Minta Keluarga Jadi Garda Terdepan Mencegah Bahaya LGBT

Minta Keluarga Jadi Garda Terdepan Mencegah Bahaya LGBT

Minta Keluarga Jadi Garda Terdepan Mencegah Bahaya LGBT

 

Minta Keluarga Jadi Garda Terdepan Mencegah Bahaya LGBT

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta mencegah Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) berkembang masif di Kota Bogor. Menurutnya, keluarga merupakan benteng dan garda terdepan dalam menanamkan pendidikan akhlak serta karakter untuk mencegah tertularnya penyakit masyarakat tersebut.

Bima Arya

Hal itu diungkapkan Bima Arya dihadapan peserta Musyawarah Daerah (Musda) III Pengurus Daerah Persatuan Islam (Persis) Kota Bogor, di Sekretariat Persis Kota Bogor, Jalan Bima Raya Ujung, Indraprasta, Sabtu (24/11/2018).

“Memang penting merazia atau menggerebek tempat-tempat yang diduga menjadi sarang LGBT, tetapi itu merupakan langkah akhir. Justru jauh lebih penting itu bergerak di awal seperti melakukan pembinaan dan pendidikan akhlak serta karakter kepada generasi muda. Baik itu di sekolah, majelis maupun di rumah,” ungkap Bima. contoh report text singkat tentang kucing

Bima melanjutkan

Meningkatnya tren LGBT ini bukan dikarenakan kelainan biologis akan tetapi karena pergaulan yang salah. Bahkan, kata Bima, LGBT bisa disebut sebagai penyakit menular.

“Karena sejatinya Allah menciptakan Adam dan Hawa, bukan sesama jenis. Mereka bukan kelainan biologis tapi penyakit menular. Itu semua karena efek pergaulan. Oleh karenanya saya ingin kita sama-sama berikhtiar untuk memberikan materi-materi tentang bahaya LGBT dari aspek pendidikan, baik pembinaan dalam keluarga, majelis dan lingkungan sekolah,” paparnya.

Keresahan bahaya tentang LGBT

Keresahan bahaya tentang LGBT ini pun turut diamini oleh Ketua Persis Jawa Barat H Hasim. Ia sepakat atas apa yang disampaikan Walikota Bogor Bima Arya terkait bahaya LGBT. Terlebih untuk generasi muda di era serba digital ini.

“Persis merupakan wadah pendidikan dakwah dan sosial. Melihat kondisi tren bahaya LGBT ini, Insya Allah bisa dicegah sedini mungkin dengan pendidikan dakwah dan sosial,” tandasnya.