PKS desak Mendikbud usut nama LHI di soal ujian

PKS desak Mendikbud usut nama LHI di soal ujian

PKS desak Mendikbud usut nama LHI di soal ujian

PKS desak Mendikbud usut nama LHI di soal ujian
PKS desak Mendikbud usut nama LHI di soal ujian

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

, Fahri Hamzah meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengusut materi soal Ujian Kenaikan Kelas (UKK) yang berisi tentang mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).

“Kalau itu soal dari pusat, enggak bener Mendikbud. Saya kira Mendikbud

harus mengusut itu,” tegas Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Kata dia, dengan menaruh nama LHI di dalam soal ujian maka Mendikbud telah melakukan kesalahan besar, karena dengan adanya masalah itu bisa membuat citra partai politik (Parpol) menjadi buruk di masyarakat.

Jangan institusi negara (Mendikbud) dipakai untuk mem-black mail parpol

, parpol adalah masa depan kita, jadi institusi negara tidak boleh mem-black mail,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam ujian Bahasa Indonesia kelas XI sebuah SMK di Kabupaten Bogor terdapat soal yang menuliskan tentang penyitaan mobil milik LHI.

 

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/ciri-ciri-tumbuhan-paku/

Hukum, Hikmah dan Kadar zakat fitrah

Hukum, Hikmah dan Kadar zakat fitrah

Hukum, Hikmah dan Kadar zakat fitrah

Hukum, Hikmah dan Kadar zakat fitrah
Hukum, Hikmah dan Kadar zakat fitrah

Hukum Zakat Fitrah

Untuk menjelaskan hukum zakat fitrah ini, anda bisa melihat dalil dalil dibawah ini:
Dalil yang pertama yaitu Al-quran surat Al-A’la ayat 14-15 yang artinya:
“Sungguh berbahagialah orang yang mengeluarkan zakat (fitrahnya), menyebut nama Tuhannya (mengucap takbir, membesarkan Alloh) lalu ia mengerjakan sholat (iedul fitri)”.

Hadits

Menurut riwayat Ibnu Khuzaimah, ayat diatas diturunkan berkaitan dengan zakat fitrah, takbir hari raya, dan sholat ied (hari raya). Menurut Sa’id Ibnul Musayyab dan Umar bin Abdul Aziz: “Zakat yang dimaksudkan oleh ayat ini adalah zakat fitrah”. Menurut Al-Hafidh dalam “Fathul Baari”: “Ditambah nama zakat ini dengan kata fitri karena diwajibkan setelah selesai mengerjakan shaum romadhon.”

Lebih tegas lagi dalil tentang wajibnya zakat fitrah dalam sebuah hadits yang diterima oleh Ibnu Abbas yang artinya:
“Rosululloh SAW telah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang shaum dari segala perkataan yang keji dan buruk yang mereka lakukan selama mereka shaum, dan untuk menjadi makanan bagi orang orang yang miskin. (H.R. Abu Daud)

Dengan hadits diatas jelas dan tegaslah bahwa hukum membayar zakat fitrah itu fardhu (wajib) ditunaikan oleh umat islam untuk membersihkan dan mensucikan diri serta membantu jiwa-jiwa kelaparan karena dibelit kemiskinan.

Hikmah Disyariatkan Zakat Fitrah

Zakat fitrah disyariatkan pada bulan Sya’ban tahun kedua hijrah sebagai penyuci bagi orang yang shaum dari perbuatan ataupun perkataan yang sia-sia dan dari perkataan-perkataan keji yang mungkin telah dilakukan pada saat menjalankan ibadah shaum. Hikmah lainnya juga sebagai penolong bagi orang-orang miskin agar dapat merasakan kebahagiaan pada saat Iedul fitri.

Kadar (Prosentase/Ukuran) Zakat Fitrah

Ukuran zakat fitrah yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim adalah sebanyak satu Sha’ dari makanan pokok. hal ini sesuai dengan dua hadits berikut ini yang artinya:

“Kami mengeluarkan (zakat fitrah) di zaman Rosululloh SAW pada iedul fitri sebanyak satu Sha’ dari makanan”. (H.R. Bukhari) “Adalah kami (para sahabat) di masa Rosululloh SAW mengeluarkan zakat fitrah satu sha’ makanan atau satu sha’ tamar (kurma), atau satu sha’ sya’ir (padi belanda), atau satu sha’ aqith (susu yang telah kering yang tidak diambil buihnya, atau semacam makanan yang terbuat dari susu, dimasak, sesudah itu dibiarkan lalu diletakkan di kain perca agar menetes kebawah), atau satu sha’ zahib (kismis)”. (H.R. Bukhari)

Hadits diatas menyatakan bahwa kadar zakat fitrah itu satu sha’ makanan. Pada hadits diatas makanan yang dimaksud adalah: tamar, sya’ir, zabib, dan aqith. Itulah jenis makanan yang dikeluarkan untuk zakat fitrah pada masa Rosululloh SAW.

Baca Juga: 

Kumpulan Dalil Tentang Zakat

Kumpulan Dalil Tentang Zakat

Kumpulan Dalil Tentang Zakat

Kumpulan Dalil Tentang Zakat
Kumpulan Dalil Tentang Zakat

Dalil Tentang Zakat

Kata zakat didalam Al-Quran terdapat pada 26 ayat yang tersebar pada 15 surat. Ayat dan surat tersebut yaitu sebagai berikut:
Didalam Q.S Al Baqoroh ayat: 42, 84, 110, 177, 277.
Didalam Q.S Annisa ayat: 77 dan 162.
Didalam Q.S Al-Maidah ayat: 12 dan 55.
Didalam Q.S Al-A’raaf ayat: 156.
Didalam Q.S At-Taubah ayat: 5, 11, 18, dan 71
Didalam Q.S Al-Anbiya ayat: 73
Didalam Q.S Al-Hajj ayat: 41 dan 78.
Didalam Q.S An-Nur ayat: 37 dan 56.
Didalam Q.S Annaml ayat: 3.
Didalam Q.S Luqman ayat: 4.
Didalam Q.S Al-Ahzab ayat: 37.
Didalam Q.S Fushilat ayat: 7.
Didalam Q.S Al-Mujadillah ayat: 13.
Didalam Q.S Al Muz’amil ayat: 20.
Didalam Q.S Al-Bayyinah ayat: 5.
Silahkan anda buka Al-Quran lalu cari ayat-ayat tersebut diatas untuk memastikannya, jangan lupa juga baca terjemahnya. Selengkapnya tentang dalil tentang zakat anda bisa lihat dibawah ini:

Dalil Wajib Zakat

Berikut ini adalah dalil dalil yang menunjukkan mewajibkan kita untuk berzakat:

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Alloh maha mendengar lagi maha mengetahui”. (Q.S At-Taubah ayat 103)

Juga hadits riwayat muttafaqun alaihi yang artinya: “Islam didirikan diatas lima dasar: Mengikrarkan bahwa tidak ada tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah utusan Alloh, mendirikan sholat, membayar zakat, menunaikan haji, dan berpuasa pada bulan Romadhon”. (H.R. Muttafaq ‘alaih)

Dari dalil dalil diatas jelaslah bahwa zakat itu benar perintah Alloh SWT. Oleh karena itu kita harus tunduk dan mengikuti perintah Alloh yang satu ini, apalagi zakat adalah termasuk rukun islam yang ke 3.

Dalil Zakat Fitrah

“Sungguh berbahagialah orang yang mengeluarkan zakat (fitrahnya), menyebut nama Tuhannya (mengucap takbir, membesarkan Alloh) lalu ia mengerjakan sholat (iedul fitri)”. (Q.S. Al-A’la ayat 14-15)

“Rosululloh SAW telah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang shaum dari segala perkataan yang keji dan buruk yang mereka lakukan selama mereka shaum, dan untuk menjadi makanan bagi orang orang yang miskin. (H.R. Abu Daud)

Dalil dalil diatas menunjukkan wajibnya zakat fitrah untuk setiap orang muslim.

Dalil Zakat Harta/Mal

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ. يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ
Artinya: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allâh, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya, (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. (QS. at-Taubah/9:34-35)

Ayat diatas menerangkan tentang siksaan yang diberikan kepada orang-orang yang menyimpan harta tapi tidak mau menafkahkannya pada jalan Alloh (berzakat). Dengan demikian ayat ini juga menunjukkan bahwa zakat harta atau zakat mal itu wajib hukumnya.

Dalil Golongan Yang Berhak Menerima Zakat

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu´allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Itulah dalil yang menerangkan siapa saja yang berhak menerima zakat, yaitu orang fakir, orang miskin, Amilin, Muallaf, Riqob, Ghorimin, Fii Sabilillah, dan Ibnu sabil.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/5-rukun-nikah-dalam-islam-yang-harus-diketahui/

Hukum Mengeluarkan Zakat

Hukum Mengeluarkan Zakat

Hukum Mengeluarkan Zakat

Hukum Mengeluarkan Zakat
Hukum Mengeluarkan Zakat

Hukum Zakat

Mengeluarkan zakat hukumnya wajib dan zakat termasuk rukun islam melengkapi syahadat, sholat, shaum dan haji. Hal ini jelas sekali diterangkan pada ayat-ayat dan hadits berikut ini:

Al-Qur’an

“Dirikanlah oleh kalian sholat dan keluarkanlah zakat dan ruku lah bersama orang-orang yang ruku”. (Q.S. Al-Baqoroh: 43)

(Q.S. Al-Anbiya: 73)

“Dan kami jadikan mereka ketua-ketua yang memimpin manusia dengan perintah kami, dan kami wahyukan kepada mereka perbuatan-perbuatan baik yang mendirikan sholat dan mengeluarkan zakat dan mereka orang-orang yang beribadah kepada kami”.

“Dan ia jadikan aku orang berbakti dimana saja aku berada dan ia wajibkan aku sembahyang dan zakat selama aku hidup”. (Q.S. Maryam: 31)

“Dan ia menyuruh ahlinya mendirikan sholat dan mengeluarkan zakat dan adalah ia seorang yang diridhoi tuhannya”. (Q.S. Maryam: 55)

“Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Alloh maha mendengar lagi maha mengetahui”. (Q.S. At-Taubah: 103)

Hadits

“Dari Abu Hurairah r.a. Sesungguhnya seorang arab datang kepada Nabi SAW. Lalu bertanya, “Tunjukkanlah kepadaku atas amal amal yang jika aku mengamalkannya aku akan masuk surga,” Rosululloh SAW menjawab, “Beribadahlah engkau kepada Alloh SWT jangan menyekutukan-Nya sedikitpun, engkau mendirikan sholat maktubah, engkau menunaikan zakat mafrudhoh, dan engkau laksanakan shaum ramadhan,” Ia berkata, “Demi yang jiwaku di genggaman-Nya, aku tidak akan menambah atas ini. Dan ketika orang itu pergi, Rosululloh SAW bersabda, “Siapa yang ingin melihat seorang ahli surga, lihatlah orang ini.” (H.R. Al bukhori)

“Islam didirikan diatas lima dasar: Mengikrarkan bahwa tidak ada Tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah utusan Alloh, mendirikan sholat, membayar zakat, menunaikan haji, dan berpuasa pada bulan Romadhon”. (H.R. Mutafaqun Alaihi)

Berdasarkan ayat ayat dan hadits hadits diatas jelas sekali bahwa zakat itu merupakan ibadah mahdhoh yang sejajar dengan sholat. Artinya zakat itu adalah ibadah wajib yang harus kita ta’ati dan tidak boleh kita meninggalkannya (zakat).

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-teks-khutbah-nikah-bahasa-arab-latin-dan-terjemahannya/

Model Teori Management SDM

Model Teori Management SDM

Model Teori Management SDM

Model Teori Management SDM
Model Teori Management SDM

Ada tiga teori utama management SDM yang hingga kini masih terpakai di dalam dunia usaha, diantaranya adalah:

Teori Management Tradisional

Teori ini berkembang pada abad 19 yang menitikberatkan pada bagaimana para pegawai/karyawan untuk mematuhi/mengikuti langkah-langkah yang sudah ditetapkan bagi pelaksanaan pekerjaan mereka. Para bawahan tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan kreatifitas, kemandirian, melainkan hanya dilatih untuk menjadi setia dan loyal. Dua konsep utama yang merupakan pusat model tradisional ini adalah: (a) Ketertiban dan stabilitas (orderliness) dan (b) kewenangan yang didasarkan pada kemampuan.

 

Teori Human Relations

Teori ini merupakan pengembangan dan penggabungan dari teori model tradisional dimana management harus berhubungan dengan manusia seutuhnya daripada hanya ketrampilan dan bakat. Dengan demikian penekanan pada unsur manusia selalu dikaitkan dengan hasil yang lebih baik, produksi yang lebih tinggi, efisiensi yang meningkat,dan efektifitas yang meningkat.

 

Teori Human Resources Management

Teori ini berangkat dari pemahaman dasar atas kebutuhan dasar manusia sesuai dengan teori Abraham Maslow (1> Basic physical needs, 2> Safety and security needs, 3> Need to belong – to be wanted and loved, 4>Need for achievement, status, and self-esteem, 5> Self actualization) sehingga pengakuan luar kurang penting ketimbang kepuasan bathiniah. Model ini menekankan bahwa jika menginginkan performansi suatu bagian lebih baik, maka seorang manager harus lebih baik banyak memanfaatkan seoptimal mungkin sumber daya bawahannya.

Baca Juga : 

Penghormatan pada Karl Lagerfeld

Penghormatan pada Karl Lagerfeld

Penghormatan pada Karl Lagerfeld

Penghormatan pada Karl Lagerfeld
Penghormatan pada Karl Lagerfeld

Dunia mode memberi penghormatan kepada Karl Lagerfeld

Yang meninggal pada usia 85, setelah berjuang melawan penyakit kanker pankreas.

Ketika berita kematiannya mulai beredar di dunia mode, pengagum kaget langsung membanjiri media social, termasuk selebritis dunia. Victoria Beckham mengaku terpukul atas berpulangnya salah satu ikon fashion dunia itu. Melalui Instagram, dia mengaku sedih.

“Sangat sedih mendengar ini. Karl adalah seorang jenius dan selalu begitu baik dan murah hati kepada saya baik secara pribadi maupun profesional. MENINGGAL DUNIA,” kata penyanyi yang merambah dunia fashion itu.

Model Gigi Hadid pun ikut berduka.

Kematian Lagerfeld membuatnya tidak bisa berkata apa-apa. Maklum, Lagerfeld telah memberi pengalaman untuknya di dunia mode.

“Saya sangat patah hati sehingga saya hampir tidak memiliki kata-kata. Tidak akan pernah ada Karl Lagerfeld. Setiap detik bersamamu adalah suatu kehormatan, kegembiraan, dan inspirasi. Aku berharap bisa memberimu satu pelukan terakhir. Aku mencintaimu, Karl, terima kasih atas segalanya. Istirahat dengan damai,” kata Hadid.

Presenter Myleene Klass sangat setuju dengan sosok Lagerfeld

Yang memberi sentuhan manis pada dunia fashion. “Karl Lagerfeld, seorang pria yang bakatnya saya puja. Selamat tinggal di Titan dunia mode,” tulisnya di media social.

Berpulangnya Lagerfeld membuat model Alexa Chung berharap salah satu ikon fashion dunia itu bisa beristirahat dengan tenang.

“Beristirahatlah dengan tenang, Karl. Saya ingat begitu takut untuk mewawancarai Anda, tetapi Anda sebenarnya sangat cerdas dan dermawan. Terima kasih telah mengundang saya ke beberapa pengalaman paling glamor dalam hidup saya, itu suatu kehormatan untuk mengenal Anda. Oh ya dan terima kasih atas tip sampo keringnya, akan selalu memikirkanmu saat aku mengeringkan wigku,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Penyanyi Lily Allen mengaku jika Lagerfeld membuatnya menjadi seorang putri. Sentuhan Lagerfeld mampu membuat siapa saja menjadi beda dan tentunya lebih cantik. Dia pun bersyukur bisa bekerja sama dengannya.

“Kamu membuatku merasa seperti seorang putri. Saya tidak pernah benar-benar mengerti apa yang Anda lihat dalam diri saya, tetapi saya selamanya bersyukur atas dukungan yang Anda dan Chanel telah berikan kepada saya selama 15 tahun terakhir. Rest In Peace Karl, kau jenius sejati dan akan sangat dirindukanm,” tutur Allen.

Sumber : https://www.modelbajumuslimbatik.com/

Forecasting Sumber Daya Manusia

Forecasting Sumber Daya Manusia

Forecasting Sumber Daya Manusia

Forecasting Sumber Daya Manusia
Forecasting Sumber Daya Manusia

Ada beberapa metode forecasting sumber daya manusia yang dikenal, yaitu:

Inkrementalisme

(atau dekrementalisme) merupakan metode perkiraan yang memproyeksikan perubahan-perubahan garis lurus dalam kebutuhan pegawai berdasarkan fluktuasi anggaran.

 

Collective opinion

Teknik ini meliputi pengumpulan informasi dari berbagai sumber didalam dan diluar organisasi dan kemudian mencapai kesepakatan kelompok mengenai penafsiran data tersebut.

 

Categorical and Cluster forecasting

Teknik kategori ini memperkirakan kebutuhan lebih lanjut untuk berbagai kelompok kedudukan dan teknik kluster ini memperkirakan kelompok-kelompok bersama kedudukan tersebut dengan syarat dan tuntutan akan ketrampilan umum. Ini sering dipakai dalam organisasi yang besar.

 

Modeling,

Metode ini menggunakan matematis dan komputer dimana para manager harus menggunakan teknik-teknik model untuk memperkirakan permintaan dan penawaran sumber daya manusia. Asumsi ini didasarkan pada keadaan ekonomi, perkembagan teknologi, sistem pendidikan, persaingan para majikan, sifat dasar pasar tenaga kerja, sistem kompensasi, jumlah lowongan dan praktek rekruitmen.

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT DENGAN NILAI (UANG)

HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT DENGAN NILAI (UANG)

HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT DENGAN NILAI (UANG)

HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT DENGAN NILAI (UANG)
HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT DENGAN NILAI (UANG)

Hukum Zakat

Hukum asal zakat adalah mengeluarkan zakat sesuai dengan yang telah ditentukan oleh syariat, akan tetapi diperbolehkan jika dia tidak bisa mendapatkan batasan zakat yang dikeluarkan atau memang ada kondisi yang mendesak maka diperbolehkan mengeluarkan zakat senilai kadar zakat yang harus dikeluarkan.
Hal ini berdasarkan dalil nash, atsar dan dalil analogis sebagai berikut:

a. Dalil Nash

Yaitu berdasarkan surat Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu yang disebutkan di dalamnya:
“Orang yang berkewajiban membayar zakat dengan bintu makhad akan tetapi dia tidak memilikinya, sedangkan dia memiliki bintu labun, maka diperbolehkan baginya untuk membayar zakat dengannya dan diterima dengan syarat orang muzakki menambah dengan dua ekor kambing atau senilai dua puluh dirham.”
Dari sini, kita mengetahui bolehnya mengganti dua ekor kambing dengan dirham.

b. Dalil Atsar

– Atsar Thawus bahwa Muadz radhiyallahu ‘anhu ketika di Yaman berkata, “Berikanlah kepadaku gamis atau pakaian lainnya yang aku ambil dari kalian sebagai ganti sedekah, hal itu lebih mudah bagi kalian dan lebih baik untuk kaum Muhajirin di Madinah.”
Dalam sanad hadits ini terdapat sanad yang terputuus kemudian Imam Bukhari menyebutkan secara ta’liq dengan lafal jazm dan memberikan bab khusus.
Thawus adalah imam di Yaman dan orang yang lebih tahu dengan keadaan Muadz radhiyallahu ‘anhu. Beliau dekat dengan masa-masa periwayatan haditsdan berguru-kepada guru-guru yang adil. Semua indikasi penguat ini menunjukkan bahwa atsar di atas bisa diterima.
– Atsar Mu’awiyah, beliau berkata mengomentari tepung dari Syam:
“Aku berpendapat bahwa dua mud tepung dari Syam menyamai satu sha’ kurma” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Kesetaraan ini diukur dengan nilai.

c. Dalil Analogis

Ketika tidak mendapatkan kadar zakat tertentu yang harus dikeluarkan, maka maslahat muzakki harus diperhatikan, sehingga ia tidak dibebani membeli kadar zakat tertentu yang harus dikeluarkan, sebagaimana pula ketika orang fakir sangat membutuhkan maka harus diperhatikan maslahatnya dengan memberukan nilainya. Pendapat ini pendapat yang dipilih oleh syaikhul islam Ibnu Taimiyah. Wallahu a’lam.

Baca juga: 

ZAKAT PROFESI DAN KETENTUANNYA

ZAKAT PROFESI DAN KETENTUANNYA

ZAKAT PROFESI DAN KETENTUANNYA

ZAKAT PROFESI DAN KETENTUANNYA
ZAKAT PROFESI DAN KETENTUANNYA

Dasar Hukum

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya: “dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz Dzariyat:19)

Orang miskin yang tidak mendapat bagian Maksudnya ialah orang miskin yang tidak meminta-minta.

Terjemahnya: “…dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya…(QS. Al Hadiid:7).

>> Yang dimaksud dengan menguasai di sini ialah penguasaan yang bukan secara mutlak. hak milik pada hakikatnya adalah pada Allah. manusia menafkahkan hartanya itu haruslah menurut hukum-hukum yang telah disyariatkan Allah. karena itu tidaklah boleh kikir dan boros.

Terjemahnya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al-Baqarah: 267)

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bila suatu kaum enggan mengeluarkan zakat, Allah akan menguji mereka dengan kekeringan dan kelaparan (HR. Thabrani). Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda “Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu” (HR. Al Bazaar & Baihaqi).

Hasil Profesi

Hasil profesi (PNS, swasta, konsultan, dokter, notaries, dll) merupakan sumber pendapatan (kasab) yang tidak banyak dikenal di masa salaf (generasi terdahulu). Oleh karenanya bentuk kasab ini tidak banyak dibahas, khususnya yang berkaitan dengan zakat.

Bentuk kasab yang lebih populer pada saat itu, seperti pertanian, peternakan, dan perniagaan mendapat porsi pembahasan yang sangat memadai dan detail. Meskipun demikian bukan berarti harta yang didapat dari hasil profesi tersebut bebas dari zakat, sebab zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya kepada orang-orang miskin diantara mereka sesuai dengan ketentuan syara’.

Apabila seseorang dengan hasil profesinya ia menjadi kaya, maka wajib atas kekayaannya itu dizakati. Jika hasilnya tidak mencukupi kebutuhan hidup dan keluarganya, maka ia menjadi mustahiq (penerima zakat), sedang jika hasilnya hanya sekedar untuk menutupi kebutuhan hidupnya atau lebih sedikit, maka baginya tidak wajib zakat. Kebutuhan hidup yang dimaksud adalah kebutuhan pokok yakni pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan dan biaya yang diperlukan untuk menjalankan profesinya.

Ketentuan Zakat Profesi

Zakat profesi memang tidak dikenal dalam khasanah keilmuan Islam, sedangkan hasil profesi yang berupa harta dapat dikategorikan ke dalam zakat harta (simpanan/kekayaan). Dengan demikian hasil profesi seseorang apabila telah memenuhi ketentuan wajib zakat, maka wajib baginya untuk menunaikan zakat.

Contoh: Abdullah adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di Makassar. Mempunyai seorang isteri dan dua orang anak yang masih kecil. Penghasilan bersih per bulan sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah.

Perhitungan zakatnya

Rekapitulasi keuangan dalam satu tahun
a) Pemasukan: Gaji Rp !.500.000,-/bulan (Rp. 18.000.000,-/tahun)
b) Pengeluaran:
– suami: Rp.150.000,-/bulan (Rp. 1.800.000,-/tahun)
– isteri: Rp. 150.000,-/bulan (Rp. 1.800.000,-/tahun)
– anak (2) @ Rp. 150.000,-/bulan (Rp. 3.600.00,-/tahun)
– total pengeluaran Rp. 7.200.000,-
c) Pemasukan – Pengeluaran (a-b) Rp. 10.800.000,-
Zakat = 2,5 x Rp. 10.800.000,- = Rp. 270.000,-

Dalam hal ini zakat dapat dibayar setiap bulan sebesar 2,5% dari saldo bulanan, atau 2,5% dari saldo tahunan dan dibayar setiap tahun.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2018/09/kumpulan-bacaan-sholawat-nabi-muhammad-saw.html

ZAKAT SAHAM DAN SURAT BERHARGA

ZAKAT SAHAM DAN SURAT BERHARGA

ZAKAT SAHAM DAN SURAT BERHARGA

ZAKAT SAHAM DAN SURAT BERHARGA
ZAKAT SAHAM DAN SURAT BERHARGA

A. Zakat Saham

1. Hukum Saham ada dua, yakni:

a. Saham yang dikeluarkan oleh perusahaan atau lembaga yang diharamkan atau bergerak di usaha yang haram, atau termasuk ke dalam tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran, maka ini diharamkan. Hal ini berdasarkan Firman Allah Ta’ala: Terjemahnya: “…jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…” (QS. Al Maaidah:2)

b. Saham yang dikeluarkan perusahaan yang mubah dan bergerak pada usaha yang mubah pula, maka ini dibolehkan dengan syarat: syirkah atau bentuk kerjasamanya diketahui dengan jelas, dan yang menjalankannya pun terpercaya serta amanah. Mereka merasa diawasi Allah dan bertaqwa kepadanya. Tidak ada unsur gharar (tipu daya), dan tidak ada yang disembunyikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham. Maka ini dibolehkan dan halal tanpa diragukan lagi.

2. Jenis Saham

Saham yang dimiliki individu atau lembaga terdiri dari saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham yang dimiliki oleh perusahaan (treasury stock) yakni saham milik perusahaan yang sudah pernah dikeluarkan dan beredar, kemudian dibeli kembali oleh perusahaan untuk disimpan sebagai treasury yang nantinya dapat dijual kembali.

3. Cara Menzakati Saham

a. Saham perusahaan industri , seperti obat-obatan, listrik, semen, besi dan lain-lain, dimana semua pemegang saham tidak bermaksud untuk menjualnya selamanya, dan mereka hanya mengharapkan keuntungan dari perusahaan, maka zakat yang diwajibkan adalah dari keuntungan bersihnya saja sebesar 2,5%, jika keuntungan tersebut mencapai nishab dan genap satu tahun. Setiap pemegang saham wajib mengeluarkan zakat keuntungan dari bagian sahamnya setiap tahun, dikiaskan pada lahan tanah yang disewakan.

b. Saham pada perdagangan saja, yang bergerak dalam jual beli barang dagangan, seperti mudhaarabah, dimana para pemegang saham tidak bermaksud untuk menanamkan saham selamanya, maka zakatnya diwajibkan pada seluruh saham berikut keuntungannya setiap tahun jika mencapai nishab. Kadarnya seperti perdagangan, yakni 2,5% (Lihat Mukhtasharul Fiqhil Islaamiy karya Muhammad bin Ibrahim at-Tuwaijiri, hal. 605-606).

Azas Pendekatan Atas Zakat Saham

a. Nishab zakat saham diqiyaskan dengan zakat maal/tijarah
b. Haul zakat sahamdihitung per annual report
c. Zakat kepemilikan saham awal/pra Initial Public Offering (IPO) masih disatukan dengan zakat maal lain yang dimiliki oleh muzakki pada periode haul tersebut
d. Saham yang dimiliki dihitung atas dasar “book value” ditambah nilai deviden
e. Saham yang dijual (divestasi) dihitung berdasarkan “intrinisic value” dikeluarkan pada periode transaksi.

Contoh:

Tn. Abdullah memiliki 500.000 lembar saham PT. Abdi Ilahi. Harga nominal Rp. 5.000,-/lembar. Pada akhir tahun buku tiap lembar saham memperoleh deviden Rp. 300,-
Perhitungan zakat:
Nilai saham (book value) (500.000 x Rp. 5.000,00 = Rp. 2.500.000.000,00)
Deviden (500.000 x Rp. 300,00 = Rp. 150.000.000,00)
Total Rp. 2.650.000.000,00
Zakat: 2,5% x Rp. 2.650.000.000,00 = Rp. 6.625.000,00

Zakat Surat Berharga

Hukum jual beli surat berharga dan bertransaksi dengan menggunakan surat seperti ini termasuk riba yang pernah ada di zaman jahiliyah. Sejak diterbitkannya surat ini, maka sudah termasuk perbuatan di luar syariat. Maka pemiliknya tidak boleh menjualnya, ia wajib bertaubat, dan ia diperbolehkan mengambil modal pokoknya, ia tidak aniaya dan tidak pula menganiaya. (Lihat ar-Ribaa wal Mu’aamalaat al-Musharrifiyyah fii Nazhrisy Syarii’atil Islamiyyah karya DR. Imran bin Abdil Aziz al-Matruk rahimahullaah,hal. 371)
Meski diharamkan memperjualbelikannya, tetap wajib dizakati. Pemilik surat berharga seperti orang yang memiliki piutang pada orang lain, maka pendapat yang shahih tentang zakat piutang adalah:

1. Jika piutang tersebut pada orang yang memiliki kredibilitas, maka pemilik piutang wajib menzakati piutangnya setiap tahun ketika tiba haul. Seakan-akan piutang tersebut ada padanya, sementara piutang tersebut pada orang yang berhutang seperti amanat yang ia pegang. (Lihat Mukhtasarul Fiqhil Islaamiy karya Muhammad bin Ibrahim at-Tuwaijiiri, hal. 605-606)
2. Piutang pada orang yang tidak memiliki kredibilitas, bahkan ia kesulitan, ingkar, atau memperlambat pembayaran, maka yang benar dari pendapat para ulama : Pemilik piutang tidak wajib menzakatinya hingga ia menerima pembayaran piutang tersebut, kemudian datang periode di tahun yang baru, dan ketika tiba haul –setelah ia menerima pembayaran piutang tersebut- maka ia wajib menzakatinya. Jika ia menzakatinyasetahun sebelum menerima piutangnya, maka lebih baik dan lebih berhati-hati. (Lihat al-Mughni [IV/269], Fatawaa Ibni Baz [XIV/53)

(Catatan: Perhitungan zakat dilakukan berdasarkan harga saham tersebut di akhir haul, bukan berdasarkan harta belinya dahulu [Daliiluz Zakaah, karya Muhammad bin Ma’idh Alu Musallath]).
Sumber: Zakat dan Cara Praktis Mengitungnya karya Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Panduan Praktis Zakat karya Muhammad Suryadi Abdul Aziz, Ensiklopedi Mini Zakat karya Dr. Fakhruddin al-Muhsin

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2016/05/30-doa-doa-harian-terlengkap-beserta-artinya.html