Jangan Buru-Buru Menikah, Nikmati Manisnya Dunia dan Kejar Cita-Cita

Jangan Buru-Buru Menikah, Nikmati Manisnya Dunia dan Kejar Cita-Cita

Jangan Buru-Buru Menikah, Nikmati Manisnya Dunia dan Kejar Cita-Cita

Jangan Buru-Buru Menikah, Nikmati Manisnya Dunia dan Kejar Cita-Cita
Jangan Buru-Buru Menikah, Nikmati Manisnya Dunia dan Kejar Cita-Cita

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan pernikahan sepasang remaja berusia 15 tahun

di Baturaja Sumatera Selatan.

Foto-foto pernikahan keduanya beredar luas di dunia maya, terlihat melalui akun Facebooknya, kedua mempelai yang diperkirakan masih SMP mengenakan pakaian adat dan menunjukkan buku nikah mereka.

Pernikahan usia belia juga sebelumnya terjadi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, bahkan usia mempelai baru 14 tahun. Pernikahan yang dimeriahkan pesta adat tersebut juga viral di media sosial.

Alasan orang tua menikahkan anaknya karena keduanya suka sama suka sehingga memilih untuk menikahkan mereka.

Selain itu, yang tidak kalah hebohnya adalah pernikahan Selamet Riyadi yang masih berusia 16 tahun

dengan Rohaya, yang usianya 71 tahun.

Usia yang terpaut jauh sebenarnya bukan halangan untuk sepasang insan menikah, tapi dalam pernikahan ini, Selamet masih di bawah umur.

Alasan mereka menikah juga karena suka sama suka atau tidak ada paksaan dari orang lain. Foto dan video pernikahan pasangan beda usia 51 tahun itu menjadi viral bahkan keduanya sempat diundang mengisi sebuah acara bincang-bincang di sebuah televisi swasta.

Pernikahan keduanya juga sempat diwarnai drama dimana pasangan yang layaknya nenek

dengan cucu itu mengancam akan bunuh diri jika tidak diizinkan menikah.

Dipastikan pernikahan pasangan asal Baturaja, Sumatera Selatan itu tidak terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) atau menikah di bawah tangan atau nikah siri.

Bukan baru-baru ini saja pernikahan usia dini berlangsung di Tanah Air, bahkan masih banyak terjadi di sejumlah daerah.

Bahkan penelitian Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Unicef tentang analisis data perkawinan usia anak di Indonesia menyebutkan pernikahan dini di Indonesia salah satu yang tertinggi di Asia Timur dan Pasifik meski prevalensinya menurun lebih dari dua kali lipat dalam tiga dekade terakhir.

Laporan yang berdasarkan hasil Survey Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) 2012 tersebut menunjukkan bahwa dari data perempuan yang pernah menikah usia 20-24 tahun, 25 persennya menikah sebelum usia 18 tahun.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21236/pengertian-akhlak