Relasi Suami Istri 

Relasi Suami Istri

 

Relasi dalam keluarga 
Relasi dalam keluarga

Tiga bentuk relasi yang pokok dalam suatu keluarga inti pada umumnya dimulai dari perkawinan laki-laki dan perempuan dewasa, maka pada tahap ini terjadi relasi pasangan suami-istri. Ketika anak pertama lahir maka munculah relasi baru yaitu relasi orang tua-anak. Ketika anak berikutnya lahir maka muncul lagi relasi yang baru yaitu relasi sibling (saudara sekandung). Dalam keluarga batih bentuk-bentuk relasi yang terjadi akan lebih banyak lagi, misalnya kakek/nenek-cucu, mertua-menantu, saudara ipar, dan paman/bibi-keponakan. Dan setiap bentuk relasi yang terjadi dalam keluarga biasanya memiliki karakteristik yang berbeda.

1. Relasi pasangan suami istri

Pernikahan adalah relasi di mana Anda jatuh cinta setiap hari dengan orang yang sama. Komunikasi adalah kebutuhan dasar dari relasi apapun dan begitu juga suami dan relasi istri. Komunikasi menciptakan jembatan antara dua orang. Ini membangun pemahaman antara keduanya. Komunikasi yang buruk dan kesenjangan komunikasi dapat membuat kesalah pahaman antara mereka. Anda harus berbicara dengan satu sama lain dan pastikan Anda berdua berada pada gelombang yang sama.

Komunikasi dalam arti sebenarnya berarti berinteraksi dengan satu sama lain dan tidak mengomel atau mengeluh satu sama lain. Ini adalah sesuatu yang benar-benar dapat memecah belah keduanya. Penting bagi Anda berdua untuk saling memahami perasaan lain kecuali jika itu berakhir sebagai omelan. Komunikasi adalah satu-satunya cara yang dapat membantu Anda untuk datang dengan harapan satu sama lain karena membiarkan Anda tahu apa yang ada dalam pikiran orang lain. Relasi suami istri adalah murni berdasarkan kepercayaan. Oleh karena itu, tidak ada rahasia yang dibiarkan membentangkan antara mereka. Jika tidak, mungkin menjadi masalah besar dalam waktu dekat.

Komunikasikan tentang masa depan atau tentang masa depan anak-anak Anda dengan satu sama lain. Membuat perencanaan untuk masa depan Anda. Memberi dan menerima setiap gagasan lain dan tahu pandangan pasangan Anda pada setiap situasi tertentu. Rencanakan liburan dengan mempertimbangkan satu sama lain. Semua langkah-langkah ini akan meningkatkan relasi Anda dengan satu sama lain.
Beberapa langkah lagi untuk suami dan istri, untuk membuat kehidupan pernikahan mereka bahagia.
a) Beritahu pasangan Anda “Aku mencintaimu” setiap hari
b) Selalu mengatakan tolong dan terima kasih
c) Jangan menuntut terlalu banyak. Minta hal yang ada dalam jangkauan pasangan Anda, tapi minta dengan baik. Jangan bertengkar jika Anda menganggap hadiah yang pasangan Anda belikan untuk Anda tidak menarik.
d) Suami tidak boleh memperlakukan istri mereka seperti budak. Suami memiliki tanggung jawab yang sama seperti istri.
e) Istri tidak boleh cerewet untuk hal yang sama lagi dan lagi. Jika ada hal yang tidak dilakukan, mengingatkan suami dengan pelan.
f ) Suami harus menghargai perbuatan istri. Dan harus melakukan sesuatu untuknya sebagai balasannya.
g) Setiap hari bertanya satu sama lain jika ada yang bisa dilakukan untuk pasangan
h) Terima kesukaan dan ketidaksukaan, kelemahan dan kesalahan satu sama lain. Perlakukan kesalahan lain persis seperti Anda inginkan kesalahan Anda diperlakukan. Beritahukan pasangan Anda tentang kesalahannya dan memperbaikinya
i) Membantu dan mendukung satu sama lain selama masa sulit. Berdoa untuk satu sama lain dan berbagi beban masing-masing.
j) Jangan melibatkan orang ketiga dalam suatu perdebatan. Jangan melibatkan keluarga masing-masing. Pihak ketiga bahkan dapat membuat situasi lebih buruk.
k) Jangan pernah membicarakan kesalahan masing-masing di depan orang lain.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/fungsi-lembaga-keluarga/

2. Relasi antarsaudara

Hubungan dengan saudara merupakan jenis hubngan yang berlangsung dalam jangka waktu panjan. Pola hubungan yang terbangun pada masa kanak-kanak dapat bertahan hingga dewasa dan dapat mempengaruhi perkembangan individu, secara positif maupun negative tergantung pola hubungan yang terjadi.
Pada masa kanak-kanak pola hubungan dengan sibling di pengaruhi oleh 4 karakteristik, yaitu : jumlah saudara, urutan kelahiran, jarak kelahiran, dan jenis kelamin. Kombinasi antara jumlah saudara dan jarak kelahiran yang dekat berpengaruh negative terhadap prestasi akademik dibandingkan dengan yang memiliki jarak kelahiran yang jauh. Namun keberadaan saudara kandung juga bermanfaat, antara lain :
a) Sebagai tempat uji coba (testing ground).
b) Sebagai guru
c) Sebagai mitra untuk melatih keterampilan negosiasi
d) Sebagai sarana untuk belajar mengenai konsekuensi dari kerja sama dan konflik
e) Sebagai sarana untuk mengetahui manfaat dari komitmen dan kesetiaan
f) Sebagai pelindung bagi saudaranya
g) Sebagai penerjemah dari maksud orang tua dan teman sebaya terhadap adiknya
h) Sebagai pembuka jalan saat ide baru tentang suatu perilaku di kenalkan pada keluarga.