Peranan Pemerintah Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Peranan Pemerintah Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Peranan Pemerintah Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia
Dari uraian tentang beberapa permasalahan pendidikan secara khusus di atas, pemerintah telah memberikan beberapa solusi untuk mengatasinya. Solusi tersebut, yang akan saya paparkan, ada yang telah terlaksana dan ada yang dalam proses karena memiliki jangka waktu berkala atau menjadi sebuah terapan setiap tahunnya. Solusi permasalahan tersebut adalah :

 

1. Rendahnya Sarana Fisik

Pemerintah setiap tahunnya telah berusaha meningkatkan anggaran untuk pendidikan. Dan tentu saja sasarannya adalah agar seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati pendidikan yang bermutu dengan kondisi yang mendukung.

 

2. Rendahnya Kualitas Guru

Pemerintah mulai aktif dalam pemberian bekal, penyuluhan, lokakarya, dan sebagainya untuk meningkatkan kualitas pendidik di Indonesia. Terbukti saat ini seluruh Pegawai Negeri Sipil yang telah atau sedang mengajar, harus bergelar S1. Ini berarti, mau tidak mau bagi pengajar yang bergelar diploma harus menempuh pendidikan lanjutan untuk mendapat gelar Sarjana dan secara otomatis, mereka akan mendapatkan ilmu yang lebih pula. Dan diharapkan dengan kebijakan ini, pengajar di Indonesia dapat lebih meningkat kualitasnya.

 

3. Rendahnya Kesejahteraan Guru

Rendahnya kesejahteraan guru sangat berkaitan dengan rendahnya kualitas guru dan kualitas pendidikan di Indonesia. Pemerintah sendiri telah menjalankan program Sertifikasi Guru yang sasarannya adalah semua Pegawai Negeri Sipil lebih khususnya adalah guru. Sertifikasi ini tidak dilaksanakan dengan serentak namun secara berkala dengan maksud, guru yang pengangkatannya lebih lama mendapat giliran terlebih dahulu dan selanjutnya guru-guru lainnya.
Dengan diadakannya sertifikasi ini, kesejahteraan guru pun akan meningkat sekaligus kualitas mereka juga akan meningkat. Karena, bagi guru yang tidak lulus sertifikasi, akan diberikat diklat atau semacam pelatihan yang pada akhirnya akan lulus juga. Namun, bukan hanya sekedar lulus, tujuan dari diklat itu adalah memberikan bekal agar kualitas guru saat kembali mengajar semakin meningkat. Dengan demikian, dua masalah yang ada dapat diberikan suatu solusi sekaligus.

 

4. Rendahnya Prestasi Siswa

Untuk meningkatkan motivasi siswa agar prestasi mereka meningkat, pemerintah setiap tahunnya selalu meningkatkan standar kelulusan minimal yang harus dicapai siswa. Hal ini dimaksudkan agar dengan naiknya standar kelulusan minimal siswa dapat lebih rajin dan lebih giat lagi belajar untuk mencapai standar tersebut.

 

5. Mahalnya Biaya Pendidikan

Untuk masalah ini, pemerintah telah mencanangkan program BOS (Bantuan Operasinal Siswa). Dengan BOS, pendidikan di Indonesia dapat dinikmati oleh semua kalangan (walaupun masih sampai jenjang SMP). Namun, saat ini juga telah banyak lembaga-lembaga yang memberikan beasiswa untuk siswa yang berprestasi maupun untuk siswa yang tidak mampu. Dengan adanya hal itu, kerja sama antara pemerintah dengan pihak-pihak yang menyelenggarakan hal tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar dari siswa itu sendiri. Selain itu, adanya program ini tentu saja bukti realisasi dan keseriusan pemerintah agar seluruh rakyatnya dapat menikmati pendidikan.

 

6. Masalah Kurikulum

Untuk mengatasi masalah kurikulum yang ada, pemerintah telah berusaha untuk mengganti kurikulum yang dianggap kurang tepat dan kurang efisien dengan kurikulum baru yang dianggap lebih efisien. Contohnya pada tahun 2004, pemerintah telah mengganti kurikulum 1994 dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi, dan saat ini kurikulum sudah berganti menjadi KTSP (Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan).
Dari uraian sederhana di atas cukup memberikan bukti bahwa pemerintah tidak pernah main-main dalam urusan pendidikan di Indonesia terutama untuk pengingkatan kualitas pendidikannya. Walaupun pada kenyataannya kebijakan-kebijakan di atas memunculkan pro dan kontra di berbagai kalangan. Namun pemerintah terus berusaha dengan menerapkan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun tidak pernah menutup mata akan permasalahan-permasalahan pendidikan yanga ada saat ini. Butuh pemikiran yang sangat rumit untuk menyelesaikan dan mencari solusi terbaik dari masalah ini. Karena sudah pasti kebijakan pemerintah sekecil apaun akan menimbulkan pro dan kontra di berbagai pihak.
“Pendidikan ini menjadi tenggung jawab pemerintah sepenuhnya”, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai rapat kabinet terbatas di Gedung Depdiknas Jl. Jendral Sudirman, Jakarta, Senin (12/3/2007).

 

Langkah yang ditempuh pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, antara lain yaitu :

Langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah, yakni meningkatkan akses terhadap masyarakat untuk bisa menikmati pendidikan di Indonesia. Tolak ukurnya dari angka partisipasi.
Langkah kedua, mengatasi ketidakmerataan dalam akses pendidikan seperti ketidak merataan di desa dan kota, serta jender.
Langkah ketiga, meningkatkan mutu pendidikan dengan meningkatkan kualifikasi guru dan dosen serta meningkatkan nilai rata-rata kelulusan dalam Ujian Nasional.
Langkah keempat, pemerintah akan menambah jenis pendidikan di bidang kompetensi atau profesi sekolah kejuruan untuk menyiapkan tenaga siap pakai yang dibutuhkan.
Langkah kelima, pemerintah merencanakan pembangunan infrastruktur seperti menambah jumlah komputer dan perpustakaan sekolah.
Langkah keenam pemerintah juga meningkatkan anggaran pendidkan. Untuk tahun ini dianggarkan sebanyak 4,4 trilliun.
Langkah ketujuh, menggunakan teknologi informasi dalam aplikasi pendidikan.
Langkah terakhir adalah pembiayaan masyarakat miskin untuk bisa menikmati fasilitas pendidikan.

 

 

Sumber : https://bimbel.co.id/