa periode. Apabila buah secara serempak dapat dipanen secara sekaligus, tetapi apabila tidak bisa bersamaan dapat dilakukan 2 kali. Pertama dipetik buah yang sudah tua, ke-dua semuanya sisanya dipetik semuanya sekaligus. Ke-tiga setelah daun-daun sudah mulai kering karena buah sudah tidak dapat berkembang lagi maka buah tersebut harus segera dipetik.

6.      Pasca Panen

>         Pengumpulan

Pengumpulan hasil panen sampai siap dipasarkan, harus diusahakan sebaik mungkin agar tidak terjadi kerusakan buah, sehingga akan mempengaruhi mutu buah dan harga jualnya. Mutu buah dipengaruhi adanya derajat kemasakan yang tepat, karena akan mempengaruhi mutu rasa, aroma dan penampakan daging buah, dengan kadar air yang sempurna.

>         Penyortiran dan Penggolongan

Penggolongan ini biasanya tergantung pada pemantauan dan permintaan pasaran. Penyortiran dan penggolongan buah semangka dilakukan dalam beberapa klas antara lain:

1) Kelas A: berat = 4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.

2) Kelas B: berat = 2-4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.

3) Kelas C: berat = 2 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.

>        Penyimpanan

Penyimpanan buah semangka di tingkat pedagang besar (sambil menunggu harga lebih baik) dilakukan sebagai berikut:

1) Penyimpanan pada suhu rendah sekitar 4,4 derajat C, dan kelembaban udara

antara 80-85%;

2) Penyimpanan pada atmosfir terkontrol (merupakan cara pengaturan kadar O2 dan

kadar CO2 dengan asumsi oksigen atau menaikan kadar karbon dioksida (CO2),

dapat mengurangi proses respirasi;

3) Penyimpanan dalam ruang tanpa pengatur suhu: merupakan penyimpanan jangka

pendek dengan cara memberi alas dari jerami kering setebal 10-15 cm dengan

disusun sebanyak 4-5 lapis dan setiap lapisnya diberi jerami kering.

>         Pengemasan dan Pengangkutan

Di dalam mempertahankan mutu buah agar kondisi selalu baik sampai pada tujuan akhir dilakukan pengemasan dengan proses pengepakan yang secara benar dan hati-hati.

1).Menggunakan tempat buah yang standar untuk mempermudah pengangkutan.

2).Melindungi buah saat pengangkutan dari kerusakan mekanik dapat dihindari.

3).Dibubuhi label pada peti kemas terutama tentang mutu dan berat buah.

Baca Artikel Lainnya:

BUDIDAYA DUKU

BUDIDAYA DUKU

BUDIDAYA DUKU

BUDIDAYA DUKU
BUDIDAYA DUKU
  1. SEJARAH

Duku (Lansium domesticum Corr) merupakan tanaman buah berupa pohon yang

berasal dari Indonesia. Sekarang populasi duku sudah tersebar secara luas di

seluruh pelosok nusantara. Selain itu ada yang menyebutkan duku berasal dari Asia

Tenggara bagian Barat, Semenanjung Thailand di sebelah Barat sampai Kalimantan

di sebelah Timur. Jenis ini masih dijumpai tumbuh liar/meliar kembali di wilayah

tersebut dan merupakan salah satu buah-buahan budidaya utama.

  1. JENIS TANAMAN

Jenis duku yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis duku unggul seperti duku

komering, duku metesih dan duku condet.

  1. MANFAAT TANAMAN

Manfaat utama tanaman duku sebagai makanan buah segar atau makanan olahan

lainnya. Bagian lain yang bermanfaat adalah kayunya yang berwarna coklat muda

keras dan tahan lama, digunakan untuk tiang rumah, gagang perabotan dan

sebagainya. Kulit buah dan bijinya dapat pula dimanfaatkan sebagai obat anti diare

dan obat menyembuhkan demam. Sedangkan kulit kayunya yang rasanya sepet

digunakan untuk mengobati disentri, sedangkan tepung kulit kayu digunakan untuk

menyembuhkan bekas gigitan kalajengking.

  1. SENTRA PENANAMAN

Di Indonesia duku terutama ditanam di daerah Jawa (Surakarta), Sumatera

(Komering, Sumatera Selatan) dan Jakarta (Condet).

  1. SYARAT TUMBUH

5.1. Iklim

1) Angin tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman duku tetapi tidak

dapat tumbuh optimal di daerah yang kecepatan anginnya tinggi.

2) Tanaman duku umumnya dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya tinggi dan

merata sepanjang tahun. Tanaman duku tumbuh secara optimal di daerah dengan

iklim basah sampai agak basah yang bercurah hujan antara 1500-2500 mm/tahun.

3) Tanaman duku tumbuh optimal pada intensitas cahaya matahari tinggi.

4) Tanaman duku dapat tumbuh subur jika terletak di suatu daerah dengan suhu

rata-rata 19 derajat C.

5) Kelembaban udara yang tinggi juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman

duku, sebaliknya jika kelembaban udara rendah dapat menghambat pertumbuhan

tanaman duku.

5.2. Media Tanam

1) Tanaman duku dapat tumbuh baik sekali pada tanah yang banyak mengandung

bahan organik, subur dan mempunyai aerasi tanah yang baik. Sebaliknya pada

tanah yang agak sarang/tanah yang banyak mengandung pasir, tanaman duku

tidak akan berproduksi dengan baik apabila tidak disertai dengan pengairan yang

cukup.

2) Derajat keasaman tanah (pH) yang baik untuk tanaman duku adalah 6–7,

walaupun tanaman duku relatif lebih toleran terhadap keadaan tanah masam.

3) Di daerah yang agak basah, tanaman duku akan tumbuh dan berproduksi dengan

baik asalkan keadaan keadaan air tanahnya kurang dari 150 m di bawah

permukaan tanah (air tanah tipe a dan tipe b). Tetapi tanaman duku tidak

menghendaki air tanah yang menggenang karena dapat menghambat

pertumbuhan dan produksi tanaman.

4) Tanaman duku lebih menyukai tempat yang agak lereng karena tanaman duku

tidak dapat tumbuh optimal pada kondisi air yang tergenang. Sehingga jika

tempatnya agak lereng, air hujan akan terus mengalir dan tidak membentuk suatu

genangan air.

5.3. Ketinggian Tempat

Umumnya tanaman duku menghendaki lahan yang memiliki ketinggian tidak lebih

dari 650 m dpl.

  1. PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan

1) Persyaratan Benih

Kualitas bibit tanaman duku yang akan ditanam sangat menentukan produksi

duku. Oleh sebab itu bibit duku harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. a) Bebas dari hama dan penyakit
  2. b) Bibit mempunyai sifat genjah
  3. c) Tingkat keseragaman penampakan fisik seperti warna, bentuk dan ukuran lebih

seragam dari bibit lain yang sejenis

  1. d) Bibit cepat tumbuh.

2) Penyiapan Benih

Perbanyakan dan penanaman duku umumnya masih diperbanyak dengan benih

atau dari semai yang tumbuh spontan di bawah pohonnya, kemudian dipelihara

dalam pot sampai tinggi hampir 1 meter dan sudah dapat ditanam di lapangan.

Sehingga tingkat keberhasilan perbanyakan generatif cukup tinggi walaupun

memerlukan waktu yang relatif lama. Daya perkecambahan dan daya tahan semai

akan lebih baik sejalan dengan ukuran benih dan hanya benih-benih yang

berukuran besar yang hendaknya digunakan dalam usaha pembibitan.

Pertumbuhan awal semai itu lambat sekali, dengan pemilihan yang intensif

diperlukan waktu 10–18 bulan agar batang duku berdiameter sebesar pensil, yaitu

ukuran yang cocok untuk usaha penyambungan atau penanaman di lapangan,

tetapi di kebanyakan pembibitan untuk sampai pada ukuran tersebut diperlukan

waktu 2 kali lebih lama. Perbanyakan dengan stek dimungkinkan dengan

menggunakan kayu yang masih hijau, namun memerlukan perawatan yang teliti.

Terkadang cabang yang besar dicangkok, sebab pohon ynag diperbanyak dengan

cangkokan ini dapat berbuah setelah beberapa tahun saja, tetapi kematian setelah

cangkokan dipisahkan dari pohon induknya cenderung tinggi presentasenya.

3) Teknik Penyemaian Benih

Waktu penyemaian benih sebaiknya pada musim hujan agar diperoleh keadaan

yang selalu lembab dan basah.

Cara pembuatan media penyemaian dapat berupa tanah yang subur/campuran

tanah dan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dengan perbandingan

sama (1:1). Jika perlu media tanam dapat ditambahkan sedikit pasir. Tempat

persemaian bisa berupa bedengan, keranjang/kantong plastik atau polybag.

Tetapi sebaiknya tempat untuk persemaian menggunakan kantong plastik agar

mempermudah dalam proses pemindahan bibit.

4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

Bibit duku tidak memerlukan perawatan khusus kecuali pemberian air yang cukup

terutama pada musim kemarau. Selama 2 atau 3 minggu sejak bibit duku ditanam

perlu dilakukan penyiraman dua kali setiap hari yaitu pagi dan sore hari, terutama

pada saat tidak turun hujan. Selanjutnya cukup disiram satu kali setiap hari. Kalau

pertumbuhannya sudah benar-benar kokoh, penyiraman cukup dilakukan

penyiraman secukupnya jika media penyemaian kering.

Penyulaman pada bibit diperlukan jika ada bibit yang mati maupun bibit yang

pertumbuhannya terhambat. Rumput liar yang mengganggu pertumbuhan bibit

juga hrus dihilangkan. Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit perlu diberi pupuk

baik pupuk organik berupa pupuk kandang dan kompos maupun pupuk anorganik

berupa pupuk TSP dan ZK sesuai dengan dosis dan kadar yang dianjurkan.

5) Pemindahan Bibit

Umur bibit yang siap tanam adalah sekitar 2-3 bulan dengan tinggi bibit 30-40 cm.

Kegiatan pemindahan bibit harus memperhatikan kondisi fisik bibit waktu yang

tepat

6.2. Pengolahan Media Tanam

1) Persiapan

Sebelum dilakukan pengolahan lahan perlu diketahui terlebih dahulu tingkat pH

tanah yang sesuai untuk tanaman duku, yaitu sebesar 6-7. Selain itu kondisi tanah

yang akan diolah juga harus sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman duku

yaitu tanah yang mengandung banyak bahan organik serta airase tanah yang

baik.

2) Pembukaan Lahan

Kegiatan pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu

seperti traktor maupun cangkul. Pembukaan laahan sebaiknya dilakukan pada

waktu musim kering agar pada awal waktu musim hujan kegiatan penanaman

dapat dilakukan segera.

3) Pembentukan Bedengan

Pembentukan bedengan tidak terlalu diperlukan delam pengolahan lahan untuk

tanaman duku, sehingga bedengan jarang dijumpai pada lahan tanaman duku.

4) Pengapuran

Kegiatan pengapuran sangat diperlukan jika kondisi pH tanah tidak sesuai dengan

persyaratan pH tanah untuk tanaman duku. Cara pengapuran dapat dilakukan

dengan penyiraman di sekitar tanaman duku. Jumlah dan dosis pengapuran harus

sesuai dengan kadar yang dianjurkan.

6.3. Teknik Penanaman

1) Penentuan Pola Tanam

Pohon duku umumnya di tanam di pekarangan, tetapi sering pula ditanam

tumpang sari di bawah pohon kelapa (di Filipina) atau ditumpang sarikan dengan

tanaman lain seperti pohon manggis dan durian (di Indonesia dan Thailand). Jarak

tanam yang dianjurkan sangat bervariasi dari jarak 8×8 m (kira-kira 150 pohon/ha,

di Philipina) sampai jarak 12×12 m untuk tipe longkong yang tajuknya memencar

di Thailand bagian selatan (50-60 pohon/hektar). Jarak tanam ini ditentukan

dengan memperhatikan adanya pohon-pohon pendampingnya.

Variasi jarak tanam yang lain adalah ukuran 7×8 m, 8×9 m, 9×9 m, 9×10 m.

Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jarak tanam harus cukup lebar, karena

jika tanamannya sudah dewasa tajuknya membutuhkan ruangan yang cukup luas.

Salah satu variasi tersebut dapat diterapkan tergantung kondisi tanah terutama

tingkat kesuburannya. Seandainya diterapkan jarak tanam 10×10 m, berarti untuk

lahan yang luasnya satu hektar akan dapat ditanami bibit duku sebanyak 100

pohon.

2) Pembuatan Lubang Tanam

Setelah jarak tanam ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah pembuatan

lubang tanam. Waktu yang terbaik untuk membuat lubang tanam adalah sekitar 1-

2 bulan sebelum penanaman bibit. Lubang tanam minimal yang dibuat adalah

berukuran 0,6 x 0,6 x 0,6 meter. Namun akan lebih baik apabila ukurannya lebih

besar yaitu 0,8 x 0,8 x 0,7 meter. Jika bibit duku yang akan ditanam berakar

panjang (bibit dari biji), maka lubang yang dibuat harus lebih dalam. Tetapi jika

bibit duku berakar pendek (bibit hasil cangkok), penggalian lubang diusahakan

lebih lebar dan lebih luas.

3) Cara Penanaman

Penanaman bibit duku sebaiknya menunggu sampai tanah galian memadat atau

tampak turun dari permukaan tanah sekitarnya. Sebelum penanaman dilakukan,

maka tanah pada lubang tanam digali terlebih dahulu dengan ukuran kira-kira

sebesar kantung yang dibuat untuk membungkus bibit. Setelah itu pembungkus

bibit dibuka dan tanaman dimasukkan dlam lubang tanam. Hal yang perlu

diperhatikan adalah posisi akar tidak boleh terbelit sehingga nantinya tidak

mengganggu proses pertumbuhan. Pada saat penanaman bibit, kondisi tanah

harus basah/disiram dahulu.

Penanaman bibit duku jangan terlalu dangkal. Selain itu permukaan tanah yang

dibawa oleh bibit dari kantung pembungkus harus tetap terlihat. Setelah bibit

tanam, maka tanah yang ada disekitarnya dipadatkan dan disiram dengan air

secukupnya. Disekitar permukaan atas lubang tanam dapat diberi bonggol pisang,

jerami, atau rumput-rumputan kering untuk menjaga kelembaban dan menghindari

pengerasan tanah.

6.4. Pemeliharaan Tanaman

1) Penjarangan dan Penyulaman

Kegiatan penjarangan pada dasarnya adalah untuk mengurangi persaingan antara

tanaman pokok (tanaman duku) dan tanaman lain (tanaman pelindung).

Persaingan yang terjadi adalah untuk mendapatkan unsur hara, air, sinar

matahari, dan ruang tumbuh. Tanaman selain duku yang dijarangi sebaiknya

merupakan tanaman yang memang tidak dikehendaki dan menggangu

pertumbuhan tanaman duku.

Penyulaman tanaman duku juga perlu dilakukan jika ada tanaman duku yang mati.

Tumbuhan liar atau gulma juga harus dibersihkan secara rutin. Radius 1-2 meter

dari tanaman duku harus bersih.

2) Penyiangan

Kegiatan penyiangan diperlukan untuk menghilangkan rumput dan herba kecil

yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman duku. Penyiangan dapat

dilakukan dengan tangan maupun dengan bantuan beberapa alat pertaniannya

lainnya.

3) Pemupukan

Pemupukan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan hara tanah.

Meskipun tidak ada pedoman baku untuk pemupukan duku, tetapi agar tidak

membingungkan dapat menggunakan patokan sebagai berikut:

  1. a) Tahun kedua dan ketiga untuk setiap pohon duku bisa diberikan pupuk 15-30

kg pupuk organik, urea 100 gram, TSP 50 gram dan ZK 20 gram.

  1. b) Tahun keempat, kelima dan keenam, dosis pupuk dinaikan menjadi 25-40 kg

pupuk organik, urea 150 gram, TSP 60 gram dan juga pupuk ZK sebanyak 40

gram.

  1. c) Tahun-tahun berikutnya dosis pupuk dinaikkan lagi. Namun pemberian pupuk

sebaiknya disesuaikan pula dengan tingkat pertumbuhan tanaman duku dan

kesuburan tanah.

Pemupukan duku dilakukan dengan cara menggali tanah di sekitar tanaman duku

sedalam 30-50 cm dengan lebar yang sama. Lubang pupuk tersebut dibuat

melingkar yang letaknya tepat disekeliling tajuk tanaman.

4) Pengairan dan Penyiraman

Tanaman duku hanya memerlukan pemberian air yang cukup terutama pada

musim kemarau. Selain itu juga tanaman duku sudah cukup kuat dan kokoh maka

penyiraman dilakukan seperlunya saja. Di sekitar lubang tanam sebaiknya dibuat

saluran air untuk mencegah air yang tergenang baik yang berasal dari hujan

maupun air penyiraman.

  1. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama

1) Kelelawar

Buah duku yang diincar kelelawar adalah buah duku yang matang dan siap

dipanen. Pengendalian: untuk mencegah gangguan kelelawar ini adalah dengan

membungkus buah duku sejak buah itu berukuran kecil. Bahan pembungkus

dapat berupa ijuk tanaman aren, kain bekas, bongsang yang terbuat dari anyaman

bambu.

2) Kutu perisai (Asterolecantium sp.)

Hama ini menyerang daun dan batang duku. Pengendalian: (1) dengan cara

pemeliharaan dan perawatan tanaman sebaik mungkin; (2) menggunakan

insektisida yang sesuai dengan jenis hama yang mengganggunya.

3) Kumbang penggerak buah (Curculio sp.)

Gejala: menyerang buah duku yang sudah matang, sehingga buah duku

berlubang dan busuk bila air hujan masuk ke dalamnya. Pengendalian: sama kutu

perisai.

4) Kutu putih (Psedococcus lepelleyi)

Hama yang menutupi kuncup daun dan daun muda buah duku. Pengendalian:

sama kutu perisai.

7.2. Penyakit

1) Penyakit busuk akar

Merupakan penyakit yang berbahaya karena menyerang pohon dan buah duku.

Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik; (2) disemprot

dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat.

2) Penyakit antraknosa (Colletotrichum gloeosporiods)

Gejala: adanya bintik kecoklatan pada rangkaian buah, serangan ini

menyebabkan buah berguguran lebih awal dan juga menyebabkan kerugian

pasca panen. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik; (2)

disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat.

3) Penyakit mati pucuk

Penyebab: cendawan Gloeosporium sp. menyerang ujung cabang dan ranting

yang nampak kering. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang

baik; (2) dilakukan dengan disemprot dengan fungisida seperti Manzate, Zerlate,

Fermate, Dithane D-14 atau pestisida lain. Dosis untuk obat pemberantasan

penyakit ini harus disesuaikan dengan anjuran pada label masing-masing obat.

7.3. Gulma

Adanya gulma seperti rumput liar dan alang-alang dapat menghambat pertumbuhan

tanaman duku. Gulma ini harus dihilangkan dengan cara penyiangan dan untuk

mencegah gulma ini dapat digunakan obat-obatan kimia.

  1. PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen

Umur tanaman duku dapat mencapai 300 tahun atau lebih, tergantung dari sifat atau

jenisnya, cara pemeliharaan dan kondisi lingkungan tempat tumbuh. Produktivitas

buahnya yang siap panen juga sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut. Buah

duku yang siap dipanen biasanya kulit buah berwarna kuning kehijau-hijauan bersih

dan bahkan telah menjadi kuning keputih-putihan serta buah agak lunak. Tandatanda

lainnya adalah getah pada kulit buahnya sudah tampak berkurang atau tidak

ada getah sama sekali pada kulit buah duku, jika buah masih berwarna hijau berarti

buah belum matang dan tidak siap dipanen.

Tanaman duku yang diperbanyak dengan biji, biasanya mulai berbunga sekaligus

berbuah pada umur tanaman 12 tahun bahkan lebih. Sedangkan untuk tanaman

duku yang pembibitannya secara vegetatif seperti pencangkokkan atau sambungan

dapat berbuah lebih cepat yaitu pada umur 8 tahun.

8.2. Cara Panen

Buah duku biasanya dipanen dengan cara dipanjat pohonnya dan dipotongi tandan–

tandan buahnya yang matang dengan pisau atau gunting pangkas. Hendaklah

berhati-hati agar tidak melukai bagian batang tempat menempelnya gagang tandan,

sebab perbungaan berikutnya juga akan muncul disitu juga.

Kenyataannya, daripada memanjat pohonnya lebih baik menggunakan tangga,

sebab tindakan demikian akan mengurangi kerusakan kuncup-kuncup bunga yang

masih dominan. Diperlukan 4 atau 5 kali pemanenan sampai semua buah habis

dipetik dari pohon. Hanya pemetikan buah yang matang, yang ditaksir dari

perubahan warna, yang akan sangat memperbaiki kualitas buah. Umumnya buah

yang berada dalam satu tandan akan matang hampir bersamaan, tetapi jika proses

pematangan tidak bersamaan, akan sangat menyulitkan pemanenan. Buah duku

harus dipanen dalam kondisi kering, sebab buah yang basah akan berjamur jika

dikemas.

8.3. Periode Panen

Pada umumnya, tanaman duku mulai berbunga sekitar bulan September dan

Oktober setiap tahunnya dan buahnya yang masak mulai dapat dipungut setelah 6

bulan kemudian sejak keluarnya bunga, yaitu sekitar bulan Februari atau Maret.

Penyerbukan bunga duku biasanya terjadi secara silang oleh perantaraan serangga

seperti lebah madu, walupun penyerbukan sendiri sering pula terjadi. Masa

keluarnya bunga duku yang pertama tergantung pada kondisi lingkungan dan

sifat/jenis dari tanaman duku tersebut.

Musim panen duku pendek sekali, buah langsat matang sedikit lebih awal dari buah

duku. Di daerah tertentu tipe buah duku-langsat menghasilkan 2 kali panen pertahun

(walupun tidak jelas apakah masing-masing pohon berbuah lebih dari sekali setiap

tahunnya), dan waktu panen itu juga bervariasi untuk berbagai daerah, sehingga di

pasar-pasar induk buah duku dapat diperoleh selama 4 bulan (di Thailand dan

Filiphina pada bulan Juli sampai Oktober) sampai 8 bulan (di Semenanjung Malaysia

pada bulan Juni sampai Februari).

8.4. Prakiraan Produksi

Hasil Panen buah duku agak bervariasi. Suatu kecenderungan adanya 2 kali

berbuah telah dilaporkan di Filiphina. Pohon duku yang berumur 10 tahun dapat

menghasilkan 40-50 kg, buah duku meningkat menjadi 80–150 kg pada umur pohon

30 tahun, hasil maksimumnya menurut laporan yang ada mencapai 300 kg per

pohon. Angka-angka mengenai luasan lahan dan produksi tersebut di atas jika

dihitung menjadi hasil rata-rata akan diperoleh angka 2,5 ton per hektar untuk negara

Filiphina dibandingkan dengan 3,6 ton per hektar untuk langsat dan 5,6 ton per

hektar untuk duku di Thailand.

  1. PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan

Setelah buah dipanen, maka buah duku tersebut dikumpulkan disuatu tempat yang

kering dan tidak berair.

9.2. Penyortiran dan Penggolongan

Dalam skala usaha komersial, buah duku yang sudah dipanen sudah barang tentu

harus disortir terlebih dahulu. Sortasi terutama dilakukan berdasarkan ukuran besar

kecilnya buah duku, sekaligus membuang buah yang busuk atau cacat dan

menyingkirkan tandannya. Buah duku tidak biasa dijual bersama dengan tandannya,

karena ada orang yang senang membeli buah duku tanpa disertai tandannya.

9.3. Penyimpanan

Duku merupakan buah yang sangat mudah rusak karena kulit buahnya akan

berubah menjadi coklat dalam 4 atau 5 hari setelah dipanen. Buah dapat dibiarkan

dipohonnya selama beberapa hari menunggu sampai tandan-tandan lainnya juga

matang, tetapi walau masih berada dipohonnya buah-buah itu tetap berubah menjadi

coklat dan dalam waktu yang pendek tidak akan laku dijual di pasar. Sehingga

diperlukan adanya proses penyimpanan dalam kamar pendingin dengan suhu 150 C

dan kelembaban nisbi 85-90 % dapat memungkinkan buah bertahan sampai 2

minggu, jika buah-buah itu direndam dulu dalam larutan Benomil.

9.4. Pengemasan dan Pengangkutan

Buah duku mudah sekali mengalami kerusakan yang tidak berbeda dengan buahbuahan

lain pada umumnya. Untuk mengatasi kemungkinan adanya kerusakan pada

buah duku, terutama kerusakan pada waktu perjalanan, maka buah duku itu harus

dikemas sedemikian rupa dengan menggunakan kemasan yang kuat. Jenis kemasan

yang paling baik untuk buah duku adalah peti kayu. Ukuran kemasan jangan terlalu

kecil atau besar, tetapi sebaiknya berukuran lebih kurang 30 x 30 x 50 cm yang

dapat memuat buah duku sekitar 20 kg per peti. Setelah buah duku dikemas dalam

kemasan yang baik maka kemasan itu dikumpulkan pada suatu tempat atau gudang

untuk kemudian diangkut dengan alat transportasi.

  1. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

10.1.Analisis Usaha Budidaya

10.2.Gambaran Peluang Agribisnis

Prospek agrobisnis tanaman duku masih sangat cerah. Untuk pasaran dalam negeri

biasanya para pedagang musiman yang menjajakan buah duku bermunculan di kotakota

besar pada musim panen hanya terjadi sekali setahun. Hal ini membuktikan

bahwa duku sangat digemari oleh masyarakat yang tentu saja mengundang minat

banyak orang untuk menjadi penjualnya. Selain itu penjualan buah duku dapat

mendatangkan keuntungan lumayan sekaligus dapat menjadi sumber usaha bagi

pedagang musiman yang sifatnya hanya sementara itu. Tingginya minat masyarakat

untuk membeli buah duku merupakan indikasi bahwa masa depan buah duku

mempunyai peluang pasar yang prospektif. Oleh karena itu pemasran buah duku

bisa menjadi salah satu andalan sebagai sumber lapangan kerja bagi mereka yang

berjiwa bisnis tetapi tidak memiliki jenis usaha yang tetap, yaitu menjadi pedagang

musiman.

  1. STANDAR PRODUKSI

11.1.Ruang Lingkup

Standar produksi ini meliputi: syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan

contoh dan cara pengemasan.

11.2.Diskripsi

11.3.Klasifikasi dan Standar Mutu

11.4.Pengambilan Contoh

Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas, tengah dan

bawah. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan, kemudian

dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Cara ini dilakukan beberapa kali

sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa.

1) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100, minimum jumlah contoh yang

diambil 5.

2) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300, minimum jumlah contoh yang

diambil 7.

3) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500, minimum jumlah contoh yang

diambil 9.

4) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000, minimum jumlah contoh yang

diambil 10.

5) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000, minimum jumlah contoh yang

diambil 15.

Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang

berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan

hukum.

11.5.Pengemasan

Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar, dikemas dalam keranjang

bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat, ditutup dengan

anyaman bambu/bahan lain, kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. Isi

kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg.

Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang,

golongan ukuran, jenis mutu, daerah asal, nama/kode perusahaan/eksportir, berat

bersih, hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan.

 

Baca Artikel Lainnya: