Pengertian Pengeringan Kayu

Pengertian Pengeringan Kayu

Pengertian Pengeringan Kayu
Tsoumis (1991) mengartikan pengeringan kayu sebagai suatu proses yang dilakukan untuk menurunkan kadar air suatu kayu sehingga seimbang dengan kadar air lingkungan atau kondisi udara letak keberadaan suatu kayu. Keberadaan kadar air di dalam suatu kayu berpengaruh signifikan dalam pemakaian kayu. Kayu yang digunakan untuk tujuan tertentu pada dasarnya memiliki batas kandungan kadar air di dalamnya. Berdasarkan hal tersebut, pengeringan yang dilakukan pada suatu kayu menjadi salah satu faktor terpenting.

B. Manfaat Pengeringan Kayu

Kegiatan pengeringan kayu umumnya memberikan beberapa keuntungan (manfaat) yaitu sebagai berikut (Dumanauw, 1990):
  1. Dimensi kayu menjadi stabil. Hal ini dikarenakan perubahan kadar air suatu kayu di bawah titik jenuh serat dapat mengakibatkan kembang susut pada kayu. Akan tetapi, kembang susut tersebut dapat diabaikan apabila suatu kayu dikeringkan sampai mendekati kadar air lingkungan.
  2. Menambah kekuatan kayu. Makin rendah kadar air yang dikandung akan semakin kuat kayu tersebut.
  3. Membuat kayu menjadi ringan, dengan demikian ongkos angkutan menjadi kurang.
  4. Mencegah serangan kayu dan bubuk kayu, sebab umumnya jasad renik perusak kayu atau jamur tak dapat hidup dibawah persentase kadar air -+ 20%
  5. Mempermudah pengerjaan kayu di tahap selanjutnya. Tahap yang dimaksud meliputi pengetaman kayu, perekatan kayu, pengawetan kayu serta finishing.
Selain dari beberapa manfaat di atas, Sucipto (2009) juga menguraikan beberapa manfaat pengeringan kayu sebagai berikut:
  1. Produk yang menggunakan bahan baku kayu yang telah kering akan mengurangi penyusutan sehingga cacat kayu berupa bengkok dan ujung terbelah dapat dihindari.
  2. Kayu menjadi lebih awet karena terhindar dari serangan jamur pembusuk dan pewarna. Hal tersebut diakibatkan oleh temperatur pada pengeringan tanur lebih tinggi sehingga jamur serta insekta lainnya tidak dapat hidup di dalam kayu.
  3. Kekuatan kayu lebih tinggi ketika telah mengalami pengeringan dan kekuatan pegang paku terhadap kayu juga meningkat, dengan tidak terdapat cacat kayu berupa ujung terbelah.
  4. Kualitas hasil pengecatan kayu serta proses pengerjaan akhir akan mengalami peningkatan.
  5. Biaya yang digunakan untuk trasnportasi kayu lebih murah karena berat kayu menjadi kurang akibat pengeringan.
Sama halnya dari keuntungan yang diuraikan oleh ahli di atas, Basri (2012) juga menguraikan beberapa keuntungan kegiatan pengeringan kayu sebagai berikut:
  1. Kayu terbebas dari serangan jamur
  2. Dimensi kayu menjadi stabil sehingga kayu tidak mengalami perubahan bentuk, pecah, atau pun retak
  3. Warna kayu menjadi lebih terang/cerah
  4. Mengalami peningkatan rendemen produk dengan kualitas yang baik
  5. Kayu mudah dicat danĀ finishing

 

Pos-pos Terbaru