Sate Bekicot, Antara Manfaat dan Mudarat

Sate Bekicot, Antara Manfaat dan MudaratSate Bekicot, Antara Manfaat dan Mudarat

Bekicot. Hewan yang biasa kita jumpai di sawah atau di kebun. Pohon pisang adalah tempat yang paling mudah untuk me jumpai hewan ini.

Bekicot atau siput berasal dari Afrika Timur. Menyebar ke penjuru dunia hingga ke Indonesia akibat terbawa dalam perdagangan. Di Jawa Barat bekicot disebut juga keong racun.

Hewan ini mudah dipelihara. Bahkan dibeberapa tempat dikonsumsi. Termasuk di Indonesia. Di Prancis olahan bekicot namanya Escargot. Makanan yang mewah dan mahal.

Sate bekicot (dokpri)

Saya pertama kali mencicipi sate bekicot saat jalan-jalan ke Kota Kediri. Penasaran dengan sate bekicot yang banyak dijajakan di sana. Begitu mencobanya ternyata saya jatuh suka. Karena memang rasanya enak. Daging bekicot terasa kenyal-kenyal.

Ternyata sate bekicot memang salah satu kuliner khas Kediri. Pusat pembuatannya di Kabupaten Kediri, Kecamatan Plosoklaten, Desa Djengkol. Tidak jauh dari Monumen Simpang Lima Gumul.

Sejak itu sate bekicot dan olahan lainnya seperti keripik menjadi salah satu tujuan kuliner saya. Apalagi bekicot ternyata memiliki banyak manfaat. Semakin love dengan sate bekicot.

Berikut ini beberapa manfaat olahan bekicot yang perlu diketahui:

1 . Bisa memperbaiki suasana hati
2 .Kaya protein yang bagus untuk memperbaiki otot
3 . Tinggi kandungan zat besi. Bisa untuk mencegah anemia dan kelelahan
4 . Mengandung vitamin B12 yang baik untuk memperbaiki sistem saraf
5 . Mengandung magnesium yang bisa memperkuat tulang, menjaga detak jantung dan tekanan darah
6 . Lendir bekicot bagus untuk kesehatan kulit
7 . Lendir bekicot bisa untuk menyembuhkan luka

Itu adalah beberapa manfaat dari bekicot bagi kesehatan tubuh manusia. Namun bagi umat muslim mengkonsumsi bekicot dihukumi haram. Hal ini pun baru saya ketahui.

Bekicot (by pixabay.com)

Ketentuan tersebut berdasarkan fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) tahun 2012. Secara resmi MUI memberi fatwa bahwa bekicot itu haram dikonsumsi, dikelola dan dibudidayakan.

Menurut MUI bekicot termasuk hewan yang melata. Dan hewan yang melata hukumnya haram. Astagfirullah…berarti selama ini saya memakan makanan haram?

Setelah mengetahui hal ini, selera saya terhadap sate bekicot mulai turun. Bukan tidak suka lagi. Tetap suka namun sudah tidak bisa.

Ini sungguh dilema. Saya suka sate bekicot tetapi agama melarang. Maka saya memilih agama agar tenang. Meski sesungguhnya berat hati ini menghindari sate bekicot

Apalagi jika mengingat betapa banyaknya manfaat bekicot. Bahkan di Thailand ada petani bekicot yang penghasilannya bisa mencapai Rp 4,5 juta-9,2 jut perbulan. Luar biasa.

Tetapi hidup adalah pilihan. Dan ini pilihan saya. Setidaknya pernah mencicipi sate bekicot. Itu sudah cukup. (EP)

 

Pos-pos Terbaru