Hadits Gharrib

Hadits Gharrib

Hadits Gharrib

Hadits Gharrib
Gharrib  menurut  bahasa  berarti  al-munfarid  (menyendiri)  atau  al-ba id  an
aqaribihi (jauh dari kerabatnya).
“Hadits  yang  terdapat  penyendirian  rawi  dalam  sanadnya  dimana  saja
penyendirian dalam sanad itu terjadi.”
Ulama  ahli  hadits  mendefinisikan  hadits  gharib  adalah  Hadits  yang
diriwayatkan oleh seorang perawi yang menyendiri dalam meriwayatkannya.
1 5 Ibid, hal. 116
Pembagian Hadits Ditunjau Dari Jumlah Perawinya  |  10
Pendapat  lain mendefinisikan  hadits gharib  adalah hadits  yang diriwayatkan
hanya  oleh  satu  orang  perawi  saja,  baik  pada  seluruh  maupun  salah  satu
tingkatan perawinya (thabaqah).
Penyendirian rawi tersebut dapat terjadi dikarenakan :
   Mengenai  personalianya,  yakni  tidak  ada  orang  lain  yang  meriwayatkan
hadits tersebut selain rawi itu sendiri.
   Mengenai  sifat  atau  keadaan  rawi,  artinya  sifat  atau  keadaan  rawi  itu
berbeda dengan sifat dan keadaan rawi-rawi yang lain yang meriwayatkan
hadits tersebut.
Pembagian Hadits Gharib :
a.  Gharib Mutlaq
Yaitu  hadits  yang  kegharibannya  (kesendirian  perawinya)  terjadi  pada
tingkatan (thabaqah) yang paling tinggi, yaitu tingkatan sahabat. Contoh :
Artinya  :  “Kekerabatan  dengan  jalan  memerdekakan,  sama  dengan
kekerabatan  dengan  nasab,  tidak  boleh  dijual  dan  tidak  boleh
dihibahkan”.
Hadits ini diterima dari  Nabi oleh Ibnu Umar dan dari Ibnu Umar hanya
Abdullah bin Dinar saja yang  meriwayatkanya.  Sedangkan  Abdullah  bin
Dinar adalah seorang tabi in hafidz, kuat ingatannya dan dapat dipercaya.

b.  Gharib Nisbi

Yaitu  hadits  yang  kegharibannya  (kesendirian  perawinya)  terjadi  pada
tingkatan (thabaqah) pertengahan sanadnya (tabi in atau tabi it tabi in) .
Pembagian Hadits Ditunjau Dari Jumlah Perawinya  |  11
Contoh hadits :
“Rasulullah SAW pada Hari Raya Qurban dan Idul Fitri membaca surat
Qaaf dan surat Al-Qamar”.(HR. Muslim)
Contoh dari hadis ghorib nisbi berkenaan dengan kota atau tempat tinggal
tertentu :
Hadis  ini  diriwayatkan  oleh  Abu  Daud  dengan  sanad  Abu  Al-Walid,
Hammam,  Qatadah, Abu  Nadrah  dan  Said.  Semua rawi  ini  berasal  dari
kota Basrah dan tidak ada yang meriwayatkannya dari kota-kota lain.
Pembagian Hadits Ditunjau Dari Jumlah Perawinya  |  12
sumber :