unsur-unsur pidana

KONSEPSI  DAN   KEDUDUKAN  WAWASAN  NUSANTARA

KONSEPSI  DAN   KEDUDUKAN  WAWASAN  NUSANTARA

unsur-unsur pidana

            Konsepsi wawasan nusantara

Konsepsi wawsasan nusantara adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam Iingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.Berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam Iingkup dan demi kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga Negara.

Kedudukan Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari hirarkhi paradigma nasional sbb:

  • Pancasila (dasar negara)                                   —> Landasan Idiil
  • UUD 1945 (Konstitusi negara)                        —> Landasan Konstitusional
  •  Wasantara (Visi bangsa)                                 —> Landasan Visional
  • Ketahanan Nasional (Konsepsi Bangsa)     —> Landasan Konsepsional
  •   GBHN (Kebijaksanaan Dasar Bangsa)       —> Landasan Operasional.

  1. ARAH PANDANG DAN FUNGSI WAWASAN NUSANTARA

Arah pandang :

  1. Arah Pandang Ke Dalam.
    Arah pandang ke dalam bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, baik aspek alamiah maupun sosial. Arah pandang ke dalam mengandung arti bahwa bangasa indonesia harus peka dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya 
    disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatua dan kesatuan dalam kebhinekaan
  2. Arah Pandang Ke Luar
    Arah pandang ke luar ditujukan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam duna serba berubah maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, serta kerja sama dan sikap saling menghormati. Arah pandang ke luar mengandung arti bahwa kehidupan internasionalnya, bangsa Idonesia harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan demi tercapainya tujuan nasional sesuai tertera pada 
    Pembukaan UUD1945.

Fungsi Wawasan Nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan, balk bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

  1. IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA DALAM KERANGKA KONSEP GEOPOLITIK
  2. Wawasan nusantara sebagai pancaran filsafat pancasila

Filsafat pancasila di yakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya.keyakinan ini dibuktikan dalam sejarah perjuangan bagi Indonesia sejak awal pembentukan Negara kesatuan republic Indonesia sampai sekarang,konsep wawasan nusantara berpangkal pada dasar ketuhanan yang maha esa sebagai sila pertama yang kedudukanya melahirkan hakikat misi manusia Indonesia yang terjabar pada sila-sila pancasila.                                                 

  1. Wawasan nusantara dalam pembangunan
  2. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai suatu kesatuan politik
  3. Kebulatan wilayah dengan segala isinya merupakan modal milik  bersama bangsa Indonesia.
  4. Beragam suku , budaya dan bahasa daerah serta agama yang di anut nya tetap dalam kesatuan bangsa       Indonesia.
  5. Secara psikologis bangsa Indonesia merasa satu persaudaraan,senasib,seperjuangan,sebangsa,setanah air,untuk mencapai satu tujuan dan cita-cita yang sama.
  6. Pancasila merupakan filsafat dan idiologi pemersatu bagi Indonesia yang membimbing kea rah tujuan dan cita-cita yang sama.
  7. Pehidupan politik di seluruh wilayah nusantara sistem hukum nasional.
  8. Peseluruhan kepulauan nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum nasional.
  9. Bangsa Indonesia dan bangsa lainnya ikut menciptakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi melalui politik luar negeri yang bebas aktif.
  1. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi.
  2. Kekayaan diwilayah nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi kebutuhan diseluruh wilayah Indonesia.
  3.  Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang dan serasi diseluruh daerah tanpa mengabaikan ciri khas yang dimiliki daerah masing-masing.
  4. Kehidupan ekonomi diseluruh wilayah nusantara diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan azaz kekeluargaan dalam sistem  ekonomi kerakyatan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
  1. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya.
  2.  Masyarakat Indonesia adalah satu bangsa yang harus memiliki kehidupan serasi dengan tingkat kemajuan yang merata dan seimbang sesuai dengan kemajuan bangsa.
  3. Budaya Indonesia adalah suatu kesatuan dengan corak ragam budaya yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa.                           
  4. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan
  5. Bahwa ancaman terhadap satu pulau adalah ancaman juga terhadap satu bangsa.
  6. Tiap-tiap warga mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk ikut serta dalam pertahanan dan keamanan Negara dalam rangka pembelaan bangsa dan Negara.

Pos-pos Terbaru

unsur-unsur pidana

TEORI – TEORI PAHAM KEKUASAAN

TEORI – TEORI PAHAM KEKUASAAN

unsur-unsur pidana

Paham-Paham Kekuasaan Menurut Tokoh-Tokoh Sejarah

  1. Kekuasaan menurut Machiavelli bersandar pada pengalaman manusia.

Kekuasaan memiliki otonomi terpisah dari nilai moral. Karena menurutnya, kekuasaan bukanlah alat untuk mengabdi pada kebajikan, keadilan, dan kebebasan dari Tuhan, melainkan kekuasaan sebagai alat untuk mengabdi pada kepentingan negara. Dalam pemikiran Machiavelli kekuasaan memiliki tujuan menyelamatkan kehidupan negara dan mempertahankan kemerdekaan. Hal ini dapat dilihat dalam karyanya The Prince, di mana kekuasaan seharusnya merujuk pada kepentingan kekuasaan itu sendiri, tidak lain untuk mewujudkan kekuasaan yang kuat. Ia menyarankan penguasa, sebagai pemilik kekuasaan negara harus mampu mengejar kepentingan negara, demi kejayaan, dan kebesarannya. Penguasa harus mampu menjaga kedaulatan negara dari berbagai ancaman yang mungkin terjadi, untuk itu penguasa harus prioritaskan stabilitas negara dan selalu dalam kondisi siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan serangan musuh. Untuk itu penguasa haruslah memperkuat basis pertahanan dan keamanan negara serta kedaulatan dan kesatuan negara harus diprioritaskan. Dalam konteks ini, menurut Machiavelli, hukum memiliki peranan sebagai penengah untuk mencapai persatuan dan kesatuan bangsa negara. Namum hukum tidak akan berjalan tanpa adanya intervensi dukungan penguasa. Peranan hukum yang besar dalam upaya terciptanya stabilitas kekuasaan akan lebih baik apabila didukung oleh kekuatan militer.

  1. Paham Kaisar Napoleon merupakan tokoh revolusioner di bidang cara pandang, selain penganut baik pemahaman dari Machiavelli. Napoleon berpendapat bahwa perang di masa depan akan merupakan perang total yang mengerahkan segala upaya dan kekuatan nasional. Kekuatan ini juga perlu didukung oleh kondisi sosial-budaya berupa ilmu pengetahuan teknologi demi terbentuknya kekuatan pertahanan dan keamanan untuk menduduki dan menjajah negara-negara di sekitar Prancis. Ketiga postulat Machiavelli telah diimplementasikan dengan sempurna oleh Napoleon, namun menjadi bumerang bagi dirinya sendiri sehingga di akhir kariernya ia dibuang ke Pulau Elba.
  2. Paham Jenderal Clausewitz sempat terusir oleh tentara Napoleon dari negaranya sampai ke Rusia. Clausewitz akhirnya bergabung dan menjadi penasihat militer Staf Umum Tentara Kekaisaran Rusia. Sebagaimana kita ketahui, invasi tentara Napoleon pada akhirnya terhenti di Moskow dan diusir kembali ke Perancis. Clausewitz, setelah Rusia bebas kembali, diangkat menjadi kepala staf komando Rusia. Di sana dia menulis sebuah buku mengenai perang berjudul Vom Kriege (Tentara Perang). Menurut Clausewitz, perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain      

Baginya, peperangan adalah sesuatu yang sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa. Pemikiran inilah yang membenarkan Rusia berekspansi sehingga menimbulkan perang Dunia I dengan kekalahan di pihak Rusia atau Kekaisaran Jerman.

  1. Paham Feuerbach dan hegel menimbulkan dua aliran besar barat yang berkembang di dunia yaitu kapitalisme di satu pihak dan komonisme di pihak lain.pada abat ke-xvll paham perdagangan bebas yang merupakan nenek moyang liberalisme sedang marak,saat itu orang berpendapat bahwa ukuran keberhasilan ekonomi suatu Negara adalah sebarapa besar surflus ekonominya.paham ini memicu nafsu kolonoalisme Negara eropa barat udalam mencari emas ke tempat yang lain,inilah yang memotivasi colombus untuk mencari daerah baru.paham ini juga yang mendorong belanda untuk melakukan perdagangan dan pada akhirnya menjajah nusantara selama 3-5 abad.
  2. Paham lenin (xlx) menurutnya perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan,bagi leninisme/komunisme perang atau pertumpahan darah atau revolusi di seluruh dunia adalah sah dalam kerangka mengkomunikasikan seluruh bangsa di dunia.
  3. .Paham Lucian W.Pye dan Sidney mengatakan adanya unsur-unsur subjektifitas dan psikologis dalam tatanan dinamika kehidupan politik suatu bangsa,kemantapan suatu sistim politik dapat tercapai bila sistim tersebut berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan.

  1. TEORI-TEORI GEOPOLITIK

  2. Federich ratzel
  3. Pertumbuhan Negara dapat disamakan  dengan pertumbuhan organism yang memerlukan ruang hidup melalui proses lahir,tumbuh,berkembang,mempertahankan hidup ttapi dapat juga menyusut dan mati.
  4. Negara identik dengan satu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan
  5. Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidk terlepas dari hokum alam.
  6. Semakin tinggi budaya bangsa,semakin besar kebutuhan atau dukungan sumberdaya alam.

Ajaran  ratzel menimbulkan dua aliran yaitu:

  1. Menitik beratkan kekuatan darat.
  2. Menitik beratkan kekuatan laut.
  1. Rudolf kjelle.
  2. Negara sebagai satuan biologi,suatu organisme hidup,untuk mencapai tujuan Negara hanya di mungkinkan dengan jalan memperoleh ruang atau (wilayah) yang cukup luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya.
  3. Negara merupakan suatu sistim politik atau pemerintahan yang meliputi bidang-bidang geopolitik, ekonomi politik, demopolitik,social lpolitik dan kratopolitik
  4. Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan luar,tapi harus mampu swasembada serta memanfaatkan kemajuan budaya dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasioanal.
  5. Karl Haushofer
  6. Kekuatan imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasaan imperium maritim untuk menguasai pengawasan di laut.
  7. Negara besar di dunia akan timbul dan akan menguasai eropa, afrika,asia barat,serta asia timur raya.

Teori ini pun dikembangkan di Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme. Inti teori Haushofer adalah:

  1. Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam.
  2. Kekuatan imperium daratan dapat mengejar kekuasaan imperium maritime untuk menguasai pengawasan di laut.
  3. Beberapa negara besar di dunia akan timbul dan akan menguasai Eropa, Afrika, dan Asia Barat ( Jerman dan Italia ) serta Jepang di Asia Timur Raya.
  4. Geopolitik adalah doktrin negara yang menitik beratkan perhatian kepada soal strategis perbatasan.
  5. Ruang hidup bangsa dan tekanan kekuasaan ekonomi dan sosial yang rasial mengharuskan pembagian baru dari kekayaan alam dunia.
  6. Geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan mendapatkan ruang hidup.

  1. KONSEP-KONSEP  GEOPOLITIK YANG BERKEMBANG

Konsep tentang wawasan nusantara tidak jauh berbeda dengan konsep dari wawasan nasional karena keduanya saling berkaitan. Dimana wawasan nusantara adalah wawasan nasional karena cara pandang bangsa Indonesia yaitu menjamin persatuan dan kesatuan di atas dasar kebhinekaan yang mana nantinya cara pandang ini kemudian disebut dengan wawasan nusantara. Pengertian wawasan nusantara dapat dilihat dari berbagai pandangan baik itu berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, ataupun pandangan oleh para ahli. Jadi dapat disimpulkan bahwa wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Wawasan nasional Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasaan bangsa Indonesia yang berlandaskan falsafah pancasila dan oleh pandangan geopolitik Indonesia yang berlandaskan pemikiran kewilayahan dan kehidupan bangsa Indonesia guna menjamin persatuan dan kesatuan bangsa.


Sumber : Belajar PKN Online

macam macam zalim

Zalim

a. Pengertian Aniaya / Zalim

Menurut bahasa kata aniaya sama dengan kata zalim yang artinya sewenang-wenang atau tidak adil. Seorang yang beriman kepada Allah dan memegang teguh prinsip keadilan, kesamaan derajat, tidak akan berbuat aniaya. Sebab ia sadar, bahwa kezaliman itu merupakan kegelapan yang akan menutup rapat hati orang yang melakukannya, sebagaimana diterangkan oleh Nabi Muhammad Saw di dalam hadis : “Jauhilah dan takutlah kamu berbuat zalim, sebab sesungguhnya kezaliman itu merupakan kegelapan di hari kiamat.” (HR Bukhari dan Muslim)
Lebih tegas lagi Nabi Muhammad saw menyatakan haramnya berbuat aniaya (berlaku zalim) dan harus dijauhi, karena ini adalah perintah Allah Swt. dan tidak perlu ditakwilkan dipikir lebih dalam lagi. Allah berrman:

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh Maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabbmu Menganiaya hamba-hambaNya. (QS.Fushshilat [41] : 46)
Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa tidak mungkin Allah melakukan kezaliman atau aniaya kepada hamba-Nya. Allah adalah Maha Adil dan Maha Bijaksana. Karena itu keadilan Allah itu harus diikuti oleh manusia dengan berlaku adil terhadap yang lain. Janganlah sekali-kali manusia itu berlaku zalim atau aniaya kepada yang lain. Karena itu sangat dibenci oleh Allah Swt.
b. Contoh Perilaku Aniaya
Perilaku aniaya walaupun dilarang, tetapi masih saja kita melihat di tengah masyarakat adanya perilaku aniaya itu. Ini terjadi karena fondasi keimanan seseorang tidak dibina dan dijaga dengan baik. Di samping itu, perilaku aniaya bisa muncul karena ketidakmampuan diri menjauh dari godaan setan.
Perilaku aniaya dapat dicontohkan sebagai berikut:
1. Aniaya (zalim) terhadap diri sendiri. Zalim terhadap sendiri misalnya; sering melakukan perbuatan dosa, berzina, meminum-minuman keras, malas belajar, meninggalkan solat, dan sebagainya.
2. Aniaya (zalim) terhadap orang lain. Zalim terhadap orang lain misalnya; merusak lingkungan, mengganggu ketenangan orang lain, mengambil harta secara batil (merampok, mencuri, menipu) dan sebagainya.
3. Aniaya (zalim) terhadap Allah Swt. Zalim terhadap Allah Swt. misalnya; kufur, syirik (menyekutukan Allah), ingkar dan sebagainya..
c. Akibat Negatif Perbuatan Aniaya.
Aniaya akan mendatangkan akibat buruk bagi kehidupan, baik pribadi maupun masyarakat. Karena itu, aniaya adalah perbuatan yang harus kita hindari.
– Merusak persatuan dan persaudaraan.
– Merusak tatanan hidup di masyarakat.
– Menghilangkan akhlak atau sifat yang baik.
– Merugikan orang lain.
– Menghilangkan pahala amal perbuatan.
d. Hikmah Menghindari Aniaya
Melihat akibat negatif yang begitu besar dari perilaku aniaya, maka perilaku tersebut harus dihindari dengan sekuat-kuatnya. Islam mengajarkan agar pengikitnya melakukan perilaku terpuji. Kuncinya adalah keteguhan kita untuk berpegang kepada ajaran Islam. Sebab dengan menghindari aniaya maka akan memberikan hikmah yang besar antara lain:
1. Terwujudnya persatuan dan persaudaraan.
2. Terciptanya tatanan hidup yang baik di masyarakat.
3. Akan mendatangkan akhlak atau sifat yang baik.
4. Terciptanya kasih sayang antarsesama.
5. Akan mendapatkan pahala amal perbuatan.
6. Orang yang menghindari aniaya akan masuk ke dalam surga.

Pos-pos Terbaru

contoh sifat serakah

Tamak dan Serakah

a. Pengertian

Dalam bahasa Arab, serakah disebut tamak yang artinya sikap tak pernah merasa puas dengan yang sudah dicapai. Menurut istilah tamak adalah cinta kepada dunia (harta) terlalu berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan adanya dosa besar. Karena ketidakpuasannya itu, segala cara pun ditempuh. Serakah adalah salah satu dari penyakit hati. Mereka selalu menginginkan lebih banyak, tidak peduli apakah cara yang ditempuh itu dibenarkan oleh syariah atau tidak, tidak berpikir apakah harus mengorbankan kehormatan orang lain atau tidak. Yang penting, apa yang menjadi kebutuhan nafsu syahwatnya terpenuhi. Sikap serakah dilarang oleh Allah Swt.
b. Ciri-Ciri Tamak.
1. Tidak mensyukuri nikmat yang telah dimiliki
2. Selalu merasa kurang padahal ia telah banyak mendapat nikmat
3. Ingin memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain
4. Panjang angan-angan yaitu suka menghayal dan tidak realistis
5. Kikir, ia tidak mau hartanya berkurang sedikitpun
6. Kurang menghargai pemberian orang lain jika tidak sesuai keinginan
7. Terlalu mencintai harta yang dimiliki.
8. Terlalu semangat mencari harta tanpa memperhatikan waktu dan kondisi tubuh.
9. Semua perbuatannya selalu bertendensi pada materi
c. Bahaya Tamak
1. Orang yang tamak selalu merasa kurang dan tidak pandai bersyukur
2. Sifat tamak dapat menimbulkan rasa dengki, hasul dan permusuhan
3. Sifat tamak akan membutakan orang sehingga menghalalkan segala cara dalam meraih tujuannya.
4. Sifat tamak akan menjauhkan seseorang daria Allah Swt.
5. Sifat tamak membuat orang menjadi bakhil, karena takut hartanya berkurang
d. Cara Menghindari Tamak
1. Mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan
2. Membiasakan diri dengan sifat ikhlas dan rendah diri
3. Membiasakan diri dengan sifat pemurah dan jujur
4. Membiasakan hidup sederhana, hemat, qana’ah dan zuhud
5. Meminta pertolongan kepada Allah agar dijauhkan dari sifat serakah
6. Menghindari sifat iri jika melihat orang lain banyak harta
7. Sadar bahwa meteri hanya hiasan hidup dan perantara menuju akhirat


Sumber: https://rollingstone.co.id/jasa-penulis-artikel/

contoh soal tentang licik

MENGHINDARI AKHLAK TERCELA LICIK, TAMAK, ZALIM DAN DISKRIMINASI

Mencelakakan orang lain adalah ciri perbuatan licik Ada dua sifat yang dimiliki manusia sejak menginjak dewasa. Dua sifat itu adalah sifat terpuji dan tercela. jika ingin menjadi orang baik, sudah sepantasnya kita memiliki sifat terpuji. Memiliki sifat terpuji akan disayang Allah Swt. dan menjadi ahli surga. Sebaliknya, sifat tercela harus dijauhi karena dapat menjerumuskan kita pada perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia akan selalu berhubungan dengan manusia lainnya. Hal itu disebabkan kedudukan manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan. Dalam pergaulan, terdapat etika yang harus dipenuhi supaya pergaulan dapat berjalan dengan baik tanpa adanya permasalahan. Agama Islam mengajarkan kepada manusia untuk bertata krama dan menjauhi sikap-sikap yang tercela. Apabila manusia dapat menjalankan tuntutan itu, niscaya kehidupan masyarakat akan berjalan dengan baik.
Selanjutnya Anda pelajari uraian berikut ini dan Anda kembangkan dengan mencari materi tambahan dari sumber belajar lainnya

1. Licik

a. Pengertian Licik
Licik merupakan salah satu sifat negatif yang sangat membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain. Licik berarti banyak akal yang buruk, pandai menipu, culas, curang, dan licin.
b. Ciri-Ciri Orang Licik
Sikap licik sangat berbahaya, sehingga jangan sampai sifat tersebut ada pada diri kita dan kita juga harus waspada terhadap orang yang bersifat licik. Berikut ini ciri-ciri sifat licik:
– Tidak suka melihat orang lain bahagia.
– Bahagia melihat orang lain menderita.
– Berpikir Untuk Mencelakakan Orang Lain.
– Ingin Serba Jalan Pintas.
– Pandai menipu, untuk memuluskan siasatnya yang licin, orang yang licik akan suka menipu dan berbohong serta bersilat lidah.
c. Bahaya Sifat Buruk Bagi Orang Lain
1. Seringkali kita jumpai orang yang sikut sana-sikut sini untuk mencapai tujuannya. Demi memuaskan hawa nafsunya ia tidak segan-segan berbuat licik. Padahal keinginan bisa terwujud tanpa harus berbuat licik. Bagaimana pun licik adalah sikap yang tidak disukai oleh manusia manapun.

2. Licik membuat seseorang menjadi serakah. Orang yang licik nafsunya tidak pernah ada ujungnya. Ia berbuat seperti orang haus yang meminum air laut, Makin diminum makin haus.
3. Orang yang licik inginnya menjadi nomor satu, tidak peduli dengan kemampuannya yang tidak seberapa. Ia akan berusaha menyingkirkan orang yang bisa menghalangi ambisinya.
d. Bahaya orang licik Bagi Diri Sendiri
– Batinnya selalu resah dan gelisah. Hatinya tidak akan tenang.
– Hidupnya tidak berkah. Jika ia menafkahi keluarga dengan jalan licik lalu anak diberi makan yang tidak halal, maka akan menjadi daging
– Hidupnya penuh dengan tnah. Orang yang licik hidupnya penuh dengan cobaan.
– Dimanapun ia berada selalu mengalami cobaan. Fitnah akan datang dikala orang melihat apa yang ia dapat tidak dengan cara yang wajar.
– Ia penuh dengan dosa, Karena berbuat licik tidak akan diridhoi Allah Swt. dan dikutuk orang-orang.
– Akhir hidupnya Su’ul Khotimah


Sumber: https://pengajar.co.id/jasa-penulis-artikel/

mengapa kita harus beriman kepada hari akhir

Pengertian Iman Kepada Hari Akhir

Yaumul akhir atau hari akhir menurut bahasa adalah kehancuran atau kebangkitan. Sedangkan menurut istilah hari akhir adalah hari kehancuran alam semesta beserta seluruh isinya kemudian manusia akan dibangkitkan dari alam kuburnya untuk dimintai pertanggung jawaban atas semua amal perbuatannya selama di dunia ini.
Beriman kepada hari akhir adalah rukun ke lima dari rukun-rukun iman. Artinya ialah menyakini dengan pasti kebenaran setiap hal yang diberitakan oleh Allah SWT dalam kitab sucinya dan setiap hal yang diberitakan oleh Rasulnya SAW mulai dari apa yang akan terjadi sesudah mati, fitnah kubur, adzab dan nikmat kubur, dan apa yang terjadi sesudah itu seperti kebangkitan dari kubur, tempat berkumpul di akhirat (mahsyar), catatan amal (shuhuf), perhitungan (hisab), timbangan (mizan), telaga (haudh), titian (shirath), pertolongan (syafa’ah), surga dan neraka serta apa-apa yang dijanjikan Allah SWT bagi para penghuninya.[1]

B. Macam-Macam Hari Akhir dan Tanda-tandanya

Meskipun waktu terjadinya hari kiamat tidak ada yang mengetahuinya, akan tetapi Allah SWT memberitahukan kepada Rasulnya SAW tentang tanda-tanda kiamat tersebut. Kemudian Rasulullah SAW menyampaikan kepada ummatnya tentang tanda-tanda kiamat. Para ulama membaginya menjadi dua: (pertama) tanda-tanda kecil dan (kedua) tanda-tanda besar.[2]

1. Kiamat sughra atau kiamat kecil
Tanda-tanda kiamat kecil sangat banyak dan sudah terjadi sejak zaman dahulu dan akan terus terjadi. Diantaranya adalah wafatnya Nabi Muhammad SAW, munculnya banyak fitnah, munculnya fitnah dari arah timur (Iraq), munculnya orang yang mengaku sebagai Nabi, hilangnya amanah, diangkatnya ilmu dan merajalelanya kebodohan, banyaknya perzinaan, banyak orang yang minum khamr (minuman keras) dan merebaknya perjudian, masjid-masjid dihias, banyak bangunan yang tinggi, budak melahirkan anak tuannya, banyak pembunuhan, banyaknya kesyirikan, banyaknya orang yang memutuskan silaturahim, banyaknya orang bakhil, wafatnya para ulama dan orang-orang shalih, banyaknya wanita yang berpakaian telanjang, banyaknya bencana alam di dunia ini, dan lain-lain.
Banyak sekali dalil tentang hal ini, di antaranya sabda Rasulullah SAW:
“Perhatikanlah enam tanda-tanda hari kiamat: 1. Wafatku, 2. Penaklukan Baitul Maqdis, 3. Wabah kematian (penyakit yang menyerang hewan sehingga mati mendadak) yang menyerang kalian bagaikan wabah penyakit qu’ash yang menyerang kambing, 4. Melimpahnya harta hingga seseorang yang diberikan kepadanya 100 dinar, ia tidak rela menerimanya, 5. Timbulnya fitnah yang tidak meninggalkan satu rumah orang Arab pun melainkan pasti memasukinya, dan 6. Terjadinya perdamaian antara kalian dengan Bani Asfar (Bangsa Romawi), namun mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar pasukan. Setiap kelompok itu terdiri dari 12 ribu orang.”[3]

Pos-pos Terbaru

Hadis dalam bentuk hal-ihwal Nabi

Cara Nabi Menyampaikan Periwayatan Hadis

Cara-cara yang telah digunakan Nabi SAW dalam menyampaikan hadis kepada umatnya dapat diringkaskan sebagai berikut:

1. Hadis berupa sabda

ada kalanya Nabi menyatakan perintah kepada sahabat tertentu untuk menulisnya. Pada umumnya Nabi tidak menyertakan perintah tersebut. Juga, ada kalanya hadis dalam bentuk sabda itu dikemukakan Nabi karena sebab tertentu dan pada umumnya dikemukakan tidak karena sebab tertentu. Sabda Nabi ada kalanya dikemukakan di hadapan orang banyak dan ada pula yang dikemukakan dihadapan beberapa orang atau seorang saja.
2. Hadis berupa perbuatan
ada yang disampaikan oleh Nabi karena sebab tertentu, ada yang tanpa didahului oleh sebab tertentu, ada yang disampaikan di depan orang banyak dan ada pula yang disampaikan di hadapan orang-orang tertentu saja.
3. Hadis dalam bentuk taqrir
terbatas penyampaiannya. Sebab “kelahiran” taqrir Nabi berkaitan erat dengan peristiwa tertentu yang dilakukan oleh sahabat Nabi.
4. Hadis dalam bentuk hal-ihwal Nabi
sesungguhnya ia bukanlah merupakan aktivitas Nabi. Karenanya, Nabi dalam “menyampaikannya” bersifat pasif saja, pihak yang aktif adalah para sahabat Nabi, dalam arti sebagai “perekam” terhadap hal-ihwal Nabi tersebut.[4]
5. Pentahapan Periwayatan Hadis
Dari pengamatan dari sejumlah literatur, setidaknya ada tiga pentahapan yang telah dilalui, yang dapat member gambaran yang jelas bagaimana cara periwayatan memperoleh (menerima) dan menyampaikan hadis Nabi SAW, yaitu:
1) Periwayatan Hadis pada Zaman Nabi Saw.
2) Periwayatan Hadis pada Zaman Sahabat.
3) Periwayatan Hadis pada Zaman Sesudah Sahabat.

D. Periwayatan Hadis pada Zaman Nabi
Hadis yang diterima oleh sahabat cepat tersebar dimasyarakat. Hal itu karena para sahabat pada umumnya sangat berminat untuk memperoleh hadis Nabi SAW dan kemudian berminat menyampaikannya kepada orang lain. Hal demikian terbukti dari pengakuan sahabat sendiri, seperti dari Umar bin al-khaththab yang telah membagi tugas dengan tetangganya untuk mencari berita yang berasal dari nabi. Kata Umar, bila tetangganya hari ini menemui Nabi, Umar pada esok harinya menemui Nabi. Siapa yang bertugas menemui Nabi SAW dan memperoleh berita yang berasal atau berkenaan dengan Nabi SAW, maka dia segera menyampaikan berita itu kepada yang tidak bertugas.
Jelas bahwa periwayatan hadis pada zaman Nabi berjalan lancer. Kelancaran periwayatan hadis demikian, terjadi karena dua hal. Pertama, karena cara yang ditempuh oleh Nabi SAW dalam menyampaikan hadis sebagaimana dikemukakan diatas dan kedua, karena minat yang begitu besar dari para sahabat.


Sumber: https://voi.co.id/jasa-penulis-artikel/

pengertian hadits menurut bahasa dan istilah

Pengertian Hadis

Dari sudut etimologi, hadis secara umum berarty: sesuatu yang baru (al-jadid) lawan dari sesuatu yang lama (al-qadim). Ia juga berarty kabar atau berita (al-khabar).
Dari sudut terminologi, hadis memiliki beberapa pengertian tergantung dari sudut tinjauan masing-masing disiplin ilmu. Para ahli hadis mengartikan hadis yaitu: Segala sesuatu yang dihubungkan dengan nabi saw berupa pernyataan, perbuatan, penetapan atau sifat perangai atau perilaku atau perjalanan hidup, baik sebelum masa kenabian seperti bersemedinya di Gua Hira atau sesudahnya. Menurut mayoritas ahli hadis, istilah sunnah dianggap sinonim dengan istilah hadis.[2]

B. Cara Pentahapan Periwayatan Hadis

Secara etimologis, proses al-riwayat atau riwayat al-hadis ini dapat diaertikan dengan periwayatan atau periwayatan hadis.
Secara terminologis, al-riwayat berarti kegiatan penerimaan dan penyampaian hadis, serta penyandaran hadis itu kepada rangkaian periwayatannya dengan bentuk-bentuk tertentu. Dari arti ini, maka orang yang telah menerima hadis dari seorang periwayat, tetapi tidak menyampaikan hadis itu kepada orang lain, ia tidak dapat di sebut sebagai orang yang telah melakukan periwayatan hadis. Dan sekiranya orang tersebut menyampaikan hadis yang telah diterimanya kepada orang lain, tetapi ketika menyapaikan hadi itu dia tidak menyampaikan rangkaian para periwayatnya maka orang tersebut tidak dapat dinyatakan sebagai orang yang telah melakukan periwayatan hadis.
Dari pengertian diatas, setidaknya ada tiga unsure penting yang mesti dipenuhi bagi terjaadinya suatu aktivitas yang disebut dengan periwayatan hadis, yaitu:
a. Kegiatan menerima hadis dari periwayat hadis.
b. Kegiatan menyampaikan hadis itu kepada orang lain.
c. Ketika hadis itu disampaikan, susunan rangkaian periwayatnya itu disebutkan.
Ada beberapa peristilahan yang lazim dikenal disekitar periwayatan hadis, yaitu al-rawi, al-marwi, sanad dan matn. Masing-masing diatas dijelaskan sebagai berikut:
a. Al-Rawi (periwayat), yaitu orang yang melakukan periwayatan hadis.
b. Al-Marwi, yaitu apa yang diriwayatkan.
c. Sanad, atau apa yang biasa disebut isnad, ialah susunan rangkaian para periwayat hadis.
d. Matan, adalah kalimat (materi) yang disebut sesudah sanad.[3]


Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

pasukan hizbullah beranggotakan

pasukan hizbullah beranggotakan

pasukan hizbullah beranggotakan

Riwayat Hidup K.H Masjkur

K.H Masjkur lahir di Singosari, Malang, tahun 1900M / 1315 H.[7] Ia dilahirkan dari pasangan Maksum dan Maemunah. Maksum adalah seorang perantau yang berasal dari sebuah dusun di kaki gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah. Ia dating ke Singosari memenuhi perintah ibunya untuk mencari ayahnya yang pergi meninggalkan kampung halaman. Maksum sebagai anak laki-laki yang melajang masa remaja tidak hendak membantah perintah sang ibu. Baginya, apa yang diperintahkan ibunya, merupakan suatu keharusan yang tak dapat dan tak perlu dibantah lagi. Pada masa itu, orang masih belum banyak yang berani keluar kampong halaman, berdagang seorang diri, mengembara di kota orang. Namun ayah Maksum dan teman-temannya meninggalkan desa karena ikut dalam gerakan perlawanan terhadap Belanda. Kemudian, di Singosari, Maksum tinggal di pesantren yang dipimpin Kiai Rohim. Dan menjadi santri di pesantren tersebut. Dalam waktu yang singkat, Maksum sudah menunjukkan bahwa dia adalah seorang santri yang rajin, yang cerdas dan juga tekun serta suka menolong sesame rekannya. Karena itu tidak heran jika Maksum menjadi santri kesayangan Kiai Rohim dan diambil oleh Kiai Rohim untuk dijadikan menantunya., dinikahkan dengan anak perempuannya, Maemunah.[8] Pasangan ini yang akhirnya melahirkan Masjkur bersaudara. Mereka ialah: Masjkur (tertua), Toyib, Hafsah, Barmawi, Toha dan Hassan.
Pada saat usianya sekitar 9 atau 10 tahun, Masjkur diajak oleh ayahnya untuk pergi menunaikan ibadah haji. Setelah kembali dari ibadah hajinya, Masjkur dan ayahnya pergi berziarah dan bertafakur di makam Sunan Giri. Setelah itu, Masjkur memulai proses pendidikannya di dunia pesantren. Ia belajar pada tidak kurang dari tujuh pesantren terkemuka di berbagai daerah dengan konsentrasi keilmuan yang berbeda-beda. Masjkur kecil diantarkan ayahnya ke pesantren Bungkuk Singosari, di bawah pimpinan Kiai Tohir.[9] Selesai belajar di pesantren Bungkuk, Masjkur pindah ke pesantren Sono, yang terletak di Bundaran Sidoarjo, untuk belajar ilmu sharaf dan nahwu. Empat tahun kemudian ia pindah ke pesantren Siwalan Panji, Sidoarjo, untuk belajar ilmu fikih. Selanjutnya, Masjkur pindah ke pesantren Tebuireng Jombang untuk belajar ilmu tafsir dan hadits pada Kiai Hasyim Asy’ari selama dua tahun. Setelah menamatkan pelajaran di Tebuireng, Masjkur berangkat ke pesantren Bangkalan Madura untuk belajar qiraat Al-Qur’an pada Kiai Khalil selama satu tahun. Dan kemudian pindah ke pesantren Jamasaren di Solo.[10]
Selama itu pula, Masjkur mendapat pengalaman bahwa kehidupan di pesantren pada waktu dulu diatur sedemikian rupa oleh kiai masing-masing, sehingga para santri itu selalu saling tolong-menolong baik dalam hal rohani maupun jasmani, lahir dan batin. Mulai dari soal peribadatan, dalam hal belajar, hingga dalam hal tingkah laku, semua diatur dengan sangat baik.
Dari banyak pondok yang sudah ia singgahi, pondok Jamsaren adalah pengalaman yang cukup mengesankan bagi Masjkur. Disana ia berkenalan dengan teman-temannya yang kemudian menjadi ulama terkenal dan pemimpin masyarakat di daerah masing-masing, seperti Kiai Musta’in (Tuban), Kiai Arwan (Kudus), Kiai Abdurrahim (adik dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah, Jombang) dan lain-lain.[11]
Pada usianya yang ke-27 tahun, Masjkur menikah dengan cucu Kiai Thohir di Bungkuk tempat dia menjadi santri pertama kali. Tetapi pada waktu yang bersamaan, ayah dari Masjkur meninggal dunia dan dengan sendirinya beban orang tua dilimpahkan kepada bahu Masjkur. Dialah yang bertugas memebesarkan, mengasuh dan menikahkan adik-adiknya. Sejak kecil Masjkur sudah diajarkan hidup sederhana, dan dia menyaksikan sendiri bagaimana kedua orang tuanya hidup tirakat sepanjang ajaran Jawa dan agama Islam. Segala hasil kerja orang tuanya dipergunakan untuk kepentingan anak-anak, agar mereka nanti dapat maju dalam kehidupan.[12] Ajaran kedua orang tuanya tersebut ia terapkan kepada adik-adiknya. Mereka diajari Masjkur hidup serba hemat, apa adanya, rajin dan tetap beribadah kepada Tuhan.

Pos-pos Terbaru

 

kerajaan kediri

kerajaan kediri

kerajaan kediri

 

Dalam kitab calon arang di ceritakan bahwa suatu ketika kerajaan airlangga ditimpa musibah wabah penyakit yang menyeramkan. Wabah itu ditimbulkan dari seorang janda di Girah yang merasa sakit hati karena anaknya yang cantik tidak ada orang yang meminangnya . untuk menyelesaikan wabah itu raja airlangga meminta bantuan Pu bharada untuk menyuruh muridnya melamar anak janda tersebut. Dengan demikian wabah ini dapat dihilangkan.
Dalam menggantikan tahtanya sebagai raja, Pada tahun 1042 raja Airlangga harus memberi kerajaan kepada dua orang anak laki-lakinya. Cara pertamanya untuk mengatasinya, Airlangga mengutus Pu Bharada pergi ke Bali dan meminta kekuasaan kepada kerajaan Ibunya. Namun, hal ini tidak disetujui karena pengganti dari raja selanjutnya akan diberikan oleh ketrurunannya. Dengan demikian, secara terpaksa maka Raja Airlangga membagi tanah Jawa menjadi dua yakni pangjalu di sebelah timur dan janggala di sebelah barat. Pembagian tanah ini dilaksanakan oleh Pu Bharada.

a. Kerajaan Panjalu atau Kadiri

Kerajaan Pangjalu berpusat di kota Daha. Di dalam prasasti Pamwatan(buatan Airlangga), dijelaskan, Daha merupakan singkatan dari Dahanapura yang berarti kota api. Kekuasaan ini ada di bawah Sri Samarawijaya. Pada mulanya, nama Panjalu memang sering dipakai daripada Kadiri. Hal ini dapat dibuktikan dalam prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja-raja Kadiri. Bahkan, nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Cina berjudul ling wai tai ta(1178).
Sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui dengan adanya prasasti Sirah Keting (1104M) yaitu adanya nama Sri Jayawarsa. Raja-raja sebelum Sri Jayawarsa hanya Sri Samarawijaya yang sudah diketahui. Sedangkan urutan raja-raja sesudah Sri Jayawarsa sudah dapat diketahui dengan jelas berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan.
Selanjutnya, setelah pemerintahan Sri Jayawarsa berakhir, digantikan oleh Bameswara yang bergelar Sri Maharaja Rakai Sirikan Kameswhara Sakalabhuwanatushitakarana Sarwwaniyyawwiryya paraka digjayatuggadewa.Kemudian pemerintahan berganti kepada Jaybaya yang bergelar Sri Maharaja Madhusudanawataranindita. Selain itu, Jayabaya terkenal sebagai peramal dan sastrawan aliran kejawen. Ramalannya dibukukan dalam Kitab Jangka Jayabaya.
Masa inilah yang dianggap sebagai masa kejayaan. Hal ini dikarenakan Jayabaya telah melakukan perang saudara dan berhasil menaklukan kerajaan Janggala. Cerita ini kemudian diabadikan dalam kitab Bharatayudha karya Mpu Sedah dan Mpu Panaluh.dan ditulis dalam prasasti Ngantang (1135M), yaitu Panjalu Jayati dan Panjalu Menang. Bahkan Wilayah kerajaan ini meliputi seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara, bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatra.
Jayabaya kemudian digantikan oleh Sarweswaradan Aryyeswara. Namun pemerintahan ini tidak banyak diketahui. Pemerintahan selanjutnya yaitu Gandra. Dalam pemerintahannya, ia menggunakan struktur pemerintahan yang diwariskan medang kamulan. Para pejabat diberi nama hewan seperti gajah atau kebo sebagai tanda pengenal kepangkatan tertentu. Dengan demikian, ciri dari pemerintahan Gandra adalah pesatnya karya sastra jawa dengan munculnya cerita panji dan kakawin.
Raja selanjutnya adalah kertajaya. Masa ini kerajaan kadiri mengalami masalah dan ketidakstabilan. Penyebabnya adalah kertajaya mulai mengurangi peran istimewa kaum brahmana. Menurut kisah pararaton dan nagarakretagama, pada tahun 1222 kertajaya berselisih dengan kaum brahmana dan kemudian meminta tolong kepada ken arok akuwu tumapel.
b. Kerajaan Janggala
Nama Janggala diperkirakan berasal kata “Hujung Galuh” atau disebut “Jung-ya-lu” berdasarkan catatan China, Hujung Galuh terletak di daerah muara sungai Brantas yang diperkirakan kini menjadi bagian kota Surabaya. Kota ini merupakan pelabuhan penting sejak zaman kerajaan Kahuripan, Janggala, Kediri, Singhasari, hingga Majapahit. Pada masa kerajaan Singhasari dan Majapahit pelabuhan ini kembali disebut sebagai Hujung Galuh.
Pada tahun 1042, Airlangga turun takhta dan memilih Putri mahkotanya yang bernama Sanggramawijaya Tunggadewi tetapi ia lebih dulu memilih kehidupan sebagai pertapa, sehingga timbul perebutan kekuasaan antara kedua putra Airlangga yang lain, yaitu Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan.
Akhir November 1042, Airlangga terpaksa membagi dua wilayah kerajaannya. Sri Samarawijaya mendapatkan Kerajaan Kadiri di sebelah barat yang berpusat di kota baru, yaitu Daha. Sedangkan Mapanji Garasakan mendapatkan Kerajaan Janggala di sebelah timur yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan.
Pembagian kerajaan sepeninggal Airlangga terkesan sia-sia, karena antara kedua putranya tetap saja terlibat perang saudara untuk saling menguasai. Pada awal berdirinya, Kerajaan Janggala lebih banyak meninggalkan bukti sejarah daripada Kerajaan Kadiri. Beberapa orang raja yang diketahui memerintah Janggala antara lain:
1. Mapanji Garasakan, berdasarkan prasasti Turun Hyang II (1044), prasasti Kambang Putih, dan prasasti Malenga (1052).
2. Alanjung Ahyes, berdasarkan prasasti Banjaran (1052).
3. Samarotsaha, berdasarkan prasasti Sumengka (1059)
Meskipun raja Janggala yang sudah diketahui namanya hanya tiga orang saja, namun kerajaan ini mampu bertahan dalam persaingan sampai kurang lebih 90 tahun lamanya.


Sumber: https://belantaraindonesia.org/