Sejarah Asal Mula Lilin

Sejarah Asal Mula Lilin

Sejarah Asal Mula Lilin

Sejarah Asal Mula Lilin
Sejarah Asal Mula Lilin

Sobat mungkin kini sudah akrab dengan benda yang bernama lilin. Apalagi kalau sudah ulang tahun, lilin adalah benda wajib yang harus ada sebelum melakukan make a wish. Kalau gak ada lilin, masak pake obor. Hehehe. Tapi siapa yang tau tentang sejarah lilin, selama ini kita hanya tahu bahwa lilin merupakan alat penerangan yang menerangi kita dikegelapan kala mati lampu.

Lilin merupakan penemuan paling awal dari dunia primitif

Dalam sejarah, bangsa Mesir tercatat pertama kali menggunakan lilin sejak tahun 3000 SM. Sementara dokumen lain mencatatkan bahwa pada abad I bangsa Romawi menggantikan batang alang-alang dengan sumbu serat yang dimasukan ke lemak cair yang didinginkan lalu kemudian dicelupkan kembali ke lemak cair. Cara ini dilakukan berulang-ulang hingga ketebalan tertentu. Diduga lemak bersumbu bangsa Romawi ini menjadi nenek moyang lilin berbatang yang ada saat ini.

Lilin lemak ini banyak digunakan pada abad pertengahan oleh masyarakat Eropa

Namun saat itu harganya sangat mahal sehingga hhanya bisa dinikmati oleh kaum bangsawan. Akhirnya penelitian tentang lilin terus berlanjut. Akhirnya lemak bersumbu tersebut digantikan lilin dari malam lebah yang beraroma wangi tanpa disertai bau lemak.

Memasuki abad ke-19, Michel Eygene Chevreul seorang ahli kimia Prancis berhasil memisahkan asam lemak dari gliserin lemak sehingga menghasilkan asam stearat, bahan penting untuk menghasilkan lilin bermutu baik. Stearat bersama dua bahan yang ditemukan selanjutnya, yaitu spermaceti dan malam parafin, menjadi bahan baku utama lilin. Bahan ini berasal dari lemak ikan paus dan tidak menimbulkan bau pedas serta pedih dimata saat lilin dinyalakan.

Mesin pencetak lilin mulai di kembangkan pada abad ke-19

Mesin ini terdiri atas tangki logam yang di panaskan kemudian didinginkan berganti-ganti.Cara kerjanya mula-mula sumbu disusupkan dari dasar cetakan melalui piston, menembus lilin cair dalam cetakan.Setelah cetakannya dingin, lilin mengeras, lilin didorong keluar oleh piston, lalu sumbunya dipotong.

Meski saat ini sudah banyak sumber pencahayaan yang digunakan, namun tidak mengurangi pesona lilin untuk tetap dicari untuk penerangan. Terlebih dengan bentuk yang unik-unik dan memiliki aroma yang khas. Lilin saat ini banyak digunakan untuk dekorasi interior ruangan serta perayaan upacara keagamaan atau ritual-ritual.

Sobat sudah taukan sekarang bagaimana asal mula benda yang sering kita tiup setiap hari ulang tahun kita itu. Semoga tulisan ini menambah wawasan informasi tentang benda-benda disekitar kita.

Baca juga artikel: