Kelebihan dan Kelemahan Jenis-jenis Organisasi Kurikulum

Kelebihan dan Kelemahan Jenis-jenis Organisasi Kurikulum

  1. Separated Subject Curriculum
  2. Kelebihan:

1)      Kurikulum ini sederhana dan mudah untuk direncanakan serta dilaksanakan.

2)      Kurikulum ini mudah diubah atau membuang sebagian materi pelajaran dan menggantinya dengan yang lain.

3)      Kurikulum ini dipakai di pendidikan tinggi

4)      Dengan adany buku pelajaran maka bahan pelajaran dapat disajikan dengan mudah, logis dan sistematis.

  1. Kelemahan:

1)      Kurikulum ini memberikan mata pelajaran yang terpisah, yang tidak berhubungan satu denngan yang lainnya.

2)      Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari-hari dimasyarakat.

3)      Kurikulum ini terlampau terbatas pada mata pelajaran.

4)      Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berfikir.

  1. Correlated Curriculum
  2. Kelebihan Correlated currriculum.

Di antara beberapa kelebihan Correlated curriculum yaitu sebagai berikut:

1)      Jenis Correlated currriculum ini menunjukkan adanya integrasi pengetahuan kepada siswa, hal ini ditunjukkan dalam implementasinya kurikulum ini mata pelajaran disajikan dan dikaji dari berbagai disiplin atau berbagai bidang ilmu.

2)      Dengan adanya pengkajian suatu topik dari berbagai bidang studi, maka pengetahuan dan pemahaman siswa akan lebih mendalam dengan penguraian dan tinjauan lebih dari perpektif ilmu.

3)      Correlated currriculum ini juga memberikan kemungkinan untuk menggunakan ilmu pengetahuan secara lebih fungsional.

4)      Selain itu kelebihan jenis pengorganisasian kurikulum dengan bentuk Correlated currriculumjuga dapat meningkatkan minat siswa terhadap apa yang dikaji karena adanya korelasi antar berbagai bidang studi.[3]

  1. Kekurangan Correlated currriculum.

Selain mempunyai beberapa keunggulan seperti yang telah di uraikan diatas correlated curriculum juga juga tidak terlepas dari beberapa kelemahan, di antaranya yaitu sebagai berikut:

1)      Guru akan kesulitan dalam menjalankan jenis kurikulum ini, hal ini dikarenakan oleh kenyataan bahwa ada di antara para guru yang tidak atau kurang mampu menguasai antar disiplin ilmu, sehingga berimplikasi pada mengaburkan pemahaman siswa.

2)      Pengetahuan yang diberikan kurang sistematis dan juga kurang mendalam pada berbagai bidang studi.

3)      Urutan penyusunan dan penyampaian bahan (topik) tidak tersusun secara sitematis.

Sementara ditempat lain, berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan jenis correlated curriculum ini H. Dakir dalam bukunya Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum  menjelaskan bahwa:

  1. Kelebihan correlated curriculum ini yaitu sebagai berikut:

1)      Ditinjau dari aspek pencapaian tujuan pengajaran maka correlated curriculum bisa lebih mudah untuk memecahkan masalah secara utuh karena menggunakan berbagai tinjauan.

2)      Bahan pembelajaran dapat disusun secara fleksibel, sumber bahan tidak terbatas dan penyusunan bahan tidak terpaku pada suatu bidang pengetahuan.

3)      Pembelajaran tidak membosankan, hal ini dikarenakan dalam mengkaji suatu topik tidak hanya dibahas dari satu tinjauan.

4)      Dalam hal mengevaluasi, maka tidak hanya bisa dievaluasi hasil pembelajaran tapi juga dapat dilakukan evaluasi proses.

5)      Guru bisa lebih bebas untuk berkreasi, baik dalam menggunakan metode maupun pendekatan dalam proses belajar mengajar.

6)      Suatu topik yang dibahas bisa lebih terkesan pada peserta didik, hal ini dikarenakan pembahasannya tidak hanya terpaku pada satu tinjauan tertentu.[4]

  1. Kelemahan correlated curriculum ini yaitu sebagai berikut:

1)      Ditinjau dari aspek pencapaian tujuan pembelajaran dengan kurikulum ini kadang kala dalam penjelasan setiap topik menjadi kabur hal ini dikarenakan dalam menjelaskan suatu topik tidak dilakukan secara mendetail.

2)      Penyampaian bahan atau materi ajarnya tidak dilakukan secara sistematis.

3)      Kadang kala guru tidak bisa mengaplikasikan (menjalankan) kurikulum ini secara sempurna, hal ini dikarenakan guru dituntut untuk mempunyai pengetahuan yang luas yang mencakup banyak bidang studi.

4)      Bagi peserta didik penggunaan kurikulum jenis ini mengakibatkan kurang mempunyai pengetahuan yang mendalam dalam suatu bidang studi tertentu.