Kemenristek Dikti Bakal Segera Meluncurkan Cyber University

Kemenristek Dikti Bakal Segera Meluncurkan Cyber University

Kemenristek Dikti Bakal Segera Meluncurkan Cyber University

Kemenristek Dikti Bakal Segera Meluncurkan Cyber University
Kemenristek Dikti Bakal Segera Meluncurkan Cyber University

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia

(Kemenristekdikti) sebentar lagi bakal me-launching Cyber University. Nantinya, sistem perkuliahan akan dikembangkan, di samping kelas juga akan ada model daring.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir mengatakan, hal itu untuk mengantisipasi perubahan global. Menurutnya, perubahan global saat ini telah memasuki revolusi industri 4.0, dimana semuanya telah berbasis teknologi informasi.

“Karena semua berbasis teknologi informasi, maka perguruan tinggi ke depan

(harus) mengantisipasi hal itu. Yaitu dengan cara sistem perkuliahan di samping di kelas juga dikembangkan dengan model daring,” ujarnya saat mengisi kuliah tamu di Politeknik Negeri Malang (Polinema), Selasa (13/3).

Dia mengungkapkan, saat ini dunia pendidikan masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur. Maka dari itu, lanjut dia, teknologi daring harus dilakukan. Salah satunya melalui cyber university. “Regulasi sudah disiapkan, nanti bulan April akan keluar,” terangnya.

Dia mengatakan, semua kampus bisa menjadi cyber university. Pihaknya pun

akan mempersiapkan jika ada perguruan tinggi yang akan menggunakan media daring. “Kurikulum diserahkan kampus. Yang penting kualitas utama, jangan sampai korbankan kualitas,” tegasnya.

Dia menerangkan, sistem perkuliahan yang dilakukan dengan tatap muka saat ini harus mempunyai rasio. Yakni 1 banding 20 untuk eksakta, dan 1 bading 30 untuk sosial. “KeBdepan, karena tidak ada ruang lagi untuk kuliah, maka 1 dosen bisa 1.000 mahasiswa. Artinya, dia (dosen) tidak terbatas dalam rasio ini,” lanjutnya.

Dosen tersebut, lanjutnya, bisa mencakup seluruhnya. Asalkan, mutu dan kualitas harus tetap terjaga. Dia menjelaskan, nantinya cyber university ini tugasnya yakni me-review semua mata kuliah. “Sebelum di-publish, harus di-review apakah memenuhi standart mutu atau tidak. Standart input atau tidak. Nah ini yang harus dijaga betul,” kata dia.

Pihaknya pun saat ini telah membentuk tim untuk melakukan review tersebut. Nantinya, jika peraturan menteri terkait cyber university sudah keluar, bagi perguruan tinggi yang akan mengajukan daring bisa melapor ke kementerian melalui tim cyber.

 

Sumber :

https://egriechen.info/kalimat-majemuk-bertingkat/