Harta suami dan istri tetap terjaga dalam islam

Harta suami dan istri tetap terjaga dalam islam

Harta suami dan istri tetap terjaga dalam islam

Harta suami dan istri tetap terjaga dalam islam
Harta suami dan istri tetap terjaga dalam islam

ditemani seorang Anshar

Dengan ditemani seorang Anshar, Zainab mendatangi Rasullullah untuk menanyakan sesuatu, Ketika berada didepan rumah beliau, mereka bertemu dengan sahabat Bilal ra.

“hai zainab, mau kemana kalian?” tanya bilal.

“katakan kepada Rasullullah, bahwa ada dua orang wanita yang punya kepentingan sama dan ingin menghadap beliau,” jawab zainab.

“Kalian mau menanyakan perihal apa?”

“Apakah cukup jika harta kami diberikan kepada suami-suami kami dan anak yatim dirumah-rumah kami?”

“baiklah.” sahut bilal.

pesan zainab

“tetapi, tolong jangan kau katakan kepada Rasullullah siapa kami ini,”pesan zainab.

bilal kemudian masuk dan menghadap Rasullullah meneruskan pertanyaan kedua wanita itu.

“siapa kedua wanita itu?” tanya Rasullullah setelah mendengar laporan bilal.

“Zainab dan seorang wanita anshar,” jawab bilal.

“Zainab? Zainab yang mana?”

“Zainab istri Abdullah bin Mas’ud,” jawab bilal.

Zainab adalah seorang wanita kaya

dari jawaban itu Rasullullah mulai memahami. Zainab adalah seorang wanita kaya. Dia menikah dengan Abdullah bin Mas’ud yang tergolong fakir. Zainab yang kaya ingin menyedekahkan harta kekayaannya kepada suaminya, sebab dalam hukum islam tak mengenal harta gono-gini seperti dalam hukum waris jawa.

Hasil usaha sang istri adalah menjadi hak sang istri, dan bukang langsung menjadi hak bersama alias gono-gini. Soal kemudian istri rela dan memberikan harta itu kepada suami, itu persoalan lain, yang hukumnya temasuk sedekah.

“mereka berdua (Zainab dan wanita anshar) akan mendapat dua pahala. Yang satu pahala ibadah, satulnya lagi pahala sedekah, “sabda Rasullullah, seperti diriwatkan dalam Hadist Bukhari dan Muslim.

Baca Juga: