Pengertian Dan Hukum Nikah Dalam Islam

Pengertian Dan Hukum Nikah Dalam Islam

Pengertian Dan Hukum Nikah Dalam Islam

Pengertian Dan Hukum Nikah Dalam Islam
Pengertian Dan Hukum Nikah Dalam Islam

PENGERTIAN NIKAH

Nikah berarti menyatu,bersetubuh, atau akad. Kata lain dari nikah atau kata yang bersinonim dari nikah adalah Az-Zawaj. Sebenarnya kedua kata itu banyak kita jumpaai di Ayat Al-Qur’an dan Hadist yang dalam bahasa indonesia sendiri di kenal dengan kata kawin. Secara terminologis nikah adalah ” Akad atau perjanjian yang berisi pembolehan melakukan persetubuhan dengan menggunakan ungkapan ” Inkah ” ( menikahkan ) atau ” tazwij ” (mengawinkan)”.

Pasal 1 Undang-undang Nomor 1 tahun 1974, memberikan devinisi perkawinan sebagai berikut:
“Perkawinan adalah Ikatan lahir bathin antara seorang Pria dan seorang wanita sebagai Suami-Isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa “ (2002 : 38)

Apabila definisi diatas kita telaah, maka terdapatlah Lima unsur didalamnya:
1. Ikatan lahir bathin.
2. Antara seorang Pria seorang wanita.
3. Sebagai suami-istri.
4. Membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal,
5. Berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa.

Melaksanakan pernikahan itu adalah salah satu perbuatan yang sangat disenangi oleh Allah dan Rasul-Nya. Dorongan untuk melakukan perkawinan juga banyak terdapat di dalam hadist-hadist Rasulullah SAW, antara lain ialah anjuran beliau kepada kaum muda untuk kawin. Sabda beliau : ” Hai kaum pemuda, barang siapa di antara kamu yang telah mampu kawin, maka menikahlah. Karena dengan beristri itu akan mampu menjaga mata dan memelihara kemaluan, barang siapa yang belum mampu maka berpuasalah karena sesungguhnya puasa merupakan benteng baginya “. ( HR. Jama’ah ),

HUKUM NIKAH DALAM ISLAM

Wajib

Nikah menjadi wajib hanya berlaku bagi ;
Laki-laki yang ingin menikah
mampu melaksanakan pernikahan
Khawatir terjerumus ke dalam perbuatan zina jika tidak segera menikah

Sunnah

Nikah menjadi sunnah hanya berlaku bagi ;
Laki-laki yang ingin menikah
Mampu melaksakan pernikahan
Tidak kwatir terjerumus ke dalam perbuatan zina jika tidak segera menikah
Merasa bahwa menikah menjadikan hidupnya menjadi lebih sempurna.

Haram

Nikah menjadi haram hanya berlaku bagi ;
Laki-laki yang tidak berkeinginan menikah
Tidak mampu menunaikan kewajiban rumah tangga
Hanya bermaksud untuk mempermainkan dan merusak calon pasangannya.

Makruh

Nikah menjadi makruh hanya berlaku bagi ;
Laki-laki yang belum pantas menikah
Belum punya keinginan kuat untuk menikah
Tidak mampu memenuhi kewajiban rumah tangga
Mampu menahan diri dari perbuatan zina

Mubah

Nikah menjadi mubah hanya berlaku bagi ;
Laki-laki yang sudah mampu menikah
Merasa bahwa menikah atau tidak baginya sama saja tidak menimbulkan apa-apa

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/