Pemrosesan Informasi

Pemrosesan InformasiPemrosesan Informasi

Pemrosesan informasi pada remaja terfokus pada memori dan pemfungsian eksekutif.

  1. Memori Jangka Pendek

Memori jangka pendek lebih banyak difungsikan oleh remaja usia awal untuk menyelesaikan masalah analog. Pada remaja memori jangka pendek ini memiliki kapasitas ruang yang lebih besar dari pada yang lainnya, sehingga kemungkinan lebih banyak digunakan untuk memproses informasi yang diperolehnya.

  1. Working Memory

Working memory adalah teori yang menyatakan keadaan ketika individu melakukan aktifitas berpikir dengan ,melibatkan ingatan dalam waktu yang singkat dengan memanfaatkan tugas verba maupun visio spasial dalam memproses informasi.

  1. Memory Jangka Panjang

Memori jangka panjang meningkat pada usia anak anak akhir / remaja awal, dan kemungkinan akan terus meningkat, memori jangka panjang  bergantung pada proses pembelajaran anak dan partisipasinya ketika belajar dikelas dan mengingat informasi.

  1. Fungsi Eksekutif

Fungsi Eksekutif adalah jenis proses kognitif tingkat tinggi yang kompleks, karena fungsi ini mengarahkan individu untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan, pada masa remaja pemfungsian eksekutif ini meningkat drastis, hal ini disebabkan masa remaja adalah masa meningkatnya mengambil keputusan, entah itu tentang memilih teman, pendidikan bahkan karier. Namun menurut hasil beberapa study menyatakan bahwa remaja awal tidak begitu kompeten dalam mengambil keputusan dibanding remaja akhir, dalam mengambil keputusan remaja akhir cenderung lebih memikirkan resiko logis yang akan terjadi sementara remaja awal hanya mberfikir mengenai kepuasan dirinya.

Sumber :

http://rahmad.blog.unismuhpalu.ac.id/jasa-penulis-artikel/

Pengambilan Resiko Seksual Pada Masa Remaja

Pengambilan Resiko Seksual Pada Masa RemajaPengambilan Resiko Seksual Pada Masa Remaja

Melakukan hubungan seksual pada masa remaja awal, serta berbagai faktor kontekstual dan keluarga, terkait dengan masalah seksual dan hasil perkembangan yang negatif, menyebabkan meningkatnya resiko seksual berup[a meningkatnya remaja yang terkena IMS seperti gonore, sifilis, dan klamidia bahkan AIDS, meningkatnya tingkat kehamilan pada remaja dan bahkan kematian remaja.

  1. Kesehatan Fisik Remaja

Masa remaja merupakan masa yang penting dalam kesehatan karena banyak faktor yang berkaitan dengan kebiasaan kesehatan yang buruk . beberapa hal yang harus diperhatikan remaja adalah

  1. Kegiatan olah raga yang teratur
  2. Pola tidur
  3. Pola makan
  4. Menghindari penyalah gunaan zat addictiv (rokok, alkohol dan narkoba)
  1. Perkembangan Kognitif Masa Remaja
  1. Cara Remaja Berpikir dan Memproses Informasi

Menurut Piaget setelah mencapai usia 11 tahun anak mengalami tahap perkembangan kognitif keempat sekaligus terakhir. Pada tahap ini anak mengalami tahap operasional formal, yaitu tahap pemikiran dimana individu berpikir lebih abstrak dari tahap sebelumnya. Remaja tidak lagi terbatas pada pengalaman nyata sebagai jangkar untuk berpikir. Mereka dapat menalar pristiwa yang kemungkinan adalah murni hipotesis atau proposisi abstrak, dan bahkan dapat mencoba untuk melakukan penalaran secara logis tentang mereka.

Ciri dan karakteristik berpikir operasional formal adalah :

  • Secara tekstual remaja mulai dapat berpikirlogis tentang gagasan abstrak
  • Berfungsinya kegiatan kognitif yaitu membuat rencana, startegi, membuat keputusan keputusan , serta memecahkan masalah
  • Sudah mampu menggunakan abstraksi abstraksi, membedakan konkrit dengan abstrak.
  • Muncul kemampuan nalar secara ilmiah, belajar menguji hipotesis
  • Memikirkan masa depan , perencanaan, dan mengeksplorasi alternatif untuk mencapainya
  • Mulai menyadari proses berpikir efisien dan belajar intropeksi
  • Wawasan berpikirnya semakin meluas, bisa meliputi agama, keadilan, moralitas dan identitas.
  1. Egosentris Remaja

Egosentris remaja  (adolescent egocentrism) adalah peningkatan kesadaran diri pada masa remaja.  Menurut  David Elkind egosentris remaja memiliki dua komponen kunci (John W. Santrock, 2011 : 348) yaitu :

  1. Imaginary audience, adalah keyakinan remaja bahwa orang lain tertarik terhadap mereka seperti mereka tertarik kepada dirinya sendiri, akibatnya mereka sering melakukan tindakan yang memancing perhatian dari orang lain.
  2. Personal Fable, adalah perasaan dirinya memiliki keunikan dan tidak terkalahkan, dan membuat tingkat percaya diri mereka melonjak serta menimbulkan perasaan bahwa dirinya kebal terhadap semua keadaan berbahaya, hal ini menarik remaja untuk melakukan kegiatan beresiko, seperti balapa, menggunakan narkoba dsb. Perasaan memiliki keunikan ini juga membuat remaja berpikir tidak ada yang bisa mengerti dirinya selain dia sendiri.

 

Sumber :

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/jasa-penulis-artikel/

Penularan Penyakit DBD

Penularan Penyakit DBD

Penularan Penyakit DBD
Seseorang yang di dalam darahnya mengandung virus Dengue merupakan sumber penular penyakit DBD. Virus Dengue berada dalam darah selama 4-7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam. Bila penderita tersebut digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terhisap masuk kedalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar di berbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk dalam kelenjar liurnya (Depkes RI, 2005: 2).

Virus Dengue di dalam tubuh manusia mengalami masa inkubasi selama 4-7 hari (viremia) yang disebut dengan masa inkubasi intrinsik. Di dalam tubuh nyamuk, virus berkembang setelah 4-7 hari kemudian nyamuk siap untuk menularkan kepada orang lain yang disebut masa inkubasi ekstrinsik. Virus ini akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu nyamuk Aedes aegypti yang menghisap virus Dengue ini menjadi penular (infektif) sepanjang  hidupnya. Penularan terjadi karena setiap kali nyamuk menggigit, sebelum menghisap darah akan mengeluarkan air liur melalui saluran alat tusuknya (probocis), agar darah yang dihisap  tidak  membeku.  Bersama  air  liur  itulah  virus  Dengue  dipindahkan   dari nyamuk ke orang lain. Nyamuk Aedes aegypti betina umurnya dapat mencapai 2-3 bulan (Depkes RI, 2005: 2).

Pos-pos Terbaru

 

Vektor Penular

Vektor Penular

Vektor Penular
Nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus merupakan vektor  penularan virus Dengue dari penderita kepada orang lain melalui gigitan. Nyamuk Aedes aegypti merupakan faktor penting di daerah perkotaan (daerah urban) sedangkan di daerah pedesaan (daerah rural) kedua jenis spesies nyamuk Aedes tersebut  berperan  dalam   penularan.   Nyamuk   Aedes   aegypti   berkembangbiak  di tempat lembab dan genangan air bersih. Sedangkan Aedes albopictus berkembangbiak di lubang-lubang pohon dalam potongan bambu, dalam lipatan daun dan dalam genangan air lainnya (Soedarmo, 2005: 18).
Tempat perkembangbiakan utama  adalah  tempat-tempat  penyimpanan  air  di dalam atau di sekitar rumah, atau di tempat-tempat umum, biasanya berjarak tidak lebih 500 meter dari rumah. Nyamuk ini tidak dapat berkembangbiak di genangan air yang berhubungan langsung dengan tanah (Soedarmo, 2005: 21).

 

Sumber :

https://desaingrafis.co.id/

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
1.   Pengertian DBD

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang ditandai dengan demam mendadak dua sampai tujuh hari tanpa penyebab yang jelas, lemah atau lesu,  gelisah,  nyeri  ulu  hati,  disertai  dengan  tanda-tanda  perdarahan  di kulit berupa bintik perdarahan (petechia), ruam (purpura). Kadang-kadang mimisan, berak darah, muntah darah, kesadaran menurun dan bertendensi menimbulkan renjatan (syok) dan kematian (Mubin, 2005: 8).
2.   Tanda-Tanda Penyakit DBD
Pada hari pertama sakit, penderita panas mendadak secara terus-menerus dan badan terasa lemah atau lesu. Pada hari kedua atau ketiga akan timbul bintik-bintik perdarahan, lembam atau ruam pada kulit di muka, dada, lengan atau kaki dan nyeri ulu hati serta kadang-kadang mimisan, berak darah atau muntah. Antara hari ketiga sampai ketujuh, panas turun secara tiba-tiba. Kemungkinan yang selanjutnya adalah penderita sembuh atau keadaan memburuk yang ditandai dengan gelisah, ujung tangan dan kaki dingin dan banyak mengeluarkan

 

Sumber :

https://businessnews.id/

 Memiliki Secondary Reserve

 Memiliki Secondary Reserve Memiliki Secondary Reserve

               Yaitu cadangan yang berfungsi sebagai penyangga Primary Reserve, ditanam dalam bentuk investasi jangka pendek. Kalau merujuk pada bank-bank Islam yang berada di Bahrain ataupun di kawasan timur tengah, maka kita akan melihat bahwa secondary reserve yang mereka gunakan adalah berupa pembiayaan perdagangan seperti mudharaba. Dan kebanyakan menggunakan jenjang waktu yang pendek (short term), berkisar antara 7 hari sampai dengan 12 bulan .

Adapun cadangan sekunder berupa surat-surat berharga bisa berupa:

  1. Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI).

            Peraturan Bank Indonesia no 2/9/PBI/2000 mengatur tentang Sertifikat Wadiah Bank Indonesia. Sertifikat Wadiah Bank Indonesia adalah sertifikat yang diterbitkan Bank Indonesia sebagai bukti penitipan dana berjangka pendek dengan prinsip wadiah.

Pos-pos Terbaru

 

Istrumen Likuiditas Bank Syariah

Istrumen Likuiditas Bank SyariahIstrumen Likuiditas Bank Syariah

     Untuk mengatasi masalah likuiditas dalam dunia perbankan, baik itu bersifat kelebihan likuiditas ataupun kekurangan likuiditas, maka banyak sekali cara yang bisa digunakan. Ketika terjadi kelebihan likuiditas, pemerintah bisa mengatasinya dengan cara menerbitkan surat berharga islami, baik itu seperti sukuk dan lainnya.

     Adapun instrumen yang harus dilakukan bank agar senantiasa dapat tetap likuid adalah :

  1. Memiliki Primary Reserve ( Cadangan Primer )

                        yaitu dalam kas atau saldo yang ada pada Bank Indonesia atau Bank lain. Dalam dunia perbankan, primary reserve terdiri dari:

  1. Giro pada Bank Sentral atau Giro Wajib Minimum (GWM)

Selama ini Giro pada bank sentral dikenal dengan istilah yakni merupakan kewajiban setiap bank untuk menitipkan dananya di BI. Berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan BI, maka besarnya GWM minimal 5% dari total dana pihak ketiga (DPK) untuk valuta rupiah dan 3% dari dana pihak ketiga untuk valuta asing, dengan ketentuan sebagai berikut:

Pertama, bagi Bank Umum Syariah yang memiliki rasio pembiayaan dalam rupiah terhadap DPK kurang dari 80%, mendapat tambahan GWM sebagai berikut:

1)   Yang memiliki DPK > Rp 1 triliun s/d Rp 10 triliun wajim memelihara GWM tambahan dalam rupiah sebesar 1% dari DPK dalam rupiah.

2)   Yang memiliki DPK > Rp 10 triliun s/d Rp 50 triliun wajib memelihara GWM tambahan dalam rupiah sebesar 2% dari DPK dalam rupiah.

3)    Yang memiliki DPK > Rp 50 triliun wajib memelihara GWM tambahan dalam rupiah sebesar 3% dari DPK dalam rupiah.  Sedangkan bagi yang memiliki rasio pembiayaan dalam rupiah terhadap DPK sebesar 80% atau lebih; dan /atau yang memiliki DPK dalam rupiah sampai dengan Rp 1 triliun tidak dikenakan tambahan GWM.

Sumber :

https://tokopediaaplikasi.id/

Oligosakarida

Oligosakarida

Oligosakarida merupakan gabungan dari molekul-molekul monosakarida yang jumlahnya antara 2 (dua) sampai dengan 8 (delapan) molekul monosakarida. Sehingga oligosakarida dapat berupa disakarida, trisakarida dan lainnya.

  1. Polisakarida

Polisakarida merupakan polimer monosakarida, mengandung banyak satuan monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Hidrolisis lengkap dari polisakarida akan menghasilkan monosakarida. Polisakarida terdiri dari : Homopolisakarida ; dibentuk oleh monosakarida yang sama, misalnya molekul amilum dan glikogen. Amilum cadangan makanan pada sel tumbuhan sedangkan glikogen cadangan pada sel hewan.

Amilum ; terdiri dari amilosa dan amilopektin Glikogen ; merupakan polimer dari molekul glukosa. Pada sel hewan jumlahnya sangat sedikit. Tetapi pada mollusca, hati, otot banyak mengandung glikogen. Inulin ; zat ini banyak terdapat pada sel akar tumbuhan tertentu, polosakarida ini tergolong fruktosa yang dihidrolisis menghasilkan fruktosa. Selulosa ; adalah polimer dari sellobiosa dengan rumus kimia (C12H22O11). Sellulosa banyak terdapat pada dinding sel tumbuhan tinggi yang berfungsi sebagai pelindung sel

Pos-pos Terbaru

Hukum Humaniter Internasional

Hukum Humaniter Internasional

Hukum Humaniter Internasional

Konvensi Jenewa IV tahun 1949 dan protokol yang disetujui pada tahun 1977 mengatur aturan-   aturan perlindungan  warga sipil, t ermasuk beberapa  yang  secara  spesifik  memberi  perhatian pada perli ndungan anak. Pasal  3  sebagian menetapkan bahwa  non-pasukan, termasuk  warga sipil,

“dalam  keadaan  apapun  harus  diperlakukan  secara  berperikemanusiaan  tanpa  ada perbedaan  yang  merugikan  berdasar kan  pada  ras,  warna  kulit,  agama,  kepercayaan,  jenis kelamin, kelahiran, kekayaan, atau kriteria sejenisnya.”

“Secara khusus, semua bentuk kekerasan terhadap  kehidupan  dan  pribadi, termasuk  pembunuhan,  mutilasi ,  perlakuan  kejam  dan penyiksaan, penyanderaan, dan kesewenang-wenangan terhadap mar tabat pribadi”

Termasuk kekerasan seksual, dan  pelacuran  paksa,  sangat  dilarang.  Semua negara  memiliki  kewajibanuntuk menjamin bahwa undang-undang pidana negara tersebut menghukum tindakan-tindakan yang dilarang dalam Pasal Umum 3.

Pasal 17 Konvensi IV Jenewa mempersyaratkan bahwa ketika sebuah wilayah dikepung, penguasa setempat harus mengupayakan perundingan untuk mengeluarkan anak-anak serta  mereka yang terluka, sakit,  berusia  lanjut  dan  sakit-sakitan.  Pasal 23  Konvensi  IV  Jenewa  mempersyaratkan bahwa  semua  Negara  harus  mengijinkan  masuknya  perlengkapan  medis  yang  ditujukan  bagi warga sipil, dan makanan serta pakaian bagi anak-anak.

Secara umum, anak-anak berhak atas penghormatan dan perlindungan khusus dari segala bentuk penyerangan yang brutal. Protokol Tambahan II dalam pasal 4 (3) menjelaskan hak-hak anak atas perawatan dan bantuan yang mereka perlukan, apakah karena usianya atau karena alasan lain.

Anak  yatim  (piatu)  dan  anak  yang  terpisah  dari  orangtuanya  harus  disediakan  perawatan  dan pendidikan.  Pihak-pihak  yang  berkonflik harus  mengambil  langkah-langkah  untuk  memfasilitasi penyatuan kembali keluarga yang  terpisahkan oleh konflik dan, pada khususnya, untuk menjaga identitas anak.

Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan

Pengungsi (UNHCR)  telah mengadopsi  paduan rinci mengenai perlakuan pengungsi anak–anak dan  pencari  suaka  anak-anak,  dan  menawarkan  bantuan  teknis  dan  materi  dalam  berurusan dengan masalah tersebut. Beberapa dari hak yang paling dasar dari pencari suaka dan pengungsi anak-anak adalah:

  • Hak pencari suaka anak-anak untuk hearing dengan mempertimbangkan usia dan keadaannya dan hak atas bantuan khusus untuk mengajukan permohonannya.
  • Hak  untuk  tidak  ditahan sementara  permohonannya  sedang  dipertimbangkan, kecuali  bila penahanan  dipandang sangat perlu, dan dalam  hal  apapun,  hak untuk tidak  ditahan dalam jangka waktu yang lama
  • Hak  anak-anak  yang  tidak  terdampingi  untuk  dilindungi  identitasnya  dan  untuk  disatukan kembali dengan keluarganya, bila memungkinkan.
  • Hak  untuk  dilindungi  dari  kekerasan  fi sik,  kekerasan  seksual  dan  eksploitasi  seksual, khususnya ketika tinggal di kamp pengungsi yang besar.

    Pos-pos Terbaru

Reformasi Hukum

Reformasi HukumReformasi Hukum

Perundang-undangan  Pidana  hendaknya  ditelaah  kembali  dengan  tujuan  untuk  memastikan bahwa  pelanggaran  berat  hukum  humaniter  internasional  —  termasuk  eksekusi,  penyiksaan, mutilasi dan kekerasan seksual terhadap penduduk sipil dan serangan terhadap warga sipil yang disengaja—diakui  sebagai  kejahatan,  sebagaimana  dipersyaratkan  oleh  Konvensi  Jenewa  dan Protokol-protokolnya.

Perundang-undangan  mengenai  imigrasi  hendaknya  ditelaah  kembali  dengan  tujuan  untuk memastikan bahwa hak-hak berikut diakui:

  • Hak  pencari  suaka  anak-anak  atas  perlakukan  yang  berperikemanusiaan,  hukum  yang sesuai dan bantuan lainnya dan mendesak agar keputusan mengenai permohonan mereka dilakukan segera.
  • Hak pengungsi anak-anak untuk tinggal dan dirawat oleh keluarganya. Negara-negara yang  mempunyai  warga  terusir  harus  sungguh–sungguh  mempertimbangkan diberlakukannya  perundang-undangan  berdasarkan  pada  Prinsip-prinsip  Panduan  tentang Internal Placement.

Instrumen-instrumen hukum Internasional dan Regional

Menjadi  bagian  dari  instrumen  hukum  regional  dan  internasional  yang  berurusan  dengan perlindungan  anak  memberikan  pesan  yang  sangat  jelas  kepada masyarakat  internasional  dan pemangku kepentingan (stakeholder) di tingkat domestik bahwa suatu negara berkomitmen untuk menjamin perlindungan anak, serta menjamin penerapan undang-undang, kebijakan, dan program-program untuk mencapai sasaran -sasaran itu.

Sumber :

https://intergalactictravelbureau.com/google-umumkan-dukungan-suara-untuk-30-bahasa/