Pancasila Dalam Paradigma Kehidupan Kampus

Pancasila Dalam Paradigma Kehidupan Kampus

Pancasila Dalam Paradigma Kehidupan Kampus

Pancasila Dalam Paradigma Kehidupan Kampus
Pancasila Dalam Paradigma

Pembahasan ini membahas mengenai Pancasila danan paradigma kehidupan kampus. Kehidupan dikampus terdiri dari dua elemen yaitu mahasiswa dan dosen. Kedua elemen tersebut yang mengisi kehidupan paradigma yang ada didalam kampus tersebut. pancasila sebagai landasan yang utama tidak hanya berlaku dalam satu unsur saja, namun terdapat dalam berbagai unsur, dalam arti yaitu Pancasila bisa diterapkan dan dijalankan dalam unsur-unsur tersebut sesuai dengna nilai-nilai yang terdapat pada Pancasila tersebut.

Kehidupan kampus memiliki jumlah kapasitas manusia yang besar. saking besarnya banyak dari mahasiswa dan dosen memiliki keyakinan agama yang berbeda-beda (Islam, Protestan, Khatolik, Hindu, Budha). Dalam kehidupan dikampus, tidak melakukan tindakan diskriminatif dari kaum mayoritas terhadap kaum minoritas, sehingga tidak menimbulkan pelanggaran melainkan masing-masing agama dapat memberikan contoh yang baik untuk sesama manusia.

Mahasiswa juga berhak mendapatkan penghargaan jika memiliki prestasi

Mahasiswa juga berkah mendapatkan nilai yang baik apabila telah menjalankan kewajibannya. Selain itu dalam kehidupan kampus sering terdengar yang disebut dengan ”senioritas” yang dimana mahasiswa senior sering bertindak tidak berperikemanusiaan terhadap mahasiswa yunior. Mahasiswa yang terdapat dalam kampus, juga mempunyai berbagia keanekaragaman, seperti suku, ras, dan budaya. Keanekaragaman tersebut dijadikan sebagai paradigma untuk menjadi landasan bahwa semua orang meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu. Kampus sebagai wadah untuk pembelajaran tentunya tidak dapat berdiri sendiri, maka selalu ada orang-orang yang berperan dalam pembangunannya.

Paradigmanya

Paradigmanya adalah agar tercapainya suatu tujuan yaitu pendidikan yang bermutu dan berkualitas baik, mempunyai makna bahwa pendidikan dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa seperti yang tertuang dalam pancasila sila ke-4 sebagai nilai kerakyatan.Paradigma dalam sila kelima yaitu dalam hal ini dosen sebagai pengajar dan mahasiswa sebagai pelajar. Artinya dosen harus membagi ilmunya dan menuangkan pengetahuannya kepada mahasiswa dengan adil, mensejahterakannya sehingga terciptanya suatu mahasiswa yang cerdas dan berkualitas nantinya.

Artikel terkait :