KAA (Konferensi Asia Afrika)

KAA (Konferensi Asia Afrika)

KAA (Konferensi Asia Afrika)

Pasca perang dunia II mendorong PBB untuk menciptakan perdamaian dunia, namun organisasi terbesar di dunia tersebut tidak mampu menciptakan perdamaian. Apalagi dengan adanya pertentangan antara dua negara adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet yang mengancam keamanan dan perdamaian dunia. Apabila pertentagan dua negara tersebut meningkat, maka dapat mengakibatkan perang yang akan merugikan bangsa-bangsa di seluruh dunia, termasuk negara-negara di kawasan Asia Afrika.

  1. Sejarah Konferensi Asia Afrika

Pada tahun 1950-an, masih banyak negara-negara di Asia Afrika yang berjuang melawan imperialisme untuk mencapai kemerdekaan. Sebagai perwujudan politik luar negeri bebas aktif, maka bangsa Indonesia mempunyai inisiatif untuk menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika (KAA). Oleh karena itu diadakan pembicaraan pendahuluan yang sering dikenal dengan Konferensi Panca Negara. Konferensi pendahuluan tersebut diadakan dua kali, yaitu:

1)      Konferensi Kolombo di Sailan, Srilanka. Konferensi di Sailan disebut Konferensi Panca Negara 1. Konferensi ini memutuskan bahwa KAA-1 akan diselenggarakan di Indonesia dan Indonesia dipilih sebagai penyelenggara.

2)      Konferensi Bogor tahun 1954, diadakan di Bogor Indonesia. Konferensi Bogor disebut juga Konferensi Panca Negara II. Konferensi ini memutuskan:

  1. a)KAA akan diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18-24 April 1955,
  2. b)negara-negara yang akan diundang sebanyak 30 negara,
  3. c)menetapkan rancangan agenda konferensi dan merumuskan tujuan pokok konferensi,
  4. d)mendukung tuntutan Indonesia atas Irian Barat.

 

o   Pelaksaanaan KAA

KAA dilaksanakan di gedung Merdeka Bandung pada tanggal 18-24 April 1955. Konferensi ini dihadiri oleh wakil-wakil dari 29 negara yang terdiri dari:

1) Negara-negara pengundang, terdiri dari:

  1. a)Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo,
  2. b)India diwakili oleh Perdana Menteri J. Nehru,
  3. c)Burma diwakili oleh Perdana Menteri U Nu,
  4. d)Sailan diwakili oleh Perdana Menteri Sir John Kotelawala,
  5. e)Pakistan diwakili oleh Perdana Menteri Mohammad Ali.

2) Negara-negara anggota, terdiri dari:

  1. a)Negara Asia, antara lain Filipina, Thailand, Kamboja, Laos, Jepang, RRC, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Nepal, Afganistan, Irak, Iran, Saudi Arabia, Syria(Suriah), Yordania, Libanon, Turki, dan Yaman.
  2. b)Negara Afrika, antara lain Mesir, Sudan, Ethiopia, Liberia, Libia, dan Ghana (Pantai Emas)
  1. Tujuan dan keputusan KAA

Tujuan diadakannya KAA antara lain:

1)      mengajukan kerja sama antara bangsa-bangsa Asia-Afrika dalam lapangan sosial, ekonomi dan kebudayaan,

2)      menentang diskriminasi ras dan kolonialisme,

3)      memperbesar peranan Asia-Afrika di dunia dan ikut mengusahakan perdamaian dunia

Keputusan KAA antara lain:

1)      memajukan kerja sama bangsa-bangsa Asia-Afrika di bidang ekonomi, sosial dan kebudayaan, misalnya memajukan perdagangan antar bangsa Asia-Afrika maupun dengan dunia Internasional, memajukan pengajaran, dan pertukaran pelatih serta guru,

2)      membantu perjuangan menentang imperialisme ,

3)      menjunjung hak asasi manusia dan menentang diskriminasi ras,

4)      ikut aktif dalam mengusahakan perdamaian dunia.

 

 

  1. Hasil KAA

Selain keputusan keputusan tersebut KAA juga menghasilkan Deklarasi Bandung. Deklarasi ini memuat sepuluh prinsip yang dikenal dengan sebutan Dasa Sila Bandung. Isi dari deklarasi ini adalah:

1)      menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang tercantum dalam piagam PBB,

2)      menghormati kedaulatan dan integritas semua anggota,

3)      mengakui persamaan ras dan persamaan semua bangsa baik besar maupun kecil,

4)      tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soal-soal daalm negeri negara lain,

5)      menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri atau secara kolektif sesuai dengan piagam PBB,

6)      a) tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak khusus bagi salah satu negara besar,

  1. b) tidak melakukan tekanan terhadap negara lain,

7)      tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial dan kemerdekaan negara lain,

8)      menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, atau penyelesaian hakim, ataupun cara damai lain lagi menurut pihak-pihak yang bersangkutan, yang sesuai dengan piagam PBB,

9)      memajukan kerja sama untuk kepentingan bersama,

10)  menghormati hukum dam kewajiban-kewajiban internasional.

 

  1. Peranan KAA dalam rangka meningkatkan hubungan internasional

KAA mempunyai peranan sangat penting dalam menjalin hubungan antara negara-negara anggota di Asia Afrika maupun dengan negara di seluruh dunia. Dengan adanya bangsabangsa Asia Afrika saling menjalin hubungan erat yang dimanifestasikan dalam bentuk persahabatan dan persaudaraan. KAA juga merupakan semangat bangsa-bangsa Asia Afrika untuk menggalang persatuan dan kesatuan sehingga dapat menjaga eksistensinya. Selain itu Konferensi Asia Afrika juga menjadi penegak antara blok Barat dan blok Timur yang saling berlomba-lomba menanamkan pahamnya. Konferensi Asia Afrika juga menjadi pendorong bagi negara-negara Asia Afrika yang belum merdeka berjuang melepaskan diri dari penjajahan.

Dengan demikian jelaslah bahwa keberadaan KAA mempengaruhi perdamaian bangsa-bangsa diseluruh dunia. Pengaruh KAA tersebut antara lain:

1)      berkurangnya ketegangan dunia karena adanya persaingan blok barat dan blok timur yang sama-sama kuat

2)      mulai dihapusnya diskriminasi ras di negara amerika dan australia

3)      meningkatnya perjuangan bangsa-bangsa Asia Afrika untuk mencapai kemerdekaan

4)      Belanda bingung dalam menghadapi blok Asia Afrika di PBB sebab blok Asia Afrika memberi dukungan Indonesia atas tuntutan terhadap Irian Barat.


Sumber:

https://works.bepress.com/m-lukito/8/