Jogja Modern Box Homestay

Jogja Modern Box Homestay

Berlokasi di Kecamatan Tamanan, Banguntapan, Bantul DIY, guest house ini dimiliki oleh Bapak Arif Buntaran Sanusi. Dia adalah klien kami, untuk siapa kami telah merancang rumah untuk ditinggali. Untuk kedua kalinya, kami ditugaskan untuk mendesain homestay yang dekat dengan rumahnya.

Bidang tanah berukuran 7,5 x 57 sq. Dengan bentuk yang memanjang seperti itu, kita dihadapkan pada tugas untuk menciptakan kompleks yang ideal untuk tinggal bersama keluarga. Rencananya di situs ini akan ada tiga bangunan pemukiman massal. Lahan sisa dimanfaatkan sebagai ruang terbuka yang bisa digunakan bersama, seperti tempat parkir mobil, taman dan arena bermain.

Konsep kita termasuk ke arah arus, yaitu yang modern. Fokus kami adalah pada desain yang efisien, murah, dan menunjukkan estetika yang berbeda. Selama diskusi kelompok, muncul ide untuk menggunakan gaya modern, preseden yang ditetapkan oleh arsitek Le Corbusier, Mies Van der Rohe dan Richard Meyer.

Ciri umum karya arsitek adalah bentuk persegi geometris yang sederhana. Bentuk kotak yang dilipat berupa massa bangunan, bukaan jendela dan aksen pada dekorasi fasad bangunan.

Denah bangunannya cukup sederhana. Dapat dikatakan bahwa bangunan yang kami rancang menyerupai sistem loteng, dimana lantai bawah merupakan area keluarga. Ruang tamu, dapur dan ruang makan menjadi satu ruangan tanpa pemisah. Satu kamar mandi berdekatan dengan dapur.

Kami menciptakan sirkulasi udara, memastikan jarak antara massa bangunan. Jarak antar blok bangunan digunakan sebagai taman terbuka dengan lansekap. Di satu sisi bangunan telah kami bentangkan taman terbuka, yang merupakan bagian dari ruang keluarga. Sebagian lahan yang berdekatan dengan taman digunakan sebagai garasi sepeda motor.

Hanya ada dua kamar tidur di lantai dua. Kamar tidur ditata berdampingan dalam ukuran yang sama. Di ujung massa bangunan, kami menempatkan kamar mandi kering dengan sistem shower dan ruang ganti, dipisahkan oleh dinding kaca. Berdekatan dengan kamar mandi, kami menempatkan tempat mencuci di bawah sinar matahari dengan sekat luar berbentuk ayam jago, agar tetap terlindung secara visual dari luar.