HarukaEdu yakin sabet gelar startup “Unicorn” dalam lima tahun

HarukaEdu yakin sabet gelar startup “Unicorn” dalam lima tahun

HarukaEdu yakin sabet gelar startup “Unicorn” dalam lima tahun

HarukaEdu yakin sabet gelar startup Unicorn dalam lima tahun

Edutech digadang-gadang menjadi salah startup yang bakal masuk dalam kategori “Unicorn” di masa depan, salah satunya adalah pemain utama di kelas perguruan tinggi yakni HarukaEdu, yang meyakini bisa meraih gelar Unicorn dalam waktu lima tahun.

Unicorn merupakan gelar yang diberikan pada suatu startup yang memiliki nilai valuasi tertentu.

Gerald Ariff selaku co-founder dan Chief Partnership Officer HarukaEdu mengatakan pihaknya bisa mencapai target sebagai unicorn kendati tidak menyasar jumlah murid yang jamak.

“Untuk menjadi unicorn di pendidikan asal dilakukan dengan benar

, kita tidak butuh jutaan users seperti e-commerce. Contohnya di Amerika ada namanya toyou.com, dia punya murid cuma 12 ribu tapi sudah bisa punya penilaian pasar 1 juta dolar (dolar AS). Jadi kata kuncinya bukan memiliki murid yang banyak tapi dilakukan dengan benar,” jelas Gerald ditemui dalam acara Nexticorn International Conventional di Bali, Minggu.

Menurut Gerald, dalam waktu lima tahun HarukaEdu bisa meraih gelar unicorn.

“Kalau dari kami, mungkin dalam waktu lima tahun secara konservatif, kalau murid kami sudah mencapai 30-40 ribu yang belajar S1 atau S2 yakin bisa mencapai penilaian tersebut,” terang Gerald.

HarukaEdu saat ini memiliki jumlah murid sebesar 4.000 untuk yang berbayar

dan 4.000 yang tak berbayar. Menurut Gerald, jumlah tersebut selalu meningkat dua kali lipat setiap enam bulan atau ketika semesteran.

HarukaEdu merupakan startup pendidikan yang menyediakan solusi lengkap dan terpadu untuk membantu perguruan tinggi dalam menawarkan program kuliah online yang berkualitas dengan investasi dan resiko minimum.

 

sumber :

https://sel.co.id/seva-mobil-bekas/

Banyak keluhan pesan lama WhatsApp hilang dengan sendirinya

Banyak keluhan pesan lama WhatsApp hilang dengan sendirinya

Banyak keluhan pesan lama WhatsApp hilang dengan sendirinya

Banyak keluhan pesan lama WhatsApp hilang dengan sendirinya

Banyak laporan dari pengguna WhatsApp muncul belakangan ini yang mengeluhkan bahwa pesan lama mereka terhapus atau menghilang dengan sendirinya hari demi hari.

Pesan WhatsApp lama yang menghilang itu dikeluhkan oleh banyak pengguna di forum xdadevelopers, dan sebagian besar dari mereka menyanyakan kapan keanehan ini mulai terjadi dan bagaimana solusinya untuk memulihkan pesan-pesan mereka.

“Saya mulai untuk realistis bahwa obrolan (chats) lama saya menghilang,” kata anggota forum bernama akun adya, dikutip Selasa.

Obrolan terlama yang pertama hilang dan hari demi hari menghilang satu demi satu secara kronologis. “Saya sudah memasang ulang (reinstall) dan login ulang tapi itu tetap sama,” jelasnya.

Pengguna lainnya di forum itu juga mengeluhkan hal yang sama.

“Saya mendapatkan masalah yang sama…obrolan lama WhatsApp menghilang hari demi hari,” terang pemilik akun JOE149.

Ia pun kemudian mengecek manajemen penyimpanan pada smartphone-nya, dan menemukan bahwa total jumlah pesan berkurang hari demi hari. Ia menyontohkan bahwa rekaman obrolan ia dan salah satu temannya semula 3000 chats, setelah beberapa hari berkurang sendiri menjadi 2980.

“Saya kemudian mengecek lebih dalam, obrolan lama kami pada 2014. Itu tidak ada dan tetap menghilang….tolong bantu,” kata JOE149 menambahkan.

Beberapa pengguna mengeluhkan sudah mengalami masalah itu dalam dua bulan terakhir.

Tanpa ada yang bisa menjelaskan kenapa? Beberapa pengguna hanya menyarankan agar selalu membuat backup di Google Drive atau yang lain sehingga pesan-pesan yang menghilang bisa dipulihkan (restore).

Belum ada penjelasan dari WhatsApp sejauh ini mengenai apa

yang menyebabkan pesan-pesan itu menghilang dengan sendirinya. Apakah ini pembatasan kapasitas penyimpanan cloud oleh WhatsApp? Atau ada anti virus yang menghapus secara otomatis tanpa disadari pengguna, belum ada yang memastikan.

 

sumber :

https://how.co.id/seva-mobil-bekas/

Perkembangan produksi kopi di indonesia

Perkembangan produksi kopi di indonesia

Perkembangan produksi kopi di indonesia

Ada mulanya orang memanfaatkan sari dari daun muda dan buah segar sebagai bahan minuman yang diseduh dengan air panas. Kegemaran minum kopi cepat meluas ke seluruh dunia setelah ditemukan cara-cara penggunaan dan pengolahan yang lebih sempurna, yaitu dengan menggunakan kopi yang sudah masak, terlebih dahulu dikeringkan dan kemudian bijinya disangrai lalu dijadikan bubuk sebagai bahan minuman.

Bagi Bangsa Indonesia, kopi merupakan salah satu mata dagangan yang mempunyai arti yang cukup tinggi. Pada tahun 1981 menghasilkan devisa sebesar $347.8 juta dari ekspor kopi sebesar 210.8 ribu ton. Nilai ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat Pada tahun 1988 sudah mampu menghasilkan devisa sebesar $ 818.4 juta dan menduduki peringkat pertama diantara komoditi ekspor sub sector perkebunan.

Komoditas kopi merupakan ekspor Indonesia non migas yang memberikan kontribusi dalam peningkatan devisa Negara. Pada tahun 2007, ekspor non migas meningkat sebesar 15,5 persen, dengan kontribusi sektor pertanian sebesar 4,3 persen, sector manufaktur sebesar 82,6 persen, dan sektor pertambangan sebesar 13,1 persen. Ekspor pertanian dan pertambangan tumbuh sebesar 17,0 persen dan 7,8 persen.

                                                       Tabel 1.1

Data Jumlah Produksi Kopi, Jumlah Ekspor Kopi dan Nilai Devisa Kopi di Indonesia Pada Tahun 2000 – 2008

Periode Tahun Jumlah Produksi Kopi di Indonesia (dalam ribuan ton) Jumlah Ekspor Kopi di Indonesia (dalam ribuan ton) Nilai Devisa Kopi (dalam Jutaan US$)
1 2000 613,5 345,8 339,9
2 2001 589,6 254,8 203,5
3 2002 681 322,5 248,8
4 2003 674,4 320,8 250,9
5 2004 647,4 338,8 281,6
6 2005 640,4 442,7 497,8
7 2006 682,2 411,5 583,2
8 2007 686,8 332,7 500
9 2008 679,1 325 500
Jumlah 5894,4 3094,6 3405,7

Sumber : BPS (2008)

Perkebunan kopi memberikan kontribusi dalam peningkatan ekspor pertanian di Indonesia. Ekspor kopi Arabika Gayo sebelumnya mengalami penurunan akibat dari konflik yang berkepanjangan, namun setelah perdamaian Agustus 2005 mengalami peningkatan dan mendapatkan nilai jual lebih atas keadaan social di Aceh pasca tsunami dan konflik.

Keunggulan bersaing suatu produk dapat dilihat dari segi harga yang bersaing dipasaran internasional untuk nilai ekspor, hal ini dapat kita lihat dari hasil data harga dan jumlah yang diekspor dari organisasi kopi internasional Internasional Cofee Organization (ICO). Daya saing kopi Arabika Gayo masih tidak maksimal disebabkan adanya image bahwa Indonesia belum mampu memproduksi olahan sesuai permintaan pasar internasional, serta ketatnya persaingan pasar produk kopi olahan dengan sertifikasi atas kemurnian dan standarisasi kualitas ekspor.

Keunggulan bersaing suatu produk juga dilihat dari merek yang sudah dikenal dan menjadi daya tarik tersendiri. Kopi arabika dari Aceh telah dijual dengan nama Gayo Mountain Coffee yang memiliki perasa (flavor) kaya (rich), komplek, kemasannya bagus, lembut dan bodinya tinggi. Beberapa kalangan bahkan menilai kopi Aceh memiliki body tertinggi didunia. Penggunaan kata Gayo pada label produk kopi, yang akan diekspor ke Belanda. Ini memiliki arti penting dalam bidang pemasaran karena dapat menaikkan harga. Apabila kata Gayo itu dihilangkan dari label, menurutnya, konsumen tidak akan mengetahui lagi asal barang itu, sehingga harganya sangat murah. Belanda telah mendaftarkan kopi Gayo sebagai merek dagang untuk produk kopi. Artinya, secara hukum merek kopi Gayo memang dilindungi oleh undang-undang setempat. Kopi Gayo diketahui didaftarkan oleh pengusaha Belanda sebagai merek dagang di Belanda, sehingga eksportir kopi dari Daerah Gayo, Nanggroe Aceh Darussalam, tidak bisa mengekspor komoditas itu dengan menggunakan merek Gayo. Brand atau merek suatu produk merupakan kekuatan dan juga akan menjadi tantangan. Perdagangan kopi Arabika Gayo dapat bersaing meskipun ditolak di Belanda untuk dapat diperdagangkan karena pemakaian kode etik brand yang telah dilakukan lebih dulu telah terdaftar di Belanda.

Data perkebunan kopi dari Ditjen Perkebunan 2006 menyebutkan luas areal seluas 1.308.732 hektare 96 Persen diantaranya milik perkebunan rakyat sisanya 4,10 persen diusahakan dalam bentuk perkebunana besar, dengan volume ekspor sebesar 413.500 ton, dengan total produksi sebesar 743.409 ton. Tingkat produktivitas rata-rata ini sebesar 792 kg biji kering pertahun, tingkat produktivitas tanaman kopi di Indonesia cukup rendah bila dibandingkan dengan Negara produsen uatma kopi di dunia lainnya, seperti Vietnam (1.540 kh/hectare/tahun). (Kominfo Newsroom-Bhr/id/b).

Pada tabel berikut menunjukkan bahwa jumlah komoditi kopi dan ekspor pertahun (ton) dari setiap provinsi di Indonesia dalam menunjang ekspor di Indonesia.

baca ju;ga:

Pengendalian Hama Penyakit tanaman Kopi

Pengendalian Hama Penyakit tanaman Kopi

Pengendalian Hama Penyakit tanaman Kopi

Dalam membudidayakan tanaman kopi pasti ada tantangan atau penganggu yang petani kopi hadapi, diantaranya adalah Hama dan penyakit

  1. Hama
  • Nematoda Parasit

Pratylenchus coffeae dan Radopholus similis merupakan nematoda endoparasit yang berpindah‐pindah. Daur hidup P.coffeae sekitar 45 hari dan R.similis sekitar 1 bulan.

Gejala: Tanaman kopi yang terserang kelihatan kerdil, daun menguning dan gugur. Pertumbuhan cabang‐cabang primer terhambat sehingga hanya menghasilkan sedikit bunga, bunga premature dan banyak yang kosong. Bagian akar akar serabut membusuk, berwarna coklat atau hitam. Pada serangan berat tanaman akhirnya mati.

Pengendalian di pembibitan: Disarankan menggunakan cara kimiawi yaitu dengan fumigasi media bibit menggunakan fumigan pra tanam, misalnya Basamid G dan Vapam L. Untuk nematisida sistemik dan kontak a.l.: Curaterr 3G, Vydate 100 AS, Rhocap 10G dan Rugby 10G.Vydate diaplikasikan dengan cara disiramkan pada bibit dengan konsentrasi 1,0% dan dengan dosis 250 ml/bibit.

Pengendalian di pertanaman: Penggunaan jenis kopi tahan nematoda parasit. Digunakan sebagai batang bawah misalnya kopi ekselsa (Coffeae exelsa), klon Bgn 121.09 dan kopi robusta klon BP 961. Cara kultur teknis: pembukaan lubang tanam, rotasi tanaman dan pembuatan parit barier.

Pengendalian hayati: Untuk menekan populasi nematoda menggunakan musuh alami berupa bakteri, jamur dan nematoda predator.

Pengendalian kimiawi: Beberapa nematisida sistemik maupun kontak yang disarankan a.l. karbofuran (Curaterr 3G–35 g / tanaman), oksamil (Vydate 100 AS 1,0% 1 – 2.5 l / tanaman) dan etoprofos (Rhocap 10G ‐ 25 g / tanaman). Aplikasi diulang tiap tiga bulan.

  • Hama Penggerek Buah Kopi

Serangga dewasa penggerek buah kopi atau bubuk buah kopi (BBK), Hypothenemus hampei (Coleoptera, Scolytidae) berwarna hitam kecoklatan, panjang yang betina sekitar 2 mm dan yang jantan 1,3 mm. Telur diletakkan dalam buah kopi yang bijinya mulai mengeras, umur stadium telur 5 – 9 hari. Lama stadium larva 10 – 26 hari, prapupa 2 hari dan stadium pupa 4 – 9 hari. Masa perkembangan dari telur sampai dewasa 25 – 35 hari. Lama hidup serangga betina rata‐rata 156 hari dan serangga jantan maksimum 103 hari.

Gejala: Serangga BBK masuk ke dalam buah kopi dengan cara membuat lubang di sekitar diskus. Serangan pada buah muda menyebabkan gugur buah, serangan pada buah yang cukup tua menyebabkan biji kopi cacat berlubang‐lubang dan bermutu rendah.

Pengendalian: Pengendalian secara kultur teknis: Memutus daur hidup BBK, meliputi tindakan : Petik bubuk, yaitu mengawali panen dengan memetik semua buak masak yang terserang bubuk 15 –30 hari menjelang panen besar.

Lelesan, yaitu pemungutan buah kopi yang jatuh di tanah baik terhadap buah terserang maupun buah tidak terserang, selanjutnya buah juga direndam dalam air panas. Racutan / rampasan, yaitu memetik seluruh buah yang ada di pohon pada akhir panen. Semua
buah hasil petik bubuk, lelesan dan racutan direndam air panas 5 menit. Pengaturan naungan untuk menghindari kondisi pertanaman terlalu gelap yang sesuai bagi perkembangan BBK.

Pengendalian secara biologi: Menggunakan parasitoid Cephalonomia stephanoderis dan jamur patogen (Beauveria bassiana). Aplikasi B.bassiana dianjurkan dengan dosis 2,5 kg biakan padat per hektar selama tiga kali aplikasi per musim panen. Penggunaan tanaman yang masak serentak : Varietas USDA 230731 dan USDA 230762.

  • Bubuk Cabang (Xyloborus moliberus)

ü Menyerang/menggerek cabang dan ranting kecil 3 – 7 dari pucuk kopi.

ü Daun menjadi kuning dan rontok kemudian cabang akan mongering.

ü Pengendalian sama seperti pada hama bubuk buah.

  1. Penyakit
  • Penyakit Karat Daun

ü Penyebab adalah sejenis Cendawan.

ü Tanda serangan ada bercak-bercak merah kekuningan pada bagian bawah daun, sedangkan di permukaan daun ada bercak kuning. Kemudian daun gugur, ujung cabang muda kering dan buah kopi menjadi hitam kering dan kualitas tidak baik selanjutnya tanaman akan mati.

ü Pengendalian secara kultur teknis dengan menanam jenis kopi arabika yang tahan sepertio S 333, S 288 dan S 795 serta menjaga agar kondisi FungisidaDithane M-45 dengan dosis 2 gr/liter air.

  • Penyakit Bercak Daun Cercospora

Penyebab penyakit ini adalah jamur Cercospora coffeicola B.et Cke. C.coffeicola mempunyai konidium berbentuk gada, ukurannya ada yang pendek dan ada juga yang panjang. Konidia dibentuk pad permukaan bercak, berbentuk seperti tepung berwarna abu‐abu.

Gejala: Serangan dapat terjadi pada daun maupun pada buah. Pada daun yang sakit timbul bercak, mula‐mula berwarna kuning tapi bercak dikelilingi halo berwarna kuning. Pada buah yang terserang timbul bercak berwarna coklat, biasanya pada sisi yang lebih banyak menerima cahaya matahari. Pembusukan pada bagian yang berbecak dapat sampai ke biji sehingga dapat menurunkan kualitas.

Pengendalian: Secara kultur teknis, dengan memberi naungan yang cukup, pemupukan berimbang dan pengurangan kelembaban kebun melalui pemangkasan dan pengendalian gulma. Secara kimiawi, melalui penyemprotan dengan Bavistin 50 WP 0,2%, Cupravit OB 21 0,35%, Dithane M 45 80 WP 0,2%, Delsene MX 200 0,2% formulasi.

sumber :

https://daftarpaket.co.id/seva-mobil-bekas/

Persyaratan Tumbuh Tanaman Kopi

Persyaratan Tumbuh Tanaman Kopi

Persyaratan Tumbuh Tanaman Kopi

Secara ekonomis pertumbuhan dan produksi tanaman kopi sangat tergantung pada atau dipengaruhi oleh keadaan iklim dan tanah. Kebutuhan pokok lainnya yang tak dapat diabaikan adalah mencari bibit unggul yang produksinya tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit. Setelah persyaratan tersebut dapat dipenuhi, suatu hal yang juga penting adalah pemeliharaan, seperti: pemupukan, pemangkasan, pohon peneduh, dan pemberantasan hama dan penyakit.

  1. Iklim yang Cocok untuk Tanaman Kopi
  2. Persyaratan iklim kopi Arabika
  • Garis lintang 6-9o LU sampai 24o LS.
  • Tinggi tempat 1250 s/d 1.850 m dpl.
  • Curah hujan 1.500 s/d 2.500 mm/th.
  • Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 1-3 bulan.
  • Suhu udara rata-rata 17-21o C.
  1. Persyaratan iklim Kopi Robusta
  • Garis lintang 20o LS sampai 20o LU.
  • Tinggi tempat 300 s/d 1.500 m dpl.
  • Curah hujan 1.500 s/d 2.500 mm/th.
  • Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 1-3 bulan.
  • Suhu udara rata-rata 21-24o C.
  1. Pengaruh angin

Pohon tanaman kopi tidak tahan terhadap goncangan angin kencang, lebih-lebih dimusim kemarau. Karena angin itu mempertinggi penguapan air pada permukaan tanah perkebunan. Selain mempertinggi penguapan, angin dapat juga mematahkan dan merebahkan pohon pelindung yang tinggi, sehingga merusakkan tanaman di bawahnya.

  1. Tanah

Sehubungan dengan tanah ini yang penting untuk dipelajari terutama sifat fisik tanah dan sifat kimia tanah.

  1. Sifat fisik tanah untuk pertanaman kopi

Sifat fisik tanah meliputi: tekstur, struktur, air dan udara di dalam tanah. Tanah untuk tanaman kopi berbeda-beda, menurut keadaan dari mana asal tanaman itu. Pada umumnya tanaman kopi menghendaki tanah yang lapisan atasnya dalam, gembur, subur, banyak mengandung humus, dan permeable, atau dengan kata lain tekstur tanah harus baik. Tanah yang tekstur/strukturnya baik adalah tanah yang berasal dari abu gubung berapi atau yang cukup mengandung pasir. Tanah yang demikian pergiliran udara dan air di dalam tanah berjalan dengan baik. Tanah tidak menghendaki air tanah yang dangkal, karena dapat membusukkan perakaran, sekurang-kurangnya kedalaman air tanah 3 meter dari permukaannya. Akar tanaman kopi membutuhkanoksigen yang tinggi, yang berarti tanah yang drainasenya kurang baik dan tanah liat berat adalah tidak cocok. Sebab kecuali tanah itu sulit ditembus akar, peredaran air dan udara pun menjadi jelek.

Demikian pula tanah pasir berat, pada umumnya kapasitas kelembaban kurang, karena kurang dapat mengikat air. Selain itu tanah pasir berat juga mengandung N atau zat lemas. Zat lemas sangat dibutuhkan oleh tanaman kopi, terutama dalam pertumbuhan vegetatif. Hal ini dapat dibuktikan pada pertumbuhan tanaman di tanah-tanah hutan belantara hasilnya sangat memuaskan, karena humus banyak mengandung berbagai macam zat yang dibutuhkan untuk petumbuhan dan pembuahan.

Sebaliknya pada tanah-tanah yang ditanami kembali (tanaman ulang = replanting) pertumbuhan dan hasilnya kurang memuaskan. Maka apabila dipandang perlu tanaman ulang ini hendaknya diganti dengan tanaman yang tidak sejenis, karena tanaman yang berlainan kebutuhan zat makanan juga berbeda.

  1. Sifat Kimia Tanah

Sifat kimia tanah yang dimaksud di sini ialah meliputi kesuburan tanah dan PH. Di atas telah dikemukakan, bahwa tanaman menghendaki tanah yang dalam, gembur dan banyak mengandung humus.

Hal ini tidak dapat dipisahkan dengan sifat kimia tanah, sebab satu sama lain saling berkaitan. Tanah yang subur berarti banyak mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan produksi.

Tanaman kopi menghendaki reksi yang agak asam dengan PH 5,5 – 6,5. Tetapi hasil yang baik sering kali diperoleh pada tanaman yang lebih asam, dengan catatan keadaan fisisnya baik, dengan daun-daun cukup ion Ca++ untuk fisiologi zat makanan dengan jumlah makanan tanaman yang cukup. Pada tanah yang bereaksi lebih asam, dapat dinetralisasi dengan kapur tohor, atau yang lebih tepat diberikan dalam bentuk pupuk; misalnya serbuk tulang/Ca-(PO2) + Calsium metaphospat/Ca(PO2).

sumber :
https://www.sudoway.id/seva-mobil-bekas/

 

Peranan Pemerintah Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Peranan Pemerintah Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Peranan Pemerintah Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Peranan Pemerintah Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia
Dari uraian tentang beberapa permasalahan pendidikan secara khusus di atas, pemerintah telah memberikan beberapa solusi untuk mengatasinya. Solusi tersebut, yang akan saya paparkan, ada yang telah terlaksana dan ada yang dalam proses karena memiliki jangka waktu berkala atau menjadi sebuah terapan setiap tahunnya. Solusi permasalahan tersebut adalah :

 

1. Rendahnya Sarana Fisik

Pemerintah setiap tahunnya telah berusaha meningkatkan anggaran untuk pendidikan. Dan tentu saja sasarannya adalah agar seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati pendidikan yang bermutu dengan kondisi yang mendukung.

 

2. Rendahnya Kualitas Guru

Pemerintah mulai aktif dalam pemberian bekal, penyuluhan, lokakarya, dan sebagainya untuk meningkatkan kualitas pendidik di Indonesia. Terbukti saat ini seluruh Pegawai Negeri Sipil yang telah atau sedang mengajar, harus bergelar S1. Ini berarti, mau tidak mau bagi pengajar yang bergelar diploma harus menempuh pendidikan lanjutan untuk mendapat gelar Sarjana dan secara otomatis, mereka akan mendapatkan ilmu yang lebih pula. Dan diharapkan dengan kebijakan ini, pengajar di Indonesia dapat lebih meningkat kualitasnya.

 

3. Rendahnya Kesejahteraan Guru

Rendahnya kesejahteraan guru sangat berkaitan dengan rendahnya kualitas guru dan kualitas pendidikan di Indonesia. Pemerintah sendiri telah menjalankan program Sertifikasi Guru yang sasarannya adalah semua Pegawai Negeri Sipil lebih khususnya adalah guru. Sertifikasi ini tidak dilaksanakan dengan serentak namun secara berkala dengan maksud, guru yang pengangkatannya lebih lama mendapat giliran terlebih dahulu dan selanjutnya guru-guru lainnya.
Dengan diadakannya sertifikasi ini, kesejahteraan guru pun akan meningkat sekaligus kualitas mereka juga akan meningkat. Karena, bagi guru yang tidak lulus sertifikasi, akan diberikat diklat atau semacam pelatihan yang pada akhirnya akan lulus juga. Namun, bukan hanya sekedar lulus, tujuan dari diklat itu adalah memberikan bekal agar kualitas guru saat kembali mengajar semakin meningkat. Dengan demikian, dua masalah yang ada dapat diberikan suatu solusi sekaligus.

 

4. Rendahnya Prestasi Siswa

Untuk meningkatkan motivasi siswa agar prestasi mereka meningkat, pemerintah setiap tahunnya selalu meningkatkan standar kelulusan minimal yang harus dicapai siswa. Hal ini dimaksudkan agar dengan naiknya standar kelulusan minimal siswa dapat lebih rajin dan lebih giat lagi belajar untuk mencapai standar tersebut.

 

5. Mahalnya Biaya Pendidikan

Untuk masalah ini, pemerintah telah mencanangkan program BOS (Bantuan Operasinal Siswa). Dengan BOS, pendidikan di Indonesia dapat dinikmati oleh semua kalangan (walaupun masih sampai jenjang SMP). Namun, saat ini juga telah banyak lembaga-lembaga yang memberikan beasiswa untuk siswa yang berprestasi maupun untuk siswa yang tidak mampu. Dengan adanya hal itu, kerja sama antara pemerintah dengan pihak-pihak yang menyelenggarakan hal tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar dari siswa itu sendiri. Selain itu, adanya program ini tentu saja bukti realisasi dan keseriusan pemerintah agar seluruh rakyatnya dapat menikmati pendidikan.

 

6. Masalah Kurikulum

Untuk mengatasi masalah kurikulum yang ada, pemerintah telah berusaha untuk mengganti kurikulum yang dianggap kurang tepat dan kurang efisien dengan kurikulum baru yang dianggap lebih efisien. Contohnya pada tahun 2004, pemerintah telah mengganti kurikulum 1994 dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi, dan saat ini kurikulum sudah berganti menjadi KTSP (Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan).
Dari uraian sederhana di atas cukup memberikan bukti bahwa pemerintah tidak pernah main-main dalam urusan pendidikan di Indonesia terutama untuk pengingkatan kualitas pendidikannya. Walaupun pada kenyataannya kebijakan-kebijakan di atas memunculkan pro dan kontra di berbagai kalangan. Namun pemerintah terus berusaha dengan menerapkan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun tidak pernah menutup mata akan permasalahan-permasalahan pendidikan yanga ada saat ini. Butuh pemikiran yang sangat rumit untuk menyelesaikan dan mencari solusi terbaik dari masalah ini. Karena sudah pasti kebijakan pemerintah sekecil apaun akan menimbulkan pro dan kontra di berbagai pihak.
“Pendidikan ini menjadi tenggung jawab pemerintah sepenuhnya”, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai rapat kabinet terbatas di Gedung Depdiknas Jl. Jendral Sudirman, Jakarta, Senin (12/3/2007).

 

Langkah yang ditempuh pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, antara lain yaitu :

Langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah, yakni meningkatkan akses terhadap masyarakat untuk bisa menikmati pendidikan di Indonesia. Tolak ukurnya dari angka partisipasi.
Langkah kedua, mengatasi ketidakmerataan dalam akses pendidikan seperti ketidak merataan di desa dan kota, serta jender.
Langkah ketiga, meningkatkan mutu pendidikan dengan meningkatkan kualifikasi guru dan dosen serta meningkatkan nilai rata-rata kelulusan dalam Ujian Nasional.
Langkah keempat, pemerintah akan menambah jenis pendidikan di bidang kompetensi atau profesi sekolah kejuruan untuk menyiapkan tenaga siap pakai yang dibutuhkan.
Langkah kelima, pemerintah merencanakan pembangunan infrastruktur seperti menambah jumlah komputer dan perpustakaan sekolah.
Langkah keenam pemerintah juga meningkatkan anggaran pendidkan. Untuk tahun ini dianggarkan sebanyak 4,4 trilliun.
Langkah ketujuh, menggunakan teknologi informasi dalam aplikasi pendidikan.
Langkah terakhir adalah pembiayaan masyarakat miskin untuk bisa menikmati fasilitas pendidikan.

 

 

Sumber : https://bimbel.co.id/

Cara Budidaya Ubi Jalar Secara Organik

Cara Budidaya Ubi Jalar Secara Organik

Cara Budidaya Ubi Jalar Secara Organik

Cara Budidaya Ubi Jalar Secara Organik

Cara Budidaya Ubi Jalar, Tidak sulit menemukan tumbuhan ini di wilayah Indonesia khusunya di sepanjang pulau jawa,bahkan di daerah tertentu sudah menjadi sentral budidaya, misalnya di Batang dan Wonosobo Jawa Tengah.Petani senang budidaya ubi jalar karena harganya yang relatif stabil,tahan dengan beberapa penyakit, menjanjikan keuntungan yang tinggi selain itu juga membudidayakannya sangat mudah.Ubi jalar merupakan tanaman pangan yang diambil umbinya. Di beberapa tempat, daun ubi jalar dimanfaatkan sebagai sayuran. Tanaman ini tumbuh menjalar dan sangat cocok dibudidayakan di daerah tropis. Untuk jenis tertentu ada yang bagusnya tumbuh di ketinggian 600m dpl sampai 1000 mdpl.Oleh karena itu tidaklah berlebihan bila ubi jalar disebut Tanaman Mudah dibudidayakan Yang Mendatangkan Keuntungan Tinggi.

Ada tiga jenis ubi jalar (Ipomoea batatas L.) yang populer dibudidayakan di Indonesia, yaitu ubi jalar berwarna putih kecoklatan, merah dan ungu. Ketiga jenis ubi jalar tersebut memiliki varietas unggul dengan produktivitas tinggi. Beberapa varietas ubi jalar yang populer antara lain cilembu, ibaraki, lampeneng, georgia, borobudur, prambanan, mendut, dan kalasan.Sekarang yang lagi ngetrend dipasaran Ubi Jalar Jenis Ungu sebagai Herbal Penurun Tligiserid dan Kolestrol.
Cara Menanam Ubi Jalar

Budidaya ubi jalar cocok dilakukan di daerah tropis yang panas dan lembab. Suhu ideal bagi tanaman ini adalah 20-26oC dengan dengan curah hujan 750-1500 mm per tahun. Budidaya ubi jalar memerlukan penyinaran matahari sekitar 11-12 jam sehari.Selain itu juga dibutuhkan tanah yang gembur dan banyak mengandung unsur hara.

Di Indonesia, budidaya ubi jalar mencapai produktivitasnya yang paling optimal bila ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter dari permukaan laut. Namun, tanaman ini masih bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian di atas 1000 meter, hanya saja jangka waktu tanam hingga panen menjadi lebih panjang.Tanaman ini sangat baik ditanam saat berakhirnya musim penghujan hingga memasuki musim kemarau.

 

 

Penyediaan bibit

Penyiapan bibit pada budidaya ubi jalar bisa dilakukan dengan dua cara, yakni cara generatif dan vegetatif. Pertama adalah perbanyakan melalui umbi. Caranya pilih umbi berkualitas baik dan sehat, kemudian dibiarkan di tempat lembab dan teduh hingga keluar tunasnya.

Tunas yang keluar dari umbi dipotong dan siap untuk dibesarkan. Cara generatif jarang dilakukan dalam budidaya ubi jalar skala luas. Cara ini dipakai untuk memperbanyak bibit unggul dalam skala terbatas. Atau untuk mengembalikan sifat-sifat unggul sang induk.

Cara kedua adalah perbanyakan vegetatif dengan distek. Calon indukan diambil dari tanaman yang berumur di atas dua bulan dengan ruas yang pendek-pendek. Caranya, potong batang tanaman kira-kira sepanjang 15-25 cm. Pada setiap potongan minimal terdapat dua ruas batang. Pangkas sebagian daun-daunnya untuk mengurangi penguapan. Ikat batang yang telah distek tersebut dan biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh. Bila sudah mulai tumbuh akar pada batang bibit siap ditanam. Seleksi dengan cara buang batang yang busuk.

Perbanyakan dengan cara stek batang secara terus menerus akan menurunkan kualitas tanaman. Oleh karena itu, perbanyakan dengan stek hanya dianjurkan untuk 3-5 generasi penanaman.

 

Pengolahan tanah untuk budidaya ubi jalar

Kondisi tanah yang cocok untuk budidaya ubi jalar adalah tanah lempung berpasir, gembur, banyak mengandung hara dan memiliki drainase yang baik. Budidaya ubi jalar pada tanah kering dan retak-retak, akan menurunkan imunitas tanaman. Tanaman mudah terserang hama dan penyakit. Sebaliknya bila ditanam ditempat becek atau basah, umbinya akan kerdil, kadar serat tinggi, umbi mudah busuk dan bentuknya benjol.Bila ditanam pada daerah dengan curah hujan tinggi usahakan ditanam pada akhir musim penghujan.

Derajat keasaman tanah yang ideal untuk budidaya ubi jalar sekitar 5,5-7,5 pH. Tanaman ini tumbuh baik pada lahan tegalan atau bekas sawah. Pada lahan tegalan, budidaya ubi jalar cocok dilakukan diakhir musim hujan. Sedangkan untuk lahan sawah lebih cocok pada musim kemarau.

Budidaya ubi jalar relatif tidak membutuhkan pupuk yang banyak. Apalagi bila ditanam di lahan bekas sawah. Sebelum menanam ubi jalar, hendaknya tanah dibajak atau dicangkul supaya gembur. Kemudian bentuk bedengan setinggi 30-40 cm. Buat lebar bedangan 60-100 cm dengan jarak antar bedengan 40-60 cm. Panjang bedengan mengikuti bentuk lahan.

Untuk budidaya ubi jalar secara organik, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk kandang yang bagus adalah campuran kotoran ayam dan sapi atau kambing yang telah matang. Campurkan pupuk pada saat pembuatan bedengan dengan dosis 20 ton per hektar.{baca Cara Membuat Pupuk Bokashi}

 

 

Penanaman ubi jalar

Ubi jalar ditanam dengan cara membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan jarak antar baris 40 cm. Dibutuhkan sekitar 36 ribu batang untuk lahan seluas satu hektar.

Di awal pertumbuhan usahakan jaga kelembaban tanah. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari pada stek yang baru ditanam. Penyiraman bisa dihentikan setelah tanaman terlihat tumbuh, yang dicirikan dengan keluarnya daun baru.

 

 

Pemeliharaan Tanaman

Tanaman ubi adalah tanaman yang tahan kekeringan. Intensitas hujan dua minggu sekali sudah cukup memberikan asupan air. Sehingga relatif tidak memerlukan penyiraman secara terus menerus.

Setelah 2-3 minggu penanaman, periksa keseluruhan tanaman. Apabila terdapat tanaman yang gagal tumbuh segera sulam dengan tanaman baru. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati dan menggantinya dengan stek batang yang baru.

Pada umur 4 minggu setelah tanam, lakukan pembongkaran tanah di kiri dan kanan tanaman, radius10 dari tanaman. Hal ini dimaksudkan supaya akar tanaman tidak menjalar kemana-mana sehingga umbi terkonsentrasi pada jalur penanaman. Aktivitas ini dilakukan sekaligus dengan menyiangi gulma.

Pada umur 6-8 minggu setelah tanam, tanah yang dibongkar tadi kemudian ditutup kembali sambil merapikan akar-akar yang menjalar keluar dari jalur penanaman. Kegiatan perapihan akar ini penting karena jika menjalar kemana-mana, umbi yang dihasilkan tidak akan terlalu besar. Jika akar tidak ditertibkan, bisa jadi umbinya banyak namun ukurannya kecil-kecil.

 

 

Cara Memanen

Pemanenan ubi jalar bisa dilakukan pada umur 3,5-4 bulan. Perhatikan cuaca saat menjelang panen, atau umur tanaman di atas 3 bulan. Umbi siap panen yang tiba-tiba tertimpa hujan deras biasanya akan membusuk. Hal ini terjadi pada budidaya ubi jalar yang dilakukan di musim kemarau. Apabila terjadi hal tersebut segera lakukan pemanenan, maksimal 7 hari setelah hujan.

Panen dikatakan berhasil jika tiap satu bibit yang ditanam minimal menghasilkan 1 kg umbi. Secara umum tanaman ubi jalar yang baik dan tidak terserang hama akan menghasilkan umbi lebih dari 25 ton per hektar. Bahkan pada ubi jalar varietas tertentu seperti kalasan bisa menghasilkan hingga 30-40 ton per hektar.

Setelah dipanen, ubi jalar dicuci dan disortir kemudian masukkan dalam karung dan simpan ditempat kering sebelum dijual ke pasar. Demikian info bisnis rumahan, untuk ubi jalar jenis ungu sekarang banyak sekali permintaan pasar, karena Bisa Menjadi Herbal Penyembuh Penyakit Jantung Koroner Menurunkan Kolestrol Jahat.

 

 

Sumber : https://anekabudidaya.com/

Peranan Pemerintah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Menurut UUD

Peranan Pemerintah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Menurut UUD

Peranan Pemerintah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Menurut UUD

Peranan Pemerintah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Menurut UUD

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945) mengamanatkan bahwa Pemerintah Negara Indonesia harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dengan demikian, Pemerintah diwajibkan untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional bagi seluruh warga negara Indonesia.

 

 

Sistem Pendidikan Nasional

Harus mampu menjamin pemerataan kesempatan dan peningkatan mutu pendidikan, terutama bagi anak-anak, generasi penerus keberlangsungan dan kejayaan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai paket program pendidikan sebagai impelementasi penggunaan anggaran pendidikan 20% dari APBN, utamanya di daerah-daerah tertinggal masih sangat minim dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat. Program-program yang dibuat oleh pemerintah seringkali hanya program tambal sulam (incremental) dan tidak berkelanjutan (sustainable).

Banyaknya sekolah, utamanya sekolah dasar yang dalam kondisi rusak berat dan hanya direhabilitasi melalui Biaya Orientasi Sekolah (BOS) dan berbagai paket program sejenis lainnya, tidaklah menjadikan sarana dan prasarana pendidikan tersebut menjadi lebih baik. Banyaknya sekolah dasar yang rusak tersebut menyebabkan anak-anak usia pendidikan dasar tidak merasa nyaman dalam proses pembelajaran. Padahal untuk anak-anak usai tersebut, dukungan sarana dan prasarana yang memadai amat dibutuhkan guna menunjang keberhasilan pendidikannya. Pemerintah memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia, utamanya mulai dari ketersediaan sarana dan prasarana minimal berupa gedung sekolah yang layak, hingga sampai pada ketersediaan berbagai fasilitas pendukung pendidikan lainnya.

Bagi sekolah-sekolah yang berada di perkotaan, sekolah yang rusak berat dan masih belum direhabilitasi sangat banyak ditemui, apalagi di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Dengan kata lain, sekolah-sekolah diperkotaan saja kondisinya masih demikian, apalagi di pelosok Indonesia. Selain ketersediaan sarana dan prasarana fisik dan berbagai fasilitas pendukung pendidikan lainnya yang masih terbatas dan belum menjangkau seluruh wilayah NKRI, kurikulum pendidikan dasar pun menjadi permasalahan. Kurikulum yang seringkali berubah seiring dengan pergantian rezim pemerintahan menyebabkan anak-anak usia sekolah dasar menjadi korbannya. Anak-anak usia sekolah dasar merupakan anak-anak yang mind set berfikirnya belum terbentuk, anak-anak tersebut masih dalam tahap amati dan tiru, belum sampai tahap modifikasi. Selain itu, beban kurikulum yang berat menyebabkan anak-anak kehilangan kreativitasnya karena hanya dibebani dengan mata pelajaran yang terkonsep dan berpola baku secara permanen. Artinya, apa yang di dapat di sekolah, itulah yang ada pada dirinya, tanpa kecuali.

 

 

Pemerintah Harus Menyadari Anak Investasi Masa Depan

Pemerintah harus menyadari bahwasannya anak-anak merupakan investasi masa depan sebuah bangsa. Merekalah yang kelak akan mengisi ruang-ruang proses berbangsa dan bernegara. Wajar saja ketika banyak orang menyerukan bahwa anak adalah bibit-bibit atau tunas yang harus diperhatikan dan dirawat dengan baik. Merekalah pewaris masa depan, tulang punggung dan harapan bangsa dan negara ada di pundak mereka. Namun, harapan itu ternyata masih membentur tembok yang sangat besar. Ternyata masih banyak di temukan anak-anak kurang mampu harus berhenti sekolah karena tidak memiliki biaya. Sering dijumpai bahwa anak-anak Indonesia harus dipaksa mengemis demi menghidupi keluarga, melakukan tindak kriminal dan terlantar karena ketimpangan ekonomi. Tidak jarang pula anak-anak seringkali menghadapi bentuk-bentuk kekerasan baik fisik maupun non fisik. Padahal, anak-anak Indonesia harusnya berada di rumah, belajar dengan baik dan menikmati tugas-tugas bagi tumbuh kembang diri mereka. Disinilah peran pemerintah harus ditingkatkan dalam rangka peningkatan pendidikan anak-anak Indonesia.

 

 

Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter merupakan proses pemberian tuntunan peserta/anak didik agar menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga, serta rasa dan karsa. Peserta didik diharapkan memiliki karakter yang baik meliputi kejujuran, tanggung jawab, cerdas, bersih dan sehat, peduli, dan kreatif. Pemerintah melalui Kemendiknas meluncurkan sebuah program pendidikan, yang dikenal dengan Pendidikan Karakter. Dominasi ranah kognitif dan psikomotorik harus dikurangi, ranah afektif sudah seharusnya menjadi fokus utama. Sehingga terbentuklah manusia-manusia yang berkarakter luhung, berbudi pekerti tinggi. Manusia-manusia seperti inilah yang diharapkan mampu membawa bangsa Indonesia menjadi jauh lebih baik, menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya tinggi. Pendidikan karakter dibutuhkan untuk mencegah setiap perbuatan-perbuatan yang tidak baik yang dapat merusak pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, semua peran sangat dibutuhkan untuk memajukan sistem pendidikan di Indonesia agar pendidikan di Indonesia mengalami pemerataan, peningkatan dan perubahan yang signifikan. Pendidikan Karakter bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang hal yang baik dan buruk, kemudian membuat hal yang baik menjadi suatu kebiasaan.

Budaya ini harus dipelihara agar pendidikan di Indonesia berkembang dan bisa menjadi daya saing bagi pendidikan lainnya secara global. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia dan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka Pemerintah telah berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Tetapi kenyataan belum cukup dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

 

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Peranan Perpustakaan

Peranan Perpustakaan

Peranan Perpustakaan

Setiap perpustakaan dapat mempertahankan eksistensinya apabila dapat menjalankan peranannya. Secara umum peran – peran yang dapat dilakukan adalah :

  1. a)Sebagai Pusat Informasi

Perpustakaan merupakan salah satu tempat yang memiliki peranan penting dalam memberikan suatu informasi. Hal ini dikarenakan sebuah perpustakaan pastinya mempunyai koleksi buku tidak hanya satu,bisa ratusan atau bahkan berpuluh-puluh ribu. Yang di dalamnya terdapat berbagai macam jenis buku, seperti karya umum, filsafat, ensiklopedi dan lain-lain. Tidak hanya buku, perpustakaan sekarang juga dilengkapi dengan adanya koleksi majalah, koran ataupun artikel yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan juga ilmu.

  1. b)Sebagai Pusat Inovasi

Perpustakaan sebagai tempat tersimpannya berbagai informasi yang dulu hanya sebagai tempat penyimpanan buku semata,kini juga sebagai tempat untuk tumbuhnya ide-ide yang kreatif. Dari ide-ide kreatif itulah dapat tercipta suatu karya yang apat bermanfaat bagi orang lain. Dan dari karya para pengguna perpustakaan inilah nantinya dapat pila muncul suatu wacana atau pun gagasan yang dapat dibaca dan digunakan oleh orang lain. Contohnya bila kita membaca tentang buku pembudidayaan jamur. Jika orang tersebut adalah seorang yang kreatif, maka dari membaca buku itu bisa saja muncul ide untuk membudidayakan jamur dan dapat membuka lapangan pekerjaan yang tentunya berguna bagi orang lain.

  1. c)Sebagai Pusat Sumber Belajar

Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sistematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada.  Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.[5]

Fungsi Pendidikan Perpustakaan merupakan sarana pendidikan nonformal dan informal. Artinya perpustakaan merupakan tempat belajar diluar bangku sekolah maupun dalam lingkungan pendidikan.

Untuk memelihara efisiensi danefektivitas proses belajar mengajar. Dengan adanya perpustakaan di sebuah sekolah atauperguruan tinggi dapat membantu pengguna perpustakaan bisa lebih cepat dalam membantu mencariliteratur atau bahan untuk proses pembelajaran. Sehingga masyarakat dimana perpustakaan itu berada dapat mendapatkan informasi yang cepat dan akurat denganadanya perpustakaan tersebut.

Untuk memberikan kemudahan bagi proses belajarmengajar dimana perpustakaan itu berada, kemudahan itu antara lain:

  • Kemudahan mencari informasi
  • Kemudahan mencari bahan pembelajaran
  • Kemudahan menemukan buku yang tidak dijual di toko buku[6]

baca juga :

 Penggunaan Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar Bahasa Arab

 Penggunaan Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar Bahasa Arab

 Penggunaan Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar Bahasa Arab

Perpustakaan merupakan pusat sarana akademisi. Perpustakaan menyediakan bahan-bahan pustaka berupa barang cetakan seperti buku, majalah/jurnal ilmiah,peta, surat kabar, karya-karya tulis berupa monograf yang belum diterbitkan, serta bahan-bahan non cetakan seperti micro-fishmicro film, dll. Oleh karena itu, perpustakaan dapat dmanfaatkaan oleh pelajar, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang keilmuan baik untuk tujuan akademisi.

Sumber belajar pada hakikatnya merupakan komponen sistem intruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan, yang mana hal itu dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan memungkinkan (memudahkan) terjadinya proses belajar. Untuk menjamin bahwa sumber belajar tersebut adalah sebagai sumber belajar yang cocok, sumber tersebut harus memenuhi ketiga persyaratan sebagai berikut:

    à  Harus dapat tersedia dengan cepat

    à  Harus memungkinkan siswa untuk memicu diri sendiri

    à  Harus bersifat individual, misalnya harus dapat memenuhi berbagai kebutuhan para siswa dalam belajar mandiri.

Sumber  belajar dapat berasal dari berbagai bentuk misalnya orang juga dapat menjadi sumber belajar, yakni ketika staf pengajar menyediakan diri sebagai manusia sumber yang dapat tersedia setiap saat sehingga dapat memecahkan berbagai kesulitan siswa secara individual. Begitu juga tempat tertentu dapat dijadikan sumber belajar, contohnya adalah perpustakaan yang bisa digunakan. Setiap saat saperti yang diuraikan sebelumnya.

Begitu juga dalam pembelajaran bahasa  arab perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar karena menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung dalam proses pembelajaran bahasa Arab.

Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan keterampilan sebagai berikut.[4]

  1. a)Keterampilan mengumpulkan informasi, yang meliputi keterampilan:

Ø  mengenal sumber informasi dan pengetahuan

Ø  menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indeks

Ø  menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti kamus, buku tahunan dan lain-lain.

  1. b)Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti:

Ø  memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah

Ø  mendokumentasikan informasi dan sumbernya

  1. c)Keterampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi,  seperti:

Ø  memahami bahan yang dibaca

Ø  membedakan antara fakta dan opini

Ø  menginterpretasi informasi baik yang saling mendukung maupun berlawanan.

  1. d)Keterampilan menggunakan informasi, seperti :

Ø  memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah

Ø  menggunakan informasi dan diskusi

Ø  menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.

 

sumber :

https://daftarpaket.co.id/seva-mobil-bekas/