Sambut Puasa, 390 Mentor Pesantren Ramadhan di Padang Dibekali

Sambut Puasa, 390 Mentor Pesantren Ramadhan di Padang Dibekali

Sambut Puasa, 390 Mentor Pesantren Ramadhan di Padang Dibekali

Sambut Puasa, 390 Mentor Pesantren Ramadhan di Padang Dibekali
Sambut Puasa, 390 Mentor Pesantren Ramadhan di Padang Dibekali

Pemerintah Kota (Pemko) Padang, melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra)

mengadakan Pelatihan Mentor Pesantren Ramadhan tingkat Kota Padang 2016 /1437 H di Aula LK2S Sumbar. Sebanyak 390 orang yang terdiri dari para pengurus dan guru TPQ/TQA/ MDT ini, dibekali dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Pesantren Ramadhan yang lebih matang.

Walikota Padang diwakili Kabag Kesra, Al Amin menyampaikan, pada 2016 ini Pesantren Ramadhan difokuskan pada upaya memaksimalkan kualitas penanaman keimanan dan pengetahuan keagamaan bagi para peserta atau santri.

“Karena dengan keimanan yang kuat danpengetahuan agama yang memadai diharapkan akan melahirkan aktualisasi pengamalan islam secara benar. Sehingga itu, tema Pesantren Ramadhan di tahun ini adalah “peningkatan iman dan akhlak berbasis Alquran dan sunnah,” jelas Al Amin, Rabu (11/5).

Al Amin melanjutkan, setelah dua belas kali sejak 2004 – 2015, pelaksanaan Pesantren Ramadhan

di Padang dikatakan plusnya jauh melebihi minusnya. Akan tetapi di balik kesuksesan yang ada, tidak dipungkiri ada masjid/mushala yang tidak mempedomani instruksi Walikota.

“Diantaranya seperti memperpendek waktu pelaksanaan, menggabungkan semua tingkatan, masih minimnya partisipasi dan keikutsertaan guru, sertifikat tidak diminta oleh guru dan masih adanya pengurus masjid/mushala yang kurang perhatian. Untuk itu, kita tetapkan setiap masjid/mushala satu orang mentor yang bertanggung jawab sepenuhnya selama pelaksanaan Pesantren Ramadhan,” ujarnya.

Lebih lanjut Al Amin menerangkan, demi memotivasi pelaksanaan Pesantren Ramadhan, seluruh masjid

/mushala yang melaksanakan akan dilombakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaannya, tetap dievaluasi setiap tahun. Sementara, untuk sekolah yang melaksanakan Pesantren Ramadhan tahun ini ditunjuk sebagai percontohan yaitu SMA 1, SMA 10, SMA 3 dan SMK 2.

“Tiga tahun kemudian hasilnya akan dievaluasi. Bila positif hasilnya positif, pelaksanaan Pesantren Ramadhan di sekolah akan terus dilaksanakan. Bila sebaliknya, kurang maksimal maka akan dihentikan dan dikembalikan ke rumah ibadah,” terangnya.

Sementara itu, panitia pelaksana pelatihan mentor tersebut, Kasubag Keagamaan Bagian Kesra, Jamilus menyampaikan pelaksanaan Pesantren Ramadhan dimulai 12-28 juni, pencanangannya pada 2 Juni di Lapangan Imam Bonjol. Sementaram anggaran kegiatan keagamaan tersebut, sama di tahun sebelumnya Rp 1,2 miliar.

 

Baca Juga :