Kemajuan Transportasi dan Perdagangan Internasional

  1. Kemajuan Transportasi dan Perdagangan Internasional

Kemajuan transportasi dan perdagangan internasional  merupakan contoh usaha mengatasi kelangkaan syumber daya alam dan energi melalui teknologi dan penggunaan modal. Sarana transportas yang memadai memungkinkan dapat dialirkannya pasokan sumber daya alam dan energi ke konsumen secara kesinambungan. Bukti dapat dilihat di Jawa terdapat pabrik kayu lapis yang masukannya datang dari luar Jawa. Hal ini hanya mungkin karena aliran masukan bisa berjalan lancar dengan adnya sarana transportasi.

Perbaikan transportasi (laut) juga mendorong perdagangan komoditi sumber daya alam dan energi sehingga sumber daya alam dan energi suatu negara bisa dijual ke negara-negara lain yang membutuhkan. Pwling jelas kita dapat melihat setiap harinya ada tanker-tankser pembawa minyak lalu larang mengarungi lautan.

Meningkatya daya saing ekonomis smber daya alam dan energi dan terdorongnya kegiatan eksplorasi pada daerah yang sebelumnya tak terjangkau, merupakn aspek ain kemajuan transportasi.

  1. Daur Ulang

Saat ini teknologi daur ulang berkembang pesat dalam mengolah sisa-ssa produksi dan konsumsi sehingga tidak terbuang percuma atau  mengotori lingkungan. Di negara-negara berkembang belum semua jenis sampah bisa di daur ulang karena keterbatasan teknologi. Sampah sampah tertentu seperti karduskertas dan barangbarang plastik nampaknya sudah berhasil di daur ulang menjadi barang baru lagi.

Berbicara tentang plastik, kini pemerintah menetapkan keputusan “plastik bertarif” di setiap pusat perbelanjaan atau mini market lainnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah penggunaan plastik yang berlebihan dikarenakan sampah plastik ini sulit untuk lapuk jika tidak dibakar terlebih dahulu. Kaitannya dengan materi ini, sampah palstik yang tidak lapuk akan berpengaruh terhadap kondsi tanah dan cadangan sumber daya alam dan energi kedepannya.

Daur ulang memungkinkan dihematnya oenggunaan sumber daya alam dan energi asli sehingga jika sumber daya alam dan energi asli memang langka, penghemata tersebut sangat diperlukan. Proses daur ulang masih kurang lancar karaena teknologinya belum ada atau bisa pula karena sumber daya alam dan energi asli justru diberi subsidi dibanding barang-barang hasil daur ulang.

sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/