Pengertian Tape

Pengertian Tape

Pengertian Tape

Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Pembuatan tape ini, melibatkan banyak mikroorganisme. Mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang amylomyces rouxil,mucor sp, dan rhizopus sp., khamir saccharomyces cerevisiae, dan candida utiris; serta bakteri pediococcus sp. Dan baciluss sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.

Fermentasi adalah proses produksi energy dalam sel dalam keadaan anaerobic (tanpa oksigen).Gula adalah bahaan yang umumnya dalam fermentasi, beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hydrogen. Beberapa komponen lain jugaa dapat dihasilkan dari fermentasi seperti asam butiran dan aseson.

Ragi dikenal sebagai bahan yang umumnya digunakan dlam fermentasi untuk menghasilkan alcohol dalam air, anggur dan minuman beralkohol lainnya.

Reaksi dalam fermentasi berbeda beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan secara singkat, glukosa(C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH).Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi dan digunakan pada produksi makanan.

Persamaan reaksi kimia C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (energy yang dilepaskan : 118 Kj/Mol).

Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) alcohol (etanol) + karbon dioksida + energy (ATP) Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya berariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glukosa, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobic pada sebagaian besar organism. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.

Cara Membuat Tape Singkong

  1. Alat dan Bahan
  2. Alat

Ø Pisau

Ø Panic

Ø Plastic

Ø Ember

  1. Bahan

Ø 1,5 Kg singkong, kupas, cuci bersih, ptong sesuai selera

Ø 1,8 butir ragi tape, hasulkan

Ø Daun pisang (untuk alas)

  1. Cara Pembuatan
  2. a)Kukus singkong hingga matang, usahakan tidak terlalu matang agar tidak benyek
  3. b)Setelah dingin, tata singkong dalam wadah bertutup yang telah dialasi daun pisang, dengan wadah steril agar tidak ada bakteri yang menghambat proses fermentasi
  4. c)Taburi dengan ragi tape hingga rata
  5. d)Tutup kembali dengan daun pisang lalu tutup dengan tutup wadahnya. Diamkan di tempat hangat selama 3-4 hari.
  6. Tujuan Pembuatan

Tujuan penelitian karya ilmiah ini adalah :

  1. a)Mendeskripsikan pengertian fermentasi makanan tape
  2. b)Mendeskripsikan langkah proses pembuatan tape singkong
  3. c)Menjelaskan tujuan fermentasi makanan
  4. d)Menyebutkan nama jamur yang menyebabkan fermentasi pada tape singkong

Baca juga:

Disiplin

Disiplin

Disiplin

Saat anak mengikuti kegiatan Pramuka, pelajaran yang paling dasar adalah pembentukan karakter anak. Ia akan dilatih untuk menyiapkan dan melakukan apapun seorang diri tanpa dibantu orang tua. Ia juga akan dilatih untuk tepat waktu seperti saat bangun tidur, mandi, makan, belajar atau aktivitas lainnya.

Anak yang dilatih disiplin sejak kecil akan terbiasa berdisiplin sehingga akan menjadi kebiasaan yang baik yang terbawa hingga ia dewasa dan dapat bekerja dengan hasil yang memuaskan karena kedisiplinannya tersebut.

 

Tanggung Jawab

Saat mengikuti kegiatan Pramuka, anak akan dituntut untuk bisa mengambil keputusan dalam hal apapun dan bertanggung jawab dengan keputusannya tersebut. Dalam kegiatan Pramuka, ia harus bertanggung jawab pada saat melakukan tugasnya. Misalnya saat membuat tenda mereka harus bertanggung dengan keselamatan tenda.Pada saat memasak, ia harus bertanggung jawab pada orang lain yang menikmati makanan tersebut. Saat berkemah ia juga belajar tanggung jawab dengan perlengkapannya masing-masing.

  1. Mandiri

Banyak anak yang terbiasa dibantu oleh orang tua atau asisten rumah tangga untuk mengurus diri. Namun dengan mengikuti kegiatan Pramuka ia akan belajar untuk mengurus keperluannya sendiri.Dengan belajar mandiri akan membentuk karakter anak menjadi lebih baik dibanding dengan mereka yang terbiasa dilayani.

  1. Berkomunikasi

Saat mengikuti kegiatan Pramuka maka anak akan dituntut untuk bisa berhubungan dengan temannya, baik yang satu tim dengannya maupun yang berbeda timnya.

Kegiatan dalam Pramuka lebih banyak dilakukan secara berkelompok sehingga melatih mereka untuk bisa berkomunikasi dengan teman-temannya. Dengan kegiatan ini, maka anak yang tadinya pemalu atau pendiam dapat menjadi lebih berani untuk berbicara dengan orang lain.

  1. Kreatif

Banyak kegiatan yang ada dalam Pramuka yang menuntut anak untuk menggunakan kreativitasnya. Banyak aktivitas yang membuat anak harus menyelesaikan tugasnya dengan menggunakan ide cemerlang mereka. Dengan demikian kreativitas mereka semakin diasah.

  1. Kepemimpinan

Dalam kegiatan Pramuka, tiap anak akan mendapat kesempatan untuk memimpin regunya masing-masing. Saat mendapat kesempatan itulah anak akan belajar mengenai gaya kepemimpinan sehingga ketika memasuki usia dewasa anak bisa menjadi seorang pemimpin, baik ditempat kerja, organisasi, maupun ketika sudah berkeluarga.

  1. Mencintai alam

Banyak kegiatan Pramuka yang dilakukan di luar ruangan atau di alam bebas. Kegiatan tersebut menuntut anak untuk berinteraksi dengan alam, sehingga secara tidak langsung akan mengajarkan mereka untuk mencintai alam dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

  1.        Kemampuan Bertahan Hidup

Dalam kegiatan Pramuka anak akan diajarkan berbagai kode sandi, cara mengikat simpul, membuat tenda, memasak dengan peralatans seadanya, P3K, dan kemampuan lainnya yang akan berguna untuk bertahan hidup saat situasi darurat.

Itulah pentingnya mengikuti kegiatan Pramuka, yang akan membentuk karakter yang baik untuk mereka ketika mereka dewasa.

https://movistarnext.com/

MANFAAT PRAMUKA

MANFAAT PRAMUKA

MANFAAT PRAMUKA

Hampir semua yang ia pelajari di Pramuka dapat dipraktekkan dalam aktivitas sehari-hari, misalnya seperti membuat suatu karya dari barang bekas (kardus bekas susu, kaleng susu atau bungkus sabun), memasak, menyiapkan serta merapihkan barang pribadi.

Ia juga belajar untuk bisa bertahan hidup ketika hidup di alam terbuka dengan membuat tenda, membuat api dari kayu, makan dengan bahan seadanya, tidak mengandalkan listrik, jauh dari keramaian dan sulit mencari kebutuhan apapun. Saat suasana seperti inilah ia dididik untuk bisa bertahan hidup.

Banyak sekali manfaat yang didapat olehnya dengan mengikuti kegiatan Pramuka. Apa saja keuntungan mengikuti kegiatan Pramuka sejak usia dini?

Melatih Keuletan

Dengan hukuman menjadi seseorang ulet dalam melakukan sesuatu sehingga apa yang dicita-citakan / diinginkan tidak tercapai begitu saja melainkan dengan perjuangan yang perlu kesabaran. Misalnya dalam membuat tenda dan tempat tidur. Dimana tenda merupakan tempat untuk berteduh. Tenda itu di buat sendiri oleh pramuka-pramuka Dengan kerja keras dan kesabaran secara bersama-sama mendirikan tenda agar berhasil  dengan baik. Apabila mendirikannya asal-asalan, hasilnya tidak akan baik.

  1. B.           Kreatif

Kreatif ini dapat dilihat saat membuat kemah agar menjadi tempat istirahat yang nyaman tepatnya saat membuat tempat tidur, bantalnya juga penerangannya sesuai dengan pepatah bahwa “TIADA ROTAN, AKARPUN JADI”.Seorang pramuka bisa menggunkan barang yang tidak bermanfaat sekalipun menjadi tempat yang nyaman. Tidak perlu membawa kasur atau matras saat berkemah, tetapi rumputpun bisa menjadi tempat tidur yang nyaman. Juga tidak perlu membawa bantal untuk bisa tidur pulas, tetapi cukup dengan tempat pakaian seorang pramuka dapat tidur dengan enak. Dari sini tampak bahwa dengan berkemah pikiran seseorang dapat berkembang dengan baik.

  1. Ketrampilan

Berbagai kegiatan yang dilakukan seorang pramuka dapat membuat tampilnya seseosrang pramuka. Misalnya hampir dalam memasak kegiatan ini secara tidak langsung membuat seorang pramuka harus dapat menampilkan menu yang disajikan untuk makan bersama regunya. Tentunya menu dengan bahan  makanan seadanya, namun sesuai dengan kebutuhan dan selera teman-temannya. Dengan memasak yang berulang-ulang membuat seseornag menjadi trampil

  1. Kejujuran

Kejujuran dapat diperoleh dari perkemahan. Diperkemahan banyak sekali teman-teman dengan membawa barang-barang. Apabila yang tidak jujur pastilah barang teman-teman pramuka banyak yang hilang diperkemhan itulah kejujuran kita di uji dan kita tidak akan mencarinya.Kejujuran adalah sebuah pikiran yang dicita-citakan ksatria. kejujuran itu semacam kehormatan dimana ksatria sejati mementingkan kehormatannya, karena kehormatan itu sesuatu yang suci, seorang pramuka tentunya selalu dapat dipercaya, sekali saja kita tidak jujur, maka dari teman-teman sampai pembina tidak akan percaya hal itu merugikan kita. 

  1. Disiplin

Sikap disiplin secara tidak langsung akan terbentuk pada diri seorang pramuka diperkemahan. Kerena diperkemahan banyak kegiatan yang harus diselesaikan tepat waktu. Mulai dari bangun pagi, kegiatan telah berjalan sesuai dengan yang dijadwakan, sampai dengan menjelang tidur lagi. Semua diikuti dengan penuh gembira dan semangat.

Ketinggalan satu kegiatan saja akan membuat seorang pramuka kehilangan ilmu yang sangat berharga. Padahal kegiatan pramuka juga termasuk pendidikan, sehingga ilmunya diperlukan untuk setiap anggota. Dengan disiplin mengikuti segala kegiatan berarti ilmunya bertambah dan secara otomatis pengetahuan pun akan bertambah. 

  1. Kesederhanaan

Kesederhanan adalah suatu hal yang terbiasa oleh para pramuka, meskipun sebenarnya mereka lebih unggul dari pada orang lain dalam berbagai hal. Namun  begitu mereka tidak pernah sombong, karena kesombongan adalah pantang bagi pramuka, sombong sedikit saja citra buruk mengancam mereka. Kesederhanaan itu dapat dilihat dari segi  cara tidur mereka yang hanya beralas tikar bahkan terkadang rumput kering. Disamping itu juga dari tradisi makan  yang hanya dengan lauk seadanya dan masih banyak lagi yang lain.

  1. Ketabahan hati

Pramuka tidak pernah kenal menyerah, mereka selalu bertahan sampai apa yang diusahakan tercapai. Bekerja keras dan tidak pernah takut kegagalan, karena untuk mendapatkan sesuatu tidak semudah membalikan telapak tangan, melainkan dengan penuh perjuangan. Orang harus bekerja keras  dahulu, agar kelak mendapatkan buah yang manis .

Bila tidak didasari dengan ketabahan niscaya orang akan cepat putus asa bila mengahadapi sesuatu. Pramuka senantiasa tersenyum bila menghadapi kesukaran. Masih bisa diingat saat di perkemahan walaupun panas mengahadang, rasa haus menerjang pramuka tetap semangat dalam mengikuti kegiatan.

https://haciati.co/

Dribling / Menggiring 

Dribling / Menggiring 

Dribling / Menggiring

Untuk mengecoh pemain lawan dalam sebuah permainan futsal, seorang pemain futsal harus memiliki kemampuan dalam menggiring bola. Ada beberapa teknik dalam menggiring bola yang harus dikuasai dalam bermain futsal, berikut ini beberapa teknik dalam menggiring bola pada permainan futsal: 

Dribbling menggunakan kaki bagian luar 

 Dengan teknik ini jika menggunakan kaki kanan pemain futsal dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Akan tetapi teknik ini tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya. 

  1. Dribbling menggunakan kaki bagian dalam 

Dengan teknik ini pemain futsal dapat mengecoh lawan ke sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Akan tetapi teknik ini tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.


  1. Dribbling menggunakan bagian punggung kaki 

Dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Akan tetapi teknik ini kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan. 

  • Menendang Keras ( Shooting )

 

Teknik menendang keras yang efektif dalam permainan futsal adalah menendang bola dengan menggunakan ujung kaki / sepatu, karena dengan teknik ini bola akan melesat cukup kencang dan bola juga akan tetap bergerak lurus. 

  •  Kecepatan

 

Ciri dari permainan futsal adalah kecepatan, maka pemain futsal dituntut cepat dalam mengalirkan bola, bergerak mencari ruang untuk menerima umpan, dan bereaksi, karena dengan pergerakan yang cepat, seorang pemain futsal akan dapat mengecoh lawan dan dalam melakukan penjagaan serta juga dapat dengan cepat menyusun formasi baik itu ketika melakukan penyerangan ataupun ketika bertahan. Oleh karena itu kecepatan harus mutlak dikuasai sebagai salah satu teknik dasar futsal. 

  • Fisik

 

 Karena dalam permainan futsal dituntut banyak bergerak, berlari dengan kecepatan, maka dibutuhkan fisik yang bugar, karena tanpa fisik yang baik sangat sulit seorang pemain futsal menjalani pertandingan dengan tempo tinggi. 

Sumber: https://carbomark.org/

Peraturan Futsal

Peraturan Futsal

Peraturan Futsal

Lapangan permainan 


  1. Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
    2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-       ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada          tembok  penghalang atau papan
    3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
    4. Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
    5. Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
    6. Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada          sisitribun dari pelemparan
    7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
    8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
  • Bola
  1. Ukuran: #4
  2. Keliling: 62-64 cm
    3. Berat: 390-430 gram
    4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
    5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya) 
  • Jumlah pemain
    1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga      gawang.
    2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
    3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
    4. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
  1. Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain kecuali penjaga
    gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian           penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan        dengan persetujuan wasit).

2.3  Perlengkapan pemain:

Kaos bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki bersolkan karet 

  • Lama permainan
    1. Lama: dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola berhenti dimainkan.
    Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.
    2.  Time-out: 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu tambahan
    3. Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit 

Teknik Dasar Permainan Futsal 

 Di dalam permainan futsal ada beberapa teknik dasar yang perlu dikuasai oleh pemain futsal. Berikut teknik-teknik dasar yang harus dikuasai dengan keahlian khusus oleh setiap pemain futsal : 

  •    Kontrol Bola

 

Teknik mengontrol bola dalam permainan futsal dapat dilakukan dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan telapak kaki sebelah depan dengan memanfaatkan sol sepatu. Teknik mengontrol bola dengan sol sepatu dalam futsal sangat penting sehingga harus dikuasai oleh setiap pemain. 

  • Passing / Pengumpan

 

 Umpanan dapat dilakukan dengan menggunakan beragam sisi kaki, yaitu menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, ujung kaki, tumit, atau sisi bawah. Namun yang paling baik adalah menggunakan kaki bagian dalam dengan arah mendatar atau umpanan panjang yang menyusur tanah, karena umpanan akan memiliki akurasi paling baik jika dibandingkan dengan lainnya. 

Sumber: https://multiply.co.id/

Data Obyektif (O)

Data Obyektif (O)

Data Obyektif (O)

Yaitu data yang didapatkan dengan melakukan pemeriksaan langsung kepada pasien, diantaranya pemeriksaan fisik, data psikologi, data psikososial, data penunjang yang spesifik, data dalam pelaksanaan terapi.

  1. Pemeriksaan umum

–    Keadaan umum   :  untuk mengetahui keadaan secara keseluruhan

–    Tekanan darah     :  untuk mengetahui nilai tekanan darah Ibu

–    Nadi                    :  untuk mengetahui frekuensi detak jantung Ibu permenit

–    Suhu                    :  untuk mengetahui temperature suhu Ibu

–    RR                       :  untuk mengetahui frekuensi pernapasan permenit.

  1. Inspeksi

–    Kepala               :    warna rambut, bersih atau tidak

–    Muka                 :    pucat atau tidak, ada cloasma atau tidak

–    Mata                  :    conjungtiva pucat atau tidak, sclera putih/kuning

–    Leher                 :    apakah ada pembesaran kelenjar tyroid/tidak

–    Telinga              :    untuk mengetahui kebersihan telinga pasien

–    Hidung              :    simetris atau tidak, ada secret/tidak

–    Mulut                     :           lembab/tidak, lidah kotor atau tidak, stomatitis ada atau tidak, ada caries/tidak.

–    Dada                      :           bentuk simetris/tidak

–    Payudara                :           simetris atau tidak, keadaan puting susu menonjol atau tidak.

–    Abdomen               :           ada massa atau tidak,pembesaran perut atau tidak, ada atau tidak bekas sc.dan untuk mengetahui TFU.

–    Ekstremitas atas:    untuk mengetahui pergerakannya

–    Ekstremitas bawah  : lengkap atau tidak, apakah oedem atau tidak.

  1. Palpasi

–    Leher                 :    adakah pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis

–    Payudara           :    apakah ada nyeri tekan, benjolan abnormal ada atau tidak ada

–    Abdomen          :    apakah ada massa atau tidak

  1. Auskultasi

–    Dada                 :  ada atau tidak bunyi wheezing dan ronchi

  1. Perkusi

–    Reflek patella    :  +/+ atau -/-

  1. Data penunjang

Adalah data yang diperoleh dari hasil laboratorium, fotothorax atau hasil USG.

Analisis Data (A)

Untuk mengetahui atau menetukan Diagnosa, Diagnosa Potensial, berdasarkan data Subjektif dan Objektif kemudian Masalah, Masalah Potensial dan kebutuhan segera saat itu juga.

  1. Penatalaksanaan (P)

Intervensi           :  mengacu pada kebutuhan segera

Implementasi      :  rencana asuhan menyeluruh dan di laksanakan langsung

Evaluasi              :  hasil asuhan secara menyeluruh

 

Baca juga:

Tujuan Asuhan ANC

Tujuan Asuhan ANC

Tujuan Asuhan ANC

  1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
  2.  Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, sosial ibu dan bayi.
  3.  Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan / komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil termasuk riwayat pentyakit secara umum, kebidanan, dan pembedahan.
  4.  Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayi dengan trauma seminimal mungkin.
  5.  Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan dengan normal dan pemberian ASI eksklusif.
  6.  Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.

Pelayanan / Asuhan Standar Minimal

1)      Timbang BB dan ukur TB

2)      Ukur TD

3)      Tentukan nilai status gizi buruk

4)      Ukur TFU

5)      Tentukan presentasi janin dan DJJ

6)      Skrining Status imunisasi TT

7)      Tablet FE minimal 90 tablet selama kehamilan

8)      Test laboratorium

9)      Tatalaksana Kasus

10)  Temu wicara / konseling

TEORI SOAP

  1. PENGKAJIAN
  2. Data Subyektif(S)

Yaitu data yang didapatkan dari hasil wawancara dengan pasien atau dengan seseorang yang mengetahui dengan seluk-beluk keadaan pasien selama ini.

  1. Biodata
  2. Nama

Ditanyakan dengan tujuan agar dapat mengenal atau memanggil klien dan tidak keliru dengan penderita lain.

  1. Umur

Untuk mengetahui keadaan klien, apakah klien termasuk dewasa atau usia lanjut.

  1. Agama

Ditanyakan untuk mengetahui kepercayaan klien terhadap Agama yang dianutnya sehingga memudahkan dalam melakukan asuhan dan pendekatan.

  1. Suku / bangsa

Ditanyakan untuk mengetahui asal daerah klien.

  1. Pekerjaan

Ditanyakan untuk mengetahui status sosial ekonomi sebagai dasar konseling dan pengobatan yang diberikan.

 

Sumber: https://newsinfilm.com/

Pembagian Kehamilan

Pembagian Kehamilan

Pembagian Kehamilan

Kehamilan dibagi tiga trimester

ü        Trimester I : 0-12 minggu

ü        Trimester II: 13-28 minggu

ü        trimester III: 29-40 minggu

Pengawasan Antenatal

            Asuhan Antenatal (antenatal care) meliputi pengawasan terhadap kehamilan, untuk mendapat informasi mengenai kesehatan umum ibu, menegakkan secara dini penyakit yang menyertai kehamilan, menegakkan secara dini komplikasi kehamilan dan menetapkan resiko kehamilan (resiko tinggi, resiko meragukan dan resiko rendah ). Asuhan antenatal juga untuk menyiapkan persalinan menuju kelahiran bayi yang baik ( well born baby) dan kesehatan ibu baik (well healthy mother) mempersiapkan pemeliharaan bayi dan laktasi, memfasilitasi pulihnya kesehatan ibu yang optimal pada saat akhir kala nifas.

            Setiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya . oleh karena itu setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal. Pada setiap kali kunjungan antenatal tersebut, perlu didapatkan informasi yang penting.

frekuensi pemeriksaan kehamilan (ANC)

  1. trimester I=minimal 1x kunjungan
  2. Trimester II=minimal 1x kunjungan
  3. Trimester III=minimal 2x kunjungan
  1. Kunjungan Trimester I (antara 0-12 minggu)

–      Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dan ibu hamil

–       Mendeteksi masalah dan menanganinya

–      Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonaturum, anemi,kekurangan zat besi, penggunaan praktik yang merugikan

–       Memakai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi

–     Mendorong perilaku yang sehat (gizi,latihan dan kebersihan, istirahat,dsb)

  1. Kunjungan Trimester II (antara 14-28 minggu)

–        Sama seperti diatas, ditambah kewaspadaan khusus mengenai preeklamsia ( tanya ibu tentang gejala-gejala preeklamsia,pantau tekanan darah, evaluasi edema, )

  1.  Kunjungan trimester III pertama (antara 28-36 minggu)

–    Sama seperti diatas , ditambah palpasi abdominal untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda.

  1. Kunjungan Trimester III kedua ( setelah minggu ke-36)

–      Sama seperti diatas, ditambah deteksi lebih bayi yang tidak normal, atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di RS.

  1. Tanda Bahaya Selama Kehamilan
  2. Keluar darah pada jalan lahir
  3. Kejang
  4. Pre eklamsi, yaitu penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema, protenuria yang timbul karena kehamilan.
  5. Eklamsi, yaitu kelanjutan dari preeklamis berat dengan tambahan gejala kejang-kejang dan koma.
  6. Keluar ari ketuban belum pada waktunya

Yaitu ketuban pecah sebelum terdapat tanda persalinan di tunggu selam 1 jam dimulainya tanda persalinan.

  1. Gerakan janin tidak ada atau berkurang
  2. Nyeri hebat di perut, seperti pada abortus dan kehamilan ektopik
  3. Muntah terus dan tidak bisa makan pada kehamilan muda.
  4. Selaput kelopak mata pucat
  5. Demam
  6. Pusing dan kaki bengkak.

Sumber: https://officialjimbreuer.com/

Mengobati Ambeien

Mengobati Ambeien

Mengobati AmbeienMengobati Ambeien

Sebanyak 10 gr akar pohon jeruk nipis dicuci bersih, lalu direbus dengan air 1 liter selama 1/2 jam, lalu saring. Diminum hangat-hangat 3 kali sehari.

    12. Menyembuhkan Amandel

Kulit 3 jeruk nipis dicuci, dipotong-potong, lalu direbus dengan 2 gelas air hingga airnya tersisa 3/4, saring. Air tersebut dipakai untuk berkumur-kumur. Lakukan 3-4 kali sehari.

13. Menobati Batu Ginjal
Cara: Dua butir perasan jeruk nipis kampung diencerkan dengan 2 gelas air hangat, minum setelah makan malam. Lakukan tiap hari selama 10 hari.

14. Anyang-anyangan
Cara: Dua jeruk nipis dicuci, diperas lalu diberi gula batu secukupnya dan 1 gelas air panas. Aduk hangat-hangat, minum sekaligus sehari sekali.

15. Vertigo
Cara: Setengah genggam daun jeruk nipis dilumatkan. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis. Gosokkan ke tengkuk, pelipis, dan dahi. Lakukan 2 kali sehari.

16. Baik untuk Ibu sehabis melahirkan
Satu sendok makan kapur sirih ditambah 2 sendok makan minyak kayu putih dan 2 butir perasan jeruk nipis kampung, diaduk sampai rata, balurkan pada perut. Lakukan selama 3 bulan tiap hari sehabis mandi, agar perut terhindar dari keriput, tetap halus dan kempis seperti sediakala.

17. Mengatasi Haid tidak teratur
Tiga sendok makan air jeruk nipis ditambah 1 sendok makan madu dan 2 gelas air panas diaduk rata. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari

18. Menghilangkan lendir di tenggorokan
Potong 2 buah jeruk nipis, peras airnya, tampung di gelas. Tambahkan sedikit garam, lalu aduk sampai rata. Ramuan ini dapat diminum pada saat perut kosong.

19. Mengatasi bau badan (BB)
Cara pertama: Potong jeruk nipis yang cukup besar menjadi 2 bagian, olesi bagian irisan dengan kapur sirih tipis-tipis. Oleskan ke ketiak setelah mandi. Biarkan selama 5 menit lalu dibilas, lalukan tiap pagi dan sore.
Carakedua: Beberapa helai (10) daun muda jeruk nipis ditumbuk sampai halus, dilumatkan, pulung kecil-kecil seperti pil, makan 3 kali sehari.

20. Mengobati Difteri
Dua jeruk nipis dicuci, diperas airnya. Seduh dengan 1 gelas air panas ditambah 1 sendok makan madu. Gunakan untuk berkumur selama dua menit saat masih hangat, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari.

 

Baca juga:

Mengobati batuk

Mengobati batuk

Mengobati batuk

Satu jeruk nipis dicuci, diperas, dicampur dengan 1 _ sendok makan madu dan sedikit garam, aduk hingga rata lalu disaring. Diminum 2-3 kali sehari. Atau perasan jeruk nipis ditambah sepotong gula batu lalu diaduk hingga rata, diminum 1 kali sehari sampai sembuh.

    6. Menyembuhkan batuk disertai Influenza

Caranya, potong sebuah jeruk nipis masak dan mengandung air yang cukup banyak, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 60 cc air panas. Tambahkan 1/2 sendok teh air kapur sirih sambil diaduk rata. Minum ramuan ini 2 kali sehari 2 sendok makan.

7. Mengobati Demam atau Flu
Cara pertama:
Satu jeruk nipis dicuci lalu diperas, tambah dengan 3 siung bawang merah yang telah dilumatkan dan 1 sendok makan minyak kelapa. Oleskan pada kening penderita.
Cara kedua:
Satu jeruk nipis dipanggang sebentar, dipotong, lalu diperas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum sekaligus.

8. Menyembuhkan radang tenggorokan
Caranya, Potong 3 buah jeruk nipis masak, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 1/2 cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu sambil diaduk rata. Selagi hangat, gunakan ramun ini untuk berkumur selama 2-3 menit. Lakukan 3 kali sehari.

9. Demam akibat Malaria
Caranya adalah, dengan menyediakan 3 lembar daun jeruk nipis dan daun kendal (Cordia obliqua Willd.) (Blumea balsamifera L.) , dan 5 lembar daun prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.). Rebus bahan-bahan tersebut dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Air saringan tersebut dibagi dua, diminum pagi dan sore.

10. Melebatkan Rambut
Satu butir kuning telur ayam kampung dikocok dengan perasan 3 butir jeruk nipis kampung sampai rata. Gosokkan pada kulit kepala, pijit-pijit sampai merata, biarkan selama 2 jam baru dibilas dengan sampo merang agar rambut menjadi mengkilap dan lebat. Sampo merang dibuat dari 1 ikat merang, dibakar sampai menjadi arang, bukan abu, rendam dalam air dan biarkan semalaman. Saring, dan sampo merang siap untuk keramas.

Sumber: https://gurupendidikan.org/