Menyingkap Peristirahatan Terakhir Yesus

Menyingkap Peristirahatan Terakhir Yesus

Menyingkap Peristirahatan Terakhir Yesus
Menyingkap Peristirahatan Terakhir Yesus

“DENGKUL saya sedikit gemetar. Saya tak pernah menyangkanya,” ujar Fredrik Hiebert. Arkeolog dari National Geographic Society itu berdecak kagum meyaksikan sebuah bagian marmer di Gereja Makam Kudus, Kota Tua Yerusalem, dibongkar. Sebuah lapisan material padat tersingkap.

Setelah penilikan awal itu, peneliti melanjutkan ekskavasi selama 60 jam tanpa jeda. Alhasil, lapisan batu kapur dengan pahatan salib ditemukan. Kesan pertama, tim konservasi dan peneliti belum yakin soal apa yang mereka temukan.

Namun, setelah satu per satu lapisan batu terungkap, mereka yakin telah

sampai pada makam asli Yesus. Struktur itu diduga sebagai pembaringan terakhir Yesus Kristus. Sebagian porsi makam itu masih dalam kondisi baik, bahkan setelah berabad-abad. “Kita tidak bisa menjawabnya 100%. Tapi yang jelas, itu merupakan bukti nyata lokasi makam (Yesus) tidak bergeser,” imbuh Hiebert.

Temuan yang disingkap pekan lalu itu buah pencarian panjang lokasi

yang secara tradisi dipercayai sebagai peristirahatan asli Yesus. Lokasi itu berada di dalam sturktur bernama Edicule. Selama ini, para sejarawan berkeyakinan makam yang terletak di sebuah gua di dalam Edicule itu sudah rusak.

Namun, uji coba radar pada bagian dalam Edicule mengonfirmasi bahwa tembok-tembok tersebut masih kuat berdiri tegak. Tingginya sekitar 1,8 meter (6 kaki) dan terhubung dengan sebuah tempat pembaringan.

Selama beberapa hari sejak penggalian dimulai pada 26 Oktober lalu

, peneliti melakukan dokumentasi dan pengambilan data secara besar-besaran. Kini, lokasi makam itu telah ditutup kembali dengan lapisan marmer dan mungkin tidak akan dibuka lagi. “Konservasi arsitektur itu untuk selamanya,” kata kepala tim konservasi Antonia Moropoulou.

 

Baca Juga :