EPISTEMOLOGI HERMENEUTIKA

 EPISTEMOLOGI HERMENEUTIKA

  1. Pengertian Epistemologi Hermeneutika.

Penamaan dari epistemologi hermeneutika terdiri atas dua kata yakni berasal dari kata epistemologi dan hermeneutika. Kata epistemologi berasal dari kata Yunani yaitu episteme yang bermakna pengetahuan.[1] Dalam bahasa Arab, menurut Sirajuddin Zar epistemologi dikenal dengan nama al-Ma’rifat.[2] Secara terminologi, epistemologi atau dengan nama lain teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dan dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki.[3] Adapun hermeneutika, berasal dari bahasa Yunani yakni hermeneuin yang berarti menafsirkan. Maka dapat dikatakan bahwa hermeneutika berarti tafsir secara harfiahnya.[4] Secara istilah, hermeneutika didefinisikan sebuah disiplin ilmu atau metode yang diperlukan untuk menafsirkan Kitab Suci Bibel. Menurut Danhauer seperti yang dikutip oleh Inyiak Ridwan Muzir dalam bukunya mengatakan ada dua jenis ilmu yang paling dasar yaitu logika dan hermeneutika. Peran logika adalah menentukan kebenaran klaim pengetahuan dengan membuktikan bagaimana pengetahuan itu diturunkan dari prinsip rasional yang lebih tinggi. Sedangkan untuk mengerti apa sesungguhnya yang dimaksud oleh seseorang, maka diperlukan disiplin ilmu lainnya yakni hermeneutika. Disiplin ilmu ini berperan akan memilah-milah pengertian yang dilekatkan kepada “tanda-tanda” yang seseorang pakai, tidak peduli apa sesungguhnya yang ada dalam pikiran orang tersebut.[5]

sumber :