Botani tanaman srikaya

Botani tanaman srikaya

Botani tanaman srikaya

Botani tanaman srikaya
Botani tanaman srikaya

Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Polycarpiceae
Genus : Annona
Spesies : Annona squamosa Linn.

Spesies dari family Annonaceae ini sangat banyak. Ada yang dimanfaatkan untuk tanaman hias, tanaman indrustri, tanaman buah, bahkan saat ini ada yang tergolong tanaman langka seperti Stelechocripus burahol (burahol,, kepel).

Sebagai tanaman tingkat tinggi, srikaya memiliki bagian-bagian tanaman yang lengkap.

1. Daun

Daun tanaman srikaya berbentuk lanset, ujungnya meruncing, berwarna hijau muda, duudk daun berselang-seling pada batang atau ranting dan pinggiran daun rata.

2. Batang

Batang tanaman srikaya berkayu, berbentuk perdu, hidupnya menahun, memiliki percabangan yang banyak, dan tingginya mencapai 8 m.

3. Bunga

Bunga tanaman srikaya berwarna kuning keputih-putihan dan keluar dari ketiak daun pada ujung cabang atau ranting. Mahkota bunga panjang, terdiri atas 3 lembar, dan tersusun secara acyclic, dengan pistil majemuk. Sistem pembungaanny tunggal.

4. Buah

Buah srikaya bersisik halus dan setiap sisik merupakan karpel yang berisi satu butir biji. Buah srikaya yang masih muda berwarna hijau. Buah srikaya yang sudah tua berwarn hijau kekuningan, pecah, lembek, dan mengeluarkan aroma harum yang khas.

Daging buah berwarna putih dan terasa seperti ‘berpasir’. Berat buah rata-rata 80-g-200 g dan jumlah buah per pohon per musim sekitar 50 buah untuk tanaman dewasa.

5. Biji

Biji buah srikaya berwarna coklat kehitam-hitaman, halus, keras, dan bagian ujungnya tumpul. Dalam satu buah terdapat sekitar 20-40 butir biji dan berat rata-rata 0,6 g per biji. Biji mengandung 45% minyak yang tidka mengering dan berwarna kuning (niet drogende olie).

Baca Juga:

Taksonomi dan morfologi Tanaman Sawo

Taksonomi dan morfologi Tanaman Sawo

Taksonomi dan morfologi Tanaman Sawo

Taksonomi dan morfologi Tanaman Sawo
Taksonomi dan morfologi Tanaman Sawo

 

Kedudukan tanaman sawo dalam sistematika

(taksonomi) tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut:

Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Subdivisi : Angiospermae (berbiji tertutup)
Kleas : Dicotyledonae (biji berkeping dua)
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus: Achras atau manilkara
Spesies: Achras zapota Auct, non.L,sinonim dengan Manilkara achras (Mill) Fosberg, atau M. zapotatila (jacq) Gilly.

Tanaman sawo,khasiat buah sawo, kasiat buah sawo, buah sawo, budidaya sawo, cara menanam sawo, kandungan buah sawo

Kerabat dekat dari sawo-sawoan (Sapotaceae) cukup banyak, diantaranya adalah campoleh atau sawo belanda (Madhuca cuneata (B1.). Macbr,.

Sawo kecik (Manilkara kauki (L.) Dubard), abiu atau sawo durian Australia (Pouteria caimito), dan sawo liar yang disebut ketiau atau melali atau bassia (Bassia longofolia L. sinonim dengan payena lotifolia Burck.).

Sawo liar atau bassia bersifat tahan terhadap serangan hama atau penyakit, sistem perakarannya kut dan dalam, serta tahan kekeringan. Pada skala penelitian, tanaman bassia digunakan sebagai batang bawah penyambungan (grafting), terutama tekhnik sambung pucuk (top grafting).

Hasil penelitian pendahuluan pada tahun 1984 tantang sambung pucuk antara batang bawah bassia dan sawo member gambaran menggembirakkan terhadap tujuan perbanyakan tanaman secara vegetative.

Sambung pucuk bassia dengan sawo betawi menunjukkan tingkat keberhasilan rata-rata 56,3%, dengan sawo kelapa 47,5%, dan dengan sawo manila 47,4%.

Meskipun hasil sambungan amat cocok (kompatibel), tetapi baru-baru ini dilaporkan bahwa tanaman sawo hasil penyembungan dengan bassi tidak berbuah lebat, dan rasa buah tidak manis.

Tanaman sawo hidup menahun (perennial)

batang berkayu keras, dengan sistem percabangan cukup rapat mulai dari bagian bawah batang hingga ke ujung tanaman. Pohon sawo dapat mencapai ketinggian 20 m atau lebih dan tampak rindang karena berdaun lebat.

Daun sawo berbentuk bundar memanjang, tumbuh bergerombol pada bagian ujung tangkai atau ranting; permukaan daun bagian atas berwarna hijau mengkilap dan bagian bawah berwarna hijau muda atau kecoklat-coklatan, tergantung jenis sawo.

Daun sawo variegate berwarna belang-belang atau variasi warna hijau dengan bercak kekuning-kuningan.

Pada fase reproduksi, bunga sawo akan muncul dari ketiak-ketiak daun. Bunga sawo berkelamin dua (biseksual), memiliki 6 tangkai benang sari, dan berwarna coklat kemerah-merahan.

Buah yang berbentuk menggantung pada tangkai buah. Bentuk buah sawo bervariasi, antara bulat, bulat telur, atau bulat memanjang.

Kulit buah yang tua (matang) berwarna cokelat, coklat kekuning-kuningan, atau coklat kemerah-merahan, bahkan pada sawo durian berwarna hijau mengilap.

Sumber: https://www.tanam.co.id/

Definisi Harga 

Definisi Harga 

Definisi Harga Definisi Harga 

            Menurut Stanton, (1984) Harga adalah Price is valueexpressed in terms of dollars and cens, or any other monetary medium of exchange. yang kurang lebih memiliki arti harga adalah nilai yang dinyatakan dalam dolar dan sen atau medium moneter lainnya sebagai alat tukar.

Menurut Basu Swastha (1986: 147) Harga diartikan sebagai Jumlah uang (kemungkinan ditambah barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.

Menurut menurut Alex S Nitisemito (1991:55) Harga diartikan sebagai nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain.

            Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa, Tjiptono (2001 : 151). Dan harga merupakan unsur satu–satunya dari unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan di banding unsur bauran pemasaran yang lainnya (produk, promosi dan distribusi).

2.      Tujuan Penetapan Harga

Dalam teori ekonomi klasik, setiap perusahaan selalu berorientasi pada seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh dari suatu produk atau jasa yang dimilikinya, sehingga tujuan penetapan harganya hanya berdasarkan pada tingkat keuntungan dan perolehan yang akan diterimanya. Namun di dalam perkembangannya, tujuan penetapan harga bukan hanya berdasarkan tingkat keuntungan dan perolehannya saja melainkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan non ekonomis lainnya.

Berikut adalah tujuan penetapan harga yang bersifat ekonomis dan non ekonomis;

  1. Memaksimalkan Laba

Penetapan harga ini biasanya memperhitungkan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh. Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka menjadi tinggi pula harga yang ditetapkan untuk konsumen. Dalam menetapkan harga sebaiknya turut memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntungan yang diraih dapat maksimum.

  1. Meraih Pangsa Pasar

Untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market atau target pasar maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah mungkin. Dengan harga turun, maka akan memicu peningkatan permintaan yang juga datang dari market share pesaing atau kompetitor, sehingga ketika pangsa pasar tersebut diperoleh maka harga akan disesuaikan dengan tingkat laba yang diinginkan

  1. Return On Investment (ROI) / Pengembalian Modal Usaha

Setiap usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi. ROI yang tinggi dapat dicapai dengan jalan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka penjualan.

 

Sumber :

https://pesantrenkilat.id/400-benda-peninggalan-viking-dicuri-dari-museum-norwegia/

Agama Sebagai Petunjuk Tata Sosial

Agama Sebagai Petunjuk Tata Sosial

Agama Sebagai Petunjuk Tata Sosial

Agama Sebagai Petunjuk Tata Sosial
Rosulullah SAW bersabda : “Innamaa bu’itstu liutammima akhlaaq” Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Yang bertanggung jawab terhadap pendidikan akhlak adalah orang tua, guru, ustad, kiai, dan para pemimpin masyarakat.
Pendidikan akhlak ini sangat penting karena menyangkut sikap dan prilaku yang mesti di tampilkan oleh seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari baik personal maupun sosial (keluarga, sekolah, kantor, dan masyarakat yang lebih luas).
Akhlak yang terpuji sangat penting dimiliki oleh setiap muslim. sebab maju mundurnya suatu bangsa atau Negara amat tergantung kepada moral dan akhlak penduduk atau masyarakat yang ada di dalam bangsa tersebut.
Untuk mencapai maksud tersebut maka perlu adanya kerja sama yang sinerji dari berbagai pihak dalam menumbuhkembangkan akhlak mulya dan menghilangkan faktor-faktor penyebab kemaksiatan yang mengakibatkan pengaruh terhadap moral dan akhlak bangsa menjadi terpuruk.

sumber :

Rapture – World Conquest 1.1.6 Apk + Mod (a lot of money) for android

Hubungan Agama Dan Manusia

Hubungan Agama Dan Manusia

Hubungan Agama Dan Manusia


Kondisi umat islam dewasa ini semakin diperparah dengan merebaknya fenomena kehidupan yang dapat menumbuhkembangkan sikap dan prilaku yang a moral atau degradasi nilai – nilai keimanan dan ketaqwaannya terhadap Allah SWT. Fenomena yang cukup berpengaruh itu seperti :
1. Tayangan media televisi tentang cerita yang bersifat tahayul atau kemusyrikan, dan film-film porno.
2. Majalah atau tabloid yang covernya menampilkan para model yang memamerkan aurat dan gairah sexsual.
3. Krisis ketauladanan dari para pemimpin, karena tidak sedikit dari para pemimpin bangsa ini justru berprilaku yang menyimpang dari nilai-nilai agama.
4. Krisis silaturahmi antara umat islam, mereka masih cenderung mengedepankan kepentingan kelompoknya (partai atau organisasi) masing-masing.
Sosok pribadi orang islam seperti di atas sudah barang tentu tidak menguntungkan bagi umat itu sendiri, terutama bagi kemulaian agama islam sebagai agama yang mulia dan tidak ada yang lebih mulia di atasnya. Kondisi umat islam seperti inilah yang akan menghambat kemajuan umat islam dan bahkan dapat memutuskan tali ikatan ukuwah diantara umat islam itu sendiri.
Agar umat islam bisa bangkit menjadi umat yang mampu mewujudkan misi “Rahmatan lil’alamin” maka seharusnya mereka memiliki pemahaman secara utuh (Khafah) tentang islam itu sendiri. Umat islam tidak hanya memiliki kekuatan dalam bidang imtaq (iman dan takwa) tetapi juga dalam bidang iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi).
Mereka diharapkan mampu mengintegrasikan antara pengamalan ibadah ritual dengan makna esensial ibadah itu sendiri yang dimanivestasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti : pengendalian diri, sabar, amanah, jujur, sikap optimis, sikap toleran dan saling menghormati tidak suka menyakiti atau menghujat orang lain.
Dapat juga dikatakan bahwa umat islam harus mampu menyatu padukan antara mila-nilai ibadah mahdlah (hablumminalaah) dengan ibadah ghair mahdlah (hablumminanas) dalam rangka membangun “Baldatun thaibatun warabun ghafur” Negara yang subur makmur dan penuh pengampunan dan rahmat dari Allah SWT.

sumber :

Classic Car Parking Real Driving Test 1.2 Apk for android

Sejarah Singkat Budidaya Ayam Broiler

Sejarah Singkat Budidaya Ayam Broiler

Sejarah Singkat Budidaya Ayam Broiler

Sejarah Singkat Budidaya Ayam Broiler
Sejarah Singkat Budidaya Ayam Broiler

Yang di maksut ayam peliharaan atau (Gallus gallus domesticus) Adalah unggas yang biasa di pelihara manusia guna untuk di manfaatkan buat keperluan hidup, Ayam peliharaan merupakan keturunan lansung dari salah satu Subspesiaes ayam hutan yang di kenal sebagai ayam hutan merah atau ayam bangkiwa (bankiva fowi) Kawin saling santarras ayam telah menghasilkan ratusan Galur unggul atau galur murni dengan Bermacam-macam fungsi, Yang paling umum adalah Ayam potong, (Untuk dipotong) Dan ayam petelur, Untuk (Diambil telurnya) Ayam biasa dapat juga di kawin silang dengan kerabat dekatnya, (Ayam hutan hijau) Yang menghasilkan hibrida mandul yang yang jantanya di kenal sebagai ayam Bekisar.

  1. Sejarah singkat Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler).

Ayam ras pedaging tersebut, Sama juga dengan Broiler. Yang merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari Bangsa-bangsa ayam yang memiliki saya Produktifitas yang tinggi. Yang paling utama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler tersebut baru saja populer di negara indonesia sejak tahun 1980-an, Dimana pemegang perusahaan mencanangkan penggalakan komsumsi daging ruminansia yang pada saat itu sangat sulit keberadaanya. Hingga saat ini broiler telah sangat di kenal oleh masyarakat indonesia dengan dengan berbagai kelebihan. Hanya sampai 5-6 minggu lamanya sudah bisa di panen,  Dalam waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan. Maka dari itu banyak peternak baru serta peternak musiman yang telah bermunculan di berbagai wilayah Indonesia.

  1. Sentra Peternakan

Ayam telah di kembagkan sangat pesat di setiap negara, Di negara Indonesia usaha ternak ayam pedaging juga telah di jumpai di setiap Propinsi Indonesia.

  1. Jenis

Dengan berbagai macam strain ayam ras pedaging yang telah beredar luas di pasaran, Peternak tidak perlu risau dalam menentukan pilihan, Sebab, Semua jenis train yang telah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama artinya seandinya terdapat perbedaan. Dalam perbedaan tidak menyolok atau sngat kecil sekali. Dalam menetukan pilihan strain apa yang hendak di pelihara. Para peternak dapat meminta daftar Produktifitas atau prestasi bibit yang di jual di Poultry Shoup. Adapun  jenis strain ayam ras pedaging yang banyak beredar di pasaran adalah : (Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cormish, Brahma, Langshans, Hypeco-broiler, Ross, Narshall”m”, Euribrid, AA 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707, Dan yang lainya.

 

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id

Manfaat dan Jenis Tanaman Jahe

Manfaat dan Jenis Tanaman Jahe

Manfaat dan Jenis Tanaman Jahe

Manfaat dan Jenis Tanaman Jahe
Manfaat dan Jenis Tanaman Jahe

Jahe di perkirakan berasal dari India, Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik rakyat Cina Selatan. Kemudian dari india jahe jahe di bawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara. Tiongkok, Jepang, Hingga Ke Timur tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme jahe yang dapat memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang sangat populer di Eropa. Karena jahe hanya bisa bertahan hidup pada daerah tropis. Dan penanamanya hanya bisa di lakukan di daerah katulistiwa Seperti, Asia tenggara, Brazil dan Afrika. Dan saat ini Aquador dan brazil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia pada saat ini.

Jenis Tanaman Jahe

Jahe Gajah Atau Jahe Badak

Rimpangnya lebih besar Dan gemuk, Dan ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainya. Jahe ini dapat di komsumsi baik pada saat berumur muda maupun tua, Baik sebagai jahe segar maupun jahe Olahan.

Jahe Putih Atau Jahe Emprit

Ruasnya kecil agag rata sampai agak sedikit menggembung, Jahe ini selalu di panen setelah berumur tua, Dan kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah tersebut di atas. sehingga rasanya lebih pedas di samping seratnya tinggi, Dan jahe ini cocok untuk ramuan Obat-obatan atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak Atsirinya.

Jahe Merah

Rimpang berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe Emprit, Jahe merah ini selalu di panen setelah tua, Dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan Obat-obatan.

Manfaat Tanaman Jahe

Rimpang jahe bisa di gunakan sebagai bumbu masak, Pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti Roti, Kue, Biskuit, Kembang gula dan berbagai Minuman. Jahe juga dapat di pergunakan pada industri obat Minyak wangi, Industri jamu tradisional. Diolah menjadi jahe Instan, Asinan jahe, di buat menjadi acar, Lalap, Bandrek, sekoteng dan juga sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami.

Dalam perdagangan jahe di jual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Di samping dari itu terdapat hasil olahan jahe seperti, Minyak astiri dan koresin yang di peroleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, Es krim, Dan campuran sosis juga sebagainya.

Adapun manfaat secara pharmakologi antara lainya adalah, sebagai karminatif atau (Peluruh kentut), Anti muntah, Pereda kejang, Anti pengerasan pembuluh darah, Peluruh keringat, Anti inflamasi, Anti mikroba, Parasit, Anti piretik, Anti rematik, Dan merangsang pengeluaran getah lambung dan getah Empedu.

 

Sumber: https://www.bertani.co.id