Pakan Ikan Discus serta Panen dan Pemasaran

Pakan Ikan Discus serta Panen dan Pemasaran

Pakan Ikan Discus serta Panen dan Pemasaran

Pakan Ikan Discus serta Panen dan Pemasaran
Pakan Ikan Discus serta Panen dan Pemasaran

Pakan Ikan Discus

Walaupun pakan dari larva berasal dari induknya, namun akan lebih baik lagi akan lebih baik lagi ditambahkan Nauplius artemia atau kutu air saring. Bila larva sudah pisah dari induknya, pakannya dapat diganti dengan kutu air besar. Namun, kualitas pakan tersebut harus di perhatikan, terutama pakan dari alam agar ikan terhindar dari penyakit. Diskus berumur sebulan atau lebih sudah bisa di beri pakan cacing sutera, cacing darah, atau jentik nyamuk. Bahkan peletpun dapat di berikan pada usia dewasa.

Cara Pembesaran Ikan Discus:

1. Pindahkan anakan diskus berusia satu bulan dari induknya ke akuarium berukuran 120 X 50 X 50 Cm. Setelah besar pindahkan diskus ke akuarium yang lebih luas lagi.
2. Agar terlihat bagus, diskus sebaiknya ditempatkan di akuarium standar (induk 50 X 50 X 40 Cm dan anakan diskus 50 X100 X 35 Cm)
3. Agar ikan diskus tetap hidup dengan baik, sediakan pakan alami seperti dapmia, cacing sutera, cacing super,  jentik nyamuk, udang, dan sejenisnya. Diskus juga suka mengkonsumsi pakan buatan campuran dari  jantung, hati, daging, udang, ikan, dan sayuran.

Sebaiknya, jenis ikan discus dilakukan secara kelompok. Budidaya secara kelompok ini lebih efektif dan efisien. Budidaya secara kelompok juga memudahkan proses pemasaran dan distribusi ikan hias.

Panen dan Pemasaran Ikan Discus

Ukuran 4 cm atau berumur sekitar 3 bulan ikan diskus sudah dapat di jual.Untuk menyalurkan produksi ikan hias terdapat tiga jenis pasar ikan hias, yaitu pasar perdagangan besar (pengumpul), pasar eksportir, dan pasar pengecer/konsumen. Pada pasar pedagang pegumpul bertemu petani ikan hias sebagai penjual dan pedagang pengumpul sebagai pembeli.  Dalam hal ini terjadi hubungan dagang yang sangat kuat karena pedagang pengumpul aktif membina  petani ikan hias dalam teknik budidaya dan pemasaran sehingga petani  harus menjual produknya kepada pedagang pengumpul yang membinanya.