Normalitas Baru Kenaikan Suhu Global

Normalitas Baru Kenaikan Suhu Global

Normalitas Baru Kenaikan Suhu Global
Normalitas Baru Kenaikan Suhu Global

REKOR suhu terpanas sepanjang sejarah yang ditorehkan pada 2015

lalu berpotensi terulang pada 2025 mendatang. Normalitas baru itu akan terjadi seandainya emisi karbon terus melonjak. Demikian kesimpulan studi yang dimuat di jurnal Bulletin of American Meteorological Society, pekan ini. Menurut peneliti pada ARC Centre of Excellence for Climate System Science di Australian National University (ANU) Sophie Lewis, aktivitas manusia sudah ‘mengunci’ rata-rata temperatur global menjadi sebuah normalitas baru.

Dengan begitu, rekor suhu terhangat diproyeksikan akan terus terulang

. “Sebuah normalitas baru terjadi minimal saat setengah tahun setelah terjadi rekor, temperatur berubah lebih dingin dan setengah memanas. Dengan cara itu, normalitas baru temperatur bisa ditentukan,” imbuh Lewis, yang juga penulis utama laporan studi. Konsep normalitas baru itu sendiri disebut-sebut sebagai batu pijakan dalam riset iklim. Meski sebelumnya kerap disinggungsinggung, istilah jarang didefi nisikan dengan gamblang.

Tim peneliti menggunakan superkomputer National Computational

Infrastructure di kampus ANU untuk pemodelan iklim. Mereka lalu menganalisis suhu musiman di Australia, Eropa, Asia, dan Amerika Utara, dengan berpegang pada empat skenario emisi IPCC. Hasilnya, suhu rata-rata secara global terungkap akan masuk ke normalitas baru. Itu diperkirakan akan terjadi sebelum 2040. Namun, kata peneliti, proyeksi itu tidak berlaku di level regional dan lingkup musiman. Karena itu, peneliti berharap semua pemangku kepentingan di level negara bisa bertindak cepat untuk mengurangi emisi demi mencegah terjadinya perubahan suhu drastis secara musiman.

 

sumber :

https://gumroad.com/gurupendidikan/p/heroes-arena-apk