Pendidikan Aqidah dalam Islam

Pendidikan Aqidah dalam Islam

Pendidikan Aqidah dalam Islam

Pendidikan Aqidah dalam Islam
Pendidikan Aqidah dalam Islam

Pendidikan Aqidah

Aqidah merupakan materi pembinaan anak dalam Islam. Kata “aqidah” menurut bahasa berasal dari bahasa Arab yang berarti pengikat. Aqidah merupakan kepercayaan penuh kepada Allah SWT dengan segala sifatnya dan ia merupakan pembeda antara orang mukmin dan orang kafir.[9] Hasan Al Banna mengatakan: “aqidah Islam adalah landasan atau asas kepercayaan dimana diatasnya dibina iman yang mengharuskan hati meyakininya. Membuat jiwa menjadi tentram, bersih dari kebimbangan dan keraguan menjadi sendi pokok bagi kehidupan setiap manusia”.

Pendidikan Aqidah Bagi Anak

Pendidikan aqidah bagi anak.seperti yang telah kita ketahui bahwasannya aqidah Islam adalah sebagai berikut :

1. Beriman kepada Allah
2. Beriman kepada para malaikat
3. Beriman kepada kitab-kitab Allah
4. Beriman kepara para rasul
5. Beriman kepada hari akhir
6. Beriman kepada qadha’ dan qadar yang baik maupun yang buruk

Baca Juga: Rukun Islam

Dalil

Dan tentunya pendidikan aqidah ini lebih baik ditanamkan sedari kecil kepada anak-anak kita, karena fase anak-anak itulah kita harus memulai mengenalkan akan aqidah, bahwasannya setiap anak dalam kelahirannya mengakui bahwa Allah adalah Tuhannya sebagai mana firman Allah Ta’ala :

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُواْ بَلَى شَهِدْنَا أَن تَقُولُواْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا

“Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) ‘Bukankah Aku ini Rabb-mu?’ Mereka menjawab, ‘Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang yang lengah terhadap ini (keesaan Allah).” (QS. Al Α’raf: 172)

Adalah salah satu bagian dari karunia Allah SWT pada hati manusia bahwa Dia melapangkan hati untuk menerima iman di awal pertumbuhannya tanpa perlu kepada argumentasi dan bukti yang nyata, dan kita sebagai orang tua perlu membuat suasana lingkungan yang mendukung dan positif, memberi teladan pada anak, banyak berdoa untuk anak, dan hendaknya kita tidak melewatkan kejadian sehari-hari melainkan kita menjadikannya sebagai sarana penanaman pendidikan baik itu pendidikan aqidah maupun pendidikan lainnya.

Jadi aqidah merupakan landasan atau asas kepercayaan yang ditanamkan kedalam jiwa seseorang sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Lukmanul Hakim ketika mendidik putranya yang telah digambarkan dalam Al-Quran surah Lukman ayat:13
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ “dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “ hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Lukman: 13)

Ayat diatas menunjukkan aqidah merupakan landasan utama dimana ditegakkan ajaran Islam. Dalam materi ini anak dibina dan ditanamkan rasa keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Dengan menjelaskan dalil-dalilnya. Apabila para ayah dan ibu terus berusaha membangkitkan dan mencerahkan fitrah makrifatullah dan keyakinan tentang Tuhan dalam diri sang anak, niscaya nilai-nilai spiritual dan keutamaan akhlaknya menjadi hidup.

Keyakinan tentang adanya Allah dan Pencipta yang kita wujudkan dalam bentuk amal perbuatan, akan senantiasa menjaga sang anak dari perbuatan dosa dan menyimpangan. Dan setiap kali keyakinan tersebut menguat, penjagaan diri sang anak pun akan menguat pula.

Di antara tugas terpenting para orang tua terhadap anak-anaknya adalah mengajarkan kewajiban agama dan amal ibadah. Semua itu harus diajarkan sebelum sang anak memasuki masa baligh. Semasa itu ia harus diajari cara mempraktikkan amal ibadah. Itu dimaksudkan agar pada masa baligh dan seterusnya ia tidak mengalami kesulitan melakukannya.
Mengajarkan Al-Quran dan hadits Nabi SAW serta riwayat para imam maksum, juga merupakan tugas penting dan berpengaruh besar terhadap pendidikan agama sang anak. Hal lain yang patut diperhatikan orang tua adalah bahwa sang anak memiliki jiwa yang lembut dan sangat sensitif sehingga segenap bentuk motivasi dan perasaan kasih sayang menjadi sangat berarti baginya. Sebaliknya, sikap keras dan pelimpahan tugas-tugas yang berat, dalam waktu singkat akan menjadikan jiwa dan mental sang anak melemah, yang pada gilirannya akan menyebabkan semangat dan kecenderungan dirinya berkurang.