Pajak-Pajak, Bea dan Cukai

Pajak-Pajak, Bea dan Cukai

Pajak-pajak, bea dan cukai merupakan peralihan kekayaan dari sektor swasta ke pemerintah, yang diharuskan oleh UU dan dapat dipaksakan, dengan tidak mendapat jasa timbal (tegenprestatie) yang langsung dapat ditunjuk, untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. Pajak adalah sumber terpenting dari segi penerimaan negara. Hal ini dapat kita lihat di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Struktur APBN memperlihatkan bahwa sumber penerimaan terdiri dari berbagai jenis pajak, bea masuk, bea keluar dan cukai. Penerimaan pajak dari tahun ke tahun makin meningkat.

Bea dibagi atas dua yaitu:

  1. Bea masuk ialah bea yang dipungut dari jumlah harga barang yang dimasukkan ke daerah pabean dengan maksud untuk dipakai dan dikenakan bea menurut tarif tertentu yang ditetapkan dengan UU dan keputusan Menteri keuangan.
  2. Bea keluar ialah bea yang dipungut dari jumlah harga barang tertentu yang dikirim keluar daerah Indonesia dihitung berdasarkan tarif tertentu berdasarkan UU.

Daerah Pabean ialah daerah yang ditentukan batas-batasnya oleh pemerintah yang digunakan sebagai garis untuk memungut bea-bea. Cukai ialah pungutan yang dikenakan atas barang-barang tertentu berdasarkan tarif yang sudah ditentukan misalnya tembakau, gula, dan bensin.

  1.  Penerimaan Negara Bukan Pajak (Non-Tax)

Dalam pasal 2 UU No.20 tahun 1997 terdapat 7 jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yaitu:

  1. Penerimaan yang bersumber dari pengelolaan dana pemerintah yang terdiri:

– Penerimaan jasa giro,

– Penerimaan sisa anggaran pembangunan (SIAP) dan sisa anggaran rutin (SIAR).

  1. Penerimaan dari pemanfaatan SDA terdiri:

– Royalti bidang perikanan,

– Royalti bidang kehutanan,

– Royalti bidang pertambangan, kecuali Migas.

Royalti adalah pembayaran yang diterima oleh negara sehubungan dengan pemberian izin atau fasilitas tertentu dari negara kepada pihak lain untuk memanfaatkan atau mengolah kekayaan negara.

  1. Penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan terdiri:

– Bagian laba pemerintah,

– Hasil penjualan saham pemerintah,

– Deviden: pembayaran berupa keuntungan yang diterima oleh negara sehubungan dengan keikutsertaan mereka selaku pemegang saham dalam suatu perusahaan.

  1. Penerimaan dari kegiatan pelayanan yang dilakukan pemerintah terdiri:

– Pelayanan pendidikan,

– Pelayanan kesehatan,

– Pemberian hak paten, hak cipta, dan merk.

  1. Penerimaan berdasarkan putusan pengadilan yang terdiri:

– Lelang barang,

– Denda,

– Hasil rampasan yang diperoleh dari kejahatan.

  1. Penerimaan berupa hibah.
  2. Penerimaan lain yang diatur dengan UU.

sumber :

https://nashatakram.net/layanan-otomotif-seva-id/