Saat Ini Penilaian Guru Tidak Bisa Sekadar Kognitif

Saat Ini Penilaian Guru Tidak Bisa Sekadar Kognitif

Saat Ini Penilaian Guru Tidak Bisa Sekadar Kognitif

Saat Ini Penilaian Guru Tidak Bisa Sekadar Kognitif
Saat Ini Penilaian Guru Tidak Bisa Sekadar Kognitif

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) yang digawangi oleh Muhammad Nur Rizal

kembali menggelar pelatihan untuk wilayah Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Namun kali ini pelatihan mengkhususkan pada para pengawas sekolah dan madrasah.

Ditemui di sela kegiatan pelatihan yang berlangsung di kompleks BSD Kamis (28/2), Rizal menuturkan pelatihan kali ini diikuti 60 orang pengawas sekolah dan madrasah. “Sebelumnya yang dilatih guru mewakili sekolah. Sekarang merambah ke pengawas,” katanya.

Pria asal Jogjakarta itu menjelaskan, para pengawas sekolah

juga perlu mendapatkan materi soal GSM. Apalagi di wilayah Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang sudah ada 80 sekolah yang menerapkan GSM. Dia berharap GSM bisa semakin meluas.

Salah satu materi dalam pelatihan tersebut adalah membahas indikator penilaian guru. Saat ini penilaian guru tidak bisa sekadar kognitif melalui tes pilihan ganda Uji Kompetensi Guru (UKG). “Penilaian guru perlu otentik. Melihat langsung guru dalam proses pembelajaran,” jelasnya.

Menurutnya saat ini siswa dituntut untuk memiliki kompetensi

pembelajaran level sampai menganalisis hingga menciptakan. Sayangnya kompetensi atau paradigma guru dalam mengajar masih di level memahami dan menghafal. Sehingga ada ketidaksesuaian.

Selain itu Rizal mengatakan GSM tetap mempertahankan pakem mengubah suasana atau ekosistem di sekolah. Sehingga proses pembelajaran bisa berjalan menyenangkan. “GSM berupaya membuat siswa betah dan kecanduan belajar,” tuturnya. Selain itu juga menekan adanya potensi kekerasan kepada siswa maupun warga sekolah lainnya.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/contoh-wawancara/