Patologi Khusus Penyakit Kulit

Patologi Khusus Penyakit Kulit

Patologi Khusus Penyakit Kulit

Patologi Khusus Penyakit Kulit
Patologi Khusus Penyakit Kulit

Reaksi kulit terhadap berbagai stimuli yang berbahaya bervariasi tergantung dari tingkat keparahan dan dalamnya lesi yang terjadi. Bila bagian kulit yang terkena adalah corium atau dermis maka respon patologisnya akan sama dengan yang terjadi pada berbagai bagian jaringan yang lain karena strukturnya sama – sama mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe, saraf dan jaringan ikat. Namun bila epidermis yang terkena maka reaksinya akan berbeda karena epidermis hanya tersusun oleh komponen seluler.

Dengan mengamati reaksi yang terjadi pada kulit, seharusnya secara klinik dapat dibedakan antara perubahan yang terjadi pada radang akut dengan radang kronis atau malfungsi kulit akibat factor lain. Baik radang akut maupun radang kronik dapat disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa, agen fisik atau kimia, termasuk sensitifitas terhadap sinar / cahaya dan alergen.

 

Efek Fisiologi Penyakit Kulit

Fungsi kulit secara umum adalah untuk menjaga temperature tubuh tetap normal, serta menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan tubuh. Secara umum fungsi tersebut tidak banyak terganggu pada kebanyakan penyakit kulit. Walaupun demikian penyakit kulit yang menyebabkan kegagalan berkeringat merupakan ancaman serius terhadap gangguan pengaturan temperature tubuh. Demikian juga dengan luka bakar yang parah dan trauma parah lainnya dapat menyebabkan hilangnya cairan tubuh yang dapat berakibat fatal.

Pengaruh yang paling umum akibat penyakit kulit pada hewan adalah menurunnya nilai estetika dan ekonomi. Tampilan hewan yang buruk akibat penyakit kulit menyebabkan rasa sedih pada pemiliknya. Ketidaknyamanan akibat kegatalan dapat menganggu istirahat dan waktu makan hewan. Terlebih bila lesinya mengenai bibir maka akan menganggu cara menelan pakannya.

Kerugian lain akibat penyakit kulit adalah menurunnya simpanan protein karena banyaknya epitel yang hilang. Sel epitel dan jaringan pendukungnya sangat banyak mengandung asam amino bersulfur. Apabila asam amino tersebut tidak tercukupi oleh pakan maka akan terpenuhi dengan perombakan jaringan lain, sehingga dapat berakibat kekurangan jaringan yang serius (kurus). Dalam keadaan demikian hewan akan mudah terkena penyakit.

 

Penyakit Kulit Akibat Kelainan Endokrin

Penyakit kulit akibat gangguan endokrin memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :

Berdasarkan riwayat penyakitnya pada penyakit kulit akibat gangguan endokrin ditandai dengan

  • Tidak adanya Pruritus atau Pruritus dengan intensitas ringan.
  • Alopesia meluas pelan.
  • Pertumbuhan rambut lambat.

Berdasarkan Gejala klinisnya ditandai dengan alopesia partial atau komplit, local atau general.

Berdasarkan tes screening diagnostic, untuk gangguan endokrin tes yang umum digunakan adalah

Kerokan kulit

Pemeriksaan kerokan kulit adalah salah satu pemeriksaan sederhana pada contoh permukaan kulit yang dikerok. Pada setiap usaha menegakkan diagnose penyakit kulit sebaiknya selalu dilengkapi dengan hasil pemeriksaan kerokan kulit. Kulit dikerok dengan ujung scalpel yang sebelumnya telah dibasahi dengan mineral oil. Kedalaman kerokan disesuaikan dengan dugaan penyebab lesi yang ada.

  • Kultur Jamur Biokimia Darah
  • CBC ( Count Blood Cell)
  • T3/T4
  • Perangsangan TSH
  • Perangsangan ACTH
  • Penekanan dexametason dengan dosis rendah atau tinggi
  • Assay Estrogen

Berikut adalah jenis – jenis penyakit kulit yang diakibatkan oleh gangguan endokrin.

 Hypothyroidism

Hypothyroidism adalah masalah umum di anjing, tetapi penyakit ini jarang terjadi pada kucing. Kelenjar tiroid terletak di leher dan memproduksi hormon yang mempengaruhi fungsi banyak bagian tubuh. Walaupun penyakit tiroid pada kucing sering menyebabkan kelebihan kerja pada kelenjar tiroid dan menghasilkan terlalu banyak hormon, namun pada anjing dengan penyakit tiroid biasanya memiliki produksi hormon tiroid rendah.Kelenjar tiroid memiliki beberapa fungsi yang berbeda – beda, tetapi kelenjar ini paling dikenal karena perannya dalam mengatur metabolisme dengan menghasilkan hormon tiroid. Hypothyroidism adalah kondisi yang terjadi ketika hormon-hormon tiroid tidak cukup diproduksi. Hypothyroidism menyebabkan berbagai gejala yang luas, tetapi sering diduga pada anjing yang mengalami masalah dengan berat badan atau obesitas dan yang menderita akibat rambut rontok dan masalah kulit. Hypothyroidism mudah untuk didiagnosis dengan tes darah yang memeriksa tingkat hormon tiroid termasukT3 dan T4. Sebagian besar anjing hipotiroid memberikan respon positif terhadap pengeobatan dengan obat tiroid sintetis seperti Soloxine. Banyak anjing yang menderita akibat tingkat hormon tiroid yang rendah selama bertahun-tahun tanpa pengobatan.

 

Sumber : https://nashatakram.net/jenis-kata/