Kendala Dan Tantangan Dalam Penerapan Ekonomi Islam

Kendala Dan Tantangan Dalam Penerapan Ekonomi Islam

Meskipun dengan perkembangan ekonomi global dan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap ekonomi dan perbankan Islam, ekonomi Islam menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan-tantangan yang besar. Dalam usia yang masih muda tersebut, setidaknya ada lima problem dan tantangan yang dihadapi ekonomi Islam saat ini:

  1. masih minimnya pakar ekonomi Islam berkualitas yang menguasai ilmu-ilmu ekonomi modern dan ilmu-ilmu syariah secara integrative.
  2. Ujian atas kredibiltas sistem ekonomi dan keuangannya.
  3. Perangkat peraturan, hukum dan kebijakan, baik dalam skala nasional maupun internasional masih belum memadai.
  4. Masih terbatasnya perguruan Tinggi yang mengajarkan ekonomi Islam dan masih minimnya lembaga tranining dan consulting dalam bidang ini, sehingga SDM di bidang ekonomi dan keuangan syariah masih terbatas dan belum memiliki pengetahuan ekonomi syariah yang memadai.
  5. Peran pemerintah baik eksekutif maupun legislatif, masih rendah terhadap pengembangan ekonomi syariah, karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan mereka tentang ilmu ekonomi Islam.
  1. Strategi Efektif Pengembangan Sistem ekonomi islam di indonesia

Setelah sebelumnya telah dipaparkan kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sistem ekonomi Islam di Indonesia, maka ke depan harus dilakukan langkah-langkah atau strategi pengembangan untuk pengimplementasian sistem Ekonomi Islam secara lebih optimal, diantaranya yaitu:

  1. Harus ada wakil yang menyuarakan sistem ekonomi Islam, khususnya di bidang politik.
  2. Mengadakan seminar, diskusi, sarasehan, dan forum-forum ilmiah baik secara regional, nasional maupun internasional dengan intensif.
  3. Penyusunan ketentuan-ketentuan sistem ekonomi Islam.
  4. Mendorong terbentuknya Forum Komuniasi Syariah.
  5. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan fokus padagerakan edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara optimal dan tepat.
  6. Penelitian preferensi dan perilaku konsumer terhadap lembaga-lembaga syariah.
  7. Mempersiapkan teknologi informasi yang handal.
  8. Mempersiapkan lembaga penjamin pembiayaan Syariah.
  9. Mendorong terbentuknya Islamic Trade Center.
  10. Memberdayakan pengawasan aspek Syariah.

Sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/07/08/jasa-penulis-artikel/