Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai suatu ideologi yang bersifat terbuka, reformatif dan dinamis dimaksudkan bahwa ideologi pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah (a) nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila. Nilai dasar ini merupakan esensi dari sila-sila pancasila yang bersifat universal, sehinga dalam nilai dasar tersebut terkandung cita-cita, tujuan serta nilai-nilai yang baik dan benar; (b) nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan, strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaanya. Nilai instrumental ini merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila; (c) nilai Praksis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara (Kaelan, 2005).

            Di samping itu, menurut Alfian (Wiyono, 2016:9) suatu ideologi terbuka memiliki tiga dimensi, yaitu:

  1. Dimensi Realitas, yakni nilai-nilai dasar yang bersumber dari nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakatnya, terutama pada waktu ideologi itu lahir. Dengan demikian, masyarakat pendukung ideologi itu dapat merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu milik mereka bersama.
  2. Dimensi Idealitas, Ideologi ini mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, bebangsa, dan bernegara. Dengan demikian, bangsa yang memiliki ideologi adalah adalah bangsa yang telah mengetahui kearah mana mereka akan membangun bangsa dan negaranya.
  3. Dimensi Fleksibilitas, Ideologi harus memberikan ruang yang memungkinkan berkembangnya pemikiran-pemikiran baru tentang ideologi tersebut, tanpa menghilangkan hakikat yang terkandung didalamnya.

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/