Model Pertumbuhan Ekonomi

Model Pertumbuhan Ekonomi

 

Model Pertumbuhan Ekonomi
Model Pertumbuhan Ekonomi

 

Tujuan Pertumbuhan Ekonomi

Tujuan dari pertumbuhan ekonomi adalah meningkatkan pendapatkan perkapita penduduk. Pendapatan perkapita kemudian akan memperluas pilihan-pilihan (enlarging choices) penduduk untuk mencapai kesejahteraan-nya. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi adalah faktor yang penting untuk mencapai tingkat kesejahteraan penduduk. Oleh karena itu salah satu fokus dalam ilmu ekonomi adalah mengenai teori-teori pertumbuhan ekonomi. Perkembangan teori pertumbuhan pada umumnya berusaha mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pertumbuhan dan prilakunya.
Secara umum teori-teori pertumbuhan ekonomi menyebutkan bermacam-macam sumber pertumbuhan ekonomi, diantaranya:
a. Perdagangan
b. Spesialisasi
c. pertumbuhan penduduk
d. tabungan
e. investasi
f. akumulasi kapital
g. proporsi faktor produksi
h. teknologi sampai dengan teori baru yang berfokus pada keunggulan sumber daya manusia.

Model Pertumbuhan Ekonomi Regional dan Interregional

Model ini adalah perluasan dari teori basis ekspor, yaitu dengan menambah faktor-faktor yang bersifat eksogen. Selain itu, model basis ekspor hanya membahas daerah itu sendiri tanpa memperhatikan dampak dari daereah tetangga. Model ini memasukkan dampak dari daerah tetangga, itulah sebabnya maka dinamakan model interregional. Dalam model ini diasumsikan bahwa selain ekspor pengeluaran pemerintah dan investasi juga bersifat eksogen dan daerah itu terikat kepada suatu sistem yang terdiri dari beberapa daerah yang berhubungan erat.Model ini memiliki dua model skenario tentang pertumbuhan antar daerah, yaitu :

a. Surplus impor karena kenaikan pendapatan

Investasi masuk à tenaga kerja masuk à mendorong ekspor daerah sekitarnya à impor daerah sekitarnya meningkat à ekspor daerah i meningkat à pemerataan pembangunan.

b. Surplus impor karena produksi merosot

Investasi keluar à migrant tenaga kerja keluar à impor daerah luar meningkat à ekspor daerah i meningkat à menjadi sadle-point untuk daerah i tetapi dengan tingkat pendapatan yang lebih rendah à pembangunan daerah semakin pincang.
Masalah kunci untuk daerah i adalah pada saat impor daerah sekitarnya meningkat, seberapa jauh kebutuhan impor dapat dipenuhi di daerah i. Apabila ekspor daerah i hanya meningkat sedikit, daerah akan tertinggal. Sebaliknya apabila ekspor daerah i naik cukup tinggi maka pendapatan daerah i akan meningkat mengejarndaerah sekitarnya. Dalam model interregional terlihat bahwankemampuan untuk meningkatkan ekspor sangat berpengaruh dan menjamin kelangsungan pertumbuhan suatu daerah dan menciptakan pemerataan pertumbuhan antar daerah.

Pertumbuhan regional pada dasarnya mengunakan konsep-konsep pertumbuhan ekonomi secara agregat. Hanya saja titik tekanan analisis pertumbuhan regional lebih diletakan pada perpindahan faktor (factor movements). Arus modal dan tenaga kerja yang mengalir dari suatu daerah ke daerah lain membuka peluang bagi perbedaan tingkat pertumbuhan anta daerah. Dalam analisis dinamik, tingkat pertumbuhan suatu daerah dapat jauh lebih tinggi dari tingkat normal yang dicapai oleh perekonomian nasional ataupun sebaliknya.

Pertumbuhan ekonomi regional adalah pertambahan pendapatan masyarakat secara keseluruhan yang terjadi di regional tersebut, yaitu kenaikan seluruh nilai tambah (added value) yang terjadi. Perhitungan pendapatan regional pada awalnya dibuat dalam harga berlaku. Namun agar dapat melihat pertambahan dari satu kurun waktu ke kurun waktu berikutnya, harus dinyatakan dalam nilai riil, artinya dinyatakan dalam harga konstan.

Kemakmuran suatu regional selain ditentukan oleh besarnya nilai tambah yang tercipta di regional tersebut juga oleh seberapa besar terjadi transfer payment, yaitu bagian pendapatan yang mengalir ke luar regional atau mendapat aliran dana dari luar wilayah. (Boediono 1999) “Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang,” jadi, persentase pertambahan output itu haruslah lebih tinggi dari persentase pertambahan jumlah penduduk dan ada kecenderungan dalam jangka panjang bahwa pertumbuhan itu akan berlanjut.

Teori ekonomi regional menyatakan, kemakmuran suatu regional selain ditentukan oleh besarnya nilai tambah yang tercipta di regional tersebut juga oleh seberapa besar terjadi transfer payment, yaitu bagian pendapatan yang mengalir ke luar regional atau mendapat aliran dana dari luar wilayah. Berdasarkan terori ekonomi regional tersebut maka dalam model pertumbuhan ekonomi interregional memasukan dampak dari daerah tetangga, itulah sebabnya dinamakan model interregional. Dalam model ini diasumsikan bahwa selain ekspor pengeluaran pemerintah dan investasi juga bersifat eksogen dan daerah itu terikat kepada suatu sistem yang terdiri dari beberapa daerah yang berhubungan erat.


Sumber: https://lakonlokal.id/jasa-penulis-artikel/